Membahas perkembangan perdagangan internasional, akan kurang lengkap jika tidak sekaligus mengulas tentang manfaat perdagangan internasional. Banyak manfaat yang diperoleh dari perdagangan internasional, baik itu bagi negara produsen maupun bagi negara konsumen. Semuanya memiliki keterkaitan yang bermanfaat bagi satu dan lainnya.

Dengan semakin berkembangnya perdagangan internasional tersebut, tidak ada salahnya jika Anda  mempelajari lebih lanjut mengenai beragam manfaat dari perdagangan internasional. Dengan mengetahui manfaat dari perdagangan internasional, diharapkan Anda dapat menemukan celah agar bisa bersaing dalam perdagangan internasional. Siapa yang akan menyangka jika beberapa tahun kemudian Anda akan menjadi pengusaha skala internasional yang sukses?

Oleh karena itu, untuk lebih mudah memahami beragam manfaat dari perdagangan internasional, berikut ini adalah beberapa informasi, dalam hal ini manfaat, yang berkaitan dengan perdagangan internasional.  

1. Sumber Pemasukan Kas Negara

Dengan adanya perdagangan internasional yang dikelola secara efektif dan efisien, hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan volume produksi. Pada akhirnya hal itu akan meningkatkan volume ekspor, sehingga secara pasti dapat meningkatkan pemasukan kas negara. Dalam hal ini, untuk mampu bersaing dalam kancah perdagangan internasional, diperlukan kualitas dan kreatifitas yang tinggi sehingga produk yang dijual dapat diterima di pasaran internasional.

Dengan tingginya pemasukan kas negara atau devisa negara, secara otomatis suatu negara mempunyai kekuatan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga dengan tingginya devisa negara, secara langsung hal tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Dengan begitu sebuah negara memiliki kekuatan secara ekonomi.

Selain itu pentingnya devisa tidak sebatas pada kekuatan mata uang suatu negara terhadap asing, hal tersebut juga berpengaruh terhadap kepercayaan negara asing pada Indonesia. Dengan cadangan devisa yang tinggi, suatu negara akan lebih mudah untuk melindungi negaranya.

2. Persahabatan Antarnegara

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya perdagangan internasional secara pasti akan menghubungkan antara satu negara dengan negara yang lain. Sehingga bisa dipastikan hal ini akan mempererat persahabatan antarnegara. Bermula dari adanya rasa saling membutuhkan antar negara. Dalam hal ini nantinya keterkaitan antarnegara tidak hanya dipengaruhi oleh faktor politik namun bisa juga terjadi karena faktor perdagangan. Hal terpenting yang harus dijaga dalam hal ini adalah kepercayaan antar negara, agar hubungan persahabatan dapat terus terjaga.

3. Semangat Berprestasi dan Bersaing

Bukan hal baru bahwa adanya perdagangan internasional, kreativitas setiap negara semakin ditantang. Hal itu terjadi karena perdagangan internasional memudahkan suatu barang dari luar negeri masuk ke dalam negeri. Sehingga jika tidak diikuti dengan tingginya kreativitas dan kualitas barang, bukan hal yang mustahil jika barang di dalam negeri tidak mampu bersaing di kancah perdagangan internasional. Hal itu sungguh sangat menyedihkan, ketika negara asing dapat dengan mudah mengambil keuntungan, sementara para produsen dalam negeri tidak mampu memanfaatkan karena kurangnya daya saing dari negara itu sendiri.

Oleh karena itu adanya perdagangan internasional seharusnya bukan menjadi hambatan bagi masyarakat suatu negara untuk takut bersaing dengan produk asing, termasuk Indonesia. Jadikan hal ini sebagai pemicu semangat dan kreativitas. Karena bagaimanapun juga perdagangan internasional tersebut tidak bisa dihambat. Kegiatan ini harus dihadapi dengan semangat dan kreativitas yang tinggi. Dengan kerjasama dari seluruh kalangan bukan mustahil Indonesia akan diuntungkan dari adanya perdagangan internasional tersebut.

4. Tercipta Efisiensi dan Spesialisasi

Dengan adanya keunggulan komparatif dari masing-masing negara, secara mudah suatu negara mampu memilih jenis barang  paling efisien yang bisa diproduksi sehingga memberikan keuntungan yang besar bagi negara tersebut. Keberadaan perdagangan internasional membuat sebuah negara tidak perlu memproduksi seluruh barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sebuah negara cukup memproduksi barang yang dirasa paling efisien bagi negaranya dan mengimpor barang yang dirasa kurang efisien jika diproduksi sendiri.

Misalnya saja Indonesia. Indonesia yang merupakan negara agraris akan lebih efisien jika memproduksi barang pertanian seperti kopi atau teh. Karena Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara tropis yang unggul dalam bidang pertanian. Sedangkan sebagai negara agraris Indonesia tidak memiliki keunggulan dalam bidang elektronik, sehingga akan lebih menguntungkan jika barang elektronik Indonesia mengimpor dari negara lain.

Dengan mengetahui spesialisasi dari masing-masing negara, perdagangan internasional akan berjalan secara efektif dan efisien dan tidak merugikan pihak manapun.

5. Meningkatkan Konsumsi

Dengan adanya perdagangan internasional, tidak bisa dipungkiri bahwa konsumen akan lebih mudah untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Selain itu konsumen juga mendapatkan kemudahan untuk memilih barang yang mereka inginkan dengan pilihan jenis yang beragam dan harga termurah.

Namun hal ini juga harus menjadi bahan pertimbangan, semakin besar tingkat konsumsi barang dari negara asing pastinya akan memberikan keuntungan bagi negara asing tersbeut. Ditambah lagi keunggulan negara asing dari segi modal akan semakin mempermudah langkah mereka untuk menentukan jenis barang yang dijual sehingga akan semakin menarik bagi konsumen.

Akan tetapi di sisi lain sebagai negara pengimpor yang menggunakan barang dari asing, berhati-hati terhadap kemungkinan adanya kebergantungan dari produk asing dalam jangka waktu lama juga harus dilakukan. Mungkin saja saat ini pihak asing menawarkan harga murah namun belum tentu beberapa tahun lagi, ketika masyarakat sebuah negara sudah bergantung, produsen masih tetap menerapkan harga murah untuk barang produksinya.

Hal ini bisa dilihat misalnya dari kenaikan harga kedelai yang terjadi di Indonesia. Dulunya harga kedelai ditawarkan dengan harga yang sangat murah sehingga dengan kurangnya pembatasan dari pemerintah, produksi lokal kalah bersaing dikarenakan harganya masih lebih tinggi dari produk asing. Karena hal itu, akhirnya para petani memutuskan untuk tidak menanam kedelai dan menggantinya dengan produk pertanian yang lain. Namun yang terjadi setelah beberapa tahun kemudian, ternyata pihak asing menaikkan harga kedelai dengan sangat tajam, sedangkan produksi kedelai dalam negeri sudah berkurang, sehingga mau tidak mau para pengrajin tempe harus tetap membeli kedelai dengan harga yang mahal untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap kedelai.

6. Peningkatan Teknologi Modern

Dengan adanya perdagangan internasional, besar kemungkinan adanya tukar informasi mengenai teknologi modern, sehingga produksi yang dihasilkan jauh lebih berkualitas efektif dan efisien. Dengan adanya transfer teknolgi, hal tersebut juga bisa meningkatkan kualitas dari negara berkembang. Disebabkan karena adanya transfer informasi dari negara maju atau negara industri.

Misalnya saja Indonesia yang selama ini mengolah produknya dengan menggunakan peralatan sederhana, setelah adanya perdagangan internasional, terjadilah tukar informasi mengenai bagaimanakah cara memproduksi barang dengan menggunakan peralatan yang lebih canggih. Dengan demikian perdagangan internasional tersebut tidak sekadar menjual barang melainkan bisa meningkatkan kualitas teknologi yang digunakan.

Dengan mengetahui beragam manfaat perdagangan internasional tersebut maka sudah selayaknya Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, berupaya sekuat tenaga guna meningkatkan barang yang diproduksi sehingga mampu bersaing dengan negara maju yang memiliki keunggulan dari berbagai macam bidang. Dan sebagaimana yang telah diuraikan di point sebelumnya, dengan adanya perdagangan internasional, hal ini mampu meningkatkan devisa negara. Itu artinya, kekuatan ekonomi suatu negara akan meningkat di mata negara lainnya.