Pernahkan Anda melihat acara tivi yang menampilkan seorang tokoh sebagi bintang tamunya. Dalam  acara tersebut dibahas tuntas, segala sesuatu tentang bintang tamu yang hadir. Acara tersebut tak lain untuk menceritakan tokoh yang memiliki keistimewaan dan kadang juga seorang tokoh idola. Tokoh yang paling sering diceritakan dan menjadi bahan pembicaraan adalah para artis. Karena selain mereka mempunyai kemampuan yang lebih, para artis tersebut kerap muncul di tivi sehingga wajah mereka menjadi tidak asing lagi.

Tak jauh berbeda dengan orang yang mengidolakan artis, setiap orang pasti mempunyai tokoh idola, dan menceritakan tokoh idola memang menyenangkan. Selain dapat lebih tahu seluk-beluk atau latar belakang idola yang dikagumi, juga dapat menambah wawasan. Kadang tokoh idola juga dijadikan panutan.
Pengertian dari tokoh idola sendiri, yaitu tokoh yang disenangi, banggakan atau dikagumi. Untuk bisa mengagumi seseorang, orang tersebut tidak harus orang yang terkenal dan berpengaruh, namun juga bisa sekadar orang yang kita kagumi. Misalnya kita mengagumi teman sekelas kita yang hidupnya sederhana tapi sangat pandai. Anak tersebut berangkat ke sekolah sambil berjualan makanan berkeliling kelas. Tokoh yang semakin ini pun dapat dijadikan sebagai tokoh idola, dan menceritakan semua tentang tokoh idola tersebut kepada orang lain.

Untuk mengidolanan tokoh dan memilih tokoh yang hendak kita ceritakan tidaklah sulit. Karena setiap orang mempunyai alasan kenapa dia ingin menceritakan tokoh tersebut. Misalnya saja karena pintar, cantik, baik hati, penyabar, penyayang, dermawan, dan masih banyak lagi. Selain itu, biasanya tokoh idola ini memiliki kelebihan-kelebihan sehingga menjadi teladan yang ingin kita contoh atau tiru. Kelebihan-kelebihan tokoh tersebut dapat berupa perilakunya , fisik atau jasmaninya, ajaran-ajarannya maupun kehidupan pribadinya.

Tokoh-tokoh tersebut dapat berasal dari, tokoh masyarakat, tokoh agama, negarawan, sastrawan, pendidik, dan masih banyak lainnya. Bahkan cenderung sang pencerita tokoh ingin menjadi seperti yang diceritakannya, baik dari penampilan, tingkah laku, dan kelebihan-kelebihan yang lainnya. Maka tak jarang kita melihat orang yang berpenampilan mirip orang yang diidolakannya.

Ketika hendak menceritakan tokoh idola, kita memerlukan banyak informasi. Karena untuk menceritakan tokoh idola itu membutuhkan pengetahuan tentang diri tokoh idola tersebut. Informasi mengenai tokoh idola yang akan diceritakan, itu bisa didapatkan secara langsung, yakni mencari informasi dengan mewawancara tokoh itu sendiri atau mewawancarai orang kenal dengan tokoh, dan dekat dengan tokoh. Selain itu juga dapat memperoleh informasi dengan membaca Koran atau majalah, dan juga bisa mencai di sumber-sumber lainnya, mengenai tokoh yang akan kita ceritakan tersebut.

Hal-hal yang perlu diungkapkan saat menceritakan tokoh idola antara lain :

  1. Identitas tokoh, yang meliputi:
    • nama lengkap tokoh dan pangggilan,
    • tempat dan tanggal lahir tokoh,
    • nama orang tua tokoh,
    • alamat tokoh,
    • anggota keluarga tokoh (istri dan anak).
  2. Riwayat pendidikan tokoh
    Riwayat pendidikan tokoh juga perlu diceritakan. Karena lewat pendidikan tokoh akan diketahui kemampuan kemampuan tokoh dalam bidang-bidang tertentu.
  3. Prestasi yang pernah diraih
    Prestasi seseorang memperlihatkan seberapa banyak orang tersebut mendalami bidang-bidang tertentu dan mampu berprestasi, karena tidak setiap orang mampu berprestasi seperti tokoh yang akan diceritakan tersebut.
  4. Perjalanan pekerjaan Tokoh
    Pekerjaan tokoh yang perlu diceritakan penulis yaitu apa pekerjaan dari sang tokoh serta hasil kerja tokoh yang menunjukkan kehebatan atau kelebihan dari tokoh tersebut.
  5. Jabatan yang pernah diduki, jika ada
    Seorang yang menjadi idola dan telah melalui proses yang panjang dalam berbagai kegiatan, tentu saja mempunyai banyak jabatan yang pernah didudukinya.
  6. Kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki tokoh
    Setiap tokoh idola, tentu saja mempunyai kelebihan yang ada pada dirinya. kelebihan tersebut terlihat menonjol dan kadang menjadi ciri dari tokoh tersebut.

Untuk menceritakan tokoh idola, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yakni:

  1. Menentukan tokoh yang akan kita ceritakan
  2. Mencari informasi selengkap mungkin
  3. Selain itu, jika tokoh tersebut akan ditulis dan kemudian dibacakan, maka hal-hal yang perlu diperhatian dalam penulisannya adalah:
    • Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami,
    • Memergunakan tokoh sebagai pokok penceritaan,
    • Diceritakan secara naratif sekaligus mendeskripsikan,
    • Mengandung hubungan sebab akibat yang biasa berupa usaha dan apa yang telah dicapai.

Selain itu, menceritakan tokoh juga bisa berupa informasi singkat yang telah kita peroleh, seperti contoh di bawah ini.

Salah satu tokoh yang banyak menjadi idola di bidang sastra adalah penyair Taufik Ismail. Taufik Ismail sering diudang dalam acara televisi maupun dalam acara-acara lainnya untuk membacakan puisi.
Mari kita mengenal Taufik Ismail.
 

Nama tokoh: Taufik Ismail
TTL: Bukit Tinggi, 25 Juni 1935
Pendidikan:

  1. Sekolah Rakyat di Semarang
  2. SMP di Bukit Tinggi
  3. SMA di Pekalongan
  4. SMA di Pekalongan
  5. Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di IPB

Karier

  1. Redaktur Senior Horison dan Kolumnis (1966- sekarang)
  2. Wakil General Manager Taman Ismail Marzuki (1973)
  3. Ketua Lembaga Pendidikan dan Kesehatan Jakarta (1973-1977)
  4. Penyair, penerjemah (1978-sekarang)

Karya

  1. Tirani (1966)
  2. Benteng (1966)
  3. Puisi-puisi Sepi (1970)
  4. Kota Pelabuhan (1971)
  5. Ladang Jagung (1974)
  6. Prahara Budaya; Malu (Aku) jadi Orang Indonesia

Untuk menceritakan tokoh juga bisa diwujudkan dalam biografi. Biografi adalah buku yang menceritakan sejarah hidup seseorang, biasanya tokoh atau pahlawan terkenal. Membaca biografi seorang tokoh merupakan kegiatan yang baik dan dapat menjadi inspirasi. Kita dapat belajar dari kehidupan mereka. Melalui buku biografi, kita dapat mengetahui lebih jauh mengenai kehidupan seseorang termasuk sikap serta sifat tokoh yang patut kita teladani. Dalam perkembangannya, biografi tidak selalu menceritakan kehidupan keseluruhan seorang tokoh. Tetapi hanya menonjolkan beberapa hal tertentu saja, misalnya pada cita-cita tokoh dan perjuangannya menggapai cita-cita. Sedangkan untuk tokoh yang dapat diceritakan dengan cara cerita naratif seperti cerita di bawah ini.

Sugeng Yudhono, Si Pembuat Kaki Palsu

Sugeng Yudhono memang bukan sosok artis yang terkenal. Tetapi berkat keahliannya dalam membuat kaki palsu, dia sering muncul di setiap kesempatan dalam berbagai acara televisi.  Bahkan kemunculannya di berbagai acara tersebut menjadi salah satu motivator bagi penonton televisi untuk mencontoh kegigihan Sugeng Yudhono. Tak jarang pula acara televisi yang ia bawakan sering mendapat rating tinggi karena dapat menarik perhatian publik. Bahkan, acara tersebut sering diputar sampai dua kali.

Sosok orang tunadaksa yang sekarang menjadi seorang pengusaha kaki palsu ini berawal dari insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypas Mojokerto yang ia alami saat ia masih SMA pada tahun 1981.  Dia tidak pernah menyangka harus rela kehilangan kaki kanannya mulai dari bawah lutut. Menurut dokter kaki sugeng harus diamputasi. Saat itu Sugeng sempat putus asa. Tanpa kaki kanannya hidup dia akan tidak berguna. Dia kehilangan rasa percaya diri dan semua impian yang telah ia rencanakan setelah lulus SMA nantinya. Tetapi keluarga Sugeng tidak bosan dalam memberi semangat padanya untuk terus maju mengejar impiannya.

Keluarga sugeng memang bukanlah keluarga yang berada. Dia hidup di keluarga yang sederhana dengan ekonomi yang pas-pasan. Namun, ayah Sugeng tidak mau melihat penderitaan anaknya begitu saja. Dengan kemampuannya, ayahnya membuatkan kaki palsu untuk Sugeng. Sugeng pun merasa nyaman dengan buatan kaki palsu ayahnya tersebut walaupun terasa sangat berat jika dipakai. Sugeng tetap mempunyai jiwa yang besar untuk tetap terus berjuang menjalani hidup ini dengan kaki palsu buatan ayahnya sendiri. Ia tidak pernah merasa malu dengan kaki palsunya. Bahkan sebaliknya, ia merasa bangga memakai kaki palsu buatan ayahnya, yang tidak harus menghabiskan uang yang banyak untuk membuat kaki palsu tersebut tetapi nyatanya kaku palsu itu dapat ia gunakan untuk menopang badannya. Sama fungsinya dengan kaki palsu buatan pabrik yang sangat mahal.

Sugeng Siswo Yudhono, warga Desa Kelurahan Kauman, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini memang orang yang mempunyai semangat hidup yang tinggi. Terbukti setelah ia lulus SMA, ia tidak mau hanya berpangku tangan. Dia mencoba mencari pekerjaan yang sekiranya dapat ia lakukan dengan kaki palsunya itu. Kegigihan Sugeng untuk bekerja terbukti dengaN ia berkesempatan untuk menjadi pengantar susu. Dia tidak pernah mengeluh dengan kaki palsunya. Dia selalu dengan senang hati mengantarkan susu dari rumah ke rumah. Lelah yang ia dapat tidak pernah ia rasakan demi membantu perekonomian keluarganya.

Sampai akhirnya Sugeng pun menikah dan dikaruniai anak. Dia tetap bersyukur kaki palsu yang dibuat ayahnya masih bisa digunakan. Ia merasa untuk menjadi seorang kepala rumah tangga yang harus menafkahi istri dan anaknya, upah pekerjaan sebagai pengantar susu tidaklah cukup. Sugeng terus berusaha mencari pekerjaan dan akhirnya ia memutuskan untuk bekerja di konstruksi bangunan. Ia merasa dari pekerjaan sebagai konstruksi bangunan ia tidak akan mendapat upah yang cukup untuk menafkahi keluarganya. Walaupun pekerjaan itu sangat berat dan mustahil dilakukan oleh Sugeng yang memakai kaki palsu seperti dia. Tetapi dia tetap bersemangat demi memberikan sesuatu yang lebih baik untuk keluarganya terutama dalam bidang perekonomian. Dia rela membnting tulang agar keluarganya bahagia.

Pekerjaan sebagai tukang konstruksi bangunan memang pekerjaan yang berat serta membutuhkan tenaga yang cukup. Kegigihan Sugeng disini dicoba oleh sang pencipta. Kaki palsu yang ia gunakan sudah tidak mampu lagi menopang badannya. Kaki palsu yang digunakan Sugeng rusak berat. Padahal saat itu harga kaki palsu sekitar 10 juta. Tentu saja Sugeng tidak mempunyai uang sebanyak itu. Dia tidak sanggup untuk membeli kaki palsu dengan upah dia sebagai tukang konstruksi bangunan. Upah yang ia terima pun sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bukan Sugeng Yudhono namanya jika dia hanya meratapi nasib. Sugeng dengan ketekunannya tetap berusaha mengatasi masalah yang ia hadapi. Berbekal dengan pengalamannya dulu sewaktu bersama ayahnya membuat kaki palsu yang telah digunakannya, dia berusaha untuk merancang kaki palsu sendiri dengan bahan kayu dan besi. Walaupun hasil rancangan dia sering gagal karena di tidak merasa nyaman dengan kaki palsu yang ia buat. Sugeng tidak putus asa, dia tetap berusaha agar kaki palsu yag ia buat nyaman dipakai dan tidak menimbulkan rasa sakit. Dia terus belajar dan berkreasi membuat kaki palsu sendiri.

Akal Sugeng terus berjalan untuk memunculkan ide-ide yang cemerlang. Dia mencoba merancang kaki palsu dari bahan lain yang lebih ringan daripada kayu dan besi. Akhirnya dia mencoba menggunakan bahan fiberglass. Karena menurut dia bahan ini dapat mudah dicari serta dibentuk menurut keinginan dia. Dengan ketellitian dia dalam merancang sebuah kaki palsu, membuahkan hasil. Kaki palsu yang ia rancang dengan bahan fiberglass itu ternyata nyaman dipakai dan terasa ringan. Yang lebih menakjubkan, dengan kaki palsu itu Sugeng dapat mengendarai sepeda. Sebuah hal yang tidak pernah ia duga, ia dapat merancang kaki palsu sesuai keinginannya serta dapat digunakan dengan maksimal.

Keberhasilan Sugeng dalam menciptakan kaki palsu, tidaklah membuat dia egois ataupun sombong. Dari sinilah ia mempunyai ide untuk membantu para orang-orang yang mengalami nasib seperti dirinya. Orang yang tidak sanggup membeli kaki palsu yang harganya puluhan juta tetapi tetap ingin bisa berjalan layaknya orang normal. Sugeng mencoba untuk memulai usaha pembuatan kaki palsu dengan harga yang murah untuk menolong para penderita tunadaksa lainnya. Walaupun awalnya banyak orang yang tidak yakin dengan kaki buatan Sugeng ini, dia tetap mempertahankan usahanya. Karena disini niat dia hanya ingin membantu penderita tunadaksa yang tidak kuat membeli kaki yang harganya mahal dengan keadaan perekonomian yang rendah.

Tuhan memang maha adil, dia selalu membukakan pintu bagi umatnya yang senantiasa mau berusaha dan tidak pantang menyerah, hal itu terbukti setelah Sugeng diundang dalam acara Kick Andy yang ditayangkan di sebuah televisi. Dari situ lah peminat kaki palsu buatan Sugeng semakin meningkat. Mungkin dulu usaha kaki palsu buatan Sugeng ini belum banyak orang yang tahu serta membuktikannya. Tetapi setelah banyak orang yang tahu dan membuktikannya serta melihat kenyataan yang ada pada diri Sugeng bahwa kaki palsu buatannya mampu membantu penderita tunadaksa seperti yang dibuat di pabrik-pabrik khusus.

Usaha Sugeng meningkat drastis setelah ada program Gerakan 1000 kaki palsu yang dicanagkan oleh pemerintah. Program ini bertujuan untuk membantu para tunadaksa yang tidak mampu membeli kaki palsu dengan harga mahal dia tetap bisa memakai kaki palsu buatan Sugeng dengan harga yang terbilang murah dibandingkan buatan pabrik. Akibat hal tersebut, Sugeng pun selain membantu para penderita tunadaksa secara tidak langsung ia juga membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangangguran. Karena dengan permintaan kaki palsu yang meningkat, Sugeng harus merekrut beberapa karyawan untuk membantu usaha kaki palsunya. Dia memerlukan bantuan dalam hal pemasangan, penghalusan dan perakitan. Karyawan yang ia rekrut pun hanya tetangga-tetangganya sendiri yang sudah terbiasa menyaksikan atau melihat proses pembuatan kaki palsu.

Pada awalnya, usaha Sugeng hanyalah membuat kaki palsu untuk penyandang cacat kaki di bawah lutut. Tetapi dia ingin menciptakan sesuatu yang baru yang lebih baik lagi. Pada tahun 2000, Sugeng baru membuat kaki palsu di atas lutut yang dia rancang dengan semaksimal mungkin. Proses pengerjaan pembuatan kaki palsu ini dimulai dengan cara mengukur kaki pasien terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membuat cetakan dengan bahan gipsum. Setelah itu baru dilakukan pengecoran dengan serat kaca. Sedangkan untuk penderita yang kehilangan kaki di atas lutut, maka Sugeng menambahkan alat khusus pada ujung kaki sebagai pengganti engsel lutut. Engsel pengganti itu membuat pengguna tidak kesulitan saat berjalan.

Sugeng sudah sangat teliti merancang kaki palsu buatannya agar si pengguna merasa nyaman. Ide ini pun dia dapat berkat ketekunannya untuk mencoba dan terus belajar membuat kaki palsu yang nyaman. Bahan-bahan yang Sugeng gunakan pun juga mudah didapat di toko seperti serat kaca, recyn, spon, pelat besi dan spiral. Dia memilih bahan-bahan ini berkat uji cobanya selama ini untuk menghasilkan kaki palsu yang terbaik. Meski bahan dan pengerjaannya seadanya, menurut para pelanggannya kaki palsu buatan Sugeng lebih nyaman digunakan. Sebab sang pengrajin tahu betul permasalahan yang dialami para pengguna kaki palsu.

Sejak 1995 sampai saat ini, Sugeng telah mampu melayani permintaan para penderita tunadaksa dengan harga tiga kali lipat lebih murah yang di jual di rumah sakit. Sugeng selalu melayani permintaan para konsumennya sesuai dengan kemampuan ekonomi pemesan. Dia biasa menjual kaki palsunya seharga Rp. 1 juta hinga Rp. 1,5 juta. Walaupun harganya jauh lebih murah dari buatan pabrik tapi kualitas yang dihasilkan pun tidak kalah. Pada kenyataannya kaki palsu buatan pabrik memiliki kelemahan lebih cepat rusak dan berat. Selain itu harganya sangat mahal. Satu kaki buatan pabrik biasanya dijual dengan harga Rp. 5 juta. Namun kaki palsu buatan Sugeng walaupun harganya murah tetapi mempunyai kualitas yang baik yaitu kaki palsu buatannya lebih ringan dari kaki palsu buatan pabrik.

Pria berambut gondrong ini pun pernah dengan rela membuatkan kaki palsu dengan cuma-cuma alias gratis tanpa bayaran sepeser pun kepada pemesan. Dikarenakan sang pemesan memang benar-benar dari keluarga yang tidak mampu. Sugeng pun rela melakukan hal itu  mengingat dia dulu pernah menjadi orang yang tdak mampu membeli kaki palsu dan memakai kai palsu buatan sang ayah.  Kini pengguna kaki buatannya tidak hanya berasal dari Mojokerto saja tetapi ada yang berasal dari luar Jawa Timur seperi Bali dan Jakarta. Sugeng selalu sabar melayani pasiennya agar pasien merasa puas dan nyaman memakai kaki palsu buatannya.

Dengan keberhasilan Sugeng mengatasi keterbatasan dirinya dan mampu berkreasi serta berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi, kini tidak hanya ia yang merasakan. Keluarganya pun juga ikut merasakan. Sekarang Sugeng beserta keluarganya sudah terpenuhi kebutuhannya secara financial, tidak seperti dulu lagi yang secara financial dapat dikatakan masih sangat jauh di bawah kesempurnaan. Sugeng juga telah mampu menyekolahkan keemepat anaknya yang kini anak pertamanya sudah masuk perguruan tinggi. Sugeng dan keluarganya selalu bersyukur dengan apa yang telah mereka dapat.

Dari dulu mereka memang selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh sang pencipta dengan keterbatasan fisiknya dia tidak mau menyerah untuk berusaha semaksimal mungkin. Sugeng pun mempunyi motto pada dirnya “Jangan takut dan khawatir dengan kehidupanmu serta hanya orang tolol yang menyerah pada kekurangan fisiknya”. Sugeng telah membuktikan pada semua orang berkat kesabaran, kegigihan, usaha yang keras serta rasa selalu bersyukur, kini dia bisa meraih impiannya.

Dari perjuangan seorang Sugeng Yudhono, dapat kita ambil hikmahnya bahwa jika kita mampu dan mau untuk terus menggali kemampuan atau potensi yang ada pada diri kita walaupun kita memiliki cacat atau keterbatasan maka kita akan berhasil mengatasi segala hambatan yang kita alami dengan tekad yang kuat, selalu optimis, tidak putus asa serta selalu bersyukur dengan apa yang kita dapat maka kita akan mampu menghasilkan karya dan prestasi yang luar biasa.