Sebuah tulisan atau wacana terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf tersusun atas beberapa kalimat yang saling berhubungan membentuk sebuah gagasan utama. Di dalam sebuah tulisan, terdapat berbagai jenis paragraf, yaitu paragraf deskriptif, paragraf naratif, paragraf argumentatif, paragraf ekspositoris, dan paragraf persuasif.

Karangan naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian cerita yang runtut. Dengan karangan naratif, kita dapat menghadirkan tulisan yang membawa pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca akan merasakan peristiwa seperti yang digambarkan di dalam tulisan.

Langkah-langkah Menulis Karangan Narasi

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat menulis sebuah karangan naratif adalah sebagai berikut.

1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.

Topik-topik yang dapat dipilih untuk dijadikan karangan naratif ada banyak. Hal yang penting diperhatikan adalah bahwa pada karangan naratif, kita harus memperhatikan tulisan berdasarkan kronologi waktu. Misalnya, kegiatan bakti sosial bersama anak jalanan.

2. Menyusun kerangka karangan narasi.

Sebelum menulis sebuah karangan narasi, maka perlu disusun sebuah kerangka karangan terlebih dahulu. Kerangka karangan narasi harus disusun berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa. Contoh kerangka karangan narasi adalah sebagai berikut.
Judul        : Bakti Sosial Bersama Anak Jalanan
Kerangka    : A. Waktu dan Tempat Kegiatan
                    B. Konsep Acara
                    C. Panitia Pelaksana
                    D. Pelaksanaan Kegiatan

Berdasarkan isinya, narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, misalnya tulisan mengenai detik-detik proklamasi. Paragraf narasi runtut cerita adalah pola pengembangan yang menceritakan suatu urutan dari tindakan atau perbuatan dalam menciptakan atau menghasilkan sesuatu.

Berdasarkan jenis cerita, narasi dibagi menjadi dua macam, yaitu narasi fiksi dan nonfiksi. Narasi fiksi adalah narasi yang hanya merupakan cerita rekaan, khayalan, atau imajinasi. Jenis karangan ini terlihat pada cerpen, hikayat, dongeng, novel dan lain-lain. Sedangkan narasi nonfiksi adalah karangan yang mengisahkan peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti biografi, laporan perjalanan, dan lain-lain.