Teori ekonomi klasik mulai berkembang sekitar abad ke 18. Teori klasik muncul pada saat teori liberalisme sedang berkembang. Namun, ada pandangan yang berbeda tentang ekonomi menurut teori klasik. Ekonomi liberal terjadi karena adanya pengaruh dari kemajuan teknologi dan pertambahan jumlah penduduk yang sangat meningkat, dengan demikian perekonomian suatu negara akan mengalami permasalahan/

Para ahli teori ekonomi klasik berpendapat bahwa perekonomian suatu negara dapat tumbuh dan berkembang jika dititikberatkan pada pasar. Selain itu, peran pemerintah sangat membantu laju perkembangan ekonomi suatu negara.

Menurut ”Washington Consensus”, peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi pada pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalam perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan “Government Failure”, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN, dan lain sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi deficit karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi. Pemanfaatan kekuatan pasar, yaitu mengembangkan pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal disekonomis. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah harus bersifat “Market Friendly”.

Harga yang ditawarkan pasar dianggap lebih efisien dibandingkan dengan kebijakan pemerintah sehingga harga yang dibentuk oleh pasar akan dianggap sebagai harga yang sebenarnya. Selain itu, menurut aliran ekonomi klasik juga berpendapat bahwa dengan perdagangan internasional atau luar negeri akan merangsang para investor dating ke negara kita dan tertarik untuk menginvestasikan dananya dalam usaha yang didirikan di negara kita. Untuk membantu perdagangan luar negeri ini, pemerintah mempunyai peran melakukan deregulasi, yaitu suatu aturan pemerintah atau berupa kebijakan pemerintah untuk mengurangi, bahkan meniadakan aturan administrasi yang bersifat mengekang kebebasan gerak modal, barang, dan jasa.

Deregulasi pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan bisnis para pengusaha karena dengan kebebasan gerak dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa, akan menyebabkan meningkatnya para wiraswasta sehingga dapat mengurangi salah satu masalah perekonomian negara, yaitu pengangguran.

Dengan semakin meningkatnya wiraswasta di negara kita, maka akan terbuka lebar peluang bagi para tenaga kerja yang masih belum mendapatkan pekerjaan atau pengangguran sehingga dengan adanya bisnis wiraswasta ini dapat menyerap banyak tenaga kerja dan jumlah pengangguran di negara kita akan berkurang.

Pendapat Para Tokoh Tentang Teori Ekonomi Klasik

Ada beberapa tokoh yang mengemukakan pendapatnya yang berhubungan dengan teori ekonomi klasik, di antaranya adalah Adam Smith (1723-1790), Thomas Robert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo (1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill (1806-1873), John Elliot Cairnes (1824-1875),  dan Karl Marx (1818-1883).

Kaum klasik lebih menitik beratkan perekonomian pada faktor penentuan harga atau teori harga. Berikut ini pendapat dari beberapa tokoh aliran ekonomi klasik.

1. Adam Smith (1723-1790)

Adam Smith merupakan salah satu tokoh dari teori klasik. Beliau berpendapat bahwa untuk mengembangkan perekonomian suatu negara diperlukan pembagian kerja. Hal ini dimaksudkan supaya produktivitas tenaga kerja menjadi bertambah. Pada pembagian kerja tersebut, sebelumnya harus dibentuk akumulasi kapital terlebih dahulu, yang sumbernya bias berupa dana tabungan atau luas pasar. Mengapa pasar yang dibentuk harus seluas mungkin? Hal ini bertujuan untuk menarik perdagangan intenasional. Karena jika pasar luas maka akan dapat menampung produksi yang banyak. Apabila perdagangan internasional tertarik dengan pasar yang kita bentuk, maka pasar yang kita miliki terdiri dari dua, yaitu pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.

2. Thomas Robert Malthus (1766-1834)

Menurut Thomas Robert Malthus, perkembangan perekonomian suatu negara ditentukan oleh pertambahan jumlah penduduk. Karena dengan bertambahnya jumlah penduduk, otomatis jumlah permintaan terhadap barang dan jasa pun akan bertambah. Selain itu, menurut Thomas Robert Malthus, perkembangan ekonomi suatu negara juga memerlukan kenaikan jumlah kapital untuk investasi yang terus menerus.

3. David Ricardo (1772-1823)

David Ricardo berpendapat bahwa jika jumlah penduduk semakin bertambah, dan jumlah akumulasi kapital terus-menerus meningkat, maka yang akan terjadi selanjutnya adalah masalah kelangkaan. Contohnya, dengan meningkatnya jumlah penduduk dan banyaknya permintaan, maka lahan yang ada akan semakin sempit sehingga ketersediaan tanah akan sangat langka. Menurut David Ricardo, masyarakat digolongkan menjadi tiga, yaitu:

a. Golongan kapital, yaitu golongan yang berperan dalam produksi dan selalu mengambil keuntungan.

b. Golongan buruh, yaitu golongan ini sangat menggantungkan nasib hidupnya pada golongan kapital. Biasanya, dalam suatu negara, golongan buruh inilah yang jumlahnya sangat besar.

c. Golongan tuan tanah adalah golongan yang menyewakan atau menjual tanah atau lahan kepada golongan kapital.

4. John Stuart Mill (1806-1873)

John Stuart Mill merupakan salah satu tokoh yang menganut sistem kebebasan. Beliau berpendapat bahwa masalah perekonomian merupakan masalah sosial. Selain itu, beliau mengemukakan tentang bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dan ikut serta dalam kemakmuran negaranya, dengan berbagai cara seperti meningkat produksi, mencintai produk negeri sendiri, dan masalah distribusi barang dan jasa.

5. Karl Marx (1818-1883)

Teori yang dikemukakan oleh Karl Marx adalah menjelaskan sejarah perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat itu terdiri dari lima tahap, yaitu:

a. Masyarakat primitif. Segala bentuk aktivitas yanng dilakukan oleh manusia menggunakan alat-alat yang masih seerhana. Alat yang digunakan merupakan alat bersama. Tidak ada persaingan dalam produksi dan konsumsi nalar karena masing-masing membuat atau memproduksi alat atau barang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

b. Adanya kegiatan produksi yang menggunakan alat-alat produksi mengharuskan memperkerjakan orang lain sebagai pekerja. Hal inilah yang menyebabkan berkembangnya perbudakan. Jadi, orang yang memiliki alat-alat produksi memperkerjakan orang lain sebagai budaknya yang diberi upah seadanya.

c. Masyarakat feodal, terdiri dari dua kelas, yaitu kelas feodal yang merupakan para tuan tanah yang sangat berkuasa dalam hubungan sosialnya. Kelas yang kedua adalah kelas buruh, yaitu golongan masyarakat yang bekerja untuk melayani golongan tuan-tuan tanah. Kelas feodal hanya memikirkan tentang keuntungan bagi golongannya saja. Sementara, kelas buruh selalu merasa dirugikan dengan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh kelas feodal.

d. Masyarakat kapitalis merupakan golongan masyarakat yang memperkerjakan kaum buruh yang tidak memiliki alat produksi, kaum buruh hanya mengandalkan tenaga saja sebagai modal usahanya.

e. Masyarakat social. Maksudnya, manusia harus hidup saling berdampingan dan bekerja sama dengan baik. Walaupun satu golongan tidak memiliki alat produksi, harusnya bergabung atau bekerja sama dengan golongan yang memiliki alat produksi, dan selanjutnya bekerja sama lagi dengan golongan-golongan yang memiliki modal atau para penguasa sehingga akan dihasilkan suatu produk yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat lainnya. Jadi, walaupun dalam masyarakat banyak terdapat banyak perbedaan, namun sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, hendaknya bisa saling melengkapi kekurangan dan kebutuhan yang ada.

Teori yang diungkapkan oleh Karl Marx menitik beratkan pada kekurangan konsumsi, yang akan melumpuhkan kemampuan produksi. Marx meramalkan produksi yang berlebihan secara umum, yang akan menimbulkan runtuhnya teori kapitalisme.
Terbukti sekitar tahun 1930, pengangguran merajalela. Dengan demikian, mengubah pandangan orang yang tidak mempercayai bahwa tidak mungkin terjadi produksi yang berlebihan secara umum.

Selain dari tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi tokoh lain yang mengemukakan pendapatnya atau teorinya tentang teori ekonomi klasik. Setiap tokoh memiliki pendapat masing-masing tentang ekonomi yang sedang berlangsung  di suatu negara. Beberapa pendapat atau semua pendapat dari para tokoh tersebut, sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana cara mengembangkan perekonomian suatu negara akan maju dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Jika kebutuhan masyarakat terpenuhi itu berarti negara tersebut bisa dikatakan negara makmur dan sejahtera.

Pendapat dari para tokoh-tokoh teori ekonomi klasik tersebut, akhirnya mendapat pembaharuan baru dengan pendapat-pendapat yang baru dari para tokoh ekonomi lainnya sehingga teori ekonomi klasik akan digantikan dengan teori ekonomi modern.