Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum. Iklan merupakan berita pesanan seseorang, lembaga, atau perusahaan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.

Iklan dapat ditemukan di hampir media massa cetak maupun elektronik. Bahkan, ada media cetak yang khusus berisi iklan. Hal tersebut menunjukkan bahwa iklan sudah menjadi kebutuhan bagi seseorang, lembaga, atau perusahaan dalam mempromosikan barang atau jasa yang dimilikinya. Iklan terbagi atas bermacam-macam jenis, misalnya iklan baris, iklan kolom, dan iklan keluarga.

Iklan yang ditulis di media massa termasuk ke dalam teks persuasif, yaitu teks yang bersifat ajakan. Dalam iklan komersil, teks yang ditulis biasanya menggiring pembaca untuk menilai bahwa barang atau jasa yang diiklankan tersebut bagus dan layak dibeli. Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa di dalam iklan terdapat teks yang bersifat fakta dan opini.

Membedakan Kalimat Fakta dan Opini dalam Iklan

Fakta adalah peristiwa atau keadaan yang benar-benar terjadi, sesuai kenyataan, dan dapat dibuktikan dengan bukti-bukti yang mendukung. Sedangkan opini adalah pendapat atau pikiran seseorang terhadap suatu hal. Opini belum tentu merupakan sebuah fakta, kecuali dapat dibuktikan secara akurat.

Untuk dapat membedakan fakta dan opini di dalam teks iklan, perlu diperhatikan contoh iklan berikut:

Dijual telepon seluler (ponsel) merek ABC tipe 123. Lengkap dengan aksesori: charger, kabel data, dan buku petunjuk. Warna hitam. Kondisi mulus, suara jernih, dan baterai tahan lama.

Berdasarkan teks iklan singkat di atas, dapat dibedakan antara kalimat fakta dan kalimat opini. Kalimat fakta pada iklan tersebut berupa nama benda yang dijual (ponsel), merek ponsel yang dijual, warna ponsel yang dijual, dan aksesori yang dijual. Komponen tersebut merupakan fakta karena ditulis apa adanya, sesuai dengan kenyataan.

Sedangkan teks yang menjelaskan kondisi ponsel yang masih mulus, suara jernih, dan baterai tahan lama merupakan kalimat opini karena kondisi tersebut masih bersifat relatif. Ukuran mulus tentu sangat bergantung pada orang yang menilai, begitu juga kejernihan suara ponsel dan ukuran tahan lama baterai.

Selain iklan komersil tersebut, perlu dicermati pula teks lain pada iklan nonkomersil berikut:

Selamat atas dilantiknya Bapak Abdur, M.Si. sebagai Bupati Jayabaya pada Senin, 13 Agustus 2012. Semoga senantiasa amanah dalam menjalankan tugas.

Pada teks iklan yang berisi ucapan selamat tersebut terdapat teks yang merupakan fakta dan opini. Di dalam iklan tersebut, fakta meliputi nama bupati yang dilantik (Bapak Abdur, M.Si.), jabatan sebagai bupati, dan waktu pelantikan. Hal tersebut merupakan fakta karena berhubungan dengan nama diri seseorang dan juga kenyataan sesungguhnya.

Sedangkan kalimat “semoga senantiasa amanah dalam menjalankan tugas” merupakan kalimat opini karena merupakan pendapat pribadi pemasang iklan yang belum tentu dapat dibuktikan secara akurat bahwa bupati tersebut dapat amanah dalam menjalankan tugas.

Berdasarkan contoh tersebut, perlu dipahami bahwa teks di dalam iklan memuat opini dan fakta. Oleh karena itu, suatu teks iklan perlu dicermati dengan baik agar tidak menjebak si pembaca iklan tersebut.