Perang Dunia I merupakan tanda berakhirnya orde dunia lama yang berarti bahwa sistem kepemimpinanan monarki absolut di Eropa telah usai. Suatu bentukan dunia baru mulai muncul diawali dengan adanya Revolusi Rusia yang berimbas pada munculnya revolusi-revolusi lain di berbagai negara. Di lain pihak, perlahan namun pasti, Perang Dingin mulai menyulut Uni Soviet dan Amerika Serikat, sedangkan di Jerman paham-paham baru mulai lahir.

Revolusi Rusia

Sebelum terjadinya Revolusi Rusia, keadaan Rusia di bawah kepemimpinan Tsar Nicholas II (1894 -1917) ketika itu sangat otokratis dan reaksioner. Namun, di sisi lain, khususnya pada bidang industry mengalami kemajuan pesat. Kemajuan pada bidang industri inilah yang menyebabkan munculnya golongan buruh yang nantinya melahirkan kaum sosialis. Seperti “senjata makan tuan”, kaum sosialis inilah yang nantinya berhasil menggulingka Tsar Nicholas II.

Kepemimpinan Tsar Nicholas II tidak disukai oleh rakyatnya karena tindakannya yang sewenang-wenang. Dari sinilah, bibit-bibit revolusi mulai muncul. Selain cara kepemimpinan yang sewenang-wenang, faktor-faktor lain yang memicu timbulnya revolusi Rusia, antara lain:

• Tsar Nicholas II tidak memberikan hak-hak politik dengan benar kepada rakyatnya. Padahal, negara-negara lain ketika itu sudah memberikan hak-hak politik kepada rakyatnya. Dan dewan perwakilan rakyat (Duma) yang dibentuk tidak benar-benar mewakili aspirasi rakyat, mereka hanya berperan sebagai penasihat dalam pemerintahan.

• Sistem pemerintahan yang tidak rasional karena sikap favoritisme Tsar Nicholas II dalam memilih orang-orang yang menjabat di pemerintahan.

• Terjadinya kesenjangan sosial antara kaum bangsawan dan Tsar dengan rakyat. Kaum bangsawan dan Tsar hidup dengan bergelimang kemewahan, sedangkan rakyat biasa hidup sengsara.

• Kebijakan agraria tahun 1906 tidak benar-benar dilakukan dan memberi dampak yang buruk pada petani karena kaum bangsawan tetap menguasai tanah yang cukup luas. Hal ini menyebabkan para petani menuntut tanah menjadi miliknya.

• Kemunculan aliran-aliran baru dari kaum liberal dan sosialis yang bertentangan dengan Tsar.

• Kekecewaan dan hilangnya kepercayaan rakyat kepada Tsar akibat kalah dalam perang di Tannenberg dan danau Misuri. Hal ini menyebabkan kejenuhan rakyat terhadap perang dan rindu akan perdamaian.

• Pertanian terbengkalai, perekonomian negara berantakan karena kekurangan tenaga kerja. Hal ini terjadi karena rakyat Rusia dipindahkan secara besar-besaran untuk terlibat dalam perang. Lama-kelamaan situai ini berdampak pada bahaya kelaparan.

Revolusi Rusia diawali dengan gerakan politik di Rusia yang puncaknya terjadi pada 1917 dengan digulingkannya sistem pemerintahan provinsi yang sebelumnya mengganti sistem pemerintahan Tsar Rusia. Tujuannya untuk membentuk negara buruh Uni Soviet. Hal ini sekaligus merupakan tanda mulai munculnya paham komunis di Eropa. Pergolakan Revolusi Rusia sendiri terjadi dalam dua fase, antara lain:

Fase Pertama (23 - 25 Februari 1917)

Diawali di Kota Pertograd (sekarang Leninggrad) demonstrasi dan pemogokan dilakukan oleh masyarakat Rusia untuk menuntut bahan makanan kepada pemerintah. Aksi ini dilakukan di bawah koordinasi golongan liberal, sosialis, dan komunis. Pemogokan ini berimbas pada perusahaan-perusahaan yang akhirnya melakukan aksi serupa.

Secara tiba-tiba, para tentara yang seharusnya menghentikan demonstrasi dan pemogokan membelot, berbalik arah menyerang para komandannya sendiri. Pada 12 Maret 1917, Tsar Nicholas II secara paksa turun tahta dan ditawan. Kemudian, untuk sementara pemerintahan dikendalikan oleh kaum liberal.

Fase Kedua (Oktober 1917)

Pada 1917, para pemimpin gerakan komunis kembali ke Rusia, yaitu Lenin dan Leon Trotsky (Bronstein). Kepulangan mereka ke Rusia ketika itu bertepatan pada saat kondisi pemerintahan kehilangan kepercayaan dari rakyat. Kaum komunis memanfaatkan kondisi ini dengan melakukan pendekatan terhadap rakyat dengan memberi harapan-harapan serta memberi dorongan kepada para petani untuk membagi tanah serta menyita pabrik-pabrik pada kaum buruh.

Akhirnya, pada 25 Oktober 1917, pemerintahan sosialis di bawah pimpinan Kerensky berhasil dijatuhkan oleh kaum komunis di bawah pimpinan Lenin. Seketika itu, kursi kepemimpinan digantikan oleh Lenin. Perubahan besar pun terjadi di Rusia. Kaum pendukung komunis menyebut dirinya sebagai Rusia Merah, sedangkan pendukung Tsar menyebut dirinya Rusia Putih.

Dengan dipimpin oleh Jendral Anton Ivanovich Denikin dan Pyotr Nikolayevich Wrangel ditambah dengan dukungan dari blok sekutu yang tidak menginginkan berkembangnya paham komunis, perlawanan dilakukan oleh kaum Rusia putih terhadap pemerintahan yang ketika itu dipegang oleh kaum komunis.

Munculnya Paham-paham Baru

Usai Perang Dunia I, mulai bermunculan paham-paham baru di beberapa negara yang perlahan menghapus ideologi pada orde lama dunia, yaitu:

Nazisme

Nazisme berasal dari bahasa Jerman, yatu Nationalsozialismus yang kemudian disingkat Nazi. Nazi merupakan paham yang berkembang di Jerman dalam pimpinan Adolf Hitler. Lahirnya paham ini dipelopori oleh partai sosialis yang berkembang sangat pesat berkat dukungan dari rakyat Jerman.

Nazi sebenarnya bukan Ideologi baru, melainkan gabungan dari dua ideologi, yaitu nasionalisme dan fasisme. Nasionalisme merupakan ideologi yang menjunjung tinggi negara di atas segalanya. Sementara, fasisme merupakan ideologi yang menganggap bahwa hanya golongan intelek dan nasionalis yang berhak duduk di kursi pemerintahan, sedangkan rakyat tidak diperkenankan ikut campur dalam pemerintahan.

Sistem hukum yang dijalankan dalam ideologi Nazi cukup membatasi sekaligus melindungi rakyat dari pengaruh luar yang dapat berdampak buruk. Sebenarnya, tujuan pemerintah dengan menggunakan ideologi Nazi tidak lain adalah untuk menutup rapat celah kemungkinan bagi masuknya ideologi komunis.

Komunisme

Awal munculnya komunis sebenarnya berasal dari perbaikan dari paham kapitalis pada abad 19 yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Ketika itu, buruh dan petani hanya dianggap sebagai elemen pelengkap dalam suatu proses produksi.

Komunisme merupakan paham anti kapitalisme yang sangat menentang kepemilikan modal yang terakumulasi pada perseorangan karena komunisme berprinsip bahwa semua adalah milik rakyat sehingga seluruh komponen produksi harus dimiliki oleh pemerintah sehingga dapat diatur secara merata untuk rakyat. Dalam paham komunisme, tidak dikenal hak perorangan karena begitu membatasi demokrasi rakyat yang bukan merupakan anggota elit partai komunis.

Secara garis besar, paham komunis berdasarkan pada teori materialisme dan tidak percaya pada mitos, takhayul, bahkan agama. Agama dianggap sebagai racun yang mempersempit pemikiran dan penerimaan terhadap ideologi lain karena dianggap tidak nyata. Ideologi ini perlahan-lahan menyebar ke seluruh dunia tepatnya setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia pada 7 November 1917. Tercatat bahwa sampai 2005, china, Vietnam, Laos, dan Korea Utara dikenal dengan sebutan komunis internasional

Fasisme

Fasisme berasal dari bahasa Italia fascio dan bahasa latin fascis yang artinya seikat tangkai kayu. Fasisme merupakan paham yang menomorsatukan kekuasaan yang kekal serta mengenyampingkan prinsip demokrasi. Di dalam praktiknya, fasisme selalu mengutamakan dan mengedepankan bangsa sendiri dan memandang sebelah mata bangsa lain.

Fasisme memiliki unsur-unsur pokok yang menjadi dasar ideologi tersebut meliputi tidak percaya akan kemampuan penalaran, penilaian derajat manusia yang diukur dari statusnya seperti anggota militer lebih tinggi dibandingkan dengan warga sipil, orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan hanya orang-orang elit, menentang hukum dan peraturan internasional yang berlaku, totalitarisme dalam hal penyingkiran ‘ras pinggiran’, kebenaran tidak dinilai secara objektif karena lebih mengutamakan kebenaran yang menjadi doktrin pemerintah, dan perasaan percaya diri berlebihan dengan menganggap negaranya yang paling hebat dibandingkan negara lain sehingga negara lain harus tunduk dan dikuasai.

Demikianlah sekilas gambaran dari puncak Perang Dunia I yang memberikan suatu era, pemikiran, dan paham yang baru bagi dunia. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan dan wawasan kita semakin luas.