Selama ini Indonesia disorot dengan beragam pujian dalam mengantisipasi masalah ekonomi Indonesia. Namun belakangan dengan maraknya kegiatan demonstrasi, kejadian bencana alam yang silih berganti menyebabkan situasi dalam negeri Indonesia mendapat kritikan dan protes. 

Permasalahan Ekonomi di Indonesia

Kenyataan yang ada menunjukkan beragam masalah ekonomi Indonesia yang harus dibenahi dan dicari solusi secepatnya agar tidak terjadi lagi hal yang sama. Adapun masalah ekonomi yang terjadi :

1. Tentang Kesejahteraan Masyarakat yang Menurun

Pemerintah menyadari problem pendapatan masyarakat Indonesia yang mengalami kenaikan yang kecil. Memang ada golongan income masyarakat yang rendah mengalami tingkat kenaikan pendapat yang minim. Sehingga jika terjadi inflasi harga sembako seperti beras dipastikan pendapatan masyarakat secara riil jadi turun drastis.

2. Pengelolaan dan Alokasi APBN yang Kurang Tepat

Anggaran untuk belanja lebih ditujukan untuk pemenuhan subsidi energi sampai 20 persen serta diikuti pembelajaan untuk modal yang memakan 30 persen.

3. Adanya Kesenjangan Hidup

Sungguh ironi jika hidup di alam kemerderkaan ada sebagian wilayah di Indonesia belum menikmati kesejahteraan dan pemerataan hasil pembangunan. Banyak kasus yang terjadi di daerah terpencil pelosok nusantara ada daerah yang tidak mendapat pasokan energi listrik sampai bertahun-tahun lamanya.  

4. Resiko Berupa Ancaman Bahan Pangan

Diketahui sebesar 40 persen saluran pengairan sektor pertanian mengalami kerusakan. Bisa diakibatkan bencana alam seperti banjir, kekeringan musim kemarau, bahkan dampak letusan gunung api. 

5. Pemanfaatan Energi

Banyak kerusakan alam yang terjadi akibat ulah manusia. Salah satunya adalah pemakaian sumber daya energi yang tidak terkontrol yang berakibat tidak ada sumber energi lagi. Untuk itu diperlukan penanganan tepat dalam menciptakan kemandirian dalam sektor energi.

6. Kebijakan Ambigu

Banyak masalah yang timbul saat kebijakan badan usaha milik pemerintah negara kurang tepat sasaran. Seringnya kebijakan BUMN tidak jelas pangkal ujungnya. Semisal pemberian informasi data secara transparan. Dengan asumsi jika BUMN mempunyai aset sebesar 3000 triliun seharusnya pemerintah berpeluang baik dalam mengendalikan jalannya ekonomi melalui APBN dan BUMN. Namun semua perkiraan jadi meleset ketika bangsa-bangsa lain mengalami persoalan ekonomi, Indonesia masih bisa merasakan imbasnya.

7. Perangkap Liberaliasi

Sikap Indonesia kurang tegas ditunjukkan saat Indonesia mendapat kesempatan jadi pemimpin G33 forum organisasi perdagangan dunia (WTO) dimana bisa mendukung subsidi pertanian di negara berkembang. Namun di lain waktu pernah membujuk negara di Asia Selatan untuk mengikuti kemauan para negara yang memiliki kuasa.

8. Penanaman Modal dalam Negeri

Jika diperhatikan investasi lokal atau domestik seperti kurang gaungnya. Bandingkan dengan kesempatan investasi penanaman modal asing (PMA) yang terus meningkat, padahal perkembangan investasi domestik cenderung nol. Proporsi investasi domestic hanya sebesar 30 persen saja, sementara itu investasi asing mendapat 70 persen.

9. Perkembangan Infrastruktur

Anggaran infrastruktur Indonesia dipatok hanya 2,1 persen saja. Sementara itu mengacu kesepakatan dalam konsensus internasional anggaran infrastruktur bisa mencapai sedikitnya 5 persen.

10. Daya Saing Industri

Menurut pengamatan daya saing dalam industri turun drastis. Kurang dari lima tahun terakhir sumbangan industri sebesar 23 persen saja.

11. Sektor Perbankan

Sektor dalam perbankan kurang sehat. Mudah rapuh dalam perkembangannya seperti pemberian pembiayaan kredit dari Bank untuk usaha kecil maupun menengah hanya 20 persen saja.

Demikian uraian masalah ekonomi Indonesia. Semoga memberikan banyak manfaat.

Loading...