Kehidupan dunia adalah salah satu tempat untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat. Ilmu yang didapatkan di dunia menjadi salah satu media untuk mempersiapkan diri. Ketika ilmu yang didapatkan benar dari Allah Swt., tentu saja akan menunju ke arah kebenaran. Namun sebaliknya, jika ilmu tersebut menyalahi aturan Allah Swt. atau sesat ajarannya, maka ia pun akan tersesat. Hal tersebut dapat diketahui melalui beragam kenyataan di kehidupan sekitar kita.

Tepat sekali ketika ada pernyataan bahwa ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia. Maka dari itu, adalah hal yang penting bagi manusia untuk memahami apa saja manfaat dari menuntut ilmu dalam kehidupannya. Seperti yang telah disampaikan oleh salah satu ulama besar bernama Imam Ahmad Bin Hambal, bahwa manusia memang memiliki kebutuhan yang besar terhadap ilmu sehingga kebutuhan akan ilmu tersebut mengalahkan kebutuhan hidup manusia sehari-hari, seperti minum atau bahkan makan sekalipun. Hal tersebut diutarakan oleh Imam Ahmad Bin Hambal. Menurutnya kebutuhan ilmu diperlukan setiap waktu. Lain halnya, kebutuhan akan makanan serta minuman dan lainnya hanya dalam waktu tertentu.

Karena itu, wajar jika ilmu menjadi kebutuhan utama manusia. Tentu saja dengan peranannya yang sangat penting, menunjukkan ilmu tersebut memiliki manfaat bagi kehidupan. Ilmu dipelajari bukan sebatas manfaatnya, tapi juga atas perintah dari Sang Pencipta alam semesta ini. Jangan melalaikan ilmu agama, karena ilmu tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, sedangkan ilmu pengetahuan lainnya dijadikan sebagai pendukung ilmu agama sehingga manusia mudah menjalani kehidupannya.

Rasulullah Saw. telah menyampaikan bahwa menuntut ilmu termasuk salah satu kewajiban bagi setiap muslim. Hal itu termasuk penegasan yang disampaikan Rasulullah kepada manusia yang telah baligh. Ketika usia telah mencapai baligh, maka ia telah terkenai kewajiban untuk menuntut ilmu terutama ilmu agama. Ilmu agama merupakan ilmu yang menjadi pondasi kehidupan manusia di dunia menuju kehidupan di akhirat nantinya.

Lalu, bagaimana posisi ilmu lainnya yang juga bermanfaat bagi kehidupan manusia? Tentu saja ilmu selain agama tersebut dijadikan pendukung meraih kesuksesan hidup. Meski posisinya sebagai ilmu pendukung, tapi manfaat ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia juga sangat banyak. Oleh karena itulah, jangan meninggalkan ilmu agama serta mengesampingkan ilmu pengetahuan lainnya. Kegiatan menuntut ilmu harus dilakukan secara seimbang dan dilakukan secara maksimal dengan penuh semangat.

Perintah menuntut ilmu ini dapat diketahui dalam Al-Quran maupun Al-Hadis. Tentu saja apa yang ada dalam Al-Hadis termasuk penegasan dari apa yang terdapat dalam Al-Quran. Perintah menuntut ilmu ini juga menjadi bagian dari ketakwaan setiap manusia. Ketika manusia menuntut ilmu di dunia, tentu saja dia akan melakukan amalan tersebut dengan niat ibadah. Selain itu, dia akan melakukannya dengan keikhlasan maupun kesabaran. Jadi, manusia yang melakukan segala amalannya karena takwa, maka dia termasuk menuntut ilmu.

Ketika keikhlasan serta kesabaran dilakukan dengan maksimal, maka setiap amalan yang dilakukan oleh manusia akan maksimal juga. Hal tersebut tentunya membutuhkan pembiasaan. Terlebih lagi dalam hal menuntut ilmu atau belajar. Segala hasil yang dicapai memang bisa ditargetkan, tapi keikhlasan serta kesabaran akan kehendak Allah Swt. harus tetap lebih disiapkan dengan baik.

Jangan mudah menyerah dalam menuntut ilmu meski hasil belum sesuai harapan yang ditargetkan dengan baik. Alasannya tentu saja mengarah pada kewajiban kita melakukan perintah Allah Swt., yaitu menuntut ilmu. Terus mendorong diri untuk rajin serta displin dalam belajar.

Manfaat Menuntut Ilmu

Berikut ini terdapat beberapa manfaat menuntut ilmu dalam kehidupan. Harapannya, dengan banyaknya pemaparan mengenai manfaatnya, semakin menambah semangat kita untuk menuntut ilmu.

1. Menuntut ilmu termasuk ibadah.

Tentunya, termasuk ke dalam amalan yang paling utama. Allah Swt., Sang Pencipta sekaligus Pengatur alam semesta ini, mengategorikan orang yang menuntut ilmu sebagai bagian dari jihad fi sabilillah. Hal tersebut berdasarkan isi surat At-Taubah ayat 122 berikut:

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Selain itu, Rasulullah Saw. juga menyampaikan bahwa siapa saja yang melakukan kegiatan thalabul ilmu (mencari ilmu), maka orang tersebut berada dalam sabilillah hingga kembali. Selain itu, Imam Ahmad juga mengatakan bahwa ilmu itu termasuk sesuatu yang tiada bandingannya terutama bagi orang dengan niat benar. Niat benar yang dimaksudkan, yaitu memiliki niat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya maupun orang lain. Karenanya, niat tersebut juga mengarah pada niat untuk ibadah.

2. Menuntut ilmu dapat mengarahkan manusia pada amalan yang benar.

Sebab ilmu termasuk bagian yang melandasi amalan. Ketika melakukan kegiatan menuntut ilmu sesuai dengan perintah Allah Swt., maka sebenarnya manusia telah mempersipkan diri mencari bekal ilmu sebelum berkata maupun beramal.

3. Dengan menuntut ilmu, seseorang dapat mudah dikenal akan kebaikannya.

Hal itu berkaitan dengan peran ilmu yang dapat menunjukkan kebaikan pada diri manusia. Ketika ilmu yang dipelajari termasuk ilmu yang diperintahkan Allah Swt. dan tidak sesat, maka kebaikan akan tampak dalam dirinya. Selain itu, orang yang menuntut ilmu memiliki ladang pahala lainnya ketika ilmunya diamalkan. Ia akan berupaya melakukan amalan baik karena menyampaikan kebaikan kepada orang lain tentang ilmu tersebut.

4. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap segala amalannya yang salah satunya adalah menuntut ilmu.

Ketika manusia rajin menuntut ilmu dalam kehidupannya di dunia, maka ia telah mengumpulkan banyak pahala dengan ilmunya. Tentu saja bukan ilmu yang menyesatkan dirinya maupun orang lain.

5. Kedudukan manusia, baik di dunia maupun di akhirat nantinya akan berada pada kedudukan paling tinggi.

Sebab, ilmu yang telah dipelajarinya akan membantu menaikkan kedudukannya. Allah Maha Mengetahui segala apa yang dilakukan oleh hambanya di dunia ini. Jadi, meski hanya menuntut ilmu bentuk amalannya, tapi manfaat menuntut ilmu dalam kehidupan juga sangat besar.

6. Setiap muslim yang mempelajari ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya terutama di usia baligh, ilmunya tersebut akan memudahkan dia masuk ke surga-Nya.

Seorang penuntut ilmu akan tampak seperti cahaya bulan purnama yang bersinar terang layaknya di kegelapan. Ilmu yang dipelajari akan memberi pencerahan bagi orang yang belum mengetahuinya, jika disampaikan kepada mereka yang belum tahu apa pun.

7. Menurut Ibnu Qoyim, penyakit hati pada diri manusia, yaitu syahwat serta syubhat.

Karenanya, dua penyakit hati tersebut harus dihadapi dengan ilmu. Sebab, penyakit hati muncul karena kurangnya ilmu pada diri seseorang sehingga ia berada dalam lingkaran kebodohan. Oleh karena itu, orang yang menuntut ilmu tentu akan dapat menjauhkan hatinya dari penyakit hati tersebut. Sehingga dalam kehidupannya akan ia rasakan betapa indahnya memiliki hati yang sehat dan tidak mati karena penyakit hati (syahwat ataupun syubhat).

Tentunya terdapat banyak manfaat lain dari menuntut ilmu yang belum dijabarkan di sini. Hal penting yang harus diingat ialah menuntut ilmu agama termasuk amalan wajib bagi setiap muslim dengan didukung oleh ilmu pengetahuan lainnya. Jangan mudah menyerah jika menghadapi hambatan dalam belajar. Segala hambatan tentu ada pemecahannya, ingatlah akan keikhlasan dan kesabaran dalam beramal sholeh. Semoga sukses.