Setelah bukti transaksi masuk ke perusahaan, siklus akuntansi berikutnya adalah pembuatan jurnal umum. Apa fungsi jurnal umum, komponennya, dan bagaimana contoh transaksi yang melibatkan jurnal umum? Simak penjelasan berikut ini.

Fungsi Jurnal Umum

Setiap hari, perusahaan melakukan banyak transaksi, apalagi jika skala perusahaan tersebut sudah besar. Transaksi-transaksi tersebut tentu tak dibiarkan begitu saja, melainkan dicatat URUT sesuai dengan tanggalnya. Transaksi-transaksi tersebut juga tak boleh jika tidak dicatat walau hanya sehari dengan alasan LUPA.

Fungsi jurnal umum sama seperti buku harian. Bedanya, jika buku harian tidak wajib dibuat maka jurnal umum merupakan komponen wajib yang dibuat perusahaan dalam siklus akuntansi. Tanpa jurnal umum, perusahaan akan kesulitan melihat transaksi yang terjadi di waktu tertentu. Tanpa jurnal umum pula, perusahaan akan kesulitan untuk mengetahui transaksi apa sajakah yang sudah dilakukan.

Jurnal umum, bisa dikatakan sebagai jejak atau rekaman dari segala aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Jurnal umum ini wajib ada di semua perusahaan, baik itu perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur. Begitu pun untuk beragam skala, baik skala kecil, menengah, maupun besar.

Komponen dan Cara Pembuatan

Bentuk jurnal umum bisa dilihat melalui gambar di atas. Komponen-komponen yang wajib ada dalam pembuatan jurnal umum, yaitu:

- Nama Perusahaan

Paling atas sendiri diberi nama perusahaan, misalnya “Acanya Consultant” atau “Salon Edi.”

- Nama Jurnal

Di bawah nama perusahaan ditulis “Jurnal Umum” yang menyatakan bahwa catatan ini merupakan jurnal umum dari perusahaan tertentu.

- Waktu Pembuatan Jurnal

Adapun yang tidak kalah pentingnya adalah keterangan mengenai pembuatan jurnal, misalnya pada November atau Tahun 2012. Bila jurnal umum menyebutkan waktu “November” maka itu artinya transaksi yang ditulis di sana adalah semua transaksi dari tanggal 1 sampai dengan 30 November. Sementara itu, jika jurnal umum perusahaan menyatakan “Tahun 2012” itu artinya jurnal umum tersebut berisi transaksi dari 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012.

- Tanggal Transaksi

Selain periode pembuatan jurnal umum, penting untuk ditulis tanggal spesifik transaksi pada masing- masing kejadian. Untuk lebih jelasnya, coba lihat lagi gambar di atas. Dasar pencatatan tanggal transaksi adalah bukti transaksi. Tanggal transaksi yang ditulis pada jurnal umum harus sama dengan tanggal yang ada pada bukti transaksi. Kesalahan dalam menuliskan tanggal memang bisa diperbaiki dengan menggunakan jurnal penyesuaian, namun biasanya akan menimbulkan kecurigaan, apalagi saat ada audit.

- Perkiraan/Akun

Akun atau perkiraan merupakan penamaan transaksi yang digolongkan berdasarkan ciri-ciri yang sudah disepakati. Adapun nama-nama akun tersebut sudah memiliki standar yang sama antara perusahaan satu dengan yang lain. Sementara itu, mengenai jenis-jenis penamaan akun sudah ditetapkan pada Standar Akuntansi Keuangan. Perusahaan dan tak bisa seenaknya sendiri mengganti akun. Misalnya “Kas” diganti dengan nama “Piutang” atau sebaliknya.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, akun dibagi menjadi lima kelompok besar, yaitu:

i. Aktiva

Disebut dengan akun riil atau akun yang dalam laporan keuangan terletak pada NERACA. Disebut aktiva (aktiv) karena akun ini menghasilkan uang untuk perusahaan atau menambah nilai kekayaan perusahaan. Aktiva ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu kas, piutang usaha, perlengkapan, beban dibayar di muka, dan persediaan. Semakin kompleks skala usaha perusahaan, jenis-jenis aktiva yang dimiliki juga semakin banyak.

ii. Utang

Disebut juga dengan akun riil. Nama lain dari utang adalah pasiva (pasiv) karena akun ini mengurangi kekayaan perusahaan.

iii. Modal

Modal disebut juga dengan aktiva bersih atau nilai perusahaan yang sebenarnya. Nilai tersebut didapat dari semua aktiva dikurangi dengan semua kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan.

iv. Pendapatan

Akun pendapatan merupakan akun dari hasil kegiatan operasional perusahaan (kegiatan utama) yang menyebabkan kas masuk.

v. Beban

Beban merupakan segala sesuatu/usaha untuk menghasilkan pendapatan. Misalnya: Penerbitan, untuk menghasilkan buku diperlukan tenaga editor, designer grafis, pemasaran, dan bagian pabrik. Tanpa ketiga unsur tersebut, buku tak mungkin ada dan beredar di pasaran. Ketiga unsur itulah yang disebut dengan beban.

- Keterangan

Disebut juga dengan uraian yang menjelaskan secara singkat tentang transaksi yang terjadi, misalnya pada kolom keterangan tertulis “Saldo awal”, itu artinya jumlah uang yang ditulis pada jurnal umum tersebut merupakan saldo bulan/ periode lalu yang menjadi saldo awal bulan/ periode ini.

- Ref

Pada jurnal umum, kolom “ref” mengacu pada kode akun. Disebut dengan kode akun karena memang kode tersebut mewakili nama perkiraan/akun. Misalnya kode 1010 untuk Kas, 1020 untuk piutang, dan seterusnya. Adapun untuk pemakaian kode akun, SAK telah menetapkannya, yaitu:

1xxxx, untuk Aktiva
2xxxx, untuk Utang
3xxxx, untuk Modal
4xxxx, untuk Pendapatan
5xxxx, untuk Beban

- Masalah Debit dan Kredit

Ada lagi masalah krusial yang tidak boleh salah DARI AWAL. Dapat dikatakan kesalahan tersebut tidak boleh ada dan tidak dapat ditoleransi. Siklus akuntansilah namanya dan itu memang sangat krusial. Bisa dikatakan dari a sampai z, masalah akuntansi tak boleh salah WALAU hanya koma. Meskpipun yang salah hanya sedikit saja maka akan berakibat fatal “seumur hidup.” Itulah akuntansi, “kejam dan saklek.”

Masalah debit dan kredit biasa disebut dengan masalah saldo normal atau tempat yang seharusnya bagi akun saat ia bertambah atau berkurang. Berikut ini saldo normal pada masing-masing kelompok akun.

i. Aktiva, saldo normalnya adalah:

Saat bertambah, aktiva ditulis pada sisi debit.
Saat berkurang, aktiva ditulis pada sisi kredit.

ii. Utang, saldo normalnya adalah:

Saat bertambah, utang ditulis pada sisi kredit.
Saat berkurang, utang ditulis pada sisi debit.

iii. Modal, saldo normalnya adalah:

Saat bertambah, modal ditulis pada sisi kredit.
Saat berkurang, modal ditulis pada sisi debit.

iv. Pendapatan, saldo normalnya adalah:

Saat bertambah, pendapatan ditulis pada sisi kredit.
Saat berkurang, pendapatan ditulis pada sisi debit.

v. Beban, saldo normalnya adalah:

Saat bertambah, beban ditulis pada sisi debit.
Saat berkurang, beban ditulis pada sisi kredit.

Untuk mengenal lebih jelas maksud dari penjelasan di atas, mari kita menyimak contoh di bawah ini!

Contoh Transaksi pada Jurnal Umum

Berikut ini adalah contoh transaksi yang terjadi pada Salon Rangga selama November 2012.
1 November, Rangga membuka usaha salon dengan modal uang senilai Rp 10.000.000 dan peralatan salon senilai Rp 5.000.000.
3 November, Rangga mengeluarkan uang untuk biaya iklan sebesar Rp 4.000.000.
6 November, Rangga memperoleh klien hari itu senilai Rp 1.000.000.
9 November, Rangga mendapatkan uang dari hasil salon senilai Rp 2.500.000 pada hari itu.
15 November, Rangga mendapat borongan untuk merias mahasiswi wisuda, total senilai Rp 5.000.000.
20 November, Rangga mengambil uang perusahaan senilai Rp 500.000 untuk membeli pulsa.
23 November, Rangga berutang pada bank senilai Rp 20.000.000 untuk mengembangkan usahanya.
25 November, Rangga mendapatkan hasil salon senilai Rp 3.000.000 pada hari itu.
28 November, Rangga membayar upah pada dua karyawannya masing-masing sebesar Rp 2.000.000.
30 November, Rangga membayar listrik dan air senilai Rp 1.000.000 untuk bulan November.
Dari contoh transaksi sederhana tersebut, maka buatlah jurnal umumnya!

Jawaban:

Lihatlah jurnal umum di atas. Setiap transaksi yang masuk langsung dicatat pada jurnal umum. Bahasa “bukti transaksi” yang kurang praktis diubah menjadi bahasa yang praktis dan bisa dipahami siapa saja melalui jurnal umum. Saat pihak-pihak yang berkepentingan ingin mengecek transaksi tanggal 23 November misalnya, ia akan paham bahwa hanya dengan kata-kata “Kas” pada “Bank” yang ditulis dijurnal umum, artinya pada tanggal itu perusahaan berutang pada bank senilai Rp 20.000.000. begitu juga dengan transaksi yang lain.

Setelah melalui jurnal umum, tahap berikutnya adalah pemostingan transaksi ke dalam tiap-tiap akun. Tahap ini akan dibahas dalam artikel lain di website yang sama.