Untuk Anda yang sedang belajar tentang perekonomian terbuka, pemahaman mengenai perdagangan internasional merupakan hal yang wajib. Perdagangan internasional adalah suatu bentuk kerjasama perdagangan antarnegara dalam memenuhi barang ataupun jasa yang mereka butuhkan. Dalam proses perdagangan internasional tersebut terjadi keterkaitan antarnegara sehingga terkadang dapat berdampak positif atau negatif bagi kelangsungan negara masing-masing.

Oleh karena itu untuk mengatur jalannya perdagangan internasional yang semakin berkembang seperti saat ini, diperlukan sebuah kebijakan perdagangan internasional. Kebijakan perdagangan internasional tersebut salah satunya dibutuhkan untuk melindungi kelangsungan produsen dalam negeri. Kondisi tersebut terjadi karena dengan semakin berkembangnya perdagangan internasional, secara otomatis persaingan antara produksi dalam negeri dan produksi negara asing akan terjadi. Kebijakan pun dibutuhakn untuk melindungi berbagai barang produksi dalam negeri dari gempuran barang luar negeri.

Macam-macam Kebijakan Perdagangan Internasional

Sebagai upaya melindungi produk dalam negeri dari pengaruh buruk perdagangan internasional, beberapa kebijakan pun diberlakukan. Antara lain:

1. Penetapan Tarif

Dalam perdagangan internasional tarif diartikan sebagai suatu biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen yang melakukan perdagangan internasional. Kebijakan tarif dalam perdagangan internasional itu sendiri terdiri dari tarif ekspor, tarif transito, dan tarif impor. Seluruh kebijakan tarif tersebut mempunyai pengaruh yang cukup signifikan bagi perdagangan internasional

  1. Tarif ekspor

    Tarif ekspor dalam perdagangan internasional merupakan suatu biaya yang dikenakan untuk setiap barang yang akan diekspor. Dengan adanya tarif ekspor, secara otomatis barang yang akan diekspor memiliki harga jauh lebih tinggi. Sehingga, melihat kondisi tersebut, pihak pemerintah, terutama pemerintah Indonesia mengenakan tarif ekspor sebesar 0%. Dengan pengenaan tarif ekspor sebanyak 0%. Dengan penerapan tariff ekspor yang 0% tersebut pemerintah berharap agar produsen dalam negeri semakin terpacu untuk mengekspor barang. Sehingga secara tidak langsung ketika ekspor barang meningkat, hal tersebut akan berpengaruh pada naiknya penerimaan devisa negara.

    Dengan kenaikan cadangan devisa tersebut, secara tidak langsung suatu negara akan memiliki kekuatan  ekonomi, selain itu sebuah negara juga akan lebih dipercaya oleh negara asing.

    Dari sini bisa dilihat dua macam sisi positif dan negatif dari pengenaan tarif 0% pada tarif ekspor. Di satu sisi, negara pengekspor dapat mengekspor barang dengan harga yang lebih murah sehingga barang tersebut akan mampu bersaing di pasaran internasional. Sedangkan bagi negara asing, adanya pengenaan tarif ekspor sebesar 0% untuk barang yang sama bisa mengancam kelangsungan barang dalam negeri. Untuk jenis barang yang berbeda hal itu bisa semakin menguntungkan karena mampu mendapatkan harga yang jauh lebih murah.
     
  2. Tarif transito

    Tarif transito merupakan pengenaan tarif pada suatu negara yang dilalui sebelum barang mencapai negara yang dituju. Sebagai contoh pengenaan tarif transito tersebut biasa terjadi pada negara Singapura. Tarif transito secara otomatis akan menaikkan harga barang.
     
  3. Tarif impor

    Tarif impor merupakan suatu tarif yang dikenakan pada barang yang diimpor. Tujuan dari pengenaan tarif impor adalah untuk melindungi produksi barang dalam negeri. Dengan adanya pengenaan tarif tersebut, secara otomatis harga barang akan jauh lebih tinggi sehingga barang dalam negeri tetap mampu bersaing dengan produsen asing. Selain itu manfaat dari pengenaan tarif impor adalah untuk melindungi neraca pembayaran pemerintah. Hal tersebut terjadi ketika berkurangnya konsumsi barang impor.

    Dalam hal ini pengenaan tarif impor tidak hanya bermanfaat bagi produsen dalam negeri melainkan juga memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi kelangsungan neraca pembayaran pemerintah.

2. Kuota

Dalam perdagangan internasional, kuota merupakan pembatasan terhadap jumlah barang ekspor maupun jumlah barang impor. Tujuan dari pengenaan kuota tersebut hampir sama dengan pengenaan tarif yaitu untuk melindungi kelangsungan produk dalam negeri. Kondisi yang terjadi ketika suatu barang yang masuk pada suatu negara tidak dibatas kuota adalah membanjirnya produk luar negeri. Akibatnya, barang dalam negeri akan berada dalam kondisi bahaya. Produk dalam negeri diserang secara besar-besaran.

Berbicara mengenai kebijakan kuota itu sendiri, kuota dapat dibagi menjadi kuota impor dan kuota ekspor.

  1. Kuota impor

    Kuota impor merupakan pembatasan barang yang dilakukan pada barang impor atau barang yang masuk pada suatu negara. Tujuan dari kebijakan kuota impor adalah untuk melindungi produsen barang dalam negeri. Karena dengan adanya kuota impor tersebut, barang yang masuk ke dalam negeri akan lebih mahal sehingga tidak mematikan produk dalam negeri. Selain itu pemberlakuan kuota impor juga akan berpengaruh terhadap kelangsungan neraca pembayaran. Adanya kuota impor secara otomatis akan membuat harga barang jauh lebih tinggi sehingga akan mengurangi keinginan konsumen untuk membeli barang-barang tersebut. Pada akhirnya konsumsi terhadap barang kiriman dari luar negeri akan berkurang.

    Sedangkan kuota impor itu sendiri dipecah menjadi 4 jenis yang meliputi:
    • Absolute atau unilateral quota

      Pada kebijakan kuota jenis ini pembatasan barang yang masuk pada suatu negara mutlak dilakukan hanya dari negara penerima. Sehingga luar negeri tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam penentuan kuota impor. Kebijakan dari kuota yang sepihak ini terkadang menyebabkan permasalahan antarnegara yang saling berhubungan.
       
    • Negotiated atau bilateral quota

      Sedangkan kebijakan kuota yang kedua ini adalah kebijakan yang berlawanan dengan kebijakan kuota yang pertama, yaitu kebijakan kuota dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak.
       
    • Tariff quota

      Jenis kebijakan kuota ini adalah menggabungkan antara tarif dan kuota. Jumlah barang bisa ditambah, dengan ketentuan tambahan barang akan dikenai tarif yang lebih tinggi.
       
    • Mixing quota

      Kebijakan yang terakhir ini adalah memberikan pembatasan terhadap impor bahan mentah yang digunakan untuk produksi barang jadi. Kebijakan tersebut dilakukan agar tidak terjadi kebergantungan dengan negara asing sehingga ada semangat dari dalam negeri untuk mampu membuat bahan mentah sendiri. Karena jika dalam negeri tidak mampu menciptakan produknya sendiri untuk jangka panjang, dan sewaktu-waktu produsen barang mentah tersebut menaikkan harganya, produsen dalam negeri tidak mempunyai pilihan lain selain tetap mengimpor bahan mentah.
       
  2. Kuota ekspor

    Kebijakan kuota ekspor salah satunya dilakukan untuk menjaga kestabilan harga barang. Kondisi tersebut dirasa perlu karena jika terlalu banyak barang yang diekspor besar kemungkinan akan terjadi kekurangan barang di dalam negeri. Dan kondisi tersebut akan menyebabkan ketidakstabilan harga yang dikarenakan lebih banyaknya permintaan barang dari pada penawaran barang. Bisa dibayangkan ketika stok barang di dalam negeri berkurang hanya karena komposisi ekspor yang berlebihan, permainan harga akan sangat mungkin terjadi.

3. Subsidi

Kebijakan subsidi dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi harga barang dalam negeri. Sehingga produsen dalam negeri tetap bisa bersaing dengan barang luar negeri. Karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan barang luar negeri.

Dampak Positif dan Negatif Kebijakan Perdagangan Internasional

Dari beragam pemaparan mengenai kebijakan perdagangan internasional, bisa diambil simpulan bahwa banyak dampak positif yang diperoleh dari kebijakan perdagangan internasioanl terutama untuk melindungi produk dalam negeri dari serangan produk asing.

Sedangkan dampak negatif dari kebijakan tersebut adalah akan merugikan negara asing karena harga barang yang dijual akan mengalami kenaikan yang berakibat pada tidak lakunya barang produksi mereka.

Sebuah kebijakan pastinya sudah dipikirkan secara matang. Bahwa kebijakan selalu memiliki dua sisi, negatif atau positif. Menguntungkan atau merugikan. Sebagai pihak yang berpikir, pintar-pintar memanfaatkan kebijakan adalah salah satu jalan keluar yang bisa dilakukan.