Setelah belajar mengenai mendengarkan dan menyimpulkan pendapat, kita akan mempelajari cara mengomentari pendapat atau interaksi langsung dalam dialog interaktif. Dialog interaktif ini bisa disebut sebagai diskusi. Diskusi ini terjadi setelah narasumber atau pembawa acara memberi kesempatan bagi para audiens untuk bertanya, menambahkan, dan mengomentari isi dialog.

Perdebatan menjadi hal yang paling menarik dalam diskusi. Hal ini ditujukan untuk memperkaya kemampuan berpikir dan bukan berkecenderungan anarkis atau meluapkan ketidaksukaan. Perdebatan dalam sebuah forum misalnya, tidak hanya mengutarakan perbedaan pandangan, melainkan bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Meskipun pada beberapa contoh debat, dua kubu biasanya akan tetap memegang teguh pendapat mereka dan durasi yang terbatas membuat mereka harus menyelesaikan diskusi.

Bagaimana caranya berinteraksi dalam dialog interaktif ketika posisi kita adalah seorang pengomentar? Kita harus menguasai tema yang dibicarakan dalam dialog interaktif. Kita juga harus berani untuk tampil dan menyuarakan pendapat kita. Selain mental, kita juga harus punya kecakapan berbahasa. Maklum saja, suasana diskusi tentu saja tidak dihadiri oleh dua orang saja dan rata-rata mungkin teman-teman yang belum kita kenal. Tapi jika kita merasa argumen kita dipatahkan oleh lain orang, itu bukan berarti kita kalah dalam sebuah perdebatan. Pertukaran pikiran itu hal yang wajar. Namun, ada beberapa etika yang harus dipahami seorang pengkomentar.

Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan jika kita akan menanyakan sesuatu hal dalam dialog interaktif:

  1. Ajukanlah pertanyaan yang betul-betul kurang kita pahami. Jangan menanyakan hal yang sudah jelas telah dibicarakan dalam dialog interaktif. Ini bisa mengesalkan narasumber, atau audiens. Jadi perlu kecermatan sebelum memutuskan untuk memberikan pertanyaan.
  2. Posisikanlah diri kita di pihak penanya dengan gestur dan cara yang rendah hati. Meskipun sebenarnya kita ofensif atau menyerang dengan tujuan mengkritisi. Posisikan pula pihak penjawab atau narasumber sebagai pihak yang lebih tinggi. Dengan begitu kita tetap memegang teguh adab sopan santun dalam dialog interaktif.
  3. Janganlah memaksakan pendapat terhadap narasumber atau komentator lain. Dan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan, balutlah dengan kata-kata yang halus dan menyenangkan orang lain.
  4. Jika kita menemukan komentator lain menanyakan hal yang kita ketahui jawabannya, simpanlah jawaban kita dan tak perlu dikemukakan langsung. Beri kesempatan narasumber untuk menjelaskan. Setelah itu, kita bisa mengungkapkan apa yang perlu kita kemukakan.

Sementara hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengemukakan pendapat adalah:

  1. Pahami permasalahan dalam dialog interaktif.
  2. Tentukan segi apa saja yang akan kita kemukakan sebagai pendapat.
  3. Mintalah kesempatan terlebih dahulu pada moderator/pembawa acara agar kita diberi kesempatan mengemukakan pendapat.
  4. Kemukakan pendapat yang berbau obyektif dengan pembuktian, data. Atau berikan pendapat subyektif yang jujur dan tidak mengada-ngada, atau berdasar pengalaman dan pengamatan pribadi.
  5. Kemukakan pendapat secara jelas dan tepat sasaran.
  6. Hindari pemaksaan pendapat pada orang lain.
  7. Jangan membuat pendapat yang menyinggung orang lain secara eksplisit atau kentara.

Sekarang saatnya mempelajari bagaimana caranya memberikan saran terhadap suatu dialog interaktif yang tak membuahkan titik temu. Dalam bagian ini kita akan mempelajari langkah-langkah yang tepat saat memberikan komentar terhadap pendapat orang lain. Di antaranya adalah :

  1. Pahami dan analisislah pendapat dari peserta/audiens lain.
  2. Tentukan bagian mana dari pendapat tersebut yang perlu kamu perbaiki atau perlu kamu tanggapi.
  3. Persiapkan saran yang dijukan baik dari segi argumen, manfaat, dan pertanggung jawabkan apa yang kita kemukakan.
  4. Kita harus memberikan saran yang membangun dan bukan memojokkan pendapat orang lain.
  5. Kita harus menyadari bahwa saran bersifat permintaan, karennya kemukakanlah saran dengan sikap dan nada yang sopan.
  6. Jangan memaksakan pendapat pribadi, artinya tak perlu marah atau ngotot jika saran atau pendapat kita tidak diterima atau menerima respons yang kurang baik.

Setelah itu, simpulkanlah dialog interaktif yang kita ikuti. Langkah-langkahnya adalah:

  1. Hindarkan diri dari simpulan yang mengutamakan pendapat diri kita sendiri atau orang lain.
  2. Gabungkan berbagai pendapat dan saran selama diskusi atau dialog interaktif berlangsung.
  3. Buatlah simpulan yang tepat dengan kata-kata yang baik dan benar dan mudah dimengerti.

Semoga bisa dimengerti dan bisa langsung dipraktikkan. Untuk praktik, ajak saja beberapa teman untuk berdialog, buat semacam setting forum, tentukan topik lalu mulailah berpendapat sesuai etika.