Pengertian Taawun

Taawun adalah tolong-menolong sesama umat muslim dalam kebaikan. Taawun bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan kita melihat saudara kita yang butuh pertolongan dan siap untuk menolongnya. Taawun tak seharusnya dipermasalahkan tentang siapa yang menolong dan siapa yang ditolong, terutama jika melihat dalam derajat, pangkat, dan harta duniawi. Taawun yang utama dilakukan dalam kebaikan dan bukan dalam keburukan.

Allah Swt. berfirman yang artinya:

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Ma’idah  ayat  2)

Dalam surat tersebut telah jelas bahwa Allah Swt. memerintahkan umat muslim untuk ber-taawun dalam hal-hal yang baik. Ber-taawun untuk menunjang beribadah dan ketaatan kepada Allah Swt. bukan ber-taawun untuk menjalankan apa yang dilarang-Nya. Oleh karena itu, taawun termasuk ke dalam jenis akhlak terpuji yang perlu dimiliki oleh setiap muslim, baik itu muda, tua, laki-laki, maupun perempuan.

Aplikasi Taawun dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Mengajak ke dalam ketaqwaan kepada Allah SWT

Taawun yang dianjurkan adalah taawun atau tolong menolong dalam mengajak saudara sesama muslim untuk bertaqwa kepada Allah Swt.. Mengajak bersama-sama menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Contoh:

  • Mengajak bersama-sama berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.
  • Mengajak untuk mendatangi majelis taklim.
  • Memberikan makanan untuk berbuka puasa.
  • Mengajak untuk mengunjungi panti asuhan.
  • Mengajak dalam beramal shaleh.

2. Loyal terhadap sesama kaum muslimin

Loyal kepada sesama saudara muslim ini berarti mendalam baik dalam pemikiran, perkataan, dan perbuatan. Loyalitas dalam pemikiran berarti selalu berhusnudzan atau berprasangka baik kepada sesama muslim. Tidak mengira atau menuduh seorang muslim lain sebagai sangkaan buruk. Loyal terhadap perkataan memiliki arti saling menasihati dalam kebaikan.

Apabila ada saudara sesama muslim yang terlihat menjauh dari ketaqwaan kepada Allah Swt. hendaknya diajak ke dalam kebaikan, dengan kata-kata yang baik dan sopan, serta dengan niatan yang baik pula.
Allah Swt. berfirman yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar.” (QS. At-Taubah ayat 71)

Loyal secara perbuatan terhadap sesama muslim adalah melakukan tindakan amar ma’ruf nahi munkar dan mengajak saudara sesama muslim untuk melakukannya. Segera datang dan memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan ketika ada saudara sesama muslim yang membutuhkan pertolongan. Tidak tinggal diam ketika ada saudara sesama muslim yang menderita dan terpuruk dalam kesedihan. Contoh:

  • Mengajak untuk kembali ke jalan Allah Swt. bagi mereka yang munkar atau bermaksiat.
  • Membela sesama muslim apabila memang dia benar.
  • Memberikan bantuan makanan, harta, benda, ilmu, dan bentuk lain sesuai kemampuan kepada saudara sesama muslim yang membutuhkan.
  • Membangun sekolah bagi anak muslim yang kurang mampu
  • Menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

3. Saling melindungi dan bersatu di antara kaum muslimin

Kokohnya agama Islam layaknya sebuah bangunan, yang di dalamnya semua umat muslim harus bersatu dalam menegakkan kebenaran dan ketaqwaan. Jika umat muslim yang memang mengaku sebagai Islam tidak mampu menjaga kekokohan agamanya maka hancurlah agama tersebut.

Maka dari itu, saling melindungi di antara sesama umat muslim sangat dianjurkan sebagai bentuk taawun. Jika saja semua umat muslim saling melindungi dan menjaga satu dengan lainnya, maka akan tercipta satu masyarakat Islami yang kuat dan kokoh seperti pada zaman Rasulullah Saw.. Kekuatan yang bukan dilihat dari mayoritas pengikut Islam, tetapi dari kualitas karena saling melindungi satu dengan lainnya.

Ibarat dua buah tangan, jika tangan satu dicubit maka akan terasa sakitlah tangan lainnya. Demikianlah jika ada saudara sesama muslim yang sedang terkena cobaan, terserang bencana, dijajah, dan direndahkan oleh orang lain maka sudah sepantasnya kita menolong mereka dengan kemampuan yang ada.

Menolong dengan perkataan atau diplomasi lewat berbagai sumber informasi yang tersebar luas. Menolong secara harta benda melalui pengiriman bantuan secara fisik ke tempat tinggal mereka. Dan menolong dengan do’a yang selalu terpanjat buat saudara-saudara kita sesama muslim yang sedang ditimpa kemalangan.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, yang artinya:

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang sebagiannya menguatkan bagian lainnya.”

Jika satu orang mukmin dengan saudara sesama mukmin saling bekerja sama dan membantu maka kuatlah Islam. Sebaliknya apabila sudah tidak ada kepedulian terhadap sesama maka bisa jadi akan lemahlah kaum muslimin ditindas oleh umat lainnya. Bersatunya umat Islam hanya bisa dicapai dengan kesadaran sepenuhnya dari masing-masing pribadi muslim untuk saling bekerja sama dengan sesama muslim lainnya. Meninggalkan perdagangan riba dan kembali ke perdagangan yang Islami membuat seluruh umat Islam bisa menyebarkan kebaikan bagi sesamanya dan menumbuhkan kekuatan yang tak terhingga. Sekali lagi bukan dari segi kuantitas tetapi dari segi kualitasnya.

Contoh:

  • Memberikan bantuan pada korban bencana alam.
  • Memberikan bantuan pada korban perang.
  • Memberikan tempat berlindung bagi kaum muslim yang terancam oleh umat lain.
  • Memberikan dukungan dengan tulisan yang baik pada media tentang keberadaan umat muslim.
  • Ikut serta dalam kegiatan pengajian yang melibatkan banyak umat muslim dari semua kalangan.
  • Membangun masjid dan mushola.
  • Membuka lapangan kerja bagi sesama muslim.
  • Memelihara lingkungan tempat bermain anak-anak muslim.

4. Saling berwasiat (tawaashi) dalam kebenaran dan kebaikan

Taawun pada sesama muslim adalah saling berwasiat di dalam kebaikan dan kebenaran antara satu pribadi dengan pribadi lainnya. Ada yang bisa dilihat, yakni mempunyai perasaan senang jika saudaranya yang seiman mendapat kebahagiaan dan memberikan dukungan agar kebahagiaan tersebut dapat dimanfaatkan dengan benar dan sesuai jalur ketaqwaan. Merasa sedih apabila ada saudara sesama muslim yang sedang bersedih dan berusaha menghibur dan menolongnya dengan perkataan dan tindakan yang baik sesuai syari’ah.

Allah SWT berfirman yang artinya:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr ayat 1-3)

Saling nasihat menasihati hendaknya dilakukan dengan cara yang baik, dengan perkataan yang sopan, dan dengan perilaku yang terpuji dan mampu menggugah hati. Jika ada seorang muslim menasihati saudaranya dengan membentak-bentak, menunjuk-nunjuk, atau dengan raut muka yang kurang bersahabat maka lebih baik baginya untuk beristighfar dan mengganti caranya dengan cara lain yang lebih menyenangkan di hati. Siapa pun akan lebih terpikat mendengar perkataan yang halus dan sopan daripada perkataan kasar dan lebih kepada menyalah-nyalahkan. Contohnya:

  • Menulis kajian tentang akhlak dan aqidah Islam.
  • Mengisi kajian Islami.
  • Mengajak bersama-sama untuk berangkat mengaji.
  • Menyuarakan adzan dan iqomah.
  • Mengajar mengaji untuk anak-anak dan orang dewasa.

5. Saling membantu dan menjalankan itikad yang baik kepada sesama muslim

Jangan ada perasaan benci di antara sesama umat muslim. Terkadang kita bisa tersulut kebenciannya hanya karena perbedaan madzab yang dianut atau perbedaan cara beribadah yang tidak seragam. Asalkan seseorang masih mengaku tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menjalankan kelima rukun Islam sesuai tuntunan, maka mereka adalah saudara kita sesama muslim. Contoh berperilaku baik terhadap sesama muslim antara lain:

  • Menghilangkan kesusahan kaum muslimin.
  • Menutup aib sesama muslim.
  • Mempermudah urusan sesama muslim.
  • Menolong sesama muslim dari orang yang berbuat aniaya.
  • Mengajari orang yang bodoh.
  • Mengingatkan orang yang lalai.
  • Mengarahkan orang yang tersesat untuk kembali ke jalan Islam.
  • Menghibur yang sedang berduka cita.
  • Membantu apabila ada kaum muslim yang sedang ditimpa musibah.
  • Membantu penyebaran Islam dan dakwah.
  • Bersama-sama dalam menjalankan shalat di masjid/mushola.
  • Mengunjungi orang yang sedang sakit.
  • Memenuhi undangan.
  • Mengantarkan jenazah.
  • Mendoakan orang yang bersin.
  • Saling membantu dalam segala kebaikan.

Itulah pengertian dan manfaat taawun dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita bisa senantiasa mengamalkannya.