Kita sudah mengenal dan memahami beragam objek dan persoalan yang dipelajari dalam Biologi serta tingkatan organisasinya. Sekarang mungkin timbul pertanyaan, untuk apa sih kita mempelajari itu semua? Adakah manfaatnya jika kita mempelajari biologi?

Biologi adalah ilmu pengetahuan yang paling dekat dengan kita. Biologi dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Kita dapat lebih memahami cara menjaga kesehatan jika kita mengetahui semua yang diperlukan oleh tubuh. Pengetahuan mengenai cara tubuh bereaksi terhadap lingkungan sekitar juga akan sangat membantumu untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dengan mempelajari Biologi, banyak masalah yang dapat diselesaikan. Misalnya masalah-masalah lingkungan yang dapat diselesaikan dengan mempelajari cabang Biologi, yaitu Ekologi. Dengan mempelajari Ekologi, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai penggunaan lahan, pembuangan sampah, dan berbagai masalah lain yang mempengaruhi lingkungan. Selain itu, pengetahuan tentang Biologi pun akan terus diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah pangan, sandang, papan, dan keterbatasan energi.

Dua hal di atas merupakan contoh kecil dari manfaat Biologi di dalam kehidupan. Lebih jauh dari itu, ilmu yang digolongkan ke dalam sebuah megatrend ini sangat banyak berkontribusi dalam hajat hidup manusia. Hal ini bisa dilihat dari bermunculannya penemuan-penemuan penting yang tentu saja berperan sangat besar.

Penemuan Antibiotik

Penemuan pertama yang pantas disebut sebagai penemuan besar dalam Biologi adalah penemuan antibiotik. Hal ini tentu saja karena antibiotik mempunyai peran besar di dalam dunia kesehatan. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika tidak ada antibiotik! Bisa dipastikan, jumlah penyakit semakin banyak dan para pasien penderita penyakit karena infeksi kuman-kuman akan selalu meninggal. Oleh karena itu, meski berawal dari ketidaksengajaan, Alexander Fleming sang penemu antibiotik ini memang pantas dianugerahi hadiah Nobel.

Penisilin adalah antibiotik pertama yang berhasil ditemukan. Alexander Fleming mengisolasinya ketika zat ini mengontaminasi kultur bakteri yang dibiakkannya di laboratorium. Pada awalnya dia sangat kesal dengan peristiwa itu. Namun pada akhirnya, dia justru gembira karena zat yang dikeluarkan oleh jamur Penicillium notatum ini justru mampu membunuh bakteri.
Sejak penemuan antibiotik pertama, penisilin tersebut, bermunculanlah penemuan-penemuan antibiotic berikutnya. Misalnya saja ampisilin, rifampisin, aktinomisin, gentamisin, kanamisin, streptomisin, tetrasiklin, eritromisin, valinomisin, oksitetrasiklin azitromisin, ionomisin, oligomisin, tunikamisin, dan masih banyak lagi.

Penemuan insulin buatan

Di zaman modern seperti sekarang ini, diabetes mellitus bukanlah merupakan penyakit yang baru. Tak hanya orang tua, anak-anak muda, bahkan balita banyak yang menderita penyakit ini. Ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan hormon insulin akibat banyak hal membuat para penderita membutuhkan asupan insulin dari luar.

Frederick Grant Banting adalah tokoh yang paling berjasa dalam penemuan hormon insulin buatan ini. Berkat beliau, para penderita diabetes mellitus kronis yang tubuhnya sama sekali tak bisa menghasilkan insulin atau hanya sedikit saja, bisa menyeimbangkan kadar gula darahnya kapan saja dan di mana saja. Tentu saja, penggunaan insulin ini harus berdasarkan petunjuk ahli medis yang terpercaya.

Penemuan berbagai sumber protein alternatif

Penemuan berikutnya yang juga tak kalah penting di dalam ilmu Biologi adalah penemuan berbagai sumber protein alternatif. Protein yang dimaksud adalah protein di luar protein yang selama ini kita kenal (bukan protein nabati = protein dari tumbuhan atau pun protein hewani = protein yang bersumber dari hewan), tetapi protein yang disebut protein sel tunggal (single cell protein) misalnya saja alga hijau Chlorella.

Seperti halnya protein yang kita kenal, protein alternatif ini mempunyai kebaikan yang sama bagi tubuh. Yakni sebagai zat penyusun tubuh, zat yang berperan di dalam sistem kekebalan tubuh (hormon), zat yang terlibat di dalam proses-proses tubuh (enzim), dan masih banyak lagi.

Protein alternatif yang sudah ada di pasaran sekarang bentuknya bermacam-macam. Akan tetapi yang paling popular adalah protein alternatif yang dibuat menjadi suplemen tablet, kaplet, kapsul, serbuk, dan sirup.

Pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuatan bahan makanan

Pembuatan bahan makanan yang menggunakan mikroorganisme sudah lama digunakan manusia. Pembuatan anggur (wine) merupakan contohnya. Akan tetapi, dulu orang-orang tidak tahu bahwa hal tersebut merupakan sebuah teknik yang berdasarkan ilmu Biologi yang sekarang dikenal sebagai fermentasi.

Contoh lain dari produk-produk yang menggunakan mikroorganisme sebagai agen pembuat bahan makanan di antaranya adalah tempe, kecap, tauco, asinan, tapai, cuka, keju, mentega, yoghurt, nata de coco, roti, dan juga produk bir.

Pemanfaatan teknik inseminasi buatan

Dulu, untuk menghasilkan anak sapi, para peternak sapi harus menunggu sapi untuk kawin yang kemudian hamil dan lalu melahirkan dalam jangka waktu yang lama. Akan tetapi setelah ada kemajuan di dalam ilmu Biologi yang disebut sebagai inseminasi buatan, para petani tak lagi harus menunggu sapi untuk kawin agar bisa mendapatkan anak sapi. Induk sapi betina cukup diberi sperma sapi pilihan, maka sapi itu akan hamil. Inseminasi buatan ini tak hanya bertujuan untuk memperoleh anakan saja tetapi juga mempersiapkan anak tersebut agar berkualitas baik.

Penemuan teknik kultur jaringan

Jika inseminasi dilakukan pada hewan, maka pada tumbuhan dilakukan kultur jaringan. Penemuan ini sangat berjasa sekali di dunia ilmu pengetahuan dan industri. Ya, karena dengan kultur jaringan, petani tidak usah menunggu lama agar tumbuhan tumbuh dan siap dipanen. Dalam waktu yang relatif singkat, tumbuhan yang ditunggu akan segera tumbuh dan panen.

Penemuan teknik transgenik

Teknik transgenik merupakan sebuah teknik yang mirip kultur jaringan dengan penambahan gen unggul tertentu. Sifat-sifat unggul ini misalnya saja sifat tahan hama. Contoh-contoh tumbuhan hasil transgenik misalnya saja adalah kapas tahan hama, pohon jati tahan hama yang tumbuh lebih cepat, kacang tinggi protein, dan beberapa tumbuhan yang bisa menghasilkan obat.

Penemuan teknik penanaman tanaman secara hidroponik dan aeroponik

Dengan adanya temuan ini, para pecinta tanaman yang mempunyai keterbatasan tempat/lahan tanah jadi bisa bercocok tanam dengan menggunakan media air dan juga udara. Contoh tanaman yang banyak menggunakan media ini misalnya saja adalah anggrek.

Teknologi bank sperma

Temuan bank sperma ini ditujukan bagi orang yang ingin mendapatkan keturunan tetapi memiliki hambatan kualitas sperma suami yang tidak ‘bagus’. Pemanfaatan bank sperma ini menggunakan prinsip penyimpanan sperma dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair dengan suhu -196ºC.

Teknologi superovulasi

Teknik superovulasi adalah teknik menyuntikkan hormon reproduksi agar hewan ternak lebih subur sehingga dihasilkan jumlah embrio lebih dari satu dalam satu induk. Contoh hewan yang sudah mengalami teknik superovulasi misalnya saja ayam.

Teknik fertilisasi in vitro

Pemanfaatan fertilisasi in vitro untuk perkembangbiakan hewan ternak kini sudah dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hewan ternak yang unggul. Tak hanya itu saja, fertilisasi in vitro juga bisa dilakukan pada manusia, terutama pasangan suami isteri yang susah memiliki keturunan. Contoh fertilisasi in vitro misalnya saja adalah cloning domba dolly dan juga bayi tabung.

Contoh-contoh penerapan ilmu Biologi di atas hanyalah segelintir dari manfaat ilmu Biologi yang sudah dirasakan manusia. Masih banyak manfaat lain dari ilmu Biologi yang tidak bisa disebutkan dan digambarkan. Misalnya saja dari ilmu sanitasi, higienitas, dan lain-lain.
 

Loading...