Yang dimaksud dengan lembaga ekonomi adalah lembaga yang menangani masalah-masalah kesejahteraan material berupa kegiatan yang mengatur cara-cara produksi, distribusi dan pelayanan jasa. Itu semua diperlukan oleh masyarakat agar kelangsungan dan kebutuhan hidup dapat terpenuhi secara merata.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang tidak lepas dari tiga kegiatan pokok yaitu: kegiatan produksi (cara menghasilkan barang), kegiatan distribusi (kegiatan pemasaran barang yang sudah diproduksi) dan kegiatan konsumsi (kegiatan memakai, menggunakan barang). Agar lebih jelas, berikut akan diuraikan mengenai ketiga kegiatan pokok.

Kegiatan Produksi

Lembaga ekonomi bertugas dan berkewajiban mengatur bagaimana pihak produsen dapat menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh masyarakat dengan tujuan agar kebutuhan dan kelangsungan hidup dapat terpenuhi serta berjalan dengan semestinya. Banyak sekali ragam dan jenis kegiatan-kegiatan produksi yang terdapat di masyarakat, berikut akan dibahas mengenai kegiatan produksi yang umumnya dilakukan di masyarakat:

  • Berburu dan Meramu (Hunting dan Gathering)

Berburu dan meramu adalah kegiatan produksi yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Hewan-hewan hasil buruan tidak hanya diambil dagingnya untuk bahan makanan, namun kulit binatang hasil buruan juga bisa dijadikan sebagai bahan pakaian, selimut dan lain sebagainya.

Saat ini kegiatan produksi berburu dan meramu bukan menjadi kegiatan produksi yang utama. Kegiatan ini berangsur-angsur hilang setelah masyarakat mulai mengenal bercocok tanam. Di sebagian masyarakat Indonesia dan bangsa lainnya, kegiatan berburu dan meramu memang sudah tidak dilakukan lagi. Penyebabnya, selain mulai mengenal kegiatan produksi yang lain, pula karena faktor alam dan semakin berkurangnya hutan.

  • Bercocok Tanam di Ladang

Bercocok tanam di ladang adalah bentuk penanaman tanpa irigasi, menanam di tanah kering disebut juga dengan Shifting cultivations atau ladang berpindah. Istilah tersebut digunakan sesuai dengan cara yang dilakukan pada waktu bercocok tanam. Awal prosesnya adalah dengan membuka lahan yang akan digunakan untuk menanam. Cara yang dilakukan bisa dengan menebang hutan atau membakarnya. Sesudah lahan terbuka dan menunggu hujan turun, bibit-bibit tanaman baru kemudian ditebarkan.

Setelah tanah ladang sudah tidak subur lagi, mereka berpindah dan membuka di lahan yang baru. Biasanya bercocok tanam dengan cara ini tidak akan menghasilkan panen yang terus-menerus. Bercocok tanam model ini hanya menghasilkan dua atau tiga kali masa panen.

  • Bercocok Tanam di Sawah

Bercocok tanam di sawah lebih menguntungkan dibandingkan dengan berladang, karena kegiatan menanam di sawah dilakukan dengan tetap tanpa harus berpindah-pindah, tidak merusak lingkungan dan lain-lain. Karena cara menanam di sawah memerlukan pengolahan tanah dan proses pengairan terlebih dahulu maka diperlukan beberapa proses di dalamnya, misalnya: pembagian air, proses penyuburan dan pemupukan tanah, sistem upah, sistem bagi hasil dan lain sebagainya.

  • Beternak

Beternak dikenal juga dengan nama “penggembala (pastoral nomaden)”, secara tradisional kegiatan beternak merupakan mata pencaharian pokok yang dikerjakan secara besar-besaran seperti di daerah padang rumput. Hidup para peternak pengembara berpindah-pindah. Namun ada pula yang melakukan kegiatan produksi ternak tanpa harus berpindah-pindah, hal ini berkaitan dengan jenis hewan ternaknya. Misalnya: ternak ikan, ternak ayam dan lain-lain yang bisa dikerjakan di lingkungan dekat tempat tinggal.

  • Perikanan

Kegiatan produksi perikanan sudah dilakukan sejak zaman manusia purba, terutama mereka yang hidup di dekat aliran sungai atau tepi pantai. Mereka memanfaatkan lingkungan untuk memenuhi kebutuhannya. Pada waktu manusia mengenal kegiatan bercocok tanam, kegiatan mencari ikan masih tetap dilakukan.
Di Indonesia, mencari ikan masih menjadi kegiatan pokok, terutama di daerah pesisir pantai, seperti di daerah Sumatra, Kalimantan, Jawa dan lain sebagainya.

  • Industri

Kegiatan industri adalah kegiatan pembuatan barang ataupun penyediaan jasa yang menggunakan perangkat teknologi, baik mekanik (menggunakan mesin) maupun kimiawi. Kegiatan industri merupakan kegiatan sosial yang menekankan pada efisiensi dan efektivitas produksi. Industri pertanian lebih menekankan padat karya, sedangkan pada industri produksi lebih memfokuskan pada padat modal usaha (pendanaan).

Akibat semakin majunya tekhnologi mesin, banyak kegiatan produksi yang beralih menggunakan tenaga mesin, namun bukan berarti tenaga manusia tidak digunakan lagi. Kegiatan industri dibedakan menjadi beberapa aktivitas, misalnya pertanian, peternakan, tekstil dan lain sebagainya.

Saat ini dikenal pula industri rumah tangga, yaitu industri yang dibuat di lingkungan rumah-rumah dan menjadi usaha kecil yang dibangun dan dkerjakan oleh individu dengan memakai tenaga kerja orang-orang yang memiliki keterampilan dan keahlian.

Kegiatan Distribusi

Yang dimaksud dengan kegiatan distribusi adalah kegiatan memasarkan, menyebarkan barang yang sudah diproduksi agar dapat digunakan dan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Ada tiga cara melakukan kegiatan distribusi, yaitu:

  • Resiprositas (timbal balik) adalah kegiatan tukar-menukar barang dan jasa yang memiliki kesamaan nilai. Ada tiga bentuk resiprositas yaitu: (1) resiprositas umum adalah tukar-menukar barang dan jasa, pada kegiatan ini nilai barangnya ditentukan pada waktu peristiwa pertukaran dilakukan, (2) resiptrositas berimbang, yaitu cara tukar-menukar yang pada kedua belah pihak sudah ditentukan nilai barang dan jasa pada waktu penyerahan dan mekanisme, (3) pemerataan (leveling mechanism) adalah suatu kewajiban secara sosial untuk mendistribusikan barang-barang, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan atau penimbunan barang atau kekayaan.
  • Redistribusi adalah pertukaran barang yang dilakukan dengan memasukkan barang ke beberapa tempat, misalnya ke toko-toko, swalayan, pasar dan lain sebagainya. Dari tempat-tempat tersebut barang kemudian didistribusikan kembali.
  • Pertukaran pasar adalah pertukaran barang dari pemilik yang satu ke pemilik yang lain, baru. Nilai barang pada pertukaran pasar ditentukan oleh kekuatan pada saat melakukan penawaran dan permintaan, tempat pelaksanaannya bisa dilakukan di manapun, dan kapanpun.

Kegiatan Konsumsi

Kegiatan konsumsi adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam memakai, memanfaatkan dan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada masyarakat sederhana, yang pembagian kerja belum ada, baik antara kelompok ataupun rumah tangga produksi dengan kelompok atau rumah tangga konsumsi, kegiatan pemakaian hasil produksi dilakukan di lingkungan masyarakat itu sendiri. Dengan risiko tidak ada surplus produksi dan tidak ada kegiatan distribusi atau pemasaran barang-barang. Dalam arti barang-barang yang diproduksi adalah barang-barang yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhannya sendiri. Kegiatan seperti itu disebut subsisten (self subsistence production).

Sedangkan pada masyarakat yang modern, hampir semua kebutuhan hidup diperoleh melalui kegiatan perdagangan dengan sistem keuangan tertentu, seperti di kota-kota besar. Dalam kegiatan ini, uang menjadi alat tukar yang penting, pada perkembangannya, transaksi kegiatan bisa dilakukan tidak dengan uang tunai, namun bisa dengan transfer antarbank, cek, kartu kredit.

Sedangkan pada masyarakat tradisional, mereka masih ada yang menggunakan pertukaran dengan cara barter. Barter adalah kegiatan pertukaran barang dengan barang lagi. Cara barter dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu:

  • Barter yang terjadi di lingkungan keluarga, misalnya barter bahan-bahan pangan atau disebut dengan barter bingkisan (gift change).
  • Barter yang dilakukan sesuai dengan perjanjian di tempat tertentu. Di tempat yang ditentukan sudah disediakan barang yang akan ditukarkan, dan pihak yang tertarik akan meletakkan barang di tempat yang sama. Jenis barter seperti ini dinamakan silence trade.
  • Barter yang dilakukan pada waktu mengadakan suatu upacara, biasanya terdapat pada upacara adat.

Tipe Sistem Ekonomi

Kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi tidak lepas dari pengaruh sistem ekonomi yang berlaku di masyarakat, yakni tempat kegiatan tersebut dilakukan. Menurut ahli, Paul Horton dan Chester L. Hunt, terdapat tiga jenis pengorganisasian kegiatan ekonomi yaitu:

1. Tipe Ekonomi Campuran

Menurut pendapat Paul dan Chester saat ini tidak terdapat masyarakat yang sepenuhnya kapitalis. Masyarakat kapitalis sesungguhnya adalah masyarakat campuran. Harta benda milik pribadi dan keuntungannya tidak lepas dari campur tangan pemerintahan.

2. Tipe Ekonomi Komunis

Sistem ekonomi komunis pada umumnya dimiliki oleh negara berpartai yang diktator, yang menyatakan dirinya sebagai wakil dan memerintahkan atas nama rakyat.  Segala kegiatan ekonomi dikendalikan oleh partai tunggal.

3. Tipe Ekonomi Masyarakat Fasis

Pada sistem ekonomi fasis rakyat dibuat pasif, tidak memiliki peranan dalam kegiatan ekonomi. Segala sesuatunya diatur oleh pemerintah. Sama dengan ekonomi komunis pada tipe ekonomi masyarakat fasis, kegiatan dikuasai dan dikendalikan oleh partai yang diktator dengan organisatoris pemimpin yang kharismatik. Di negara fasis, masyarakat boleh memiliki perusahaan namun tidak memiliki kebebasan dan mendapatkan pengarahan serta pengawasan yang ketat. Segala bantuan disesuaikan dengan perkembangan industri dan keperluan militer.

Dari ketiga sistem ekonomi di atas, Anda dapat membandingkan bahwa sistem ekonomi campuran insiatif  individu masih terbuka, sedangkan tipe komunis dan fasis tidak membiarkan individu bebas melakukan segala kegiatan ekonomi(kegiatan perencanaan, menentukan sasaran dan kegiatan), semua bergantung dari pemerintahan pusat.

Risiko dari masyarakat komunis yaitu terjadinya kesenjangan secara ekonomi, misalnya pendapatan gaji yang tidak merata akibat skala gaji yang berbeda. Hal ini memungkinkan seorang manajer mendapatkan penghasilan yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan pekerja biasa. Sedangkan pada masyarakat fasis dan campuran perkara gaji/pendapatan yang berbeda-beda disebabkan karena kepemilikan harta kekayaan dan harta warisan yang didapatkan dari generasi sebelumnya.

Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi yang dijalankan di Indonesia, negara tercinta kita ini adalah sistem ekonomi yang sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, yaitu perekonomian yang berdasarkan demokrasi ekonomi memiliki tujuan mengenai pembangunan ekonomi, kebijaksanaan dan program di bidang ekonomi dan semua kegiatan ekonomi yang berdasarkan demokrasi ekonomi. Adapun isi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

Pasal 33, ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Asas kekeluargaan yang dimaksud dalam pasal tersebut adalah asas gotong royong, yang mengandung pengertian bahwa kepentingan dan kesejahteraan golongan harus diutamakan dibandingkan kepentingan pribadi atau perorangan.

Asas kekeluargaan bisa dilihat pula dari bagaimana hubungan antara pemimpin dengan anggota masyarakat ketika melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama. Bentuk badan usaha atau ekonomi yang sesuai dengan Pasal 33 ayat 1  salah satu contohnya adalah koperasi, yaitu sebuah kegiatan yanng lebih menekankan pada hasil agar dapat dinikmati oleh anggota-anggotanya dan masyarakat pada umumnya.

Pasal 33, ayat 2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Dari pasal tersebut menunjukkan bahwa penguasa/pemerintahan turut serta aktif dalam kegiatan ekonomi, cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak misalnya PT Telkom, PT Perkebunan, PT Pertanian dan lain-lain.

Dalam kegiatannya, cabang produksi tersebut perlu menetapkan perencanaan usaha yang jelas dan tersusun sebelum pelaksanaan, juga memerlukan pengawasan dalam kegiatannya agar mendapatkan hasil yang maksimal, memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Pasal 33, ayat 3: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Arti dari pasal berikut adalah bagaimana anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa karunia sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi, misalnya batu bara, tambang emas, perkebunan teh, gas alam dan lain sebagainya. Segala bentuk sumber daya alam menjadi sumber daya ekonomi yang potensial, digunakan untuk meningkatkan kemakmuran dan dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Lembaga ekonomi dalam masyarakat tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat mengatur kehidupan ekonominya. Apapun yang terjadi di dalam lembaga ekonomi tersebut, semuanya kembali pada keadaan ekonomi di masyarakat.