Memahami Ayat tentang Demokrasi

Demokrasi sering diartikan sebagai kebebasan bertindak dan berbicara. Demokrasi diartikan sebagai persamaan hak dan kewajiban. Akan tetapi dalam praktiknya, demokrasi sering disalahtafsirkan sehingga banyak orang yang berbicara dan bertindak secara bebas dan tidak memperhatikan nilai-nilai yang berlaku.
Mereka berbicara dan bertindak bebas dengan berlindung di belakang kata demokrasi atau hak asasi manusia. Apakah demokrasi itu terkandung dalam ajaran Islam? Allah berfirman dalam Surah Ali Imron ayat 159 yang berbunyi sebagai berikut:

Surah Ali Imran merupakan surah yang ketiga dan terdiri atas 200 ayat. Surah ini diberi nama Ali Imran karena surah ini memuat kisah keluarga 'Imran. Adapun isi pokok Surah Ali Imran, yaitu berisi tentang keimanan, hukum, dan kisah-kisah.

Surah Ali 'Imran ayat 159 ini memberikan penjelasan tentang perintah Allah kepada umat Muhammad Saw untuk selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan hidup.

Musyawarah berasal dari bahasa Arab (Syuroo) yang berarti berunding. Menurut terminologi, musyawarah berarti berunding untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan dengan terlebih dahulu mendengarkan berrbagai usul, gagasan, dan pendapat dari peserta musyawarah. Setelah itu, diambil suatu kesepakatan bersama untuk selanjutnya ditaati dan dilaksanakan.

Hal tersebut dapat dilakukan ketika dijumpai berbagai persoalan bersama yang harus dipecahkan. Pemecahan masalah melalui jalan musyawarah, akan memiliki kualitas lebih dibandingkan penyelesaian dengan keputusan sepihak. Selain itu, hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bersama. Jika keputusan hasil musyawarah sudah disepakati, maka setiap individu harus beitanggung jawab untuk melaksanakan keputusan  tersebut.  Mengapa musyawarah dapat menjadikan cara untuk menyelesaikan masalah?

Misalnya, di suatu sekolah akan dilakukan pemilihan ketua OSIS atau ketua kelas. Pemilihan itu sebaiknya dilakukan dengan jalan musyawarah. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua, semua siswa harus menghormati keputusan tersebut. Adapun contoh lain, misalnya ketika seorang anak akan melanjutkan sekolah, dia dapat merundingkan dengan orangtuanya terlebih dahulu. Anak meminta pendapat orang tuanya tentang sekolah pilihannya dan orangtua membimbing anaknya mencartikan sekolah yang terbaik. Orangtua maupun anak kedua-duanya tidak boleh memaksakan pendapatnya dan memberatkan salah satu pihak.

Musyawarah dalam Islam

Musyawarah artinya pembahasan bersama terhadap suatu persoalan atau masalah untuk mencapai keputusan. yang bulat atas persoalan atau masalah tersebut. Sisi positif yang timbul dari sebuah musyawarah adalah penghargaan terhadap kebebasan berpendapat yang merupakan hak asasi manusia. Cara atau pola bermusyawarah sebagai berikut.

  • Melibatkan pihak-pihak terkait.
  • Mengembangkan persamaan,
  • Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan sendiri atau kelompok tertentu.
  • Mendasarkan diri pada satu niat yang baik.
  • Mengakomodasi semua aspirasi yang berkembang.
  • Manghargai perbedaan pendapat.

Manfaat yang diperoleh dari bermusyawarah adal ah sebagai berikut

  • Memperoleh  kesempatan  untuk mengenal karakteristik orang lain, sekaligus menjalin ukhuwah.
  • Memperoleh keputusan bulat.
  • Mengetahui cara menghargai pendapat orang lain.
  • Menambahwawasandari buahpikiran orang lain.

Adapun peranan musyawarah antara lain.

  • Dapat  memecahkan  masalah  yang  sulit  atau  masalah  yang  tidak  dapat dipecahkan sendiri.
  • Untuk memeriksa dan meneliti pendapat-pendapat agar memperoleh petunjuk tentang penyelesaian yang paling baik.
  • Musyawarah dapat memberikan dorongan kepada masyarakat agar hidup rukun dan bersatu.
  • Dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau hambatan-hambatan yang dihadapi oleh suatu lembaga atau organisasi.

Orang yang bertakwa akan selalu berrnusyawarah dalam setiap urusan-urusan yang  perlu  dimusyawarahkan baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, instansi, dan lain sebagainya.

Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw semasa hidupnya.di antaranya ketika menghadapi musuh pada Perang Badar. Be!iau secara bersama mendengar usulan dari para sahabat tentang posisi perang. Karena dianggap bagus dan sesuai, beliau pun memakainya. Itulah kebesaran hati Rasulullah Saw yang mau mendengar pendapat orang lain.

Allah Swt berfirman dalam Al Quran Surah As Syuaro ayat 38 yang berbunyi:

Surah Asy Syuru ayat 38 ini memberikan penjelasan tentang pentingnya bermusyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan. Musyawarah dalam kehidupan modern disebut demokrasi, yang berasal dari bahasa Yunani demos, artinya rakyat dan cratos yang berartl pemerintah. Jadi, demokrasi tersebut memiliki makna rakyatlah yang memiliki kedaulatan tertinggi.

Di Indonesia, ada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai Iembaga tertinggi, tempat para wakil rakyat berhimpun untuk bermusyawarah dalam memutuskan berbagai persoalan kenegaraan dan kehidupan kemasyarakatan. Dengan demikian, konsep musyawarah itu merupakan pilar demokrasi yang sebenamya telah lama tercantum dalam Al Quran.

Namun, dalam ajaran Islam tidak semua masalah bisa diselesaikan melalui musyawarah. Urusan halal dan haram atau baik dan buruk, dan sejenisnya merupakan masalah mutlak yang harus diikuti dan dijalankan. Akan tetapi, untuk menentukan haramnya daging babi atau judi tidak bisa dilakukan melalui musyawarah, tetapi harus melalui wahyu, baik berupa Al-Quran maupun sunah.

Musyawarah dapat diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan apapun dalam kehidupan, baik dalam lingkup yang sempit maupun lingkup luas.   Misalnya, untuk  menyelesaikan  masalah  rumah  tangga  dapat  dlgunakan  cara  musyawarah. Begitu juga dalam menyelesaikan masalah di sekoluh ataupun di masyarakat. Jika Anda mengalami permasalahan hidup, baik di rumah atau disekolah, jalan satu-satunya adalah selesaikanlah secara benar dan tepat.

Selain itu, surah Asy Syuro ini memerintahkan kepada umat Islam agar senantiasa mematuhi seruan Allah dengan cara menjalankan semua perintah dan larangan-Nya. Allah pula menyerukan kepada setiap individu muslim untuk selalu mendirikan shalat, terutama shalat lima waktu dalam sehari semalam. Terakhir, Allah memerintahkan kepada umat Islam agar selalu menafkahkan sebagian rezeki yang diterima dari Allah Swt.

Berikut ini sikap dan perilaku hidup berdemokrasi sesuai Surah Ali Imran ayat 159 dan Asy Syura ayat 38, yaitu:

  • Menunjukkan sikap lemah-lembut terhadap sesama manusia dan tidak memaksakan kehendak.
  • Jujur dalam berpendapat.
  • Ikhlas memberikan maaf atas kesalahan orang lain walaupun tanpa diminta.
  • Menghormati dan menghargai pendapat dan saran orang lain.
  • Mendahulukan cara musyawarah dalam mencari mufakat.
  • Mampu mengendalikan emosi, tidak bersikap egois, dan tidak otoriter.
  • Berpendapat dan bertutur dengan sopan santun dengan siapa pun.
  • Bersikap saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai hak asasi kemanusiaan.
  • Menyampaikan sanggahan dan tanggapan dengan baik, bijaksana, dan tidak memaksakan pendapatnya untuk diikuti.
  • Menyadari bahwa hanya Allah Swt yang member petunjuk kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.

Secara garis besar, kedua ayat tersebut dapat diimplementasikan dengan cara sebagai berikut.

  • Dalam bergaul dan hidup bermasyarakat, hendaknya kita selalu bersikap ramah dan  lemah  lembut  kepada  setiap  orang.  Orang  lain  tidak  suka  dan  akan menjauh apabila kita bersikap keras dan kasar. Maafkanlah apabila orang lain berbuat salah dan bermusyawarahlah dalam memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan ragsm urusan.
  • Dalam bermusyawarah, kita pun harus dapat berperilaku lemah-lembut, bertutur kata yang sopan, menghormatl atau menghargai pendapat orang lain, mengakui persamaan hak dan kewajiban, mengutamakan ketulusan hati. serta mengambil keputusan dan kesepakatan bersama. Musyawarah akan mendatangkan banyak hikmah. Demikian pula di dalam kehidupan bermusyawarah, kita dianjurkan dapat memberikan kata maaf dan mau memohonkan ampunan kepada Allah Swt.
  • Apabila dalam musyawarah ternyata terjadi jalan buntu dalam arti kata tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka kita disuruh mengembalikan semua urusan itu kepada Allah Swt (Tawakkal).

Nah, itulah penjelasan mengenai ayat Al Qur’an yang menjelaskan mengenai demokrasi.

Loading...