Pengangguran memiliki beberapa klasifikasi tertentu. Hal inilah yang membuat sikap berbeda tertuju kepada istilah pengangguran itu sendiri. Di satu pihak, ada yang menganggap pengangguran sebagai salah satu hal terburuk yang dapat mencoreng muka. Tetapi di pihak lain, ada juga yang menganggap bahwa pengangguran adalah kebebasan berekspresi yang bisa jadi akan membuat seseorang lebih kreatif memilih dan menjalankan kehidupan mereka.

Secara teoritis, jenis-jenis pengangguran biasanya dibedakan dari penyebab terjadinya pengangguran itu sendiri. Beberapa jenis pengangguran tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Jenis Pengangguran yang Dihitung dari Lamanya Jam Kerja

Setiap angkatan kerja yang bekerja kurang dari 3,5 jam per hari seringkali disebut dengan istilah “pengangguran”. Namun demikian, klasifikasi tentang pengangguran yang didapatkan dari lamanya waktu bekerja bisa kita lihat pada paparan berikut.

• Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka merupakan istilah yang dipergunakan bagi mereka yang termasuk angkatan kerja, tetapi sama sekali belum memperoleh pekerjaan. Dalam kesehariannya, mereka tidak produktif dan tentu saja belum mampu menghasilkan dana yang mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri.

Jobless, demikian istilah asing untuk pengangguran terbuka ini. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Ada pengangguran terbuka yang memang belum pernah memperoleh kesempatan kerja karena mereka baru saja menamatkan pendidikannya. Ada pula pengangguran terbuka yang pernah bekerja, tetapi karena satu dan lain hal harus meninggalkan pekerjaan tersebut. Alasannya bisa karena terkena PHK atau putus hubungan kerja, dikeluarkan dengan tidak hormat karena melanggar peraturan, atau justru mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman bekerja di tempat tersebut.

• Setengah Pengangguran

Setengah pengangguran merupakan istilah yang dikenakan kepada mereka yang termasuk angkatan kerja, tetapi hanya melakukan pekerjaan dalam jangka waktu singkat atau paruh waktu. Setengah pengangguran ini bisa dikarenakan adanya kesengajaan dan tidak kesengajaan. Kesengajaan biasanya dilakukan oleh mereka yang memang telah terikat kontrak kerja part time atau paruh waktu. Semua telah diatur jelas di dalam perjanjian kerja dan mereka telah mengetahui keuntungan serta konsekuensi yang menyertainya.
Sementara pengangguran karena ketidaksengajaan disebabkan oleh adanya waktu luang di sela-sela pekerjaan utama yang seharusnya full time atau penuh waktu. Ketidaksengajaan ini akan menjadi kesengajaan apabila tenaga kerja tersebut mengetahui dan sengaja mencari waktu luang untuk dapat menghindar dari tugas yang dibebankan padanya.

2. Jenis Pengangguran yang Didasarkan Faktor Penyebabnya

Berdasarkan faktor penyebabnya,  pengangguran dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, yakni sebagai berikut.

• Pengangguran Friksional

Pengangguran Friksional merupakan pengangguran yang disebabkan karena adanya kesulitan untuk mencari lapangan pekerjaan. Pengangguran ini bisa terjadi karena adanya permintaan tenaga kerja yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ketersediaan tenaga kerja itu sendiri. Berbagai penyebab pengangguran friksional, antara lain adanya perekonomian yang surut, situasi politik yang tidak stabil, dan adanya kurang informasi tentang lowongan kerja.

Pengangguran friksional ini bisa terjadi di daerah tertentu, di mana industri, perdagangan, dan teknologi informasinya kurang berkembang. Dengan demikian, diperlukan waktu dan kesempatan tertentu untuk mengetahui kabar tentang lowongan kerja lengkap dengan persyaratan dan cara aplikasinya. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan arus urbanisasi ke kota besar. Cukup logis, karena masing-masing angkatan kerja ingin memperoleh kesempatan kerja yang sama.

• Pengangguran Siklikal

Disebut dengan pengangguran siklikal apabila kejadian pengangguran disebabkan oleh naik turunnya siklus ekonomi yang tidak menentu. Di saat perekonomian sedang surut, maka banyak perusahaan yang mencoba untuk menjalankan efisiensi, termasuk pada efisiensi tenaga kerja. Dengan adanya efisiensi tenaga kerja, berarti akan ada pengurangan karyawan yang kemudian berakibat adanya pengangguran.

Pengurangan karyawan ini bisa dilakukan secara langsung dengan mengistirahatkan beberapa karyawan sekaligus atau membagi beban kerja. Pembagian beban kerja ini dilakukan dengan cara mengurangi jam kerja masing-masing karyawan sehingga menjadi pekerja paruh waktu. Apabila dalam satu minggu setiap karyawan bekerja kurang dari dua kali maka disebut sebagai pengangguran.

• Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural terjadi ketika banyak angkatan kerja yang menganggur karena kurangnya pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan permintaan pada lowongan kerja. Pada sebuah perusahaan atau industri yang telah maju, biasanya dibarengi pula dengan adanya syarat-syarat tertentu untuk bergabung menjadi karyawannya. Syarat pada bagian jabatan tertentu ini kadangkala tidak dimiliki oleh angkatan kerja yang melamar. Maka jadilah mereka sebagai pengangguran karena dampak struktural.

• Pengangguran Teknologi

Jenis pengangguran yang meminggirkan fungsi tenaga dan pikiran manusia karena digantikan oleh mesin dan alat lain yang menjadi ciri kemajuan teknologi. Misalnya, adanya PHK tenaga produksi pembungkus karena kehadiran mesin-mesin baru pembungkus snack yang lebih rapi dan banyak kapasitasnya. Perkembangan teknologi memang memiliki dua sisi tajam. Satu sisi berpihak kepada kehidupan manusia yang lebih mudah. Di sisi lain kemajuan teknologi telah mampu meminggirkan kinerja manusia dan digantikan dengan mesin.

3. Jenis Pengangguran yang Dibedakan Menurut Ciri-cirinya

Jenis pengangguran dapat pula dibedakan sesuai dengan ciri-cirinya. Ciri-ciri tersebut terbagi menjadi beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.

• Pengangguran Terbuka

Merupakan pengangguran yang kurang memperoleh jam kerja atau sama sekali tidak memperoleh pekerjaan. Meskipun angkatan kerja tersebut ada yang bekerja, tetapi waktunya tidak lebih dari dua hari dalam seminggu. Pengangguran ini biasanya disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya karena kurangnya kesempatan kerja, sedangkan angkatan kerja terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini akan menjadi persaingan tersendiri untuk dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkan.

• Pengangguran Tersembunyi

Bentuk pengangguran tersembunyi dapat bermacam-macam. Ada seorang pekerja yang sengaja meninggalkan tanggung jawab atau pekerjaannya untuk sementara waktu karena ingin beristirahat atau mengerjakan hal lainnya. Ada pula angkatan kerja yang terpaksa bekerja di luar pendidikan dan keterampilan yang dimilikinya. Harapan mereka yang penting adalah mendapatkan penghasilan untuk membiayai kepentingan hidup diri dan keluarga.

• Pengangguran Karena Musim

Istilah pengangguran juga bisa menimpa pekerjaan yang tidak termasuk ke dalam sistem perusahaan atau instansi tertentu. seperti pengangguran karena musim yang seringkali dialami oleh petani, nelayan, pengrajin, dan pedagang. Musim hujan dengan kapasitas curah hujan yang tinggi bisa menjadi penghalang seseorang untuk bekerja di luar ruangan.

Inilah yang menyebabkan adanya pengangguran karena musim tersebut. Apabila dipaksakan untuk bekerja di musim yang tidak tepat, mungkin justru kerugian yang didapatkan oleh mereka. Seperti melaut saat hujan deras yang berdampak sedikitnya hasil tangkapan. Begitu pula menanam padi di saat hujan deras yang justru akan menghanyutkan benihnya.

• Setengah Menganggur

Setengah menganggur ini dikarenakan kurangnya waktu untuk bekerja sesuai dengan batasan yang telah banyak digunakan yaitu 3,5 jam per hari atau 2 hari dalam seminggu. Apabila seseorang bekerja kurang dari waktu tersebut maka dikatakan diri mereka sebagai pengangguran. Pengangguran setengah ini dibedakan juga menjadi pengangguran sukarela dan pengangguran duka lara.

Pengangguran sukarela menganggur karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengangguran yang menganggur karena sangat terpaksa. Adanya ketiadaan untuk dapat memperoleh pekerjaan, baik layak maupun tidak membuat seseorang menjadi menganggur dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Demikianlah pembahasan mengenai berbagai jenis pengangguran yang bisa digolongkan berdasarkan banyak hal. Semoga apa-apa yang dibahas dalam artikel ini mampu memberikan manfaat kepada pembaca.