Ketika Anda mendengar istilah kuota apa yang pertama kali terpikir? Jumlah ataukah persedian?

Kuota dapat diartikan sebagai jumlah fisik pada suatu barang. Jika dikaitkan dengan perdagangan internasional, kuota tersebut merupakan suatu kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing negara dalam menentukan jumlah barang yang diekspor ataupun diimpor. Oleh karena itu, dalam perdagangan internasional terdapat istilah kuota impor dan kuota ekspor.

Untuk memahami seberapa besar pengaruh kuota impor dan kuota ekspor pada perdagangan internasional, terlebih dahulu akan dipaparkan penjelasan masing-masing antar kuota impor dan kuota ekspor.

Kuota Impor

Kuota impor merupakan salah satu kebijakan yang diadakan oleh suatu negara untuk membatasi jumlah barang masuk atau jumlah barang yang diimpor. Maksud dari adanya kebijakan kuota ini tidak lain adalah sebagai upaya perlindungan terhadap produk dalam negeri. Bisa dipahami jika tanpa ada pembatasan kuota impor, barang-barang produksi asing akan dengan muda masuk secara besar-besaran ke dalam negeri, sehingga dalam waktu yang lama akan membahayakan kelangsungan produk dalam negeri.

Lebih jauh lagi adanya kebijakan kuota impor ini juga berfungsi untuk menjaga neraca pembayaran. Mungkin sebagian dari Anda masih berpikir bagaimana caranya kebijakan kuota impor bisa memengaruhi neraca pembayaran. Hal itu bisa dipahami bahwa ketika berlaku kuota impor atau pembatasan barang yang masuk ke dalam negeri, secara langsung hal tersebut tidak akan membuat neraca pembayaran menjadi defisit, karena adanya keterbatasan barang yang bisa masuk ke dalam negeri. Sehingga cadangan devisa negara dapat terjaga.

Bisa dibayangkan jika tidak ada kebijakan kuota impor, hal yang sangat mungkin terjadi adalah produk dalam negeri akan kalah dengan produk asing yang memiliki keunggulan dalam bidang permodalan dan jumlah produksi.

Jika dibahas lebih lanjut ternyata kuota impor ini terbagi menjadi empat macam, dan akan dibahas secara mendalam dalam artikel ini.

1. Absolute atau unilateral quota

Jenis kebijakan kuota impor ini adalah pembatasan jumlah barang impor yang masuk dalam suatu negara dan jumlahnya hanya ditentukan oleh negara yang bersangkutan. Kelemahan dari jenis kebijakan kuota ini adalah terjadinya perselisihan antarnegara yang terkadang merasa dirugikan karena adanya kebijakan yang sepihak. Sehingga tidak jarang hal ini dapat menimbulkan balas dendam kebijakan antar negara.

2. Negotiated atau bilateral quota

Sedangkan jenis kebijakan kuota yang kedua ini sedikit berbeda dengan yang pertama. Pembatasan jumlah barang impor yang masuk ditentukan oleh kedua negara, yaitu baik negara pengimpor maupun negara pengekspor. Kebijakan kuota jenis ini dirasa cukup damai karena mengaitkan antardua belah pihak yang berkepentingan.

3. Tariff quota

Jenis kebijakan kuota yang ketiga ini merupakan jenis kebijakan yang menyatukan antara tarif dan kuota. Tarif merupakan kebijakan yang  juga dilakukan oleh pemerintah yang dikenakan pada suatu barang impor atau ekspor, dalam hal ini yang dimaksud adalah barang impor.

Pada jenis kebijakan ini diberlakukan pembatasan dalam hal kuota dan tarif. Akan tetapi jika ingin menambah jumlah barang yang diimpor, hal tersebuh masih diperbolehkan dengan tambahan tarif yang lebih tinggi.

4. Mixing quota

Sedangkan kebijakan kuota yang terakhir adalah pembatasan impor pada produk mentah yang akan digunakan untuk memproduksi barang akhir di dalam negeri. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong perkembangan industri dalam negeri. Hal tersebut dapat terjadi karena jika terus bergantung untuk mengimpor bahan mentah dalam jangka panjang, produksi dalam negeri akan sangat bergantung dengan asing. Bisa dibayangkan, ketika harga barang mentah tersebut naik, sebagai negara yang bergantung, apa yang bisa dilakukan kecuali menuruti kenaikan harga tersebut?

Oleh karena itu dari kebijakan ini diharapkan para produsen dalam negeri mampu menyediakan barangnya sendiri, terutama bahan mentah sebagai bahan untuk produksi.

Kuota Ekspor

Setelah membahas mengenai kuota impor, selanjutnya akan dibahas mengenai kuota ekspor. Dalam hal ini kebijakan kuota ekspor diberlakukan untuk membatasi jumlah barang yang diekspor. Mungkin sebagian dari Anda merasa sedikit aneh ketika ada pembatasan kuota ekspor. Karena bukankah seharusnya pemerintah justru mendorong peningkatan barang ekspor? Ternyata kebijakan tersebut bukan tanpa sebab. Kuota ekspor mempunyai beberapa tujuan yang antara lain terdiri atas:

1. Menjamin ketersediaan barang dalam negeri

Tanpa adanya kuota ekspor bukan hal yang mustahil jika dalam negeri akan kehabisan stok barang. Karena secara logika, barang-barang produksi dalam negeri akan habis dikirim ke negara lain. Hal tersebut mungkin terjadi ketika harga barang di luar negeri lebih tinggi dari pada harga di dalam negeri. Dapat dipastikan produsen akan lebih tertarik untuk mengekspor barang produksinya. Sehingga besar kemungkinan kebutuhan di dalam negeri akan tidak diperhatikan. Maka dari itu untuk mencegah hal tersebut terjadi, diberlakukanlah kuota ekspor.

2. Sebagai pengendali harga

Sebagaimana yang dibahas dalam poin pertama bahwa pengawasan terhadap barang yang diekspor sangat diperlukan. Gunanya adalah untuk melihat persediaan barang dalam negeri. Dengan adanya pemberlakuan kuota ekspor, diharapkan hal tersebut mampu menjaga kestabilan harga. Kondisi ini bisa terjadi ketika barang lebih banyak diekspor dan persediaan di dalam negeri berkurang. Karena dapat dipastikan bahwa yang terjadi adalah sesuai dengan ilmu ekonomi, yaitu ketika permintaan lebih tinggi dari penawaran yang terjadi adalah kenaikan harga. Sehingga kebijakan kuota tersebut perlu diberlakukan agar konsumen tidak menjadi bahan permainan bagi para produsen.

3. Melindungi barang-barang penting

Dengan adanya kebijakan kuota ekspor tersebut diharapkan pemerintah mampu menjaga serta melindungi barang-barang yang dirasa penting dan tidak diharapkan dijual ke luar negeri. Karena jika terjadi, hal tersebut bisa saja membahayakan pemerintah.

Pengaruh Kuota Ekspor dan Kuota Impor bagi Perdagangan internasional

Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai pengertian dan jenis dari kuota impor dan kuota ekspor, tidak ada salahnya jika Anda merangkum untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari kuota ekspor dan kuota impor tersebut bagi perdagangan internasional. Jika dilihat secara seksama dari uraian sebelumnya, kuota impor memiliki pengaruh yang positif untuk melindungi barang dalam negeri. Karena dengan adanya kuota impor, barang tidak dapat dengan mudah masuk ke suatu negara, melainkan harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang sudah ditentukan oleh masing-masing negara. Selain itu dengan adanya kuota impor, secara otomatis hal tersebut juga akan meminimalisir terjadinya defisit neraca pembayaran.

Diharapkan dengan adanya kuota impor, negara lebih berperan aktif untuk meningkatkan kualitas barang dalam negeri. Sehingga meskipun barang dari luar negeri dibatasi, produsen dalam negeri masih mampu memproduksi barang berkualitas sama dengan barang yang dihasilkan oleh luar negeri.

Sedangkan pengaruh kuota ekspor bagi perdagangan internasional adalah untuk menjaga kestabilan harga yang terjadi di dalam negeri. Bahwa meskipun ekspor barang dilakukan, kebutuhan barang dalam negeri tetap terpenuhi sehingga tidak ditemukan adanya permainan harga yang nantinya akan merugikan konsumen dalam negeri.