Kelangkaan berasal dari kata “langka” yang menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan Prof. Dr. J. S. Badudu dan Prof. Sutan M. Zain, berarti: jarang, sukar didapat, jarang ditemukan karena sangat sedikit. Jadi, dalam hal ini, kelangkaan bisa diartikan sebagai keadaan yang menunjukkan sukar didapatnya sesuatu hal karena jumlahnya yang terbatas.

Mengapa terjadi kelangkaan? Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya pertambahan penduduk , maka semakin banyak pula kebutuhan manusia. Kita semua menyadari bahwa manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diinginkannya sehingga dikatakan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas. Sementara itu, barang atau sumber daya yang diperlukan jumlahnya tetap sehingga sumber daya dikatakan terbatas. Keterbatasan jumlah sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan.
Ada beberapa macam kelangkaan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, misalnya kelangkaan sumber daya alam, sumber daya tenaga kerja, sumber daya pengusaha, dan lain-lain.

Macam-Macam Kelangkaan

Kelangkaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup yang tersedia di alam. Sumber daya alam dapat berupa tanah, air, tumbuhan, kekayaan alam, seperti minyak bumi, batu bara, emas, dan lain-lain.

a. Tanah

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka tanah akan terasa semakin sempit. Hal ini bisa terlihat dari semakin sulitnya didapat lahan atau tanah yang kosong. Tanah-tanah kosong lama kelamaan akan berubah menjadi pemukiman penduduk. Coba perhatikan di daerah perkotaan. Pemukiman penduduk sudah semakin rapat, bahkan sudah jarang ditemui tanah yang digunakan untuk penghijauan. Hal itu mengakibatkan lingkungan menjadi kumuh dan kotor. Selain itu, kelangkaan tanah dibuktikan dengan mahalnya harga tanah. Bagaimana cara mengatasi kelangkaan tanah tersebut? Sementara, luas tanah tidak akan bertambah.

b. Air

Air merupakan sumber daya alam yang bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa harus membelinya. Namun, ketika musim kemarau tiba, air menjadi sesuatu yang langka dan untuk mendapatkannya harus dibayar dengan uang atau pengorbanan. Pada musim kemarau, kelangkaan terjadi karena tidak ada curah hujan dan semakin sempitnya tanah sehingga semakin sedikit air yang diserap oleh tanah. Selain itu, karena eksploitasi alam secara besar-besaran, contohnya dengan menebang pohon secara besar-besaran yang menyebabkan semakin sedikit jumlah tumbuhan. Semetara, tumbuhan dapat menyerap air dan menyimpannya di dalam tanah. Dengan demikian, sumber air bersih sangat langka.

Dengan langkanya sumber air, maka air menjadi sesuatu yang berharga mahal. Seperti yang dialami saat ini, di daerah yang sulit mendapatkan air bersih, untuk mendapatkan air bersih dengan cara membelinya. Sungguh sangat menyedihkan. Betapa tidak, Tuhan menciptakan air di alam untuk dipergunakan oleh makhluk hidup dan pada zaman dulu air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Artinya, tidak akan habis terpakai. Namun, apa yang terjadi sekarang? Kita harus membelinya untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Apa yang harus manusia lakukan agar ketersediaan air kembali banyak seperti dulu?
Kelangkaan air juga disebabkan oleh adanya pencemaran air. Pencemaran air disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti limbah rumah tangga, limbah industri, pertanian, pertambangan, dan lain-lain.

c. Kekayaan alam

Kekayaan alam bisa berupa minyak bumi, batu bara, emas, panas bumi, dan lain-lain. Kekayaan ini sifatnya tidak dapat diperbaharui. Artinya, keberadaannya akan habis jika dipakai secara terus menerus.

Baru-baru ini, di Indonesia terjadi kelangkaan gas dan minyak tanah. Hampir seluruh pulau di Indonesia mengalaminya. Akibat dari kelangkaan minyak tanah dan gas tersebut adalah harganya menjadi melambung tinggi. Dan semua orang rela mengorbankan uang untuk mendapatkannya guna memenuhi kebutuhan.

Salah satu penyebab naiknya harga minyak tanah dikarenakan penarikan minyak tanah bersubsidi dan peralihan dari minyak tanah ke gas elpiji sebagai bahan bakar. Selain minyak tanah yang mengalami kelangkaan, gas elpiji pun mengalami kelangkaan baru-baru ini. Pasokan elpiji dari pertamina yang terhenti. Hal ini menggambarkan ketidaksiapan pemerintah dalam melaksanakan program konversi minyak tanah ke elpiji. Karena pemerintah sendiri yang menggalakkan pemindahan bahan bakar dari minyak tanah beralih ke gas elpiji dengan membagikan kompor dan tabung gas gratis kepada masyarakat, sedangkan ketersediaan gas elpiji di masyarakat menjadi sulit.

Kelangkaan terjadi baik minyak tanah maupun gas elpiji juga dapat terjadi karena ada campur tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti contoh pada saat pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan BBM, maka orang yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan dengan tujuan dia bias menjualnya kembali pasa saat harganya sudah naik sehingga mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, akibat tindakan orang tersebut akan merugikan banyak pihak.

Kelangkaan Tenaga Kerja

Pengertian kelangkaan tenaga kerja di sini bukan tidak ada manusia yang bisa menjadi tenaga kerja. Namun, yang dimaksud adalah tenaga kerja yang memiliki kehlian dan potensial yang tinggi yang diperlukan dalam bidang usaha.
Walaupun jumlah penduduk semakin meningkat, namun manusia yang memiliki skill atau keahlian tertentu sangat sulit didapat pada zaman sekarang ini. Tenaga kerja memang banyak, bahkan semakin banyak pengangguran, tapi jarang sekali di antara mereka yang memiliki skill yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan.

Bagaimana cara mengatasi kelangkaan tenaga kerja tersebut? Caanya dengan meningkatkan kemampuan, potensial, keahlian, kreativitas, dan keinginan untuk belajar dari diri manusia itu sendiri. Jika manusia mau belajar, pasti dia akan memiliki potensi yang baik yang akan dibutuhkan oleh banyak instansi.

Kelangkaan Lapangan Pekerjaan

Kelangkaan lapangan pekerjaan bisa terjadi karena ketidakseimbangan jumlah tenaga kerja dengan jumlah jumlah lapangan kerja yang relatif sedikit, sedangkan jumlah penduduk terus meningkat setiap tahunnya.

Terjadinya kelangkaan lapangan kerja menyebabkan sebagian anggota masyarakat menganggur dan ini berdampak pada ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara itu, kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi karena jika tidak terpenuhi, kelangsungan hidup akan terputus. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam sebuah keluarga, maka para wanita yang tadinya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga ikut terjun mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dan tidak sedikit bahkan anak-anak pun ikut mencari uang guna membantu orang tuanya untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Untuk mengatasi masalah kelangkaan lapangan kerja ini adalah tugas pemerintah dan masyarakat. Pemerintah seharusnya mengupayakan bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dalam berbagai aspek sehingga dapat menampung para tenaga kerja yang masih menganggur. Sementara, masyarakat sebagai tenaga kerja, harus bisa mengupayakan bagaimana caranya meningkatkan kualitas, keahlian, dan potensi yang dimilikinya supaya menjadi tenaga kerja yang produktif.
Pemerintah telah menggalakkan program usaha kecil untuk rakyat. Dengan modal hasil pinjaman dari pemeriintah melalui bank, diharapkan masyarakat bisa membuka atau menciptakan suatu lapangan kerja dalam bidanng tertentu, yang nantinya akan membutuhkan tenaga kerja sehingga jumlah pengangguran akan berkurang.

Kelangkaan Pengusaha

Sejak terjadinya krisis ekonomi secara global, banyak para pengusaha yang gulung tikar atau bangkrut. Demikian terjadilah kelangkaan pengusaha. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pengusaha, di antaranya ketersediaan bahan baku, keterbatasan modal, berkurangnya target pemasaran, atau semakin banyaknya persaingan.

Sebagai contoh, pengusaha tempe dan tahu baru-baru ini melakukan demonstrasi mogok produksi yang disebabkan oleh naiknya harga kacang kedelai sebagai bahan baku. Dengan meningkatnya harga bahan baku, sementara harga jualnya tetap, akan mengakibatkan para pengusaha mengalami kerugian dan akhirnya akan gulung tikar. Kejadian ini akan berpengaruih terhadap kelangkaan lapangan kerja. Jika sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan dan akhirnya harus menutup perusahaannya, otomatis para tenaga kerjanya pun harus diberhentikan dan mereka kehilangan pekerjaan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk mengatasi kelangkaan pengusaha, bisa dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan pinjaman modal kepada pengusaha yang mengalami kesulitan dana sehingga usahanya masih tetap dapat berproduksi. Hal itu menyebabkan jumlah pengangguran pun tidak akan bertambah lagi.