Pidato adalah salah satu kegiatan berbicara yang mendatangkan manfaat sekaligus sering kita temui di kehidupan sehari-hai. Pidato adalah utaraan yang disampaikan seseorang mengenai sesuatu hal atau bahasan. Dalam berpidato, seseorang harus melakukan banyak hal agar pidato yang dikumandangkan menarik perhatian audiens atau penonton. Hal-hal itu di antaranya:

  1. Kesiapan mental
  2. Menguasai topik bahasan
  3. Mengetahui pokok-pokok atau hal yang akan dibicarakan. Yakni dengan lebih dulu membuat kerangka karangan pidato agar ketika berada di hadapan pendengar kita tidak lupa terhadap apa yang akan dikemukakan.

Sementara itu, mendengarkan pidato adalah hal yang dilakukan penyimak, dalam hal ini audiens atau penonton. Namun dalam bidang akademik, mendengarkan pidato berarti bertujuan untuk mengetahui inti atau isi dari pidato itu sendiri. Dan tujuan lainnya bisa dijabarkan sebagai berikut.

  1. Dapat menyimpulkan pidato
  2. Dapat berpidato dengan intonasi yang tepat
  3. Dapat menulis teks pidato

Sebab itulah tujuan mendengarkan, kita dapat menguasai hal-hal yang berhubungan dengan pidato. Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mencapat tujuan itu adalah menemukan pokok-pokok isi pidato secara efektif.

Menemukan Hal-hal Pokok dalam Pidato

Untuk mengetahui hal-hal pokok dalam sebuah pidato, berikut contoh pidato dan aplikasinya.

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan ini kita dapat bersama-sama berkumpul dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Bapak/Ibu guru yang saya hormati dan anak-anak sekalian yang berbahagia.

Dalam memperingati Hari Anak Nasional kali ini, perlu kita renungkan kembali apa yang telah tersirat dalam GBHN tentang Pembinaan Anak dan Remaja, bahwa pembinaan anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilakukan sedini mungkin di lingkungan keluarga dan pembinaan tersebut harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan ibu, masa bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, peningkatan mutu gizi, peletakan dasar-dasar kepribadian, kecerdasan, dan sosial, penumbuhan kesadaran akan hidup sehat, pembiasaan awal dalam berperilaku kehidupan beragama dan berbudi luhur, serta peningkatan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila anak menjadi pusat perhatian dalam pembangunan bangsa dan diarahkan untuk menumbuhkembangkan kesehatan jasmani, rohani, dan sikap sosialnya secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, mereka akan dapat menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang berkesanggupan untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak, sehat, bahagia, serta sejahtera lahir dan batin dalam masyarakat yang aktif membangun.

Bapak/Ibu guru dan anak-anak yang berbahagia.

Untuk mewujudkan cita-cita menyejahterakan anak Indonesia, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada acara peringatan Hari Anak Nasional, perlu diupayakan dan diwujudkan agar hak-hak anak, baik dari aspek kelangsungan hidup maupun perkembangan dan perlindungan anak sebagai tunas bangsa dapat dipenuhi sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.

Harus kita akui bahwa selama ini perhatian pemerintah terhadap pembangunan sektor pendidikan cukup besar. Hal ini antara lain telah dicanangkan Program Wajib Belajar 9 Tahun, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong pembangunan jangka panjang dan kehidupan global. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kegiatan pembinaan anak secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.

Untuk itu, saya berpesan kepada anak-anakku tercinta.

Belajarlah dengan tekun, disiplin, kreatif, dan tumbuhkan rasa percaya diri dan sikap hidup mandiri yang nantinya di masa mendatang kalian menjadi harapan untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa tercinta ini.

Di samping itu, saya harapkan pula kepada semua Bapak/Ibu guru agar selalu perperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang saling Asih-Asah-Asuh untuk mengantar anak menghadapi era globalisasi agar mereka memiliki ketangguhan dan kemandirian.

Akhirnya, dengan peringatan Hari Anak Nasional, dengan tema “Saya Anak Indonesia“ dan subtema “Anak Indonesia Sehat dan Bahagia” diharapkan agar masyarakat dan para orang tua dapat memberikan kesempatan pada setiap anak untuk hidup sehat, bahagia, bergembira, dan menikmati keberadaannya sebagai seorang anak yang memiliki masa depan yang lebih cerah.

Semoga Tuhan yang Maha Esa memberkahi kita semua. Amin.

Wabilahitaufikwalhidayah,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setelah mengetahui contoh pidato di atas, beberapa poin yang bisa dijabarkan dalam pidato tersebut adalah.

  1. Pidato tersebut disampaikan untuk momen Hari Anak Nasional
  2. Sasaran pidato tersebut ada dua, yakni guru-guru sebagai pendidik, dan anak-anak pelajar SMA sebagai peserta didik.
  3. Pidato dilakukan pada saat upacara bendera khusus dalam menyambut Hari Anak Nasional.
  4. Harapan yang ingin disampaikan Kepala Dinas atau pelaku pidato itu adalah tetap konsistennya baik pendidik maupun peserta didik dalam upaya mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Juga agar anak-anak Indonesia hidup bahagia, aman dan sentosa.

Setelah mengetahui poin-poin di atas, peserta didik atau pelajar, bisa mendiskusikan pidato itu per kelompok di dalam kelas. Lalu masing-masing anggota memberikan tanggapan baik yang berbau kontra maupun yang pro. Setelah diskusi selesai, buatlah kesimpulan terhadap kegiatan diskusi dari hasil mendengarkan pidato.

Dalam pidato, ada upaya menyampaikan sebuah pesan, ajakan, dan imbauan kepada pihak lain. Pesan dalam pidato biasanya pesan langsung karena pendengar bisa mendengarkan secara langsung terhadap pidato yang didengarnya.