Jasa akuntan merupakan bentuk pelayanan di bidang akuntansi yang ditawarkan atau diberikan oleh seorang akuntan kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkannya. Orang yang berprofesi sebagai akuntan wajib memiliki surat izin resmi praktik yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. Tempat menjalankan profesinya disebut dengan Kantor Akuntan Publik atau disingkat menjadi KAP.

Melalui Kantor Akuntan Publik, masyarakat bisa menerima bermacam-macam pelayanan dari akuntan menyangkut pengelolaan serta administrasi keuangan. Beberapa macam pelayanan yang tersedia di Kantor Akuntan Publik adalah sebagai berikut.

Jasa Audit Laporan Keuangan

Mereka yang berprofesi sebagai akuntan dianggap sebagai auditor independen. Artinya, mereka dapat mengaudit keuangan sebuah perusahaan tanpa ada pengaruh atau tekanan dari pihak lain. Independensi auditor menjadi hak istimewa bagi akuntan publik. Ketika melakukan audit umum terhadap laporan keuangan, maka ia berhak memberi pernyataan apakah laporan keuangan tersebut disusun berdasakan data konkret atau ada unsur fiktif di dalamnya. Oleh karena itu, auditor dituntut memiliki ketelitian dan insting yang tajam.

Dalam hal mengaudit laporan, pernyataan wajar atau tidaknya laporan keuangan yang diaudit tersebut wajib berdasarkan pertimbangan hal-hal berikut ini terlebih dahulu.

  • Apabila sebuah laporan keuangan telah memuat komponen-komponen penting seperti material, posisi keuangan yang sebenarnya, arus kas (cash flow), hasil usaha, telah dicantumkan berdasarkan prinsip akuntansi yang ditetapkan secara umum atau baku, laporan keuangan tersebut dikatakan wajar tanpa pengecualian.
  • Apabila komponen-komponen penting seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya ada yang terlewatkan secara tidak sengaja oleh pembuat laporan, auditor berhak menyatakan laporan keuangan tersebut wajar tanpa pengecualian. Namun ada beberapa catatan penting yang akan ditambapkan auditor dalam laporan tersebut agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengoreksinya kembali.
  • Apabila dalam laporan keuangan telah memuat komponen-komponen penting seperti yang telah disebutkan pada poin pertama namun ada beberapa hal yang menimbulkan dampak ketidaksesuain dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau baku, auditor berhak menyatakan laporan keuangan tersebut wajar dengan pengecualian.
  • Apabila sebuah laporan keuangan hanya memuat sebagian atau kurang dari sebagian komponen-komponen penting seperti yang telah disebutkan pada poin pertama atau ada kejanggalan yang sangat kontras terhadap komponen-komponen penting yang disajikan, auditor berhak menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut tidak wajar.
  • Atas sebuah laporan keuangan yang diaudit, seorang auditor berhak tidak memberi pernyataan apa pun tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas status laporan keuangan tersebut (baik wajar atau tidak). Dalam hal ini, tanggung jawab atas laporan keuangan yang telah diaudit tetap berada pada manajemen perusahaan tersebut, bukan pada seorang auditor.

Jasa Audit Khusus

Akuntan publik yang berperan sebagai auditor bukan hanya menawarkan jasa mengaudit laporan keuangan secara umum, ettapi juga jada mengaudit secara khusus sesuai dengan kebutuhan atau permintaan dari pihak yang menggunakan jasa mereka. Audit khusus ditujukan pada laporan keuangan yang telah disusun dengan basis akuntansi komprehensif. Seorang auditor yang melaksanakan audit khusus tetap harus bertindak sesuai dengan standar auditing yang berlaku.

Jasa Atetasi

Jasa atetasi merupakan jasa yang diberikan oleh akuntan publik dalam bentuk pemeriksaan dan review berdasarkan prosedur yang disepakati oleh pihak yang berkaitan terhadap sebuah laporan. Umumnya, jasa atetasi dilakukan akuntan publik menyangkut tentang penerbitan laporan yang di dalamnya berisi kesimpulan berupa asersi dalam bentuk tertulis. Asersi tersebut diketahui menjadi tanggung jawab pihak lain. Dalam hal pelayanan ini, akuntan publik wajib mematuhi segala ketentuan yang berlaku sesuai dengan Standar Atestasi.

Jasa Review Laporan Keuangan

Jasa review laporan keuangan yang ditawarkan oleh akuntan publik dilakukan dalam bentuk pengajuan pertanyaan-pertanyaan dan analisis sesuai pedoman dalam standar jasa akuntansi dan review. Jasa ini sering digunakan korporasi atau perseorangan untuk mendapatkan informasi apakah laporan keuangan yang telah mereka susun sesuai dengan prinsip akuntansi atau tidak. Akuntan publik harus dapat meyakinkan klien bahwa laporan keuangan yang direview bebas dari modifikasi material.

Jasa Kompilasi Laporan Keuangan

Akuntan publik yang menawarkan jasa ini akan memeriksa laporan keuangan berdasarkan kompilasi antara catatan data keuangan dan informasi-informasi pendukung lainnya.

Jasa konsultasi

Layanan ini tersedia di seluruh Kantor Akuntansi Publik. Jasa konsultasi disesuaikan dengan bidang dan kemampuan atau kompetensi akuntan publik yang bekerja di dalamnya. Umumnya, jasa konsultasi meliputi hal-hal berikut.

  • Jasa konsultasi umum terhadap suatu manajemen korporasi atau perseorangan.
  • Jasa merancang suatu sistem terhadap implementasi akuntasi yang telah berjalan di sebuah perusaahan.
  • Jasa menyusun proposal keuangan.
  • Jasa pemberian pelatihan dan penyelenggaraan pendidikan,
  • Jasa menyeleksi pegawai baru untuk perusahaan-perusahaan.
  • Jasa meninjau kelayakan proyek.

Jasa Perpajakan

Jasa perpajakan yang diberikan oleh akuntan publik meliputi kegiatan konsultasi mengenai perpajakan, perencanaan pajak, pengisian SPT tahunan, penyelesaian masalah perpajakan, dan review kewajiban pajak.

Kode Etik Profesi Akuntan

Sama seperti profesi atau praktisi dalam bidang ilmu lain, profesi akuntan publik juga memiliki etika profesi tersendiri. Etika profesi dapat diartikan sebagai prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi para praktisi dalam menjalankan profesinya, sehingga praktisi tersebut dapat bertindak profesional.

Berdasarkan kode etik yang diterbitkan oleh IAPI, ada 5 prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh praktisi akuntan publik dalam menjalankan profesinya.

  1. Prinsip objektivitas.
  2. Prinsip integritas.
  3. Prinsip kerahasiaan.
  4. Prinsip kompetensi, meliputi kecermatan dan kehati-hatian dalam bertindak.
  5. Prinsip berprilaku profesional.

Atas dasar adanya kode etik tersebut, maka ada batasan-batasan yang harus dipatuhi ketika menjalankan profesi ini, yakni sebagai berikut.

  • Akuntan publik dilarang mengaudit laporan keuangan (general audit) terhadap klien yang sama dalam waktu berturut-turut. Sekurang-kurangnya lebih dari tiga tahun. Larangan ini dibuat untuk menghindari terjadinya peluang hubungan yang melebihi batas profesional seorang akuntan publik dengan kliennya. Apabila larangan ini tidak diberlakukan, kemungkinan terjadinya kolusi antara pihak akuntan publik dengan klien semakin besar.
  • Akuntan publik dilarang melakukan praktik dalam bentuk apa pun bila ada terdapat paksaan, pengaruh, atau tekanan dari pihak lain yang bertujuan membatasi idenpedensi akuntan dalam melaksanakan tugas.
  • Akuntan publik dilarang keras menawarkan jasa yang tidak ada korelasinya dengan ilmu akuntansi, manajemen, dan keuangan.
  • Akuntansi publik dilarang memaksa pihak-pihak terasosiasi yang tidak bersedia memberikan keterangan dalam bentuk apa pun, sekalipun keterangan tersebut akan digunakan untuk proses pemeriksaan profesi akuntansi publik dan Kantor Akuntansi Publik itu sendiri.

Demikian pembahasan tentang macam-macam jasa akuntan publik yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan akuntan publik diharapkan mampu membantu seluruh pihak yang ingin mengelola keuangan serta mengatur administrasi keuangan yang lebih baik.