Mendengarkan laporan kegiatan berarti mendengarkan seseorang membacakan hasil laporan dari suatu kegiatan yang telah dilakukan. Hal pertama yang dilakukan adalah memahami sistematika dan isi dari laporan yang telah dibuat secara teks, kemudian menganalisis laporan tersebut.

Dalam menganalisis laporan, ada beberapa macam jenis laporan yang dapat dibedakan.

1. Ditinjau dari cara penyampaian, yakni:

  1. Laporan lisan, atau disampaikan secara lisan. Laporan lisan dapat dilakukan di telepon, pembicaraan langsung, di depan kamera TV untuk kepentingan reportase.
  2. Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan. Yaitu laporan dalam pelaporan informasi atau berita di media cetak atau elektronik.

2. Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat:

  1. Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu. Biasanya  laporan jenis blogger yang penuh dengan selera humor dalam penulisannya.
  2. Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis. Misalnya karya esai untuk keperluan media cetak nasional

3. Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan:

  1. Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
  2. Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
  3. Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.

Menganalisis Laporan

Sebelum menganalisis sebuah laporan, hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Laporan harus singkat dan padat
  2. Runtut dan sistematis
  3. Mudah dipahami
  4. Isi lengkap
  5. Penyajian yang menarik
  6. Berpegang pada fakra, data, dan persoalannya
  7. Tepat pada waktunya.

Dalam hal ini kita akan menganalisis laporan tulisan yang dimuat di tribunnews.com pada 13 Agustus 2012 dengan judul AS Juara Umum Olimpiade London

Atlet Lithuania, Laura Asadauskaite merebut medali emas terakhir Olimpiade London 2012 dengan menjuarai nomor pentathlon, Minggu (12/8).

Asadauskaite merebut  emas dengan mengumpulkan 5408 poin yang juga merupakan rekor baru Olimpiade. Medali perak direbut atlet Inggris, Samantha Murray dengan 5356 poin, sementara Yane Marques dari Brasil mendapat perunggu dengan 5340 poin.

Dengan berakhirnya pentathlon, kontingen AS memastikan diri menjadi juara umum Olimpiade London 2012. AS mengumpulkan 104 medali yang terdiri dari 46 emas, 29 perak dan 29 perunggu.

Tuan rumah Olimpiade Beijing 2008, China berada di posisi dua dengan 38 emas, 27 perak dan 22 perunggu.

Kejutan besar dihasilkan kontingen tuan rumah, Inggris Raya. Gabungan dari Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara tuan rumah berada di posisi tiga dengan 29 emas, 17 perak dan 19 perunggu. Mereka bahkan mampu mengungguli Rusia yang berada di posisi empat dengan 24 medali emas, 25 perak dan 33 perunggu.

Kontingen Indonesia berada di urutan 63-69 dengan "hanya" mendapatkan 1 perak dan 1 perunggu. Hasil ini sama dengan yang diperoleh Bulgaria, Estonia, Malaysia, Puerto Riko dan Taiwan. Bagi Indonesia, Olimpiade London ini merupakan berakhirnya tradisi emas yang selama ini disumbangkan oleh cabang bulu tangkis.

Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia dan Malaysia berada di bawah Thailand yang mengumpulkan 2 perak dan 1 perunggu di peringkat 57, namun di atas Singapura yang mengumpulkan 2 perunggu di peringkat 75.

Dari laporan tulisan di atas, dapat diketahui bahwa:

  1. Laporan tersebut singkat dan padat, yakni membicarakan hasil Olimpade London 2012 sesuai proporsi, jelas, dan padat.
  2. Runtut dan sistematis. Laporan di atas dengan format dari khusus ke umum. Yaitu menyingung atlet terakhir yang memperoleh medali bertepatan dengan hari terakhir olimpiade, sampai penjabaran tentang posisi negara-negara peserta olimpiade, termasuk posisi Indonesia.
  3. Mudah dipahami. Laporan di atas tidak memiliki kalimat ungkapan atau puitik yang membuat multitafsir.
  4. Isi lengkap. Untuk ukuran sebuah laporan pendek, artikel di atas tergolong lengkap.
  5. Penyajian yang menarik. Penyajian menarik diperoleh dari bahasa lugas seperti yang disampaikan dalam laporan di atas.
  6. Berpegang pada fakra, data, dan persoalannya. Penulis laporan tentu tidak gegabah dengan memberikan keterangan keliru. Biasanya hasil olimpiade dapat diketahui publik secara umum sehingga tingkat kebenarannya, akurat.
  7. Tepat pada waktunya. Artinya mengabarkan tepat pada kondisi waktu tertentu. Artinya laporan dilaporkan setelah upacara penutupan Olimpiade London, dilakukan.

Demikianlah kiat menganalisis laporan. Semoga dengan informasi ini, bermanfaat dan bisa digunakan sepatutnya