Hadits:

Pengertian Hadist

Hadits adalah sumber hukum yang kedua dalam Islam. Karena itu, sebagai umat muslim, kita wajib mempelajarinya. Hadits secara bahasa adalah komunikasi, cerita, percakapan, baik dalam konteks duniawi maupun agama, atau dalam konteks sejarah atau peristiwa dan kejadian aktual. Sedangkan menurut istilah, hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw dan perkataan, perbuataan, taqrir atau sifat.

Hadits Dhaif

Hadits dha’if adalah hadis lemah. Kelemahannya terletak karena tidak terdapatnya sifat-sifat hadits shahih dan hadits hasan. Para ulama berbeda pendapat dalam pengalaman dengan menggunakan hadits dhaif. Ada yang sama sekali tidak boleh menjadikan hadits dha’if sebagai hujjah. Ada pula yang membolehkannya sebagai hujjah, namun tidak boleh sebagai fadhailul a’mal.

Hadits Mu’allaq

Hadits muallaq adalah ‘yang dibuang awal sanadnya’, baik yang dibuang itu seorang perawi atau banyak hingga sampai akhir sanad. Hadits muallaq tergolong hadits dhaif. Para ulama sepakat untuk tidak menggunakannya sebagai hujjah.

Hadits Mudallas

Hadist mudallas adalah hadits yang disembunyikan aibnya, yakni hadits yang diriwayatkan dengan bentuk seakan-akan tidak ada aib di dalamnya, baik mengenai sanad, guru, maupun dengan menghilangkan nama yang cacat. Ragam hadist mudallas adalah, mudallas isnad dan mudallas syuyukh.

Pengertian Hadits Ahad dan Pembagiannya

Pernahkah Anda mendengar Istilah hadits ahad? Hadits ahad adalah hadits yang berposisi di bawah hadits mutawatir. Letak perbedaan adalah pada perawinya. Hadits ahad terbagi dua, yaitu hadits masyhur dan hadits ghairu masyhur.

Hadits Hasan

Hadits hasan adalah hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil yang kurang sedikit kedhabitannya, bersambung-sambung sanadnya sampai kepada Nabi SAW dan tidak mempunyai ‘Illat serta tidak syadz. Hadits hasan terbagi kepada dua: hasan lidzatih dan hasan lighairih.

Hadits Munqathi’ dan Hadits Mu’dhal

Hadist munqathi’ adalah hadits yang telah gugur seorang perawi dari sanad sebelum sahabat, atau gugur dua orang perawi tetapi tidak berturut-turut. Para ulama sepakat menyatakan bahwa hadist munqathi’ tidak bisa dijadikan hujjah.

Hadits Maqbul dan Hadits Mardud

Hadits ahad terbagi kepada dua dalam hal diterima atau tidaknya. Yaitu, hadits maqblul dan hadis mardud. Titik pointnya terletak pada, apakah Rasulullah SAW benar-benar melakukannya atau tidak. Hadits maqbul sendiri terbagi lagi menjadi empat: hadits shahih lizhatihi, hadits shahih lighairihi, hadits asan lidzatihi, hadits hasan lighairihi.

Hadits Marfu

Hadits marfu’ adalah ucapan, perbuatan atau taqrir (ketetapan) yang disandarkan kepada Nabi SAW baik sanadnya itu muttasil/bersambung-sambung, maupun terputus sanadnya di tengah ataupun terputusnya itu berturut-turut. Hadits marfu’ terbagi dua: ada yang sharihan dan ada yang hukman.

Hadits Mursal

Hadits mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh tabi’i kecil atau tabi’i besar, dari Nabi SAW dengan tidak menyebut siapa yang menceritakan hadits itu kepadanya. Hadits mursal terbagi kepada tiga, hadits mursal jaly, hadits mursal shahaby dan hadits marshal khafy.

Hadits Mutawatir dan Pembagiannya

Hadits mutawatir adala hadits yang tidak diragukan lagi keshahihannya dan bisa difungsikan sebagai hujjah. Hadits mutawatir sendiri terbagi kepada tiga. Ada mutawatir lafdzi, mutawatir ma’nawi dan mutawatir amaly. Ada beberapa kitab hadits yang spesial menyusun hadits-hadits mutawatir. Di antaranya adalah, Al-Azhar al-Mutanatsirah fi al-Akhbar al-Mutawatirah yang ditulis oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi.

Hadits Mauquf

Hadits mauquf adalah hadits yang disandarkan kepada sahabat, baik berupa perkataan, perbuatan atau semacam itu, baik sanadnya itu bersambung-sambung ataupun sanadnya itu terputus-putus. Dalam hal kehujjahannya, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan boleh, karena ia lebih tinggi dari qiyas. Ada juga yang mengatakan tidak boleh dijadikan hujjah.

Hadist Shahih dan Hadits Hasan

Hadits bila ditinjau dari nilainya, terbagi ke dalam tiga: hadits shahih, hadits hasan, dan hadis dha’if. Hadits shahih adalah hadits yang dinukilkan oleh orang yang adil dan sempurna kedhabithannya, bersambung-sambung sanadnya tidak ada cacat serta tidak syadz (menyalahi riwayat yang lebih rajih).

Mengenal Kitab-kitab Hadits yang Diakui

Setelah mengkaji beragam hadits dalam kajian disiplin ilmu musthalahatul hadits, adalah menjadi urgen untuk mengkaji kitab-kitab hadits shahih, kitab-kitab hadits sunan dan kitab-kitab hadits musnad. Karena di beberapa kitab tersebut akan tampak mana hadits yang memiliki catat dan mana pula yang tidak memiliki catat.