Pembagian Berdasarkan Kondisi Iklim, Relief, dan Kesuburan Tanah

Hutan adalah sebuah wilayah yang cukup luas dan ditumbuhi dengan banyak pepohonan. Pepohonan yang tumbuh bisa berasal dari satu jenis dan bisa juga terdiri atas banyak jenis. Hutan secara umum tumbuh dan terbentuk secara alami. Kemampuan tanaman khususnya pepohonan untuk tumbuh dan berkembangbiak menyebabkan hutan tetap lestari selama tidak ada gejala alam atau aktivitas manusia untuk merusaknya. Keberadaan hutan sangat penting artinya bagi keseimbangan dan keselamatan alam secara keseluruhan.

Apa saja komposisi tanaman yang menghuni sebuah hutan? Banyak faktor yang memengaruhi komposisi tanaman yang membentuk sebuah vegetasi hutan, antara lain; keadaan tanah, relief dan iklim. Oleh karena itu, berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanahnya, hutan dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya yaitu:

1. Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis didominasi oleh tanaman atau pepohonan yang tinggi, besar dan kokoh. Tinggi pepohonan tersebut bisa mencapai 60 meter. Tumbuhan dan pepohonan di hutan hujan tropis biasanya tumbuh sangat rapat sehingga air hujan biasanya tidak bisa jatuh secara langsung ke tanah. Pepohonan yang memiliki karakteristik seperti ini sangat penting artinya bagi hutan hujan tropis. Mengingat, hutan hujan tropis selalu diguyur oleh curah hujan yang tinggi sepanjang tahunnya. Dengan kehadiran pepohonan yang tinggi, berdaun lebat dan rapat dapat melindungi tanah dari erosi dan kerusakan akibat guyuran hujan yang deras.

Adapun ciri-ciri hutan hujan tropis di antaranya yaitu:

  • Hutan banyak ditumbuhi oleh pepohonan yang berukuran tinggi, besar dan kokoh. Pepohonan berusia panjang, terkadang bisa mencapai ratusan tahun.
  • Hutan umumnya ditumbuhi oleh tanaman berdaun lebar dan selalu hijau.
  • Banyak terdapat tanaman epifit, lumut, palm dan tanaman memanjat.
  • Hutan hujan tropis ini terdapat di daerah tropis seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

2. Hutan Musim

Hutan musim adalah hutan yang terdapat di daerah yang musim penghujan dan kemaraunya dapat dibedakan dengan jelas. Berbeda dengan hutan tropis yang penampilan hutannya selalu hijau sepanjang tahun, karena kebutuhan airnya selalu tersedia dengan cukup. Hujan turun merata sepanjang tahun, tidak ada perbedaan yang tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

Sementara pada daerah hutan musim, perbedaan antara musim hujan dan kemarau sangat tegas. Pada musim kemarau biasanya hujan sama sekali tidak turun, sehingga menyebabkan tanah mengalami kekeringan. Pada musim seperti ini, pohon-pohon di hutan umumnya meranggas dan menggugurkan daunnya untuk mengurang penguapan. Sehingga hutan tampak gersang seperti ditumbuhi pepohonan yang mati. Selanjutnya pada musim penghujan, tanaman akan kembali bertunas dan hutan kembali menghijau.

Adapun ciri-ciri hutan musim adalah sebagai berikut:

  • Pohon-pohonnya tumbuh tidak serapat di hutan hujan tropis. Biasanya lebih jarang.
  • Pepohonan yang tumbuh umumnya memiliki ketinggian 12 hingga 35 meter.
  • Daun-daun tanaman umumnya meranggas pada musim kemarau.
  • Contoh hutan musim di antaranya yaitu hutan jati yang banyak tumbuh di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Hutan Sabana

Hutan Sabana biasanya ditemukan di daerah yang memiliki musim kemarau yang sangat panjang dengan curah hujan kecil. Apa yang dimaksud dengan hutan sabana? Hutan sabana atau dikenal juga dengan nama sebutan hutan savana adalah padang rumput yang diselingi juga dengan tumbuhan perdu. Hutan sabana dapat ditemukan di daerah-daerah seperti daerah Baluran Jawa Timur dan Nusa Tenggara.

4. Hutan Gugur

Hutan gugur banyak ditemukan di daerah beriklim sedang. Hutan gugur terbentuk karena beberapa sebab berikut, di antaranya yaitu:

  • Curah hujan sepanjang tahun berkisar antara 750-1000 mm per tahun dan biasanya turun merata sepanjang tahun.
  • Terjadinya musim dingin dan musim panas, sehingga tanaman membutuhkan penyesuaian untuk bisa bertahan hidup pada kedua musim tersebut.

Adapun ciri-ciri hutan gugur yaitu:

  • Tanaman menahun menghentikan pertumbuhannya dan menggugurkan daunnya pada musim gugur.
  • Sementara, tumbuhan semusim akan mati pada musim dingin, yang tinggal hanya bijinya. Biji tanaman ini akan tumbuh kembali pada musim panas.
  • Hutan gugur ditumbuhi oleh pepohonan dengan jarak tanam yang lebih jarang dari pada hutan basah (hutan hujan tropis).
  • Jumlah spesies tanaman yang tumbuh di hutan gugur juga lebih sedikit. Biasanya berkisar antara 10 hingga 20 spesies.
  • Hutan gugur biasanya dapat ditemukan di daerah dengan empat musim.

5. Hutan Bakau atau Hutan Mangrove

Selanjutnya adalah hutan bakau atau dikenal juga dengan sebutan hutan mangrove. Hutan bakau adalah hutan yang ditumbuhi oleh sekelompok pepohonan dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. Hutan bakau bisa ditemukan di daerah pesisir pantai. Di Indonesia, hutan bakau bisa ditemukan di daerah Utara Jawa, pantai timur Sumatra dan daerah pantai lainnya.

Disebut hutan bakau karena memang vegetasi hutan ini pada umumnya didominasi oleh tanaman bakau. Namun, bukan berarti vegetasi hutan ini hanya tanaman bakau. Hutan bakau/mangrove adalah istilah yang dipakai untuk menyebut suatu populasi tanaman yang terdiri atas berbagai spesies pohon-pohon dan semak-semak yang khas dan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang di daerah perairan yang asin.

Pembagian Berdasarkan Populasi Jenis Tumbuhannya

Selain itu, berdasarkan jumlah populasi atau jenis tumbuhan yang tumbuh pada hutan tersebut, hutan dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Hutan Homogen

Hutan homogen yaitu hutan yang ditumbuhi oleh satu jenis tanaman. Misalnya hutan akasia, hutan sengon, hutan jati, hutan bambu, hutan pinus dan sebagainya. Hutan tanaman industri yang banyak dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan kehutanan bisa digolongkan dalam jenis hutan homogen ini.

2. Hutan Heterogen

Hutan alam yang banyak terdapat di daerah tropis pada umumnya adalah hutan heterogen. Hutan jenis ini ditumbuhi oleh berbagai macam jenis tanaman hutan. Baik tanaman menahun atau pun tanaman semusim.

Pembagian Berdasarkan Fungsi Hutan

Berikutnya adalah pembagian hutan berdasarkan fungsinya. Berdasarkan fungsinya, hutan dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan alam atau pun hutan buatan yang memiliki fungsi utama untuk perlindungan. Terutama perlindungan bagi keselamatan alam atau lingkungan. Sebagaimana kita ketahui, kerusakan hutan-hutan alam telah banyak menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Sehingga, hutan-hutan alam itu perlu dijaga dan ditegaskan fungsinya sebagai hutan lindung.

Sebagai contohnya kerusakan yang terjadi di hulu Sungai Brantas merupakan salah satu akibat dari kegiatan penebangan hutan alam secara liar. Akibatnya terjadi bencana lingkungan seperti banjir bandang yang menyebabkan Kota Mojokerto tergenang air dan lumpur hingga mencapai ketinggian 2 meter lebih.

Secara umum, manfaat hutan lindung adalah:

  • Hidroorologis, artinya hutan lindung berfungis sebagai penyaring setiap tetesan air yang terserap ke dalam tanah dan kemudian menyimpan air tersebut sebagai air tanah cadangan. Selain itu hutan lindung juga berperan besar dalam menghambat laju atau derasnya aliran air dalam tanah.
  • Peran penting hutan lindung bagi lingkungan adalah untuk mencegah banjir manakala curah hujan terlalu tinggi.
  • Melindungi tanah dai bahaya erosi atau pengikisan permukaan tanah oleh air hujan. Kehadiran hutan dengan tanamannya yang berdaun lebat dapat menahan derasnya air hujan agar tidak langsung menimpa tanah. Selain itu akar tanaman memiliki kemampuan mennyerap dan menahan air dalam tanah. Dengan demikian, laju aliran air di permukaan tanah yang dapat menyebabkan erosi dapat dikurangi.

2. Hutan Suaka Alam

Hutan suaka alam berfungsi sebagai tempat untuk melindungi:

  • Jenis-jenis tanaman yang langka atau ekosistem tertentu (cagar alam).
  • Jenis-jenis hewan atau satwa tertentu (suaka marga satwa).

3. Hutan Produksi

Hutan produksi adalah jenis hutan yang berfungsi untuk diambil hasil atau produksinya. Hutan jenis ini sengaja dikembangkan atau diciptakan untuk tujuan produksi. Umumnya, hutan produksi adalah hutan homogen yang hanya ditumbuhi oleh jenis tanaman tertentu yang bermanfaat secara industri. Hutan jenis ini contohnya seperti hutan-hutan tanaman industri seperti hutan jati, hutan sengon, hutan akasia dll.

4. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah hutan yang berfungsi sebagai tempat rekreasi atau tempat wisata. Hutan seperti ini biasanya disebut juga dengan Taman Nasional atau Taman Raya. Contohnya: Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Taman Nasional Tesso Nilo, Taman Raya Bogor, dan lain-lain.

Indonesia, terkenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Paru-paru dunia tersebut diwakilkan dengan banyaknya hutan yang terdapat di Indonesia. Jadi, sangat tidak heran jika di Indonesia, ada banyak sekali jenis-jenis hutan, seperti yang sudah disebutkan di atas.