Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi makro mengkaji hubungan variabel-variabel perekonomian (konsumsi, investasi, tabungan, ekspor, impor dan permintaan yang berasal dari pemerintah) pada tingkat agregat (penggabungan dari unit-unit kecil perekonomian).

Kita setiap hari disuguhi oleh berita-berita ekonomi makro seperti inflasi, pendapatan nasional, tingkat pengangguran, pasar uang dll. Masalah ekonomi makro tetap mengacu pada pasar sama halnya dengan masalah ekonomi mikro. Hanya saja pada ekonomi makro ruang lingkupnya lebih besar dibandingkan dengan ekonomi mikro. Interaksi antara pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar uang dan pasar bursa menjadi kajian yang penting di dalam ekonomi makro. Hubungan timbal balik ini yang akan menciptakan titik kesetimbangan atau harga di pasar-pasar tersebut.

Peran dan Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ruang lingkup ekonomi makro berada pada tingkat nasional dan global. Oleh karena itu, kita mengkaji harga di pasar pada nilai relatif-nya secara keseluruhan. Hal yang sama berlaku juga pada distribusi output komoditi dan pendapatan.

Kajian-kajian ekonomi makro digunakan oleh pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan strategis perekonomian nasional. Kita tentu sering menghadapi dampak kenaikan harga-harga komoditas pada bulan-bulan tertentu sangat tinggi sehingga pemerintah membuat kebijakan atas komoditi tersebut. Misal saja, harga kedelai dan telur meningkat menjelang bulan Ramadhan datang. Harga kedelai naik karena impor dari Amerika Serikat sedikit akibat musim kemarau panjang dan panen kedelai banyak yang gagal. Pemerintah mengeluarkan kebijakan bagi para importir bebas mengambil pasokan kedelai dari mana saja dengan tariff  bea masuk 0 persen. Harga telur naik karena masyarakat banyak yang sedang membuat acara keagamaan. Pada bulan-bulan itulah, inflasi dari kedua komoditas mengalami kenaikan. Pemerintah setiap bulan rutin mengeluarkan laporan inflasi di tingkat sektoral dan regional.

Angka pengangguran menjadi momok pemerintah setiap tahun. Angka pengangguran yang tinggi merupakan masalah yang serius bagi kestabilan perekonomian suatu negara. Di sisi lain, lembaga negara harus membuat anggaran pendapatan dan belanja untuk membangun perekonomian nasional. Pemerintah selalu memonitor dan mengawasi neraca pembayaran negara agar produk-produk dalam negeri tetap terserap pasar. Hal yang sama dilakukan juga pada kurs valuta dan pasar uang untuk menstabilkan nilai kurs di pasar uang agar tetap menarik bagi pelaku kegiatan ekonomi dalam bertransaksi.

Permodelan Matematis Ekonomi Makro

Model yang digunakan di dalam ekonomi memiliki dua tujuan. Jika model tersebut memiliki tujuan untuk memaparkan masalah atau situasi yang sedang terjadi, maka asumsi-asumsi yang dipakai adalah sesuai dengan realitas. Jika model tersebut memiliki tujuan dalam hal peramalan atau prediksi, maka asumsi yang dipakai tidak harus sesauai dengan realitas yang ada. Model yang baik dapat mencakup kedua tujuan tersebut. Hanya saja, hubungan variabel-variabel selalu berubah-ubah sehingga model yang ideal sulit tercapai.

Terdapat dua kelompok variable, yakni variabel-variabel yang nilainya ditentukan oleh faktor-faktor di luar model (eksogin) dan variabel-variabel yang nilainya ditentukan secara bersamaan dalam model (endogen). Variabel eksogen sering kita kenal dengan kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan variabel endogen sering dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Contoh variabel eksogen antara lain; jumlah uang yang beredar, pajak, pengeluaran pemerintah, proteksi (tariff atau bea, kuota, subsidi).

Variabel lainnya yang sering dipakai dalam ekonomi makro yakni; variabel stok dan variabel alir. Variabel stok yaitu variabel yang tidak memiliki dimensi waktu dan nilainya hanya terjadi pada satu titik waktu tertentu. Contoh variabel stok, nilai modal, jumlah penduduk. Variabel alir yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh dimensi waktu. Misal, nilai modal berubah dari bulan januari hingga februari.

Hubungan di antara variabel-variabel tersebut dapat berbentuk hubungan identitas, hubungan perilaku, hubungan teknis, dan hubungan yang menunjukkan kondisi keseimbangan.

Analisis Ekonomi Makro

Cara menganalisis permasalahan ekonomi makro dapat dilakukan dengan analisis statis dan analisis dinamis. Analisis statis menitikberatkan pada penentuan nilai-nilai keseimbangan variabel-variabel endogen yang dipakai dalam model. Variabel endogen berdampak lanjutan pada variabel eksogen sehingga tercipta analisis komparatif. Sedangkan analisis dinamis memaparkan proses terjadinya perubahan keseimbangan antar variabel.

Pelaku Kegiatan Ekonomi Makro

Pasar merupakan tempat bertemu penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Pada ekonomi makro dapat terjadi pula keseimbangan parsial seperti halnya pada ekonomi mikro yakni, pada saat terjadi titik perpotongan nilai permintaan dengan nilai penawaran. Hanya saja karena dalam ekonomi makro bersifat luas, variabel-variabel yang saling berpengaruh itu sulit dideteksi oleh kita untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh. Oleh karena itu, pasar di dalam ekonomi makro hanya dibatasi pada empat bagian saja yakni; pasar komoditi (barang), pasar tenaga kerja, pasar uang dan pasar modal atau bursa.

Pasar komoditi (barang) yakni kegiatan ekonomi yang hanya memfokuskan pada komoditas atau barang saja. Untuk keperluan analisis, kajian komoditas yang akan dipelajari hanya satu jenis komoditas atau barang. Di dalam kegiatan ekonomi seperti permintaan dan penawaran komoditas akan tercapai pula titik keseimbangan. Di dalam ekonomi makro, komoditas atau barang dihitung secara agregat (jumlah total) atau biasa disebut pendapatan nasional riil.

Pendapatan nasional riil ini terdiri dari variabel consumption (C), investment (I), government (G), export (X) dan import (M). Pendapatan nasional riil ini biasa dirumuskan dengan Y=C+I+G+(X-M). Indonesia memakai sistem ekonomi terbuka seperti ini. Sedangkan, pada sistem ekonomi tertutup pendapatan nasional riil hanya terdiri dari C, I dan G. Negara Korea Utara dan Tiongkok memakai sistem ekonomi tertutup seperti ini.

Pasar tenaga kerja meliputi kegiatan ekonomi untuk menghasilkan komoditi. Di dalam pasar tenaga kerja akan terbentuk permintaan, penawaran tenaga kerja dan harga tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja yang dapat terserap di sektor-sektor ekonomi sebagai akibat dari adanya penawaran tenaga kerja yang dibutuhkan oleh faktor produksi.

Permintaan tenaga kerja dan modal digunakan oleh rumah tangga perusahaan untuk menghasilkan produk. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan oleh rumah tangga perusahaan, semakin besar output yang dihasilkan. Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan bahwa pertambahan tenaga kerja dapat menurunkan produktifitas fisik marginal tenaga kerja sehingga modal menjadi turun atau konstan.

Pasar uang meliputi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Peredaran uang inilah yang menciptakan permintaan dan penawaran uang. Pasar uang ini tidak seperti yang terjadi pada pasar barang. Transaksi di dalam pasar uang memiliki motif. Para pelaku kegiatan ekonomi di pasar uang dapat saja berasal dari rumah tangga pemerintah, konsumsi, investasi, ekspor dan impor.

Pasar uang termasuk variabel eksogen sehingga perubahan nilai uang tergantung pada kebijakan pemerintah atau penguasa. Pemerintah Indonesia sering melakukan intervensi terkait dengan penurunan dan kenaikan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan perdagangan nasional dengan internasional.

Pasar bursa adalah tempat pertemuan pembeli dan penjual untuk transaksi surat-surat berharga dari pemerintah dan swasta dengan motif tertentu. Surat berharga memiliki dua jenis harga yakni harga nominal dan harga pasar. Harga nominal adalah angka nominal yang tertera dalam surat berharga tersebut. Sedang harga pasar adalah harga yang sedang berlaku dari pasar sesuai dengan permintaan dan penawaran surat berharga tersebut. Kondisi pasar bursa mencerminkan secara langsung kondisi ekonomi makro suatu negara.