Cerpen merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa. Cerpen merupakan karangan naratif yang mengisahkan sepenggal kisah kehidupan tokohnya. Sesuai namanya, isi cerpen cenderung pendek, tidak seperti novel. Meski tidak ada batasan yang pasti, namun para ahli sastra menyebutkan panjang cerpen tidak melebihi 20 halaman. Dengan demikian, banyak yang menyebut bahwa cerpen dapat habis dibaca dalam satu kali duduk.

Isi cerpen yang pendek juga disebabkan konflik atau kejadian yang dibangun di dalamnya hanya sedikit, bahkan hanya terdiri atas satu konflik. Selain itu, di dalam cerpen juga tidak terdapat perubahan nasib pada tokohnya. Hal tersebut berbeda dengan novel yang terdiri atas banyak konflik dan biasanya menyebabkan perubahan nasib pada tokohnya.

Oleh karena itu, menulis cerpen relatif lebih mudah dibanding menulis karya prosa lainnya karena isinya yang lebih singkat. Namun demikian, perlu diperhatikan langkah-langkah menulis cerpen berikut sehingga dapat tercipta sebuah cerpen yang baik dan enak dibaca.

Langkah-langkah Menulis Kembali Cerpen

Banyak cara untuk menulis cerpen dan mendapatkan ide untuk cerpen. Salah satunya adalah dengan membaca sebuah cerpen kemudian menuliskannya kembali menjadi cerpen dengan bahasa sendiri. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menulis kembali cerpen adalah sebagai berikut.

  1. Membaca cerpen yang akan ditulis kembali dengan cermat dan saksama.
  2. Menentukan ide-ide pokok cerpen yang telah dibaca.
  3. Mengembangkan ide-ide pokok tersebut dengan kalimat sendiri sehingga menjadi cerpen.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, perlu diperhatikan bahwa unusr-unsur penting di dalam cerpen tersebut harus tetap dipertahankan, seperti tema, latar, dan tokoh. Sedangkan alur dan jalan cerita dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dihasilkan cerpen hasil penulisan kembali yang menarik.