Al-Quran menyimpan banyak rahasia dan keajaiban yang seringkali tak bisa dipikirkan dengan akal sehat. Ya itulah mukjizat tak hanya dipikirkan, namun perlu diyakini dengan keimanan. Tak hanya berbicara soal bagaimana asal mula terciptanya alam semesta dan bagaimana Kiamat akan datang kelak, tapi tahukah anda tentang keajaiban ilmu matematika dalam Al-Quran?
 
Hal ini mungkin tak banyak diketahui orang. Bahkan sempat dikira jika Al-Quran adalah sebuah karangan Nabi Muhammad Saw, padahal sudah dijelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki sifat ummi artinya tak bisa membaca dan memulis sehingga sudah pasti Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan ke bumi melalui perantara nabi Muhammad Saw. 
 
Berbicara mengenai keajaiban ilmu matematika dalam Al-Quran berarti membicarakan sebuah kepastian. Dan sebenarnya semua hal yang dceritakan dalam Al-Quran adalah sesuatu yang pasti dan akan terjadi sekarang atau nanti, seperti datangnya hari Kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi meskipun sampai saat ini tak ada satupun manusia yang mengetahuinya. 
 
Matematika sendiri merupakan bagian dari ilmu sains yang termasuk cabang ilmu pengetahuan ketika logika diutamakan dan sangat prinsipil yang memntingkan kebenaran, maka ilmu matematika sering dikenal sebagai ilmu pasti.
 
Matematika sangat berkaitan erat dengan Al-Quran. Mengapa demikian? Karena semua yang terjadi di dunia ini sekarang melalui perhitungan sehingga semuanya bisa berjalan secara seimbang dan tidak berbenturan. Bagaimana bumi berputar mengelilingi matahari, bagaimana bulan berputar mengelilingi bumi semua ada hitungannya sehingga semua berputar sesuai waktu yang telah ditentukan berdasarkan ilmu matematika dan fisika. 
 
Begitu pula dengan frekuensi penyebutan kata malaikat dengan setan, kebaikan dengan keburukan semuanya berdasarkan perhitungan yang mungkin kita tidak pernah mengerti bagaimana cara menghitungnya.
 
Jumlah penyebutan beberapa kata penting dalam Al-Quran dan fenomena ilmu matematika ditunjukkan dengan adanya penyebutan kata syahr/bulan yang disebut sebanyak 12 kali. Semua itu menunjukkan bahwa jumlah bulan dalam satu tahun ada 12 bulan. Adapun untuk kata yaum/hari juga disebutkan sebanyak 365 kali. Dengan demikian, tercatat jumlah hari dalam satu tahun sebanyak 365 hari. Inilah yang akhirnya kita pelajari dalam ilmu matematika di sekolah.
 
Begitu pun dengan penyebutan kata lautan yang disebutkan sebanyak 32 kali, daratan 13 kali dan jika dijumlahkan keduanya berjumlah 45 sehingga akan diperoleh rumus perhitungan: (32/45) x 100% = 71.1%. Dengan begitu, kita bisa simpulkan bahwa jumlah wilayah perairan di bumi sebanyak 71% lautan dan sisanya adalah daratan sebanyak 28.9%. Jika masih penasaran dan ingin dihitung maka akan diperoleh rumus sebagai berikut
(13/45) x 100% = 28,9%
Bahkan seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei mengatakan bahwa matematika merupakan bahasa Tuhan dalam menciptakan alam semesta dan segala isinya.
 
Berikut ini bukti keajaiban ilmu matematika dalam Al-Quran dijelaskan dalam Q.S Attaubah ayat 28,
Artinya: "Tuhan menciptakan sesuatu dengan hitungan teliti.” 
Hal ini berarti jelas bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini berdasarkan perhitungan dan bukan dengan asal-asalan. Begitupun dengan semua amal-amalan yang kita lakukan setiap hari serta dosa-dosa yang kita lakukan semua dihitung secara teliti.
“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (QS Maryam: 93-94).
Semoga ulasan mengenai keajaiban ilmu matematika dalam Al-Quran ini bisa bermanfaat.
Loading...