Ekonomi modern berkembang setelah semakin meluasnya perdagangan bebas atau perdagangan secara global di seluruh negara di dunia. Teori klasik dijadikan sebagai ilmu dasar bagi negara-negara di dunia untuk menjalankan perdagangan global di dunia ekonomi ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan produksi yang dihasilkan oleh setiap negara di dunia yang saling berlomba untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Seorang tokoh ekonomi yang bernama Heckscher-Ohlin, mengemukakan pendapatnya mengenai perkembangan perekonomian yang sedang berlangsung. Berikut ini pendapat yang dikemukakan oleh Heckscher-0hlin.

1. Perdagangan antar negara yang terjadi yang mereka sering disebut dengan perdagangan internasional, pada prinsipnya sama dengan perdagangan yang terjadi antar daerah. Yang membedakannya adalah jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan sehingga Heckscher-Ohlin berpendapat bahwa ongkos transportasi dalam perdagangan internasional dapat diabaikan.

2. Perdagangan internasional tidak mengembangkan keuntungan alami. Artinya, barang-barang yang diperdagangkan tidak mengambil keuntungan, tapi lebih memikirkan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barag tersebut. Setiap negara memiliki faktor produksi yang berbeda. Yang termasuk faktor produksi adalah tanah atau lahan, tenaga kerja, dan modal. Untuk memproduksi suatu barang diperlukan kombinasi dari faktor-faktor produksi sehingga Heckscher-Ohlin berpendapat bahwa negara akan menghasilkan suatu produk atau barang dengan menggunakan faktor produksi yang relatif banyak dengan catatan harga faktor produksi relatif murah sehingga barang yang dihasilkan dapat dijual dengan harga yang relative murah pula.

Beliau juga berpendapat bahwa dengan mengutamakan produksi dan ekspor barang dengan menggunakan faktor produksi yang relatif  banyak, maka harga dari faktor produksinya akan naik. Dalam hal ini, yang naik adalah jumlah fisiknya bukan harga yang sebenarnya karena harga relatif kedua macam barang itu sebelum perdagangan berjalan adalah berlainan, maka negara yang memiliki faktor produksi tenaga kerja relatif banyak akan cenderung untuk menaikkan produksi barang yang padat karya dan mengurangi produksi barangnya yang padat modal.

Perdagangan internasional terjadi karena semua negara ingin terlibat di dalamnya. Saling berlomba untuk memproduksi barang dan bersaing pula dalam hal pemasarannya di masyarakat. Dalam hal ini, setiap negara yang ikut serta berlomba pula untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan.

Tugas Ilmu Ekonomi Modern

Tugas utama dari ilmi ekonomi modern adalah meliputi beberapa tugas, yaitu:

1. Mengorelasi, yaitu menentukkan dan mengukur antara hubungan faktor-faktor ekonomi yang ada.

2. Menguraikan, yaitu menyebutkan dan menjelaskan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk melangsungkan hidupnya dan menjelaskan bagaimana cara mengatasi permasalahan perekonomian di suatu negara.

3. Menganalisis, yaitu menyelediki dan mencari penyelesaian dari semua permasalahan perekonomian yang terjadi dalam suatu negara.

4. Menerangkan, yaitu menyampaikan kepada masyarakat tentang ilmu ekonomi modern ini dapat menjadi penyelesaian permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara.

Tugas yang kedua adalah bahwa kita harus mempelajari prinsip-prinsip ekonomi yang dapat menerangkan kepada kita bagaimana produktivitas dapat dipertahankan atau dikembangkan pada tingkat tinggi, dan bagaimana cara standar kehidupan manusia dapat dibuat lebih tinggi.

Tugas lainnya dari ilmu ekonomi modern adalah mengikir atau mengikis pandangan-pandangan kuno dalam ilmu ekonomi. Teori ekonomi modern telah mendekatkan ilmu pengetahuan dengan kenyataan. Faktor-faktor yang menyebabkan stagnasi penjualan secara umum sekarang diketahui dalam prinsip. Hal tersebut disebabkan karena gangguan-gangguan keseimbangan yag timbul dalam hubungan yang terjadi antara konsumsi, investasi, pajak, dan pendapatan nasional.

Jika kita tidak menginginkan terjadinya stagnasi, depresi, kemunduran atau pengangguran di suatu negara, maka kita perlu mengenal faktor-faktor yang menimbulkan keadaan kemunduran tersebut.  Dalam teori yang dikemukakan oleh Keynesian dalam Neo-Keynesian, terdapat pengetahuan-pengetahuan yang kita butuhkan.

Teori Neo-Keynesian berhubungan dengan menjaga stabilitas perekonomian. Teorinya juga menerangkan tentang cara mengatasi fluktuasi ekonomi dan teori yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pendapatan. Teori ini disebut neo karena teori-teori tersebut telah mengalami pembaharuan berdasarkan penelitian-penelitian empiris yang terbaru. Teori Neo-Keynesian ini dikembangkan oleh beberapa tokoh, di antaranya:

1. Alvin Harvey Hansen (1887-1975). Beliau mengaitkan permasalahan dengan pendapatan, investasi, dan tenaga kerja dengan fluktuasi ekonomi.

2. Simon Kuznets (1901-1985). Beliau berusaha menggabungkan ilmu statistik dan ilmu matematika dengan ilmu ekonomi sehingga menjadi satu kesatuan ilmu yang terpadu. Beliau juga mengemukakan tentang cara perhitungan tentang pendapatan nasional, Hubungan antara pendapatan nasional, konsumsi, tabungan, pengangguran, inflasi, dan harga-harga dapat dikaji/diamati menurut analisis kurun waktu.

3. John R. Hicks. Beliau menyumbangkan pemikiran dalam merangkai teori mikro dalam teori makro dengan pendekatan matematika. Pendapat ini sangat bermanfaat dalam menjelaskan hubungan antara beberapa variable perekonomian.

4. Wassily Leontief. Beliau mengembangkan teori tentang input dan output. Menurut Wassily Leontief, hubungan antara beberapa sektor dalam perekonomian dapat digambarkan dalam sebuah matriks, yang di dalamnya berisi table-tabel yang menerangkan output suatu sektor ekonomi.

5. Paul Samuelson. Pendapatnya membahas tentang perdagangan luar negeri. Pendapatnya mendorong setiap negara untuk ikut serta dalam perdagangan internasional sehingga berkat pendapat darinya banyak negara yang mengikuti saran beliau dan ikut serta dalam perdagangan internasional. Perekonomian internasional memperlihatkan tentang hubungan timbal balik yang akan memperkuat faktor pengganda (multiplier) dengan accelelator.

Dengan adanya multiplier, dampak investasi menjadi meningkat menjadi berlipat ganda. Besarnya multiplier dipengaruhi oleh kecenderungan konsumsi masyarakat. Semakin meningkat jumlah konsumsi masyarakat, maka akan semakin besar jumlah multipier-nya. Dan hal tersebut akan mempengaruhi jumlah investasi dalam perekonomian. Selain multipier yang berdampak pada investasi, akselerator pun ikut berdampak pada investasi perekonomian.

Prinsip akselerator secara sederhana adalah perubahan dalam pendapatan nasional akan menyebabkan terjadinya perubahan dalam jumlah investasi. Perubahan jumlah investasi perekonomian, akan berdampak pada pendapatan nasional. Jika jumlah investasi bertambah, maka pendapatan nasional pun akan bertambah sehingga akan lebih baik jika ada perpaduan antara multiplier dengan akselerator. Jika multiplier dan akselerator dapat bekerja sama dengan baik, maka jumlah pendapatan nasional akan semakin meningkat.

Seperti pada teori ekonomi klasik, tokoh-tokoh dalam teori ekonomi modern pun sama saling menyumbangkan pendapatnya masing-masing. Tujuan dari berbagai pendapat para tokoh sebenarnya sama, yaitu untuk meningkatkan perekonomian suatu negara.
Permasalahan dalam Ekonomi Modern

Teori ekonomi modern yang diungkapkan oleh beberapa tokoh ekonomi seperti yang telah diuraikan di atas, telah kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini. Pada abad sekarang, dapat kita lihat dan kita rasakan bahwa perdagangan internasional sudah sangat meningkat, bahkan sudah merambah dalam berbagai bidang. Setiap negara berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang baru yang bisa memenuhi kebutuhan manusia. Namun, walaupun ilmu ekonominya sudah modern, tetap saja tidak luput dari masalah.

1. Untuk menerapkan ilmu ekonomi modern dalam hidup kita, pastinya kita dihadapkan dengan masalah apa yang akan kita produksi? Berapa modal yang kita butuhkan? Sampai berapa keuntungan yang nantinya akan kita dapatkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan muncul ketika kita akan mengawali suatu produksi. Sebelum produksi dimulai, hendaknya kita memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi terlebih dahulu. Mengapa demikian? Hal ini bertujuan supaya produksi yangn kita buat tidak sia-sia. Artinya, hasil produksinya tepat pada sasaran dan membuahkan  hasil yang memuaskan bagi semua pihak, baik bagi produsen yang memproduksi, maupun bagi konsumen yang menikmati produk tersebut.

2. Siapa? Pertanyaan selanjutnya yang menjadi masalah adalah untuk siapa barang tersebut kita produksi? Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa produksi harus tepat sasaran. Jadi sebelum memproduksi, kita harus memikirkan dulu untuk siapa baranng yang akan kita produksi? Misalkan kita mau memproduksi baju. Sebelumnya, harus dipikirkan dulu untuk siapa baju yang akan dibuat? Apakah untuk anak-anak? Atau orang dewasa? Apakah untuk laki-laki? Atau untuk perempuan? Pertanyaan itulah yang harus dipecahkan terlebih dahulu.

3. Permasalah selanjutnya adalah bagaimana cara membuat suatu produk? Jadi, jika kita akan mulai membuka suatu peluang usaha dalam hal produksi, maka sebelumnya harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara membuat produk tersebut? Jika tidak memahami hal tersebut, bagaimana mungkin suatu produk dapat dihasilkan?

Selain permasalahan tersebut, masih banyak lagi permasalahan yang dihadapi dalam ekonomi modern. Permasalahan tersebut harus dipecahkan sebelum kita memutuskan untuk ikut serta dalam produksi suatu barang dalam ekonomi modern.