Apa yang kalian lakukan jika kalian berada di suatu tempat asing dan berhadapan dengan orang-orang asing? Selain itu di tempat baru tersebut, kita akan melakukan interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitar. Hal yang dilakukan pertama kali tentu saja memperkenalkan diri sebelum melakukan yang lain. Memperkenalkan diri sudah seharusnya dilakukan ketika kita berhadapan dengan orang-orang baru.

Banyak keuntungan yang didapatkan jika memperkenalkan diri kepada orang lain. Dengan memperkenalkan diri, kita merasa jauh lebih dekat dengan orang lain, begitu pula sebaliknya, orang lain juga merasa lebih dekat dengan kita. Interaksi pun tak lagi menjadi kaku karena merasa sudah saling mengenal satu sama lain.

Memperkenalkan diri tidak hanya ada pada forum-forum resmi seperti diskusi, seminar, simposiom, namun juga ada pada forum non formal. Memperkenalkan diri pun tidak harus dilakukan oleh diri sendiri, namun juga bisa dilakukan oleh orang lain. Memperkenalkan orang lain biasanya terjadi dalam seminar, simposiom, diskusi, serta acara-acara resmi lainnya. Yang paling sering kita lihat adalah memperkenalkan diri sendiri dan orang lain dalam diskusi, simposium, dan forum resmi lainnya. Dalam forum diskusi, simposium,  dan seminar biasanya ada pembagian tugas dari masing-masing unsur yang membangun diskusi. Dan yang mendapatkan tugas untuk memperkenalkan orang lain adalah  moderator.

Memperkenalkan Diri Sendiri

Sebelum acara diskusi berlangsung, moderator atau pemimpin jalannya diskusi sering memperkenalkan diri dan juga orang lain. Memperkenalkan diri dengan tujuan orang lain tahu siapa dirinya dan menduduki sebagai moderator dalam diskusi, selain itu juga memperkenalkan pembicara atau narasumber yang akan mengisi diskusi. Memperkenalkan diri pada saat diskusi tidak selengkap ketika memperkenalkan orang lain atau narasumber. Memperkenalkan diri sendiri biasanya hanya meliputi nama, sedangkan ketika memperkenalkan pembicara biasanya dengan menyebutkan identitas secara lengkap yang meliputi:

  1. nama
  2. tempat dan tanggal lahir
  3. alamat tempat tinggal
  4. profesi
  5. keluarga
  6. prestasi yang telah diraih
  7. motto hidup
  8. nomor telepon
  9. alamat e-mail
  10. hobi

Memperkenalkan Orang Lain

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memperkenalkan orang lain terutama adalah kalimat baku. Ketika memperkenalkan diri atau pun orang lain saat berbicara di hadapan orang lain, kita berhati-hati dalam menyusun kalimat. Karena diskusi merupakan forum resmi, sehingga kita harus menggunakan kalimat baku, yaitu kalimat yang mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa.

Tanpa disadari, ada beberapa kesalahan sering dilakukan oleh moderator memperkenalkan diri atau pembicara, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di antaranya adalah:

  1. Para Bapak-bapak dan Ibu-ibu peserta, serta para hadirin diskusi yang saya hormati, ….

Kalimat di atas tidak baku, karena penggunaan kata para sebelum bapak-bapak dan ibu-ibu. Kata para sudah menunjukkan bahwa peserta yang hadir ada banyak. Kalimat yang sebaiknya digunakan adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu peserta diskusi yang saya hormati.

  1. Saya banyak disebut dengan nama Ambarsari.

Kalimat di atas bukan merupakan kalimat yang baku, kalimat yang baik untuk memperkenalkan diri adalah, perkenalkan, nama saya Ambarsari.

  1. Untuk mempersingkat waktu, marilah kita mulai diskusi ini.

Kalimat di atas juga bukan merupakan kalimat yang baku, karena waktu tidak bisa disingkat. Kalimat yang tepat adalah untuk memanfaatkan waktu, marilah kita mulai diskusi ini.

Contoh Cara Memperkenalkan Orang Lain

Berikut ini adalah salah satu contoh teknik memperkenalkan orang lain dalam sebuah acara diskusi.

Saudara-saudara peserta diskusi yang saya hormati, sebelum diskusi ini kita mulai, sebelumnya  saya akan memperkenalkan dua pembicara yang sudah hadir di tengah-tengah kita. Yang pertama adalah Dra. Martina Pangestuti, M.Pd. seorang dosen yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Beliau lahir di Semarang pada tanggal 7 Febriari 1980. Saat ini beliau tinggal di Jalan kaliurang km 11. Beliau tinggal bersama suami dan seorang anaknya. Hobi yang disenanginya adalah membaca.

Profesi yang sedang beliau geluti adalah dosen sekaligus penulis lepas dan juga penulis buku. Prestasi yang pernah diraih adalah pemenang lomba esay guru se-Indonesia. Bagi yang ingin menghubungi beliau bisa menguhubuni nomor 081345567000. Beliau sering dipanggil sebagai pembicara dalam berbagai kegiatan seminar tentang pendidikan sekaligus sebagai orang yang aktif menulis di media cetak atau pun online.

Pembicara kedua adalah Budi Ananta, M. Si. Beliau adalah seorang peneliti yang lahir pada 15 April 1970. Beliau bertempat tinggal di Perumahan Nusa Indah blok IV/5,  Jakarta Selatan. Beliau mempunyai hobi panjat gunung. Sekarang ini aktif bekerja di LIPI. Bagi yang ingin menghubungi di nomor 08556767050. Demikian perkenalan singkat tentang kedua pembicara kita. Saudara-saudara kita beri tepuk tangan untuk Bapak Martina dan Bapak Budi.

Contoh Cara Memperkenalkan Diri Sendiri

Selain memperkenalkan orang lain, kita juga harus memperkenalkan diri sendiri di dalam diskusi. Memperkenalkan diri dengan bahasa yang baku juga bisa terjadi di kelas, pada saat pelajaran. Selanjutnya kita berlatih memperkenalkan diri dan orang lain dalam sebuah forum diskusi yang terjadi di kelas. Sebelumnya, kalian bisa membentuk kelompok untuk berdiskusi, kemudian memperkenalkan diri sendiri dan orang lain.

“Selamat pagi, pagi ini kami dari kelompok 3 akan berdiskusi mengenai peran murid dalam menjaga lingkungan sekolah. Sebelumnya perkenalkan, saya Rani Melani yang bertindak sebagai moderator dalam acara diskusi kita kali ini. Adapun yang berada di sebelah kanan saya adalah saudara Bowo Sudrajat. Saudara Bowo akan bertindak sebagai pembicara dalam diskusi ini. Adapun di sebelah kiri saya adalah Tuti Marlina yang bertindak sebagai notulis.”

Selain hal-hal di atas, kita juga harus memperhatikan hal-hal di bawah ini:

  1. Mampu menguasai forum

Memperkenalkan diri dan orang lain seringkali terjadi dalam forum dan dilakukan oleh moderator. Oleh karenanya, moderator harus mampu menguasai forum, karena moderator adalah pemandu jalannya acara. Selain itu, moderator juga menjembatani antara peserta diskusi dengan narasumber, sehingga seorang moderator harus bisa menguasai forum.

  1. Mampu berbahasa dengan baik yang terdiri atas kata-kata yang baku, kalimat yang efektif, dan pemilihan kata yang tepat.

Moderator adalah sebagai pusat yang menjadi kunci jalannya sebuah diskusi. Oleh karena itu, moderator adalah pusat perhatian selain pembicara. Moderator harus mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu berbahasa dengan baik pula. Berbahasa dengan baik tidak hanya dengan menggunakan kalimat yang baku, namun juga mampu memilih kata-kata yang efektif.

  1. Mempunyai rasa percaya diri

Percaya diri sangat diperlukan oleh seorang moderator. Dengan rasa percaya diri tersebut, mampu berinteraksi dengan baik pula di depan forum.

  1. Mampu berpikir kritis

Moderator adalah pemandu jalannya acara juga pemantik diskusi. Seorang moderator harus mampu berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, moderator bisa menjadi pemantik dalam diskusi maupun dalam tanya jawab.

Langkah-langkah dan juga contoh di atas adalah materi mengenai memperkenalkan diri sendiri dan juga orang lain. Kalian tinggal mengembangkan dan mempraktikkannya ketika ada forum diskusi dan berperan sebagai moderator.