Ilmu yang bermanfaat hendaklah diserap sebagai suatu kajian untuk mengembangkan/meningkatkan taraf kehidupan manusia menjadi lebih baik. Pola pikir demikian harus dimiliki oleh setiap manusia, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam suatu komunitas/budaya.

Ilmu Sosiologi sebagai sebuah cakupan ilmu yang mengetengahkan penelitian tentang tingkah laku manusia, mempunyai manfaat serta fungsi yang beragam. Pun demikian sebagai metode keilmuwan, sejak dulu Sosiologi memberi andil yang besar bagi peningkatan kualitas ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia, dan penting sekali mempelajari bagaimana Sosiologi tumbuh serta berkembang menjadi bagian dari dinamika sosial dan organisasi sosial yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

A. Manfaat Sosiologi

Sebagai sebuah ilmu yang mengkaji tentang berbagai hal kehidupan sosial manusia, sesungguhnya studi mengenai Sosiologi memiliki peranan yang cukup penting bagi manusia sebagai makhluk sosial yang pastinya selalu melakukan interaksi dengan orang lain dalam sebuah lingkungan masyarakat. Apalagi bila melihat kenyataan bahwa sebagai bangsa yang mejemuk,  terdiri atas berabagi suku, agama, dan bahasa, sudah selayaknya Ilmu Sosiologi penting untuk dipelajari guna mengetahui kekayaan perbedaan antarsesama agar tidak terjadi konflik sosial yang merugikan.

Lantas secara definisi, dapat dijelaskan bahwa dengan mempelajari sosiologi diharapkan seseorang akan mampu mengkaji hubungan-hubungan yang dijalin oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Demi terjalinnya hubungan yang lancar, tertib, dan baik, sudah selayaknya manusia menciptakan berbaga aturan tradisi serta norma dalam hidup bermasyarakat. Semua itu bertujuan untuk mengatur sekaligus menjadi pegangan bagi anggota masyarakat untuk bersikap serta bertingkah laku.

Tujuan untuk dapat hidup dengan tertib dan damai tersebut bukan tanpa hambatan. Dalam masyarakat majemuk, di Indonesia sering ada hal-hal, khususnya perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang telah ditetapkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Gejala ini kemudian melahirkan perilaku manusia yang menyimpang. Akibat itu semua, akan terjadi konflik di antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat lainnya.

Secara singkat, hal ini memberikan kita gambaran bahwa sesungguhnya sosiologi hakikatnya berbicara mengenai manusia serta bagaimana manusia tersebut melakukan interaksi dengan makhluk sosial lainnya. Bahasan berikut ini akan memberikan gambaran lebih luas mengenai manfaat apa yang dapat kita rasakan dengan mempelajari sosiologi.

1. Menambah Kebhinekaan Sosial

Sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku, agama, dan bahasa yang tersebar di banyak daerah-daerah kepulauan, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menguatkan persatuan. Ilmu Sosiologi mampu memberikan gambaran secara luas bagaimana dan seperti apa pengelolaan yang baik terhadap perbedaan-perbedaan tersebut. Kebhinekaan dalam konteks kehidupan sosial masyarakat Indonesia, melalui Ilmu Sosiologi diharapkan mampu menambah pengetahuan tentang keberagaman budaya yang menyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, kesenian, dan unsur-unsur budaya lainnya.

Hal ini mengacu pada pengetahuan tentang macam-macam karakteristik sosial individu maupun kelompok individu dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga perbedaan yang timbul di tengah-tengah dapat dianalisis secara cepat dan tepat, guna menghindarkan terjadinya konflik akibat perbedaan tersebut.

2. Kepekaan Toleransi Sosial

Guna mencapai kehidupan yang baik dan teratur, diperlukan satu pemikiran konsep yang membentuk adanya masyarakat yang saling menguntungkan satu sama lain. Dalam hal ini, Sosiologi muncul memberikan manfaat untuk menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi sosial dalam pergaulan sehari-hari, sehingga diharapkan dengan ini sikap intoleransi antarumat beragama, atau antarsuku bangsa dapat diminimalisasi, dan akar-akar terjadinya konfilk dapat hilang dengan sendirinya.

Selain itu, manusia yang pada hakikatnya merupakan makhluk sosial tidaklah dapat hidup sendiri-sendiri. Manusia membutuhkan pertolongan orang lain, dengan terjalinnya kerja sama maka akan terjalin pula hubungan baik serta memberikan kemanfaatan bagi masing-masing pihak.

3. Menghindari Konflik Sosial

Kajian mengenai konflik sosial yang terjadi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat banyak ditemukan dalam pembahasan-pembahasan mengenai pengetahuan sosiologi. Hal ini turut memberikan manfaat yang besar bagi upaya pencegahan terjadinya konflik sosial, terutama konflik horizontal yang banyak melibatkan pertikaian antargolongan, antarsuku, maupun antarras. Hal ini terjadi karena adanya pola pikir yang berbeda-beda. Ilmu sosiologi membedah ini semua dari semua sudut agar mendapat satu rumusan resolusi yang dapat menjadikan terbentuknya tatanan kehidupan damai dan aman.

4. Menghindari Dominasi Sosial

Dominasi sosial pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penjajahan terselubung dari kelompok yang kuat kepada kelompok yang lemah, dari kelompok yang besar kepada kelompok yang kecil. Penjajahan oleh mayoritas kepada kaum minoritas ini bisa saja terjadi apabila kurangnya pemahaman terhadap pentingnya menumbuhkembangkan prinsip solidaristas sosial.

Melalui sosiologi akan dapat dipahami secara menyeluruh bagaimana seharusnya tatanan kehidupan tidak saling kontradiksi yang akhirnya dapat merugikan kelompok lain. Memahami sosiologi akan memberikan manfaat yang dapat menghindarkan dari terjadinya dominasi sosial, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan. Minimal dominasi-dominasi tersebut dapat dikurangi sehingga akan terjadi kestabilan pada ruang-ruang kehidupan masyarakat yang ada.

5. Meningkatkan Integritas Nasional

Sosiologi juga bermanfaat sangat besar bagi peningkatan integritas nasional. Dalam konteks ini, Ilmu Sosiologi memiliki posisi sebagai pemberi pengetahuan dalam rangka mewujudkan integritas bangsa Indonesia guna mencapai tujuan menjadi bangsa yang maju.

Hal ini dapat pula merujuk pada rangkaian pengertian dan kerja sama yang terjalin antara masyarakat, sehingga di kemudian hari unsur-unsur sosial yang berbeda tidak menimbulkan efek negatif yang dapat mengganggu terciptanya integritas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri.

6. Gambaran Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan salah satu hal paling penting dalam kajian-kajian mengenai sosiologi. Interaksi sosial seperti pengertiannya merupakan syarat terjadinya aktivitas sosial dalam masyarakat. Hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang di dalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok berlangsung secara sinergis. Faktor-faktor yang menciptakan adanya interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dapat dipahami dengan Ilmu Sosiologi. Seperti misalnya, faktor imitasi, faktor sugesti, faktor identifikasi, dan faktor simpati.

7. Mempelajari Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara berulang-ulang sehingga menciptakan kesadaran berinteraksi yang menghasilkan satu kesatuan atau satu kelompok. Seorang individu yang melakukan interaksi dalam kelompok, akan memiliki kesadaran dalam menghayati aturan-aturan yang ada dalam masyarakat. Melalui interaksi dengan kelompoknya, seorang individu mampu memenuhi kebutuhan hubungan sosialnya dengan sesama. Di sinilah peran sosiologi sebagai ilmu, dituntut mampu mengoptimalkan peran fungsi interaksi sosial sehingga tercipta kelompok yang humanis demi mencapai maksud-maksud tertentu.

8. Peran dan Status Sosial

Dalam organisasi-organisasi sosial, setiap masyarakat tentu memiliki peran yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Peran-peran tersebut membentuk pola kehidupan bermasyarakat yang seimbang, karena saling mengisi satu sama lain.

Peran merupakan perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status tertentu. Sementara itu, status merupakan kedudukan seseorang atau kelompok. Dalam ilmu sosiologi ditemukan 2 cara dalam membentuk/menciptakan peran maupun status seseorang/kelompok yaitu: achieved role; peran dan status yang terbentuk melalui pencapaian/perjuangan pilihan, usaha, dan tenaga sendiri, sedangkan ascribed role; merupakan suatu peran dan status yang diperoleh berdasarkan keturunan tanpa memperhitungkan kemampuan individu yang dimaksud.

9. Ketertiban dan Pengendalian Sosial

Dalam masyarakat modern ditemukan kecenderungan untuk berbuat tidak pada nilai atau norma yang berlaku. Ini mungkin akibat dari terkikisnya nilai-nilai sosial maupun budaya. Lebih jauh, kajian mengenai sistem suatu masyarakat, pola hubungan dan kebiasaan yang dijalaninya, melalui pembelajaran sosiologi dapat diketahui syarat-syarat terbentuknya kestabilan dan ketertiban sosial sehingga akan tercipta masyarakat yang tertib.

Suatu sistem kehidupan yang berjalan lancar sesungguhnya dapat digunakan untuk mencapai tujuan masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat yang lebih sederhana, untuk menciptakan orang-orang yang bersedia berperilaku sebagaimana yang diharapkan dapat dilakukan melaui sosialisasi. Namun perlu diingat, ketertiban yang terjadi tercipta secara teratur apabila masyarakat mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik sejalan dengan pemenuhan hak-hak sosialnya.

10. Ahli Riset

Bahwa Sosiologi telah memberikan ruang yang cukup bagi para sosiolog untuk menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data-data tentang kehidupan sosial yang dijalani oleh manusia. Perkembangan Ilmu Sosiologi menyebabkan adanya riset-riset yang bersifat ilmiah dan lebih terukur, yang diperlukan oleh para sosiolog untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat.

Maka banyak sekarang kita jumpai data-data mengenai kehidupan sosial masyarakat, yang sebelumnya hanya bersifat spekulatif, bertranformasi dalam bentuk yang kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah. Pada perkembangannya kemudian, hasil-hasil riset sosiologis tersebut berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.

Para sosiolog diharapkan mampu menjernihkan berbagai pemikiran keliru yang berkembang dalam masyarakat. Hasil penilitian yang ada, merupakan kebenaran-kebenaran yang memang betul-betul terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Agar kemudian dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan-kekeliruan tersebut dapat dihindari. Dan dalam hal ini, seorang sosiolog dapat pula menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola tertentu, untuk mengantisipasi gejala perubahan yang mungkin saja akan terjadi.

11. Konsultan Kebijakan

Ini mungkin pengertiannya lebih kepada bagaimana memprediksi ramalan unutk membantu mendapatkan perkiraan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi pada saat dikeluarkannya keputusan/aturan yang mengikat (hukum). Dalam Ilmu Sosiologi, ada kajian yang mengetengahkan setiap kebijakan sosial merupakan suatu ramalan (walau pada akhirnya harus menghasilkan keputusan yang ilmiah). Artinya bahwa, kebijakan diproyeksikan  menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun, perlu dicermati bahwa kebijakan harus betul-betul melalui analisis keakuratan data, jika tidak yang terjadi malah sebaliknya, kebijakan akan membuat situasi semakin memburuk.

12. Bermanfaat Sebagai Teknisi

Dalam tatanan kehidupan yang baik semestinya didasari oleh perencanaan-perencanaan kehidupan yang tepat. Untuk itulah peran para sosiolog dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka diperuntukkan memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi.

Kedudukan sosiolog dalam hal ini, dituntut bekerja sebagai ilmuwan terapan atau applied scientist, yang menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu sehingga diharapkan terjalin kehidupan yang harmonis, berdayaguna, bersaing serta bersinergi yang akhirnya menghasilkan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat.

13. Guru atau Pendidik

Hal ini merupakan rangkaian dari pendidikan yang diperoleh dari data-data penelitian yang ada. Kemudian diajarkan dalam bentuk pengetahuan bagi terciptanya masyarakat yang mengerti mengenai sistem nilai dan norma yang dianutnya.

Untuk itu dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog dituntut bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam masalah tawuran antar pelajar, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu kelompok tertentu. Tugasnya hanya menyajikan contoh-contoh kongkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Tanggung jawab ini diemban oleh para sosiolog dengan melibatkan diri mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.

14. Menunjang Proses Kesuksesan

Kehidupan bagaimanapun demikian adalah tempat manusia bisa mengerti apa dan bagaimana seharusnya manusia. Peran sosiologi sebagai ilmu dapat mewujudkan hakikat yang benar-benar mengenai kenyataan bahwa setiap manusia akan memulai kehidupannya yang nyata dari sebuah titik nol menuju puncak buah karirnya. Melalui berbagai hal yang ia jalani selama hidupnya, manusia terus belajar dari yang diperolehnya, baik itu disebabkan oleh perannya sebagai invidu maupun sebagai anggota kelompok yang membangun kesuksesan bersama.

Siapapun tidak akan bisa sukses dengan sendirinya tanpa ada peran orang lain. Pengertian bahwa manusia berada di tengah-tengah masyarakat, yang bisa saja mendorongnya ke kehidupan yang lebih baik ataupun sebaliknya. Maka Ilmu Sosiologi menempatkan pengertian-pengertian tersebut sebagai laboratorium pengetahuan manusia akan hidupnya sendiri, mengambil inti sari dari pola kehidupun yang baik, serta mencapai kehidupan yang bernilai untuk meraih kesuksesan.

15. Keteraturan Pola Hidup

Selayaknya dalam mencapai pola hidupnya, manusia dihadapkan pada dua pilihan yaitu ingin lebih baik ataukah sebaliknya. Di dalam Ilmu Sosiologi, kehidupan bermasyarakat dengan jalan hidup berdampingan ditelaah dengan cara tidak hanya asal kumpul, asal mengikuti dalam hal apa saja. Karena boleh jadi dalam satu lingkungan yang sama sekalipun bisa memberi dampak yang berbeda. Tidak mengherankan jika dalam sebuah komunitas yang sebetulnya ditemukan individu yang kurang baik/kotor.

Pada kondisi seperti inilah, sosiologi memberikan manfaat yang cukup besar mengenai bagaimana seseorang diberi batasan dengan aturan-aturan mengikat satu sama lain yang bersifat umum dan penuh makna spiritual.

Seseorang dikatakan memiliki pola hidup yang baik apabila ia memberlakukan kehidupan sesamanya dengan baik pula. Seperti adanya saling pengertian, saling menghormati, serta kepatuhan dalam melaksanakan segala aturan-aturan yang ada. Namun itu semua tidak membatasi kebebasan mutlak yang diperolehnya sebagai seorang manusia. Sikap-sikap yang ia tunjukkan selama berinteraksi dalam masyarakat merupakan pola-pola pembentuk pribadinya yang akan berdampak pada penerimaan lingkungannya.

16. Pengertian Sebuah Perbedaan

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki pemikiran berbeda satu sama lainnya. Dalam hal ini, Sosiologi muncul untuk memberikan manfaat bagaimana seseorang dapat saling menghormati perbedaaan yang ada, dan tidak membuat perbedaan itu sebagai suatu alasan untuk berpisah/bermusuhan.

Sesungguhnya dari semua bukti-bukti yang teruji, telah memberikan pengertian kepada kita bahwa perbedaan apapun dapat disatukan bahkan hal tersebut bisa jadi akan saling menguatkan satu sama lain.

Semisal dalam pengambilan keputusan di forum-forum yang melibatkan banyak kelompok. Tentu akan ada perbedaan pendapat dan ini tidak serta -merta harus disikapi sebagai suatu hal yang negatif. Karena dengan lebih banyak masukan-masukan atau saran-saran yang berbeda, tentu pada saatnya nanti akan mengerucut pada keputusan bersama, bersifat kolektif, karena ditampung dari berbagai aspirasi. Sehingga putusan yang dihasilkan lebih kuat.

17. Kerja Sama Antarpihak

Sosiologi tumbuh dan berkembang akibat keinginan manusia dalam memaknai hubungan antasesama. Berkembang menjadi semacam ilmu pengetahuan yang menciptakan/menghasilkan macam-macam ide-ide sosial. Kemajuan ilmu-ilmu sosial telah banyak mengkaji bahwa adanya kerja sama antarpihak tertentu untuk mencapai sesuatu yang saling menguntungkan dan tidak merugikan pihak lain. Pada akhirnya akan membentuk pola kehidupan yang harmonis. Ilmu Sosiologi mengkaji interaksi dan timbal balik yang diinginkan oleh orang-orang yang terlibat kerja sama, melahirkan manfaat bersama serta memulai bentuk kerja sama yang lebih besar lagi. Ruang-ruang ini tercipta bila semua mengerti posisinya masing-masing, dan sosiologi bisa memebrika penjelasan tersebut secara lebih terperinci.

18. Pentingnya Menyesuaikan Diri

Bukan seberapa besar tantangan kehidupan yang akan kita hadapai, tapi bagaimana kita menyikapi semua perubahan yang ada dengan menyesuaikan kemampuan menjawab tantangan yang waktu ke waktu makin berat saja. Untuk itulah Sosiologi dapat memberi manfaat penuntun, pengarah pada setiap diri seseorang dalam menempatkan diri pada suatu lingkungan masyarakatnya serta pemahaman pada setiap karakterisasi lingkungan tempat kita hidup.

Interaksi yang terjadi di lingkungan, dapat memberikan pengetahuan cara bersosialisasi atau berkumpul dengan khalayak. Dan pada prosesnya nanti, masing-masing harus melepaskan egonya untuk mencapai kehidupan bersama.