Informasi adalah pesan berupa ucapan atau ekspresi yang terdiri dari berbagai lambang, bagian, dan makna yang dapat ditafsirkan. Informasi bisa didefinisikan dalam dua konteks yang berbeda yaitu sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, dan instruksi. Dan yang kedua, informasi yang berkaitan dengan arti, pengetahuan, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Informasi juga suatu data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Lalu apakah yang dimaksud mendengarkan informasi dari media elektronik? Sederhana saja, artinya ialah mendengarkan informasi yang kita peroleh dari media elektronik yakni televisi, atau radio. Berikut pemaparannya.

Mendengarkan Informasi dari Radio dan Televisi

Media elektronik merupakan sarana informasi yang telah dapat dimanfaatkan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Media elektronik dibagi menjadi dua bagian, yaitu audio dan audio visual.

a. Siaran Radio

Radio sering kita dengarkan jika ingin lebih mengaktifkan indera pendengaran saja. Selain mendengarkan musik, kita juga bisa mendengarkan berita dan dialog yang disampaikan penyiar. Informasi aktual dan menghibur, bisa dengan mudah kita dapatkan di radio tanpa harus mengaktifkan indera penglihatan kita.

Ketika mendengarkan radio, kita harus dengan cepat menangkap konten dari siaran tersebut. Informasi itu ada yang berupa informasi tersurat atau yang bisa kita tangkap secara langsung, ada pula informasi yang tersirat atau informasi yang dapat kita pahami secara tidak langsung atau implisit. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan dalam mendengarkan informasi via radio:

  1. Berkonsentrasilah dengan baik.
  2. Simaklah informasi dengan saksama dari awal hingga akhir.
  3. Perhatikanlah bagian-bagian penting. Ciri bagian penting adalah bagian yang ketika dibaca mempunyai tekanan berbeda atau disampaikan dengan tempo yang lambat.
  4. Catatlah bagian-bagian informasi yang penting secara cepat.
  5. Setelah itu, susunlah isi pokok siaran radio. Hal ini perlu dibudayakan di kalangan pelajar. Dengan demikian, kita mempunyai pengetahuan dan wawasan luas. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam perbincangan sehari-hari, diskusi, maupun untuk keperluan-keperluan ilmiah, misalnya penelitian.

Namun, bagaimanakah menyusun isi pokok siaran itu? Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kaitkanlah pokok informasi yang satu dengan pokok informasi yang lainnya.
  2. Rumuskanlah pokok-pokok informasi tersebut dalam kalimat yang singkat, efektif, dan jelas.
  3. Susunlah kalimat-kalimat tersebut dalam paragraf yang baik. Langkah-langkah agar sebuah kalimat masuk ke dalam paragraf yang baik adalah kita harus bisa menyusun kalimat menjadi tema tertentu, kita harus mampu membuat kalimat dan kalimat lainnya yang memiliki hubungan logis, kita harus bisa mengembangkan alinea dengan gagasan utama paragraf yang diperinci dengan gagasan penjelasan, dan kita harus bisa menyunting paragraf yang sudah kita tulis.

b. Siaran Televisi

Sebagian besar waktu luang masyarakat Indonesia, mungkin dihabiskan dengan menonton tayangan hiburan dan informatif dalam televisi. Memperoleh informasi di TV sama halnya dengan mudahnya memperoleh informasi di radio. Hanya, format TV ini berbentuk audio-visual yang bisa didengarkan sekaligus dilihat.

Langkah-langkah untuk memahami informasi dari siaran TV pun sama dengan langkah-langkah untuk memahami informasi dari radio seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Langkah-langkah itu antara lain:

  1. Tuliskanlah isi siaran televisi dalam kalimat dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.
  2. Sampaikanlah berita secara lisan dari tulisan yang telah ditulis runtut dan jelas itu.
  3. Ajukanlah tanggapan kepada temen berdasarkan informasi yang telah didengar.

Ketika sampai di penyusunan pokok isi berita, kita harus memahami rumus 5W + 1H, yakni:

a. What? (apa yang diberitakan)

b. Who? (siapa yang memberitakan?)

c. Where? (di mana peristiwa/ berita itu terjadi)

d. When? (kapanperistiwa/ berita itu terjadi?)

e. Why? (mengapa peristiwa/ berita itu terjadi?)

f. How? (bagaimana terjadinya peristiwa/ berita itu terjadi?)

Mendengarkan berita dari sebuah media berarti memaksa kita untuk bisa menangkap berita dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, pasang telinga baik-baik, fokuskan pikiran terhadap berita serta isi berita adalah hal yang wajib dilakukan. Jika tidak, jangan harap kamu dapat merangkum berita yang dimuat di media-media tersebut.