Secara bentuk, prosa dibagi menjadi dua, yaitu prosa fiksi dan prosa non-fiksi. Prosa fiksi adalah prosa yang isinya lebih menekankan pada unsur-unsur khayalan (imajinasi) dan unsur subjektivitas pengarangnya. Contohnya adalah roman, novel, novelet, cerpen, dan sebagainya. Sedangkan prosa non-fiksi adalah prosa yang lebih menekankan pada pada unsur objektivitas sesuai dengan fakta dan realitas. Contohnya adalah essai, kritik, biografi, autobiografi, sejarah, memoar, catatan harian, dan surat-surat. Berdasarkan zaman, prosa dibagi atas prosa lama dan prosa baru

Prosa Lama

Prosa lama adalah prosa yang lahir dan hidup dalam masyarakat lama Indonesia, yakni masyarakat yang masih sederhana dan masih terikat atau terkungkung oleh adat-sitiadat. Karya yang dihasilkan selalu berisikan hal-hal yang bersifat moral, pendidikan, nasehat, adat, dan ajaran agama. Cara penulisannya juga terikat oleh aturan-aturan klasik. Adapun ciri-ciri sastra lama yaitu:

  • Sangat terikat oleh aturan dan kebiasaan adat-istiadat.
  • Anonim (tanpa pengarang) atau tidak berani mengemukakan keaslian pengarangnya. Dalam karyanya, para pengarang sastra lama jarang mau mencantumkan nama aslinya, bahkan tidak memakai nama sama sekali.
  • Tema dan isi cerita berkisar pada perjuangan dan perbedaan antara sifat baik dan buruk.
  • Istana sentris, yaitu berkisar pada kehidupan lingkungan istana. Misalnya menceritakan raja dan keluarganya, kepahlawanan, para putri jelita, pangeran yang tampan dan gagah berani atau raja yang zholim.

Bentuk-bentuk prosa lama di antaranya adalah:

Dongeng

Dongeng adalah bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dengan penuh khayalan. Kejadian tersebut terkadang tidak masuk akal dan sulit dipercaya kebenarannya. Isi cerita dongeng biasanya tentang dewa-dewa, peri-peri, putri cantik, pangeran gagah, cerita binatang, dan lain-lain. Fungsi dongeng hanya sebagai penghibur hati, sehingga juga disebut sebagai cerita pelipur lara.

Dongeng juga memiliki cerita yang bermacam-macam. Bentuk-bentuk dongeng di antaranya adalah mite, sage, fabel, dan legenda. Mite adalah bentuk dongeng yang ceritanya berisikan tentang hal-hal yang ghaib. Contohnya adalah cerita Nyi Roro Kidul, Dongeng Jaka Tarub dan Bidadari, Dongeng Dewa Ruci, dan lain-lain. Sage adalah bentuk dongeng tentang kepahlawanan, keperkasaan, kesaktian pangeran atau tokoh-tokoh tertentu. Contohnya adalah Dongeng Kesaktian Hang Tuah, Kesaktian, Patih Gadjah Mada, Kesaktian Untung Surapati, dan sebagainya.

Fabel

adalah dongeng tentang binatang yang bisa berbicara dan bertingkah laku seperti manusia. Contoh fabel di antaranya adalah dongeng Si Kancil yang Cerdik, Dongeng Kura-Kura, Buaya Putih, Dalilah dan Daminah. Legenda adalah dongeng tentang  suatu keajaiban alam, tentang asal-usul suatu tempat, nama daerah yang terkadang mengandung sedikit unsur sejarah. Contohnya adalah Tangkuban Perahu, Candi Borobudur, Batu Malin Kundang, Terjadinya Candi Mendut, Asal-Usul Danau Toba, dan masih banyak yang lainnya.

Hikayat

Hikayat berasal dari bahasa Arab, yang artinya cerita. Hikayat adalah bentuk sastra lama yang berisikan cerita kehidupan raja-raja atau bangsawan yang memiliki kekuatan luar biasa. Kesaktian dan kekuatan yang dimiliki dalam hikayat terkadang tidak masuk akal. Biasanya hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh yang ada dalam sejarah.

Zaman dahulu, hikayat diceritakan oleh tukang cerita yang disebut “pelipur lara”. Pelipur lara pandai memikat hati pendengar, pandai melihat dan menyesuaikan cerita dengan suasana yang terjadi. Beberapa contoh hikayat adalah Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Kuda Terbang, Hikayat Batu Bertuah, dan lain-lain.

Kisah

Kisahadalah karya sastra lama yang berisikan tentang perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Beberapa contoh kisah yang terdapat dalam karya sastra lama adalah kisah Perjalan Abdullah ke Negeri Kelantan dan kisah Abdullah ke Jeddah.

Bidal

Masyarakat lama kita biasanya tidak suka atau jarang jika berbicara dengan seseorang secara terus terang. Mereka suka menggunakan bahasa kiasan. Cara berbicara yang selalu menggunakan kata-kata kiasan disebut dengan bidal. Bidal juga terdiri atas beberapa macam, di antaranya adalah pepatah, tamsil, kiasan, perumpamaan, dan pemeo.

  1. Pepatah, adalah suatu pribahasa yang menggunakan bahasa kias dengan maksud mematahkan ucapan orang lain atau untuk menasehati orang lain.
    Contohnya:
    • malu bertanya sesat di jalan
    • Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna.
  2. Tamsil, sama dengan ibarat. Tamsil adalah pribahasa yang berusaha memberikan suatu penjelasan tentang apa yang diumpamakan kepada orang lain. Orang menggunakan tamsil dengan tujuan agar menasehati, menyindir, atau memperingatkan seseorang.
    Contohnya:
    • tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.
    • Keras-keras kersik, kena air lembut juga.
    • Ibarat bunga, segar dipakai lalu dibuang.
    • Sepantun lebah, meramu rumah sendiri.
    • Ibarat tebu, habis manis sepah dibuang.
  3. Kiasan; dalam kehidupan sehari-hari orang suka menggunakan suatu ungkapan tertentu untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya kepada seseorang karena sifat, karakter, atau keadaan tubuh seseorang. Kata yang digunakan itu disebut sebagai bahasa kiasan.
    Contohnya:
    • Makan tangan: artinya memperoleh keberuntungan yang besar.
    • Buah hati: artinya kekasih, orang yang paling dicintai
    • Menggigit jari: artinya kecewa, tidak mendapatkan hasil.
    • Otaknya beku: artinya bodoh, tidak bisa berpkir lagi.
    • Menjual suara: artinya mencari penghidupan dengan cara menyanyi.
    • Kupu-kupu malam: artinya pelacur, tuna susila.
    • Besar mulut: artinya banyak bicara, namun tidak bermanfaat.
    • Keras kepala: artinya egois, tidak pernah mau mengalah, suka menang sendiri.
  4. Perumpamaan, adalah suatu pribahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menggunakan sesuatu dengan cara membandingkan tingkah laku manusia dengan keadaan alam atau benda-benda sekitar.
    Contohnya:
    • Bagai ular melata di tempat licin.
    • Seperti anjing makan tulang.
    • Bak panas mengandung hujan.
  5. Pemeo, adalah pribahasa yang digunakan orang untuk berolok-olok, menyindir, atau mengejek seseorang.
    Contohnya:
    • Lagak Padang, orang Betawi. Maksudnya berlagak seperti orang Padang, padahal dia orang Betawi, atau orang Betawi yang berlagak seperti orang Padang.
    • Bual anak Deli: maksudnya adalah membualnya anak-anak daerah Deli yang terus menerus, tetapi tidak bermakna.

Prosa Baru

Prosa baru adalah prosa yang mengalami pembaruan dari aturan prosa lama yang terikat. Pengarang prosa baru bersifat terbuka dan menerima pengaruh luar. Pengaruh luar paling kuat yang mempengaruhi kehidupan sastra dan sastrawan Indonesia adalah Eropa. Dengan sifat masyarakatnya yang terbuka dan dinamis, karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat  baru Indonesia waktu itu mulai fleksibel dan bersifat universal.

Secara umum, ciri khas prosa baru adalah sebagai berikut,

  • Masyarakat sentris, artinya cerita yang diungkapkan sering didasarkan pada kenyataan hidup sehari-hari. Pengarang tidak mengambil cerita berasal dari kehidupan istana seperti karya sastra lama.
  • Selau berubah dan berkembang secara dinamis. Masyarakat baru mulai terbuka menerima pengaruh luar. Mereka hidup mengikuti perkembangan zaman.
  • Tidak begitu terikat oleh aturan sastra klasik.
  • Mulai dipublikasikan secara luas dan memperkenalkan nama pengarangnya. 

Bentuk-bentuk prosa baru di antaranya sebagai berikut.

Roman

Roman adalah betuk prosa baru yang berisikan tentang kehidupan manusia yang dilukiskan secara rinci dan detail. Biasanya mulai dari kecil hingga dewasa, bahkan sampai meninggal dunia. Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi atas roman sejarah, roman sosial, roman jiwa, roman tendens, roman percintaan, dan roman detektif.

Roman sejarah adalah roman yang ceritanya berasal dari sejarah. Sejarah tersebut bisa dibuktikan kebenarannya. Contohnya adalah Hulubalang Raja karya Nur Sutan Iskandar, Pangeran Kornel karya Abdul Muis. Roman sosial adalah roman yang isinya tentang peristiwa-peristiwa sosial atau masyarakat sehari-hari. Contoh roman sosial adalah Sengsara Membawa Nikmat karya Sutan Sati, Kalau Tak Untung karya Selasih, dan Sukreni Gadis Bali karya Panjdi Tisna.

Roman jiwa disebut juga roman psikologis, yaitu roman yang mengandung kisah-kisah berkaitan psikologis atau masalah jiwa. Misalnya Azab dan Sengsara karya Merari Siregar, Atheis karta Kartahadimadja, Belenggu karya Armin Pane, Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk karya Hamka. Roman tendens adalah roman adat, yakni roman yang memuat cerita mengenai masalah adat-istiadat. Roman adat erat kaitannya dengan roman jiwa karena selalu menimbulkan konflik akibat adat yang mengekang. Masalah kawin paksa paling banyak dikemukakan pengarang pada saat itu. Contohnya adalah Siti Nurbaya karya Marah Rusli, Salah Asuhan karya Abdul Muis, Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana.

Roman percintaan adalah roman yang menceritakan kisah percintaan pria dengan wanita. Contoh roman percintaan adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka, Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana. Roman detektif adalah roman yang menguraikan persoalan rahasia. Contohnya adalah Mencari Anak Perawan karya Suman Hasibuan.

Novel

Kata novel berasal dari bahasa Italia yaitu “novella” yang berarti kabar atau pemberitahuan. Novel adalah cerita yang menguraikan sebagian peristiwa dalam kehidupan seseorang. Novel lebih pendek dari roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh novel adalah: Saman karya Ayu Utami, Aki karya Idrus, dan lain-lain.

Cerpen

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek (short story), yaitu cerita yang mengisahkan salah satu segi dari peristiwa yang dialami pelakunya. Peristiwa yang dikemukakan tidak dilukiskan secara rinci. Contohnya adalah: Kisah Antara Manusia karya Armin Pane, Si Jamal karya Muchtar Lubis, dan lain-lain.

Biografi

Biografi adalah suatu kisah tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil, dewasa sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain. Contohnya Diponegoro karya Mohammad Yamin, Riwayat Dokter Sutomo karya A. Wahid Rata.

Autobiografi

Autobiografi adalah cerita tentang kisah pengalaman hidup diri sendiri, ditulis oleh pengarang itu sendiri. Contohnya adalah Kenang-kenangan Hidup karya Hamka, Pengalaman Masa Kecil karya Nur Sutan Iskandar.

Essai

Essai adalah tulisan berupa kupasan tentang pengetahuan, pendapat yang disusun secara populer. Contohnya adalah Kedudukan Wanita Modern oleh STA, Revolusi dan kebudayaan oleh Adinegoro.

Kritik

Kritik adalah uraian pandangan, penilaian atas karangan orang lain dengan mengemukakan fakta yang objektif. Orang yang ahli kritik disebut kritikus. Bapak kritikus Indonesia yang terkenal adalah H.B Jassin dengan judul bukunya Kesusastraan Indonesia dalam Kritik dan Essai

Uraian tentang jenis-jenis prosa tersebut dapat menambah khasanah pengetahuan kita akan bentuk-bentuk karya sastra prosa, baik yang lama maupun prosa baru yang lebih fleksibel dan modern. Masing-masing zaman memiliki kekhasan dan nilai sastra yang hebat dan patut diacungi jempol. Semoga kehidupan dunia kesusastraan Indonesia semakin maju ke depannya.