Dalam setiap penelitian terdapat  urutan langkah-langah yang harus dilalui oleh peneliti guna menghasilkan penelitian yang akurat dan berkualitas. Urutan kegiatan yang berkaitan dengan proses penelitian tersebut disebut juga dengan prosedur penelitian. Dalam dunia pengkajian kesusastraan, Widodo dan Mukhtar berpendapat bahwa prosedur penelitian dimaksudkan sebagai urutan kegiatan yang berfungsi sebagai pemandu kegiatan menurut susunan tata urut yang kemudian mampu menghasilkan penelitian yang bersifat objektif dan terstruktur.

Dengan adanya prosedur penelitian, maka para peneliti kesusastraan dapat melaksanakan penelitian mereka secara sistematis dan tersusun sehingga sesuai dengan cara pola pikir ilmiah. Pada bagian selanjutnya kita akan membahas apa-apa saja tahapan-tahapan penelitian yang perlu diketahui dan diaplikasikan dalam penelitian kesusastraan. Hal ini dimaksudkan agar penelitian kesusastraan yang dihasilkan dapat bernilai valid dan teruji kebenarannya.

1. Memilih Pendekatan

Memilih pendekatan merupakan hal yang harus diperhitungkan secara matang-matang oleh peneliti sastra, pendekatan yang digunakan haruslah sesuai dan memiliki hubungan dengan karya sastra yang digunakan, jangan sampai pendekatan dan karya sastra yang akan dianalisis tidak berkaitan antara satu dengan yang lain. Pendekatan dalam penelitian kesusastraan meliputi konsep dan teori yang akan digunakan dalam penelitian. Teori tersebut kemudian digunakan dalam menganalisis karya sastra yang akan diteliti. Jika tidak terdapat teori maka kita tidak dapat menjelaskan fenomena dari karya sastra tersebut. Teori diibaratkan sebagai sebuah pisau yang digunakan untuk membelah-belah bagian dari unsur kesusastraan hingga mendapatkan hasil yang detail dan valid.

Menetapkan pendekatan dapa fase awal penelitian akan memudahkan peneliti sastra untuk menentukan jalan selanjutnya, sehingga penelitian yang dilakukan tidak memakan waktu yang lama. Dengan mematangkan konsep pendekatan di awal fase penelitian, maka peneliti sastra dapat dengan mudah mengumpulkan data atau sampel yang mendukung sesuai dengan teori yang digunakan, peneliti juga bisa dengan cepat memutuskan istrumen penelitian apa saja yang akan digunakan dalam penelitian yang akan dijalaninya.

2. Memilih Puisi

Jika kita menggunakan puisi sebagai bahan kajian yang akan kita analisis, kita harus mengikuti tahapan-tahapan yang ada dalam pemilihan puisi yang akan kita analisis. Dalam penelitian yang berkaitan dengan perpuisian, kita baiknya memilih puisi yang konvensional dan sesuai dengan kaidah sastra, di mana unsur intrinsiknya berhubungan antara satu sama lainnya sehingga membentuk nilai-nilai seni kebahasaan. Pemilihan puisi sebagai kajian analisis sastra jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan pemilihan novel, drama, atau cerita pendek. Hal ini dikarenakan puisi memerlukan pemahaman yang mendalam terutama melihat unsur-unsur dan pemaknaan dari puisi tersebut.

3. Membuat Judul dan Hipotesis

Dalam merumuskan judul penelitian, hal yang harus diperhatikan adalah terdapatnya objek atau karya sastra yang akan dianalisis dan teori yang akan digunakan dalam penganalisisan. Dalam judul penelitian kritikus sastra harus memasukkan variabel utama penelitian, yang berfungsi sebagai fokus utama penelitian tersebut. Judul yang bagus dan tetap adalah judul yang dapat memberikan asumsi tentang apa penelitian tersebut tanpa harus membaca teks penelitian tersebut.

Setelah merangkumkan judul yang akan digunakan dalam penelitian, berikutnya peneliti sastra hendaknya menerangkan hipotesis-hipotesis yang akan mungkin ditemukan dalam penelitian tersebut. Setelah melengkapi kedua prosedur tersebut, maka peneliti sastra dapat mengajukan rencana penelitian tersebut untuk ditindaklanjuti ke tahap yang lebih serius.

Setelah rencana penelitian tersebut rangkum, bukan berarti Anda langsung melakukan penelitian. Sebelumnya Anda harus melakukan bacaan intens terhadap karya sastra yang akan digunakan sebagai bahan penelitian. Membaca intens tersebut dapat dilakukan berkali-kali hingga Anda bisa mengerti maksud yang disampaikan dalam karya sastra tersebut. Setelah itu mulailah memparaprase karya sastra tersebut dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan mengenai karya sastra yang akan dianalisis.

4. Mengajukan Proposal Penelitian

Tidak selamanya mengajukan proposal penelitian dilakukan setelah disahkannya judul penelitian yang akan dilaksanakan. Beberapa universitas menyeleksi judul-judul penelitian yang akan dilaksanakan denngan menyeleksi proposal penelitian terlebih dahulu. Pada bagian proposal penelitian, Anda tidak harus mengetahui atau memperlihatkan hasil hasil apa saja yang akan ditemukan dalam penelitian itu nantinya karena proposal penelitian kerap kali hanya berupa bab pertama penelitian kesusastraan.

Dalam proposal penelitian, pembagian subbab proposal tersebut terbagi atas:

  1. Latar belakang masalah: berisikan alasan-alasan kenapa penelitian tersebut menarik dan layak untuk dikembangkan.
  2. Perumusan masalah: terfokus pada bagaimana dan kenapa masalah-masalah dalam kesusastraan tersebut terjadi.
  3. Tujuan penelitian: berisikan alasan-alasan kenapa penelitian tersebut dilakukan dan apa yang hendak dicapai oleh si peneliti kesusastraan.
  4. Manfaat penelitian: merupakan bagian subbab yang menjelaskan nilai nilai positf yang akan didatangkan apabila penelitian ini dilaksanakan.
  5. Tinjauan pustaka: bagian ini menjelaskan penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan baik karya sastra yang sama ataupun penelitian sebelumnya yang menggunakan pendekatan yang sama, dalam subbab ini peneliti sastra juga baiknya menjelaskan apa-apa saja yang membuat penelitian kita berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
  6. Landasan teori: seperti namanya, subbab ini menjelaskan secara terperinci mengenai teori yang akan digunakan dalam penelitian kesusstraan tersebut. Sengaja dibentuk satu bab khusus yang ditujukan pada pembahasan teori agar tidak terjadi pengulangan penjelasan teori pada bab-bab selanjutnya, sehingga si peneliti dapat fokus melakukan analisis data.
  7. Metode penelitian: meliput metode-metode yang dilakukan dalam merangkumkan penelitian tersebut.
  8. Jadwal penelitian: seringkali pada pengajuan proposal penelitian kesusastraan, peneliti juga memasukkan rencana jadwal penelitian yang akan dilaksanakan meliputi kapan penelitian itu akan dilaksanakan, berapa lama, dan kapan penelitian tersebut kira-kira akan berakhir.
  9. Sistematika penulisan: berisikan bentuk sistematika penulisan skripsi.
  10. Daftar pustaka: berisikan urutan buku-buku yang akan digunakan dalam penelitian kesusastraan tersebut.

5. Pekerjaan Lapangan

Setelah proposal penelitian yang Anda ajukan diterima dan disahkan, maka Anda dapat melakukan penelitian dengan memulainya dengan pengumpulan data. Data yang akan Anda gunakan berupa sampel-sampel yang ditemukan dalam karya sastra yang akan Anda gunakan dalam penelitian. Data juga bisa berasal dari sumber-sumber lain yang berhubungan dengan data primer atau karya sastra. Jika penelitian yang Anda lakukan adalah penelitian lapangan, Anda dapat menyusun angket yang akan digunakan dan menyebarkannya guna memperoleh data yang akan membantu Anda dalam menjelaskan masalah-masalah yang terdapat dalam karya sastra. Data-data tersebut kemudian dikumpulkan, lalu diseleksi sebelum akhirnya dianalisis guna mendapatkah hasil penelitian.

6. Menganalisis Data

Setelah data-data yang akan mendukung penelitian terkumpul, maka selanjutnya kita dapat melakukan analisis data berdasarkan apa yang telah kita temukan sebelumnya. Dalam menganalisis data pada karya sastra, peneliti harus membuktikan hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan sebelum melakukan penelitian. Selain membuktikan kebenaran dari hipotesis yang telah dirangkumkan, peneliti juga hendaknya memberikan penilaian untuk melengkapi penelitian kesusastraan tersebut. Proses menganalisis data merupakan tahapan yang paling sulit dibandingkan dengan yang lainnya, karena pada tahapan ini kita harus membuktikan bahwa statemen-stamenen yang kita berikan adalah benar dan sesuai dengan fakta dan data yang ada.

7. Kesimpulan

Setelah melaksanakan penganalisisan data, maka peneliti wajib membuat kesimpulan terhadap apa yang telah dihasilkannya. Pada teks-teks penelitian, biasanya kesimpulan ditempatkan pada satu bagian khusus. Pada bagian kesimpulan peneliti dapat mengulang kembali penjelasan analisis data secara singkat dan ringkas, sehingga pembaca yang tidak memiliki kesempatan untuk membaca keseluruhan badan penelitian dapat mengerti apa yang dimaksudkan dalam penelitian dengan hanya membaca kesimpulan dari penelitian itu saja.

8. Penilaian

Aspek penilaian terhadap karya sastra biasanya dilengkapi dalam penelitian strukturalisme. Penelitian yang diberikan oleh si peneliti harus bersifat integral dan langsung, tahapan penilaian ini biasa digunakan untuk tingkat kebesaran sebuah puisi. 

Penjelasan di atas merupakan prosedur atau tahapan penelitian yang harus ditepati oleh setiap peneliti kesusastraan. Setiap tahapan tersebut harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan urutannya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penelitian kesusastraan. Setiap tahapan tersebut tidak dapat dilewati atau dihilangkan dari prosedur dasar penelitian, karena jika salah satu dari aspek tersebut kurang maka penelitian tersebut tidak akan berhasil. Contohnya: apa jadinya penelitian jika tidak ada prosedur penganalisisan data, atau tidak mungkin terjadi penganalisisan data, jika data tersebut tidak dikumpulkan dan diseleksi terlebih dahulu. Dengan melakukan penelitian sesuai dengan prosedur yang berlaku, maka para peneliti sastra dapat melakukan penelitian yang selangkah lebih dekat dengan penelitian yang mengandung nilai-nilai objektif dan validitas tinggi.