Nabi Idris merupakan keturunan keenam Nabi Adam. Dia lahir di daerah Munaf, Mesir. Para ulama meyakini bahwa nama lain dari Idris adalah Henokh. Setelah Nabi Adam dan anaknya, Sits, Nabi Idris merupakan manusia ketiga yang mengemban tugas kenabian juga termasuk rasul kedua yang wajib diimani.

Nabi Idris dikarunai kecerdasan dan ketekunan oleh Allah Swt. Dia dikenal sebagai nabi yang mengenalkan banyak alat teknologi yang terbilang canggih pada masanya. Dia merupakan manusia pertama yang menulis dengan menggunakan alat tulis. Dia juga dianggap manusia pertama yang pandai menjahit kulit hewan dan pintar dalam ilmu hitung.

Nabi Idris diajari membaca shafiah (lembaran hukum, namun bukan kitab suci) oleh Nabi Sits. Dia diutus menjadi rasul dan Allah menurunkan 30 shafiah kepadanya. Ajarannya disampaikan untuk kaumnya yang durhaka. Kaumnya merupakan keturunan Qabil bin Adam. Kaunya tidak mau mengikuti ajaran Nabi Idris yang menyerukan kepada tauhid.

Allah berfirman di dalam QS. Maryam: 56-57:

Nabi Idris Tidak Wafat hingga Sekarang

Allah telah memberkati Nabi Idris sebagai manusia yang pandai dan tekun. Para malaikat pun menyukai perilaku Nabi Idris. Pada suatu saat, atas izin Allah, malaikat Izrail menyamar sebagai manusia dan bertama ke rumah Nabi Idris. Hal itu dilakukan malaikat Izrail karena dia kagum kepada Nabi Idris.

Pada saat datang menemui Nabi Idris, Izrail mengungkapkan bahwa dirinya adalah utusan Alah dan hendak tinggal bersama Nabi Idris dalam beberapa waktu. Nabi Idris mempersilakan manusia yang ternyata Izrail yang sedang menyamar itu. Mereka berdua terus beribadah bersama. Namun, Nabi Idris merasa heran karena tamunya itu terus beribadah tanpa melakukan hal lain, seperti makan dan tidur.

Melihat keanehan tersebut, Nabi Idris menanyakan kepada tamunya itu tentang dirinya yang sebenarnya. Lalu, sang tamu pun berkata bahwa dia adalah malaikat Izrail. Mendengar hal itu, Nabi Idris terkejut karena dirinya kedatangan malaikat pencabut nyawa. Dia menangka bahwa dirinya akan segera dicabut nyawanya oleh Allah Swt melalui malaikat Izrail itu.

Malaikat Izrail mengatakan bahwa dirinya tidak hendak mencabut nyawa Nabi Idris, melainkan hanya ingin beribadah bersama. Namun, Nabi Idris malah meminta malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya karena dia ingin mencoba merasakan mati. Mendengar permintaan Nabi Idris yang aneh itu, malaikat Izrail langsung meminta izin Allah. Allah pun mengabulkan permintaan Idris.

Nabi Idris pun merasakan rasanya dicabut nyawa oleh Izrail. Ketika dihidupkan kembali oleh malaikat Izrail, Nabi Idris mengaku tidak merasakan sakit saat dicabut nyawa. Malaikat Izrail pun menjawab bahwa Nabi Idris merupakan orang shaleh dan beriman sehingga dia tidak merasakan sakit saat dicabut nyawa. Sebaliknya, orang yang durhaka terhadap Allah Swt akan merasakan pedih saat dicabut nyawa.

Setelah merasakan mati, Nabi Idris memiliki satu permintaan lagi kepada malaikat Izrail. Dia ingin sekali dapat melihat surga dan neraka. Maka, malaikat Izrail kembali meminta izin Allah dan Allah mengabulkannya. Lalu, Nabi Idris dibawa malaikat Izrail melihat surga dan neraka. Neraka adalah tempat pertama yang dikunjungi.

Ketika melihat neraka, Nabi Idris menangis karena banyaknya manusia yang disiksa. Siksaan itu diperoleh apabila manusia tidak menjalankan perintah Allah. Setelah itu, Nabi Idris mengunjungi surga. Nabi Idris kembali menangis karena betapa indahnya surga yang dia lihat. Nabi Idris juga diperbolehkan mencicipi makanan dan minuman yang tersedia di dalam surga.

Setelah malaikat Izrail mengajaknya kembali ke bumi, Nabi Idris menolak. Dia terbuai dalam keindahan surga. Lalu, Nabi Idris meminta agar dia bisa tinggal di surga. Keinginannya agar dia dapat beribadah dengan tenang kepada Allah sampai hari kiamat. Karena Nabi Idris merupakan orang yang shaleh, maka Allah mengabulkan permintaannya. Maka, Nabi Idris tinggal di surga sejak saat itu hingga saat ini. Pada saat diangkat ke surga, Nabi Idris berusia 82 tahun.

Pelajaran dari Kisah Nabi Idris

Berikut ini pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Idris.

  • Manusia harus senantiasa mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Manusia harus selalu bersabar apabila memiliki keinginan karena Allah akan mengabulkan doa-doa orang yang shaleh dan taat menjalankan perintah-Nya.
  • Selalu berprasangka baik kepada Allah karena Allah Mahabijaksan sehingga selalu mendengarkan apa yang kita inginkan.

Demikianlah kisah Nabi Idris yang tetap hidup hingga saat ini. Semoga bermanfaat.