Apa yang terpikirkan oleh Anda ketika mendengar golongan darah manusia? Proses identifikasi suatu kecelakaan? Atau mungkin kecocokan darah seorang anak dengan ayahnya? Kedua masalah tersebut boleh saja terpikirkan. Namun, sebenarnya cakupan masalah golongan darah manusia sangat luas dan berikut ini akan diuraikan pemaparannya.

Istilah golongan darah secara resmi, pertama kali dikemukakan oleh Karl Landsteiner (1868 –  1943). Karl Landsteiner lahir di Wina pada tanggal 14 Juni 1868. Ayahnya, Leopold Landsteiner merupakan seorang jurnalis terkenal dan telah meninggal dunia ketika Karl Landsteiner berusia enam tahun. Karl Landsteiner yang diasuh oleh ibunya, Fanny Hess, merupakan seorang anak yang sangat cerdas dan mempunyai sifat keingintahuan yang sangat tinggi.

Karl Landsteiner yang bercita-cita menjadi seorang dokter kemudian kuliah ilmu kedokteran di Universitas Wina dan berhasil lulus pada tahun 1891. Selanjutnya, banyak melakukan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan anatomi patologis, histologi, dan imunologi. Pada tahun 1901, Karl Landsteiner membuat karya yang fenomenal tentang golongan darah yang dikenal dengan sistem AB0. Sampai akhirnya pada tahun 1930, Karl Landsteiner mendapat hadiah Nobel untuk fisologi atau kedokteran.

Menurut Karl Landsteiner, darah dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu darah A, B, AB, dan 0 (nol). Penggolongan darah ini, didasarkan pada ada tidaknya kandungan aglutinogen dan aglutinin dalam darah. Aglutinogen merupakan protein yang terdapat di dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Aglutinin merupakan protein yang terdapat di dalam plasma darah dan dapat menggumpalkan aglutinogen. Selain itu, aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi.

Aglutinogen terdapat dua macam, yaitu aglutingen A dan aglutinogen B. Aglutinin juga terdapat dua macam, yaitu aglutinin α (alfa) atau serum anti A dan aglutinin β (beta) atau serum anti B. Aglutinin α akan menggumpalkan aglutinogen A, sedangkan aglutinin  β akan menggumpalkan aglutinogen B.

Berdasarkan ada tidaknya aglutinogen dan aglutinin, penggolongan darah dijelaskan sebagai berikut:

1. Golongan darah A adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen A dan aglutinin β.
2. Golongan darah B adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen B dan aglutinin α.
3. Golongan darah AB adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen A dan B tetapi tidak mempunyai aglutinin.
4. Golongan darah 0 (nol) adalah golongan darah yang tidak mempunyai aglutinogen tetapi mempunyai aglutinin α dan β.

Ada sebuah pertanyaan, apakah kegunaan dari ditemukannya penggolongan darah tersebut? Jawabanya ternyata sangat kompleks. Golongan darah mempunyai banyak fungsi, diantaranya sebagai berikut:

1. Digunakan untuk kepentingan tranfusi darah

Transfusi darah akan sangat diperlukan oleh orang-orang yang menderita kekurangan darah, baik karena suatu penyakit maupun untuk kepentingan operasi.

2. Digunakan untuk kepentingan identifikasi identitas seseorang pada sebuah kecelakaan

Masih segar dalam ingatan kita, tentang tragedi pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang mengalami kecelakaan di sekitar Gunung Salak Bogor pada awal bulan Mei 2012 yang lalu. Seluruh awak pesawat ditemukan hancur berkeping sehingga sangat sulit dikenali. Salah satu tindakan yang dapat digunakan oleh para ahli foresik untuk mengetahui identitas para korban, adalah dengan menggunakan tes DNA dan tes golongan darah dari para korban dan keluarganya.

3. Digunakan untuk mengetahui kecocokan genetik antara ayah dan anak

Meskipun cara ini banyak yang meragukannya, namun setidaknya tes golongan darah dapat dijadikan alat pertama untuk menghilangkan keraguan tentang silsilah keturunan pada suatu keluarga. Salah satu contoh kasus yang nyata adalah tentang keraguan Andhika (mantan personel Kangen Band) terhadap anak dari istri sirinya ‘Anggie’. Tes golongan darah dapat digunakan sebagai pembuktian pertama apakah ada kecocokan golongan darah antara Andhika dengan anaknya atau tidak.

4. Digunakan untuk mengetahui karakter pribadi seseorang

Negara Jepang dan Korea Selatan, adalah dua negara dengan kemajuan peradaban yang sudah sangat modern. Kedua negara tersebut sudah tidak lagi menggunakan shio atau zodiak dalam meramalkan sesuatu, tetapi mereka lebih mempercayai golongan darah dalam melihat kepribadian, jenis pekerjaan, jodoh, bahkan jenis usaha seseorang. Menurut mereka, shio dan zodiak lebih identik dengan sesuatu yang bersifat mitos sedangkan golongan darah bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan, sehingga keakuratannya lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Golongan Darah A

Golongan darah A adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen A dan aglutinin β. Secara teori,  golongan darah A tidak hanya dapat di donorkan kepada orang yang bergolongan darah A saja melainkan juga kepada orang yang bergolongan darah AB. Orang yang bergolongan darah AB, bisa menjadi resipien dari orang yang bergolongan darah A, dikarenakan pada golongan darah AB tidak terdapat aglutinin, sehingga apabila mendapat donor dari darah A, secara teori tidak akan terjadi penggumpalan.

Orang yang bergolongan darah A, secara teori dapat menjadi resipien tidak saja dari orang yang bergolongan darah A namun juga dari orang yang bergolongan darah 0 (nol). Hal ini disebabkan karena orang yang bergolongan darah 0 (nol) tidak mempunyai aglutinogen, sehingga apabila kedua jenis darah bercampur maka tidak akan terjadi penggumpalan. Namun pada prakteknya, untuk keamanan dan keselamatan resipien, sebaiknya transfusi darah dilakukan dengan darah yang bergolongan sama.

Orang-orang yang bergolongan darah A, dipercaya mempunyai kepribadian yang kuat. Mereka tidak mudah panik meskipun dalam situasi yang krisis. Orang-orang yang bergolongan darah A, tidak menyukai sesuatu yang bersifat konfrontasi dan lebih cenderung berusaha menyelamatkan diri dari keramaian. Sifatnya yang pemalu diimbanginya dengan berusaha mencari keharmonisan dengan orang-orang yang dianggapnya cocok dengan mereka. Sifat lain yang melekat pada orang-orang yang bergolongan darah A adalah perfeksionis dan kreatif. Mereka akan menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawab mereka sampai selesai dengan penuh kreatifitas yang memuaskan.

Golongan Darah B

Golongan darah B adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen B dan aglutinin α. Secara teori,  golongan darah B tidak hanya dapat didonorkan kepada orang yang bergolongan darah B saja melainkan juga kepada orang yang bergolongan darah AB. Orang yang bergolongan darah AB, bisa menjadi resipien dari orang yang bergolongan darah B, dikarenakan pada golongan darah AB tidak terdapat aglutinin, sehingga apabila mendapat donor dari darah B, secara teori tidak akan terjadi penggumpalan.

Orang yang bergolongan darah B, secara teori dapat menjadi resipien tidak saja dari orang yang bergolongan darah B namun juga dari orang yang bergolongan darah 0 (nol). Hal ini disebabkan karena orang yang bergolongan darah 0 (nol) tidak mempunyai aglutinogen, sehingga apabila kedua jenis darah bercampur maka tidak akan terjadi penggumpalan. Namun pada prakteknya, untuk keamanan dan keselamatan resipien, sebaiknya transfusi darah dilakukan dengan darah yang bergolongan sama.

Orang-orang yang bergolongan darah B, adalah orang-orang yang paling praktis jika dibandingkan dengan orang-orang bergolongan darah lainnya. Mereka merupakan ahli pada bidang pekerjaannya masing-masing. Mereka cenderung selalu berpegang teguh pada petunjuk dan arahan dalam melakukan sesuatu. Jika mengerjakan sesuatu yang baru mereka menghabiskan banyak waktu untuk memahami petunjuk yang ada dan akan selalu berpedoman pada petunjuk itu serta berkeinginan kuat dan selalu fokus untuk menuntaskan pekerjaan walaupun orang lain berpendapat bahwa hal itu mustahil.

Tetapi mereka cenderung tidak bisa bekerja sama dalam sebuah tim, kurang kooperatif dengan rekan kerja dan lebih cenderung memprioritaskan pendapat, gagasan atau cara kerjanya sendiri dari pada saran dan masukan dari rekannya. Mereka juga lebih mengutamakan logika dari pada perasaan, hingga terkadang mereka terlihat sebagai orang-orang yang serius dan bersikap dingin.

Golongan Darah AB

Golongan darah AB adalah golongan darah yang mempunyai aglutinogen A dan B tetapi tidak mempunyai aglutinin. Secara teori,  golongan darah AB hanya dapat di donorkan kepada orang yang bergolongan darah AB saja. Orang yang bergolongan darah AB, bisa menjadi resipien dari orang yang bergolongan darah A, B, AB, dan 0 (nol), dikarenakan pada golongan darah AB tidak terdapat aglutinin, sehingga apabila mendapat donor dari semua golongan darah, secara teori tidak akan terjadi penggumpalan. Oleh sebab itu golongan darah AB disebut juga resipien universal.

Orang bergolongan darah AB memiliki kepribadian yang unik, seringkali mereka seolah bersifat saling bertentangan contohnya mereka bisa terlihat bersikap terbuka dan pemalu pada saat bersamaan, mereka juga bisa merubah pendirian dengan sangat mudah hingga seolah-olah berubah menjadi orang yang berbeda. Tak jarang orang dengan golongan darah AB dianggap berkepribadian ganda. Karena sifat inilah mereka sulit sekali bila harus bekerja dalam satu kelompok.

Walapun demikian, mereka bertanggung jawab dan dapat dipercaya, hanya saja mereka bisa menjadi tidak bertanggung jawab jika diberikan beban terlalu banyak. Mereka adalah orang yang dengan senang hati mau membantu siapapun, asal tidak keluar dari persyaratan yang mereka tetapkan. Orang-orang dengan golongan darah AB pada umumnya menggemari seni dan hal-hal yang berkaitan/berbau metafisika. Karena keunikan sifat ini pula orang Jepang menganggap golongan darah AB adalah golangan darah paling buruk.

Golongan Darah 0(nol)

Golongan darah 0 (nol) adalah golongan darah yang tidak mempunyai aglutinogen tetapi mempunyai aglutinin α dan β. Secara teori,  golongan darah 0 (nol) dapat di donorkan kepada semua golongan darah, baik itu A, B, AB, dan tentu saja 0 (nol). dikarenakan pada golongan darah 0 (nol)  tidak mempunyai aglutinogen, sehingga apabila didonorkan ke semua golongan darah, secara teori tidak akan terjadi penggumpalan. Oleh sebab itu golongan darah 0 (nol) disebut juga donor universal.

Para pemilik golongan dara 0 (nol) bisa dibilang orang yang paling fleksibel, mereka tidak mau ambil pusing terhadap suatu masalah, bersemangat tinggi begitu pula dengan sifat sosialnya. Karena cenderung tidak mau ambil pusing, jika mereka sedang mengerjakan suatu proyek maka akan dikerjakan dengan penuh semangat, tetapi bila ditengah jalan ada masalah maka mereka dengan mudah akan meninggalkan pekerjaan itu.

Orang-orang bergolongan darah 0 (nol) cenderung sangat jujur, mereka akan mengatakan apa yang ada di pikirannya secara spontan, mereka juga sangat menghargai pendapat orang lain. Orang dengan golongan darah 0 (nol) memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan sangat suka menjadi pusat perhatian.

Namun apapun golongan darah kita, sudah selayaknya kita syukuri, sebab itu semua sudah merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai salah satu identitas diri kita yang wajib kita pelihara kesehatannya agar memberikan nilai guna untuk kehidupan kita.