Secara umum, puasa sunah merupakan amalan puasa yang dilakukan untuk menyempurnakan ibadah puasa wajib, baik itu puasa di bulan Ramadhan, puasa nazar, maupun puasa kafarat. Puasa sunah diibaratkan sebagai pelitur yang dapat memoles amal ibadah wajib kita sehingga menjadi semakin sempurna. Puasa sunah pun dapat diibaratkan sebagai kain tambal yang dapat menambal pakaian bolong kita sehingga menjadi nyaman dan enak dipakai kembali.

Dengan demikian meskipun hukum menjalankan puasa tersebut hanya sebatas sunah, puasa sunah mempunyai kedudukan yang cukup penting untuk menyempurnakan berbagai amalan ibadah wajib, sehingga kita dapat lebih meningkatkan hubungan baik dengan Allah SWT maupun dengan manusia lain dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa sunah, tentunya akan senantiasa menjaga dirinya dengan perbuatan-perbuatan yang sholeh agar tidak membatalkan atau mengurangi pahala puasanya. Sehingga ia akan senantiasa bersikap sabar, tawakal, disiplin, jujur, dan hal-hal positif lainnya yang dengan sendirinya menjadi pembentuk ruh positif di dalam dirinya.

Hikmah Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis merupakan amalan puasa sunah yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. Amalan puasa Senin Kamis merupakan amalan ibadah puasa sunah yang masing-masing berdiri sendiri. Dilihat dari sudat pandang agama, puasa Senin Kamis mempunyai hikmah yang sangat besar, yaitu sebagai berikut:

  1. Puasa Senin Kamis dapat memperbaiki nilai raport kita yang berisi semua amal perbuatan selama menjalankan kehidupan di muka bumi, baik itu amal baik maupun buruk. Pada artikel puasa Senin Kamis dijelaskan secara terperinci bahwa Allah SWT akan menerima seluruh amal perbuatan kita setiap hari Senin dan Kamis. Beberapa kutipan hadits yang menerangkan tentang masalah tersebut adalah sebagai berikut:
    • Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad shahih: "Sesungguhnya amal manusia itu diperlihatkan atau dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali mutahajirin (dua orang saling bertikai dan tidak ada yang mau mengalah)."
    • Hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah: "(Pahala) Amalan diangkat pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai jika ketika amalanku diangkat aku dalam keadaan berpuasa.”
  2. Puasa Senin Kamis dapat digunakan sebagai sarana pengingat tentang beberapa peristiwa besar bagi umat Islam seperti peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW, peritiwa Nuzulul Qur’an, perisitiwa wafatnya Nabi Muhammad SAW, beberapa perang yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, dan lain-lain. Beberapa kutipan hadits yang menegaskan peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:
    • Hadits riwayat Muslim: “Hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu.”
    • Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, bahwa Ka’ab bin Malik mengatakan: “Sangat jarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”
    • Hadits riwayat Bukhori “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.”  

Selain itu, puasa sunah Senin Kamis juga mempunyai fungsi lain sebagai berikut:

1. Memperlancar aliran rezeki

Dalam buku 7 Keajaiban Rezeki, Ippho Santosa menuliskan bahwa salah satu upaya seorang hamba Allah SWT yang ingin mendapatkan kelancaran dalam memperoleh rezeki adalah dengan rutin menjalankan puasa Senin Kamis.

2. Terapi beberapa risiko medis

Seseorang yang rutin menjalankan ibadah puasa Senin Kamis dapat terhindar dari penyakit diabetes, kolesterol, obesitas, dan lain-lain. Seseorang yang rutin menjalankan puasa Senin Kamis akan memiliki siklus kesehatan tubuh yang baik. Alat-alat pencernaannya akan berfungsi sangat baik karena dua hari dalam seminggu mengalami istirahat. Aliran darah juga akan mengalir dengan baik dan lancar.

3. Terapi hiperaktif dan autis

Menurut bahasa, puasa mempunyai arti menahan. Orang yang rutin menjalankan puasa Senin Kamis akan terbiasa menahan hawa nafsunya untuk berbuat seenaknya sehingga dia dapat meredam berbagai emosi yang meletup-letup dalam dirinya. Begitu juga dengan penderita hiperaktif yang senantiasa menginginkan dirinya untuk bergerak aktif bahkan di luar kontrol dirinya, puasa Senin Kamis dapat mengubahnya menjadi lebih lembut dan tidak terlalu aktif.

Hikmah Puasa Syawal

Seseorang yang menjalankan puasa Syawal akan mendapat hikmah sebagai berikut:

  1. Menjadi penyempurna ibadah puasa wajib pada bulan Ramadhan. "Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, lalu ia keluar darinya sebelum ia diampuni (dosa-dosanya)." (HR.Tirmidzi dari Abu Hurairah)
  2. Bagaikan menjalankan ibadah puasa sepanjang tahun. “Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al Anshari r.a. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu disusul dengan berpuasa 6 (enam) hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) bagaikan puasa setahun penuh.” ( HR Muslim)
  3. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW tentunya hati kita akan diliputi oleh kedamaian dan perasaan tentram. Diajuhkan dari kegelisahan dan putus asa. Selain itu, tentunya Allah SWT akan memberikan surga, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhori Muslim berikut ini: "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya "Ar-Rayyan," yang akan dimasuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Dikatakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? Maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi."

Hikmah Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan amalan puasa sunah yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan ibadah wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah oleh para jemaah haji di Mekah. Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah puasa sunah yang sangat disukai oleh Rasulullah SAW.

Beberapa hikmah yang dapat diperoleh ketika melaksanakan puasa Arafah adalah sebagai berikut:

  1. Setiap amal ibadah tentunya mempunyai hikmah yang sangat besar bagi yang mengamalkannya. Dengan mengamalkan ibadah puasa Arafah, insyaallah dosa-dosa kita setahun yang lalu dan setahun yang akan datang akan diampuni oleh Allah SWT. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan sebuah hadits berikut ini: “Puasa hari Arafah itu dihitung oleh Allah dapat menghapus (dosa) dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR Muslim)
  2. Membebaskan diri dari siksa api neraka, seperti bunyi hadits berikut ini: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)
  3. Mudah dikabulkannya doa. “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, Hasan)

Hikmah Puasa Daud

Puasa Daud merupakan puasa sunah yang berasal dari kebiasaan Nabi Daud. Nabi Daud senantiasa melaksanakan puasa secara selang-seling yaitu hari ini berpuasa besok tidak, begitu seterusnya sepanjang tahun. Dengan demikian Nabi Daud melaksanakan puasa selama setengah tahun.

Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunah yang disenangi oleh Allah SWT, sebagaimana riwayat hadits berikut ini:

"Puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya Daud as.: ia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Dan salat yang paling disukai Allah adalah salatnya Daud; ia tidur separoh malam, beribadah sepertiga malam, dan tidur lagi seperenamnya." (HR. Muslim)

Beberapa hikmah yang dapat diperoleh oleh seorang muslim yang melaksanakan puasa Daud adalah:

  1. Semakin dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.
  2. Menyehatkan tubuh, karena aktivitas fungsi organ tubuh terutama organ-organ pencernaan menjadi lebih ringan. Berbagai risiko medis seperti diabetes, obesitas, kolesterol, asam urat, dan beberapa risiko medis lainnya dapat dicegah dengan merutinkan puasa Daud. Hal ini sangat bisa dimengerti karena seseorang yang rutin melaksanakan puasa Daud tentunya sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan agar tidak membahayakan kesehatan tubuhnya. Selain itu, kesehatan saluran pencernaannya pun terjaga dengan baik.
  3. Lebih peka terhadap keadaan lingkungan sosial. Orang yang senantiasa rutin melaksanakan puasa Daud mempunyai jiwa sosial yang lebih tinggi terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Sehingga mereka akan sangat peduli dan segera mengulurkan bantuan apabila melihat orang yang menderita atau tertimpa musibah.

Hikmah Puasa Ayyamul Bidh

Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan selama tiga hari dalam sebulan, baik itu dilaksanakan secara berurutan pada tanggal 13, 14, dan 15 maupun secara acak yang penting selama 3 hari dalam sebulan.

Puasa ayyamul bidh mempunyai dampak yang sangat baik untuk meredam emosi yang mencapai puncaknya setiap pertengahan bulan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita mulai belajar melaksanakan puasa ayyamul bidh.

Ketika Allah SWT menganjurkan sesuatu, memerintahkan sesuatu, sesuatu tersebut pasti lah memiliki manfaat yang sangat baik bagi kehidupan manusia. Terbukti dengan hikmah-hikmah dari pelaksanaan puasa-puasa sunah ini. Manfaat tersebut berkenaan dengan kesehatan fisik sekaligus psikis.