Anggota kingdom Animalia mempunyai banyak peran dan kegunaan di dalam kehidupan. Peran dan kegunaan ini sangat beraneka ragam. Apa saja peran dan kegunaannya itu? Mari simak semuanya dalam uraian berikut ini.

Peran Porifera bagi Kehidupan

Secara ekonomis, Porifera tidak mempunyai arti yang begitu penting. Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya spons yang dipakai untuk mandi dan pembersih kaca. Namun, bagi ekosistemnya, Porifera memiliki arti yang sangat penting.

Porifera menyediakan tempat bagi Cyanobacteria dan sebaliknya Cyanobacteria

menyuplai oksigen dan nutrien untuk Porifera. Porifera juga merupakan makanan bagi beberapa spesies ikan, kura-kura, dan Moluska. Beberapa spesies laut lainnya hidup di dalam saluran-saluran hewan Porifera sehingga mereka terlindungi dan mendapat suplai air.

Peran Coelenterata bagi Kehidupan

Ubur-ubur dapat dimanfaatkan sebagai tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi kosmetik. Di Jepang, selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur juga menjadi makanan. Selain membentuk ekosistem yang unik dan indah, keberadaan Coelenterata, terutama hewan koral juga menjaga pantai dari hempasan ombak yang menyebabkan terkikisnya garis pantai (abrasi).

Struktur jaringan dan kekerasan rangka Coelenterata menyebabkan hewan ini digunakan untuk cangkok tulang di berbagai rumah sakit. Pada jaringan tubuh Octocorallia, salah satu ordo Coelenterata, dijumpai adanya suatu bahan biokimia yang berasal dari proses metabolisme asam lemak. Bahan tersebut ternyata melindungi koral dari pemangsaan dan pertumbuhan organism lain. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bahan kimiawi tersebut dapat membunuh tumor pada manusia sehingga digunakan sebagai obat antikanker.

Peran Platyhelminthes bagi Kehidupan

Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab merupakan parasit pada manusia maupun hewan. Sistosomiasis (schistosomiasis) adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh infeksi cacing Trematoda darah dari kelompok Schistosomatidae (blood flukes).

Saat ini, lebih dari 200 juta penduduk dunia menderita sistosomiasis (di 76 negara).  Penyakit ini menduduki peringkat kedua penyakit terganas setelah malaria. Sistosomiasis membunuh sekitar 800.000 orang setiap tahunnya dan mengakibatkan infeksi terhadap hewan ternak. Hal itu menyebabkan kerugian ekonomi ratusan juta dolar.

Banyak pakar biologi mencari jalan untuk penanggulangan penyakit tersebut. Cara yang diambil di antaranya adalah mematikan cacing sebelum terjadinya peneluran, mengendalikan populasi siput air inang perantara, menahan pertumbuhan dan pematangan kelamin cacing dengan enzim pencernaan yang ampuh, dan mengganggu tempat pasangan cacing tersebut melaksanakan pembuahan dengan bahan kimia.

Cacing pita juga merupakan parasit bagi hewan maupun manusia. Diperkirakan, sebanyak 135 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi cacing pita ini. Namun, ada juga Platyhelminthes yang berguna bagi kehidupan, contohnya cacing pipih, yaitu Planaria yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikan.

Peran Annelida bagi Kehidupan

Pada umumnya Annelida tidak merugikan manusia, bahkan sebaliknya. Misalnya cacing palolo, Eunice viridis dan cacing wawo. Cacing palolo umum dimakan orang di Pulau Samoa dan Fiji.

Di Lombok, pada saat-saat tertentu juga terjadi kerumunan serupa cacing palolo yang melimpah memenuhi perairan pantai. Di Maluku, cacing serupa yang dinamakan laor juga muncul dalam jumlah besar sekitar pukul 20.00 - 22.00. Laor terdapat di pantai berkarang dan dijumpai di pulau-pulau Ambon, Saparua, Seram Barat, dan Banda.

Pheretima (cacing tanah) berguna untuk menyuburkan tanah. Cacing ini suka menelan tanah dan mengeluarkannya dalam bentuk butiran sehingga sangat menguntungkan petani. Lubang-lubang yang dibuat cacing tanah juga sangat membantu sirkulasi udara dan air tanah. Cacing ini juga dapat mengubah sampah menjadi senyawa organik yang berguna bagi kesuburan tanah.

Jenis Annelida tertentu dapat pula digunakan sebagai makanan ikan dan bahan obat tradisional. Cacing yang digunakan untuk makanan ikan dan bahan obat tradisional banyak dibudidayakan orang. Salah satu jenis cacing yang dibudidayakan orang adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus rubellus untuk obat dan cacing sutera (Tubifex) untuk pakan ikan yang banyak diperjual belikan dalam bentuk kering.

Namun, ada juga beberapa jenis Annelida yang mengganggu, misalnya lintah dan pacet  yang mengisap darah. Beberapa cacing tanah bahkan dapat menjadi inang perantara dari parasit.

Peran Moluska bagi Kehidupan

Hewan Moluska berguna sebagai bahan makanan yang mengandung protein. Di Amerika, Chiton merupakan makanan. Beberapa jenisnya yang berukuran besar bahkan dijadikan hidangan istimewa yang disebut sea beef.

Daging bekicot dikenal sebagai escargot di Italia dan Prancis. Kerang darah (Anadara

granosa), kerang bulu (A. antiquata), kerang hijau (Mytilus viridis), dan tiram bakau (Crassostrea cuculata) merupakan makanan laut lezat dan populer di Asia Tenggara, Jepang, Cina, Amerika Serikat, dan Eropa. Cumi-cumi, sotong, dan gurita adalah Moluska yang bernilai ekonomi tinggi karena mantelnya enak dimakan.

Moluska tidak hanya berguna sebagai sumber makanan saja. Kerang atau tiram juga bernilai ekonomi tinggi karena memproduksi mutiara yang berharga. Secara alami, mutiara dihasilkan oleh tiram mutiara karena gangguan benda asing yang menyelinap di antara cangkang dan mantel. Tapi sekarang, mutiara banyak dibuat secara buatan. Pinctada margaritifera dan P. maxima adalah spesies penghasil mutiara ini.

Di Indonesia telah diusahakan budidaya tiram semacam ini di Nusa Tenggara dan Maluku. Pusat pengembangan mutiara yang terkenal antara lain di Lombok, NTB, dan Kepulauan Banggai Sulawesi Tengah.

Cairan dalam kantung tinta sotong (Sephia culirata) juga digunakan sebagai tinta gambar yang dikenal dengan nama tinta cina. Selain berbagai keuntungan yang didapat dari anggota Moluska, ada juga beberapa anggota dari Moluska yang sering memakan sayuran budidaya sehingga merugikan manusia, misalnya keong mas.

Peran Echinodermata bagi Kehidupan

Echinodermata memiliki beragam manfaat bagi manusia. Beberapa spesies Echinodermata dapat dikonsumsi oleh manusia, antara lain dari kelas Echinoidea dan  Holoturoidea. Telur landak laut dikonsumsi manusia di berbagai Negara di dunia, terutama di Jepang.

Timun laut (teripang) juga dikonsumsi oleh manusia, terutama di Cina. Spesies timun laut ini diambil dan direbus dalam jumlah besar. Kemudian, dikeringkan dan dijadikan bahan makanan.

Bagi ekosistem, Echinodermata merupakan hewan yang memakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya sehingga dapat menjaga laut selalu bersih. Oleh karena itu, hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut atau pantai.

Beberapa spesies Echinodermata juga dapat menimbulkan kerugian bagi manusia maupun ekosistem di sekitarnya. Asteroidea mampu mengonsumsi polip koral pada terumbu karang, bila dalam jumlah besar dapat menimbulkan kerusakan dan pemutihan terumbu karang. Asteroidea juga merupakan predator utama tiram budidaya sehingga merugikan perekonomian para petani tiram. Beberapa jenis bintang laut juga ada yang memakan binatang karang.

Peran chordata bagi kehidupan

Chordata adalah hewan tingkat tinggi yang perannya cukup banyak. Peran tersebut di antaranya sebagai bahan makanan yang kaya akan protein. Mulai dari telur, susu, hingga dagingnya. Sebut saja ayam, ikan, sapi, kambing, dan masih banyak lagi.

Peran yang lainnya adalah sebagai sumber bahan obat. Misalnya saja bisa ular yang bisa dijadikan obat tertentu. Peran sebagai objek penelitian ilmiah juga tak kalah penting bagi kehidupan. Dan hal ini didapat dari banyak hewan-hewan chordata.