Sel adalah satuan unit terkecil penyusun tubuh. Setiap makhluk hidup pasti memiliki sel dalam tubuhnya. Gabungan sel-sel dengan fungsi yang sama pada tumbuhan akan membentuk jaringan, kemudian jaringan tersebut membentuk organ. Fungsi organ tersebut saling berkaitan sehingga kerusakan pada satu bagian akan memengaruhi bagian yang lain.

Sel pada Tumbuhan

Masih ingatkah kamu nama proses yang identik dengan tumbuhan? Ya, fotosintesis. Walaupun terdapat bermacam-macam jenis makhluk hidup, hanya tumbuhan yang mampu melakukannya. Mengapa? tumbuhan didukung oleh jenis sel yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup jenis lain, seperti manusia dan hewan.

Jenis sel yang membedakan tumbuhan dengan hewan adalah kloroplas. Bagian inilah yang memegang peranan penting pada proses fotosintesis. Tanpa adanya kloroplas, fotosintesis tidak dapat terjadi. Pada tumbuhan akan dijumpai dinding sel yang mengandung selulosa untuk memperkuat sel. Selain itu, tumbuhan memiliki ukuran vakuola yang lebih besar dibandingkan hewan.

Jenis Jaringan pada Tumbuhan

Kumpulan sel yang memiliki fungsi sama pada tumbuhan membentuk jaringan khusus seperti:

Jaringan meristem

Jaringan meristem pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga macam
-    jaringan meristem apikal yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang
-    jaringan meristem lateral, dan
-    jaringan meristem interkalar yang terdapat di antara jaringan dewasa.

Jaringan meristem bersifat embrional (selalu mengalami pembelahan) dan belum mengalami  diferensiasi (perubahan bentuk sel sesuai fungsi) serta spesialisasi (fungsi khusus untuk menjalankan tugas tertentu) .

Jaringan meristem tersusun dari sel-sel meristem yang memiliki ciri berdinding tipis, vakuola berukuran kecil, dan mengandung banyak protoplasma. Bentuk selnya prismatis dan kuboid.

Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua, meristem primer dan meristem sekunder.

Meristem primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Jaringan ini aktif mengalami pembelahan. Jaringan meristem primer akan menyebabkan tumbuhan mengalami pertumbuhan primer berupa penambahan panjang pada akar dan batang. Sehingga jika kamu melihat tanaman yang tumbuh tinggi, itu terjadi akibat kerja jaringan meristem primer yang terus membelah. Jaringan ini dimiliki oleh semua jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan monokotil.

Meristem sekunder adalah hasil perkembangan jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya tetapi sel-selnya kembali aktif membelah. Contoh meristem sekunder adalah jaringan kambium yang terletak diantara pembuluh xilem dan floem sehingga kambium juga disebut kambium pembuluh.

Kambium yang terus membelah mengakibatkan batang tumbuhan menjadi besar. Akibat dari pembelahan yang terus-menerus ini akan membentuk lingkaran tahun pada batang yang akan tampak ketika ditebang. Kambium yang tumbuh ke arah luar membentuk kulit batang, sedangkan yang tumbuh ke arah dalam membentuk kayu.

Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan tidak terdapat pada tumbuhan monokotil. Itulah sebabnya mengapa batang jagung yang termasuk monokotil tidak bisa sebesar batang pohon mangga.

Jaringan dewasa

Jaringan dewasa umumnya sudah tidak bersifat embrional sehingga disebut juga jaringan yang permanen. Jaringan ini terbentuk akibat aktivitas pembelahan jaringan meristem yang tentunya sudah mengalami  spesialisasi dan diferensiasi.

- Epidermis atau jaringan terluar tumbuhan melindungi hampir seluruh bagian permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya sehingga tidak dijumpai ruang antarsel. Bentuk perkembangan dari jaringan ini dapat dijumpai pada bagian daun dan batang. Pada bagian batang, epidermis akan membentuk lapisan tebal yang disebut kutikula untuk melindungi batang, sedangkan pada akar epidermis berubah menjadi rambut akar yang memiliki peranan penting dalam penyerapan air tanah.

Jaringan epidermis dapat termodifikasi menjadi stomata atau mulut daun sebagai jalan keluarnya O2 dan CO2 saat proses fotosintesis berlangsung, trikomata atau rambut yang hampir terdapat di seluruh permukaan tumbuhan, sel kipas sebagai alat tambahan untuk menyimpan air, dan spina atau duri.

-    Jaringan mesofil atau parenkim atau jaringan dasar terletak pada bagian dalam tumbuhan dan hampir dijumpai pada semua organ tumbuhan serta pada pembuluh xilem dan floem. Jaringan ini  tersusun dari sel-sel yang masih hidup dalam jumlah cukup banyak. Tidak seperti epidermis, di dalam mesofil dapat ditemukan ruang antarsel.

Mengapa disebut jaringan dasar? Jaringan ini menyusun hampir sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, buah, dan bunga pada tumbuhan. Jaringan ini juga dapat dijumpai di antara pembuluh xilem serta floem.

Fungsi dari jaringan mesofil adalah sebagai penghasil serta penyimpan cadangan makanan hasil fotosintesis yang akan diangkut melalui akar atau batang.  Jaringan ini memiliki ciri-ciri selnya berukuran besar dan tipis yang umumnya berbentuk segi enam, serta memiliki banyak vakuola.

-    Jaringan gabus terdapat pada permukaan tubuh tumbuhan untuk menggantikan epidermis yang telah mengalami penebalan. Fungsi jaringan gabus adalah melindungi tumbuhan dari penguapan air yang berlebihan. Pada sel gabus yang mati, protoplasma akan hilang digantikan udara.

Jaringan ini tersusun dari felogen yang jika tumbuh ke luar akan membentuk felem (gabus) dan jika tumbuh ke dalam akan membentuk feloderm. Pada sel gabus yang sudah dewasa akan dijumpai lapisan suberin pada dinding selnya.

-    Jaringan penguat memiliki fungsi sesuai namanya, untuk menguatkan tumbuhan agar tetap berdiri kokoh. Terdapat dua macam jaringan penguat, yaitu kolenkim yang dinding selnya tidak mengalami penebalan (lignifikasi) dan sklerenkim yang dinding selnya mengalami penebalan. Perbedaan kedua jaringan ini terletak pada ada tidaknya protoplasma. Pada kolenkim, selnya bersifat hidup sehingga akan dijumpai banyak protoplasma.

Kolenkim mengandung kloroplas yang digunakan saat proses fotosintesis berlangsung. Fungsi kolenkim untuk menguatkan bagian tumbuhan yang sedang mengalami pertumbuhan dan menguatkan batang tumbuhan herba.

Secara struktural, jaringan kolenkim dianggap sebagai jaringan yang khusus menangani pertumbuhan organ yang masih muda. Kolenkim mudah ditemukan pada permukaan batang muda dan tangkai daun muda. Penebalan dinding sel kolenkim tidak terjadi secara merata melainkan hanya pada bagian sudut-sudutnya sehingga menimbulkan sifat lentur. Sifat inilah yang dimanfaatkan tumbuhan muda yang sedang tumbuh.

Sklerenkim yang tersusun dari sel-sel mati juga memiliki peranan tidak kalah penting yaitu menguatkan jaringan tumbuhan dewasa. Dinding selnya tebal dan kuat karena telah mengalami lignifikasi. Sklerenkim dibedakan menjadi dua berdasarkan bentuknya, sklereid atau sel batu yang terdapat pada berkas pengangkut dan serabut sklerenkim.
Serabut sklerenkim memiliki sel berukuran panjang dan berbentuk runcing. Sklereid memiliki sel yang sudah mati. Bentuknya bulat, dindingnya keras dan tahan terhadap tekanan.

-    Jaringan pengangkut terdiri dari xilem dan floem.
 Xilem mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Untuk mendukung fungsinya, dinding xilem mengalami penebalan. Xilem terdiri dari parenkim xilem, serabut xilem, dan unsur pembuluh. Unsur pembuluh tersebut dibedakan menjadi trakea dan trakeid (sel penyusunnya sudah mati).
Trakeid pada xilem juga mengalami penebalan (lignifikasi). Sel trakeid berbentuk lancip serta memiliki dinding sel berlubang. Unsur pembuluh terdiri dari sel berbentuk silinser yang mati setelah dewasa, bagian ujungnya saling menyatu membentuk tabung pengangkut air.  Sel tadi kemudian berkumpul menyusun pembuluh kapiler pada tumbuhan untuk mengangkut air dan mineral.

Floem merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun menuju seluruh bagian tumbuhan. Seperti pada xilem, floem juga  tersusun dari pembuluh tapis dan parenkim floem yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.  

Sistem Jaringan pada Tumbuhan

Jaringan yang bersatu pada tumbuhan membentuk suatu sistem. Kumpulan jaringan sederhana, seperti jaringan xilem yang tergabung dengan jaringan floem akan bekerja sama membentuk sistem jaringan.

Sistem jaringan dermal membungkus bagian luar tumbuhan. Di dalam jaringan ini terdapat epidermis dan periderm (menggantikan posisi epidermis yang mengalami penebalan sekunder). Jaringan dermal memiliki ciri-ciri berdinding terisi suberin, zat kitin, dan lilin.

Sistem jaringan dasar yang terdiri dari parenkin, kolenkim, dan sklerenkim akan bersatu melindungi jaringan pembuluh.
Sistem jaringan pembuluh memegang peranan dalam proses pengangkutan air serta makanan ke seluruh bagian tumbuhan. Xilem dan floem adalah penyusun utama jaringan ini.

Tipe Pembuluh Angkut yang Dibentuk Xilem dan Floem

Xilem dan floem yang menyatu membentuk jaringan pembuluh angkut dengan tipe berbeda-beda, misalnya tipe kolateral dan radial.

Tipe kolateral menunjukkan letak xilem dan floem yang berdekatan. Ikatan pembuluh kolateral terbuka terjadi apabila di antara pembuluh xilem dan floem dijumpai kambium, misalnya pada tumbuhan dikotil. Sedangkan ikatan pembuluh kolateral tertutup terjadi apabila di antara pembuluh xilem dan floem tidak dijumpai kambium, seperti pada tumbuhan monokotil.
Tipe radial menunjukkan pembuluh xilem dan floem yang berbentuk cincin silindris. Tipe ini dibagi menjadi amfikribal yang memiliki letak xilem di tengah dan dikelilingi floem, seperti pada tumbuhan paku. Tipe amfivasal yang memiliki floem di tengah dikelilingi xilem.