Membaca sudah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan membaca, kita akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan. Membaca juga yang menjadikan kita mengenal dunia luar, baik itu untuk masalah pendidikan, kesehatan, teknologi, budaya, dan lainnya. Dalam membaca, kita juga membutuhkan keahlian dan keterampilan agar apa yang kita baca bisa dipahami dengan benar dan tepat dengan menggunakan waktu yang efektif sehingga tidak harus menghabiskan waktu banyak untuk menyelesaikannya. Salah satu keterampilan membaca adalah membaca intensif.

Membaca Intensif  

Membaca intensif adalah kegiatan membaca secara mendalam untuk memahami secara lengkap isi buku atau bacaan tertentu. Membaca intensif dilakukan secara mendalam, teliti, lengkap, akurat dan bisa menunjukkan ide-ide, pokok pikiran, fakta, opini, dan lainnya. Walaupun membaca merupakan keterampilan, tapi yang menjadi fokus adalah terletak pada hasil yang didapatkan atau pemahaman yang dihasilkan dari membaca bahan bacaan tertentu. Kita melihat hasil apa yang didapatkan dari kegiatan membaca yang dilakukan. 

Karakteristik Membaca Intensif 

Untuk mengetahui lebih dalam tentang membaca intensif, akan lebih baik kalau kita juga mengetahui beberapa karakteristiknya, di antaranya:

  1. Membaca intensif merupakan kegiatan membaca yang dilakukan dengan tujuan mencapai tingkat pemahaman yang tinggi dengan membaca detail keseluruhan bahan bacaan. Rata-rata bahan bacaan yang digunakan adalah bahan bacaan singkat sekitar 500-600 kata dengan kecepatan tertentu. 
  2. Sebagai dasar pemahaman yang baik, cara membaca ini akan mengingat lebih lama bahan bacaan. Dengan pemahaman yang mendalam dari hasil membaca detail, maka apa yang diperoleh dari bahan bacaan akan tersimpan lama dalam memori pembaca.
  3. Yang dilihat bukan hanya sekadar keterampilan membaca, tapi lebih pada pemahanan karena akan sia-sia kalau mampu membaca cepat, tapi dengan pemahaman yang kurang. Jadi, di sini dituntut untuk memberikan porsi yang tepat memenuhi kedua hal tersebut.
  4. Membaca intensif memberikan pemahaman kritis dan kreatif sehingga banyak hal yang bisa didapatkan dari bahan bacaan. Dengan pemahaman, maka akan bisa memberikan pendapat secara kristis dan kreatif terhadap bahan bacaan.
  5. Membaca intensif bisa memberikan kemampuan bagi pembacanya untuk bisa memerikan uraian dari bahan bacaan yang padat sehingga akan lebih mudah untuk memahani bahan bacaan tersebut.

Beberapa Bentuk Membaca Intensif

Ada dua jenis kegiatan membaca yang dilakukan melalui membaca intensif, yaitu membaca telaah isi dan membaca telaah sastra. Keduanya dilakukan secara intensif karena memang membutuhkan tingkat pemahaman tertentu yang ingin dicapai. 

Kegiatan membaca yang pertama adalah membaca telaah isi. Membaca telaah isi adalah membaca dengan tujuan memperoleh sukses dalam memahami argumen logis, pola simbolis, pola teks, dan segala tambahan yang terdapat di dalam teks yang bisa diambil bahan bacaan. Membaca telaah isi menuntut ketelitian, pemahaman, berpikir kritis, dan juga keterampilan menangkap ide-ide yang terdapat dalam bahan bacaan. Membaca intensif biasanya dilakukan terhadap teks yang singkat sekitar 500-600 kata. Diharapkan dengan kecepatan membacanya 5-8 kata per detik, tidak ada poin yang tertinggal dari bahan bacaan. 

Adapun beberapa bentuk dari membaca telaah isi adalah membaca teliti, membaca pemahaman, membaca kritis, membaca ide, dan membaca kreatif. Mari kita lihat satu per satu dari jenis kegiatan membaca ini. Yang pertama membaca teliti. Membaca teliti menuntut tingkat kefokusan yang tinggi karena memang yang diharapkan dari membaca ini adalah pemahaman.

Untuk mencapai target itu, diperlukan teknik-teknik tertentu, di antaranya langsung melihat atau memperhatikan organisasi dan pendekatan umum, membaca secara seksama untuk menemukan penjelasan dan rincian dari kalimat judul. Setelah itu, baru kita mencoba untuk menghubungkan setiap paragraf yang ada terhadap isi keseluruhan tulisan atau bahan bacaan.

Membaca pemahaman bertujuan untuk memahami setiap bagian dari bahan bacaan secara keseluruhan. Seberapa persen dari total bahan bacaan yang bisa diserap dan tersimpan di kepala kita dalam waktu yang lama. Oleh karena itu,  apabila kita membutuhkan beberapa hal terkait bahan bacaan yang dibaca dengan membaca pemahaman ini, kita masih bisa menjelaskannya, bukan hanya kegiatan membaca yang selesai begitu saja. 

Membaca kritis adalah membaca yang dilakukan dengan perhatian penuh untuk mencapai tujuan yang dilakukan dengan mendalam, evaluatif, dibaca dengan memahami makna baris per baris, makna antar baris, dan kemudian dipahami secara utuh. Hal itu membuat kita bisa memberikan penilaian secara kritis terhadap bahan bacaan yang dibaca. Yang bisa kita kritisi mulai dari isi, penyajian, bentuk, pengorganisasian tulisan, dan semua hal yang terkait dengan bahan bacaan tersebut. Apakah kita sepakat terhadap apa yang disampaikan pengarang pada tulisannya atau tidak tentunya kita juga akan memberikan pendapat kita sendiri.

Membaca ide merupakan kegiatan membaca intensif yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan baik itu untuk keperluan tertentu atau untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menemukan ide yang dicari, secara otomatis yang dilakukan adalah membaca bahan bacaan tersebut secara intensif yang dilakukan secara detail.  

Membaca kreatif adalah membaca intensif yang dilakukan dengan tidak hanya sekadar ingin mencapai tingkat pemahaman dengan mengerti setiap kata, baris dan paragraf baik itu secara tersurat dan tersirat yang terdapat di dalam bahan bacaan, tetapi lebih pada sejauh mana bahan bacaan tersebut bisa dibawa dan diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan terlihat lebih jelas lagi pencapaian hasil yang dibaca. 

Bagian yang kedua dalam mengaplikasikan membaca intensif adalah diperlukan dalam membaca telaah bahasa atau sastra. Ada dua jenis kegiatan membaca yang dilakukan di sini, yaitu membaca bahasa dan membaca sastra.

Membaca bahasa adalah membaca dengan tujuan memperbesar daya kata dan mengembangkan kosakata. Semakin sering kita membaca bahasa, maka akan semakin banyak kosakata yang kita miliki dan semakin berkembanglah kemampuan kita untuk secara tepat memahami bahan bacaan yang menghadirkan kata yang berbeda.

Sementara itu, membaca sastra adalah kegiatan membaca dengan bahan bacaan yang terdiri dari karya sastra. Dalam membaca intensif sebuah karya sastra, kita dituntut untuk bisa dengan cepat memahami penggunaan bahasa yang terdapat dalam karya karena semakin paham kita terhadap suatu bahasa, maka akan semakin mudah kita menguasai makna dan maksud yang terkandung dalam karya sastra.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca telaah bahasa dan sastra ini di antaranya mengenali bahasa yang digunakan dalam bahan bacaan. Adapun jenis ragam bahasa yang bisa ditemukan dalam bahan bacaan adalah bahasa formal atau bahas resmi yang dipakai pada kondisi resmi seperti pidato kenegaraan, penelitian, penulisan buku pelajaran, dan lainnya.

Kemudian, ada juga bahasa nonformal adalah bahasa yang digunakan dalam kondisi tidak resmi seperti saat kita menulis buku harian dan melakukan obrolan santai  dengan teman atau keluarga. Jadi, dari dua jenis bahasa yang digunkan kita juga akan bisa melihat apakah bahasa yang dipakai itu merupakan bahasa percakapan, bahasa resmi, bahasa kasar atau yang lainnya.  Dengan begitu akan membantu kita memahami bahan bacaan. 

Dengan membaca intensif, kita bisa mendapatkan banyak hal, tapi yang terpenting dalam hal membaca intensif ini adalah bukan hanya berbicara tentang teknik dan keterampilan membacanya saja, apalagi jika dihubungkan dengan kecepatan membacanya. Akan tetapi, lebih utama terhadap tingkat pemahaman yang dicapai. Pamahaman yang didapatkan sesuai dengan tujuan awal kita ketika melakukan membaca intensif ini.