Membaca merupakan hal yang sangat perlu untuk dikembangkan dan digali, karena dengan membaca hal itu akan sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan. Seperti kata pepatah yang menyatakan bahwa buku adalah jendela dunia, maka apabila kita sudah membuka jendelanya kita akan bisa melihat hal-hal indah yang ada di luarnya. Apalagi dalam hal membaca teks yang bersifat non sastra.

Membaca teks non sastra tidak akan semenarik membaca teks sastra apalagi yang berjenis cerita, karena teks non sasta biasanya lebih dikemas formal dan dengan menggunakan bahasa formal jika dibandingkan dengan cerita. Selain itu, teks nonsastra juga terdiri dari banyak jenis dan ditampilkan dengan kemasan yang berbeda-beda.

Apa Saja yang Termasuk Teks Nonsastra?

Adapun jenis-jenis teks non sastra di antaranya adalah artikel, jurnal, essai, dan biografi. Artikel adalah jenis tulisan yang berasal dari gagasan si penulis untuk disampaikan melalui tulisannya, jenis bacaan ini juga banyak kita jumpai di koran dan majalah. Jurnal adalah kumpulan dari beberapa artikel yang kemudian dibuat menjadi bentuk buku, terutama jurnal ilmiah seperti Jurnal MIPA, kedokteran dan sebagainya.

Kumpulan artikel di jurnal inipun lebih kapada artikel dari hasil penelitian ilmiah. Essai adalah jenis karya tulis prosa yang membahas sekilas tentang suatu masalah dari sudut pandang penulis, lebih mementingkan apa yang menurut penulis benar atau tidak, hanya sebatas penyampaian ide dan manfaat.

Biografi adalah jenis karya tulis yang menceritakan secara naratif tentang kisah seorang tokoh atau pahlawan yang memberikan pengaruh di masanya seperti tokoh politik, ekonomi, budayawan, ilmuan dan lain-lain. Jadi, setiap karya teks non sastra mempunyai jenis masing-masing.

Kiat dan Trik Membaca Teks Nonsastra

Membaca teks non sastra tidak akan semenarik membaca teks sastra. Jadi, bagaimana kiat kita supaya kita tetap bisa menikmati dan menangkap secara cepat dan tepat dari apa yang hendak disampaikan penulis melalui karyanya? Hal yang perlu diperhatikan adalah membuat diri kita menjadi orang yang minat membaca dan terus melatihnya sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Semakin sering kita berinteraksi dengan bahan bacaan yang berbeda maka akan semakin mudah bagi kita untuk mengerti setiap ide yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Ada beberapa langkah yang harus kita biasakan dalam melatih membaca cepat, di antaranya:

  1. Konsentrasi, ketika membaca sebaiknya kita benar-benar dalam keadaan konsentrasi atau boleh dikatakan fokus. Jadi, hasil bacaan menjadi lebih berkualitas. Kita bisa fokus, tidak terpengaruh dengan kondisi sekitar dan hal yang mungkin akan mengganggu. Atau apabila kita adalah tipe orang yang membutuhkan tempat khusus untuk bisa konsentrasi ketika membaca, maka ketika akan membaca sebaiknya ciptakan suasana yang benar-benar membuat tenang.
  2. Tidak membiasakan membaca dengan suara atau meggerakkan bibir dan mulut karena itu akan mengurangi tingkat kecepatan dalam membaca. Frekuensi gerak bibir sudah mengurangi kecepatan membaca yang waktu itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk beberapa kata dalam satu gerak bibir. Dengan gerak bibir saja sudah mengurangi kecepatan apalagi dengan menghasilkan suara, itu akan memperlambat dua kali lipat kecepatan membaca kalau dibandingkan dengan membaca fokus tanpa suara. Selain itu juga akan mengurangi fokus kita secara otomatis.
  3. Satu hal lagi yang berkaitan dengan fisik juga dikhawatirkan mengganggu kualitas membaca cepat, yaitu menggunakan jari atau alat lain untuk menunjuk setiap kata yang sedang dibaca. Hal itu akan menghabiskan waktu yang banyak. Mulai dari gerak tangan dari kata per kata yang sedang dibaca, juga ketika alat tunjuk juga akan menghalangi kita untuk cepat melihat kepada kata selanjutnya yang seharusnya bisa dibaca cepat sekaligus.
  4. Jangan melakukan pengulangan yang terlalu sering, kalau bisa, cukup dengan sekali baca saja, kita bisa dapat inti dari bahan bacaan yang ada. Hal ini akan mempengaruhi waktu yang dihabiskan semakin lama. Selain itu, hal ini  juga akan mengganggu konsentrasi karena apa yang akan dibaca berulang itu akan mengurangi fokus untuk kata-kata selanjutnya. Kalau memang menemukan kata yang susah atau ada kosa kata baru, kita tidak harus terfokus di sana, tetapi tetap lanjutkan membaca.
  5. Hal yang menjadi patokan utama ketika membaca tesk non sastra adalah perhatikan judul. Dari judul tersebut kira-kira apa yang akan disampaikan penulisnya. Selama membaca, kita harus tetap fokus dengan judulnya sehingga bisa mengaitkan apa yang sedang kita baca dengan apa yang digambarkan melalui judulnya. Setidaknya judul itu bisa menggambarkan sebagian besar isi teks atau bacaan.
  6. Bacalah baik-baik sejumlah paragraf yang ada secara utuh sehingga tidak ada poin-poin yang tertinggal ketika kita akan menarik kesimpulan. Setiap paragraf itu mempunyai kata kunci masing-masing, bisa jadi ada di awal, tengah bahkan akhir paragrafnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk membacanya secara utuh.
  7. Selama membaca juga biasakan untuk melihat bahan bacaan dari atas ke bawah bukan ke samping, dikarenakan geraknya itu akan lebih cepat melihat baris per barisnya. Kalimat yang dibuat sedemikian rupa akan sangat berkaitan satu sama lain. jadi, kita harus bisa dengan sangat cermat melihat dan menghubungkan satu kalimat dengan yang lainnya. Dengan begitu akan terbiasa fokus dengan beberapa kata sekaligus.
  8. Mencatat informasi-informasi penting yang didapat selama membaca. Hal ini juga akan sangat membantu kita untuk pemahaman membaca yang kita miliki. Kosakata menjadi pokok utama permasalahan dalam membaca, apalagi yang kita baca bukan semuanya berasal dari bidang yang kita kuasai. Tapi setidaknya, kita mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari membaca tersebut.
  9. Membuat rangkuman secara utuh tentang apa yang menjadi pokok utama dalam bacaan tersebut. Rangkuman biasanya diambil dari setiap pokok utama dari paragraf yang kemudian dibangun dan dihubungkan antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga mudah dipahami oleh kita sebagai pembaca. Dari setiap bacaan, seperti apapun cara menikmati bacaannya, persamaan yang muncul nantinya ada pada pengambilan simpulan.

Setiap orang mempunyai gaya dan cara tersendiri dalam membaca, tetapi alangkah lebih baiknya kalau hal-hal penting dalam membaca berkualitas juga diperhatikan. Hal semacam ini merupakan salah satu habit atau kebiasaan yang harus terus ditingkatkan untuk menghindari misspoint dari teks yang dibaca. Tidak dilihat dari berapa lama kita membaca tapi dilihat seberapa mengertikah kita terhadap teks yang dibaca. Selalu mencoba cara paling berkualitas untuk mendapatkan kuantitas yang lebih sebagai modal untuk penambahan ilmu dan pengetahuan kita.