Dampak yang ditimbulkan dari perilaku penyimpangan sosial tidak selalu harus bersifat merusak atau mengganggu, hal ini disebabkan penyimpangan sendiri terdiri dari penyimpangan yang positif dan negatif.Berikut ini berbagai dampak yang mungkin terjadi akibat dari suatu penyimpangan.

Dampak Negatif

1. Bagi Individu

Orang yang melakukan penyimpangan pada umumnya akan mendapatkan sebutan sebagai penyimpang atau Devian. Suatu perilaku akan dianggap sebagai sebuah penyimpangan jika dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat itu. Segala perilaku yang tidak sesuai atau bertentangan dengan nilai atau norma di suatu lingkungan masyarakat akan ditolak dan dianggap sebagai penyimpangan. Penolakan masyarakat pada suatu penyimpangan ini akan berdampak pada pelakunya, dampak itu di antaranya ialah:

a. Dikucilkan

Pada umumnya seorang pelaku penyimpangan sosial seperti pelaku kriminal, pecandu Narkoba, penyimpangan seksual, pemerkosa, perampok, dan lain-lain akan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Perlakuan masyarakat terhada pelaku penyimpangan ini bertujuan agar individu itu mau menyadari kesalahan yang sudah dilakukannya serta diharapkan perilakunya yang menyimpang itu tidak ditularkan kepada anggota masyarakat yang lainnya. Tindakan pengucilan ini meliputi berbagai bidang, yaitu: budaya/adat, agama, dan hukum. Contoh pengucilan melalui tangan hukum adalah dengan dijebloskannya pelaku ke penjara, contoh lain dalam agama Katolik, jika seseorang melakukan suatu tindakan penyimpangan maka orang itu tidak diperkenankan menerima hak-hak tertentu seperti seseorang yang melakukan penyimpangan atau berdosa tidak diperkenankan menerima sakramen tertentu.

b. Perkembangan Jiwa yang Terganggu

Penolakan masyarakat atas suatu perilaku penyimpangan sosial pda umumnya akan menyebabkan pelakunya merasa tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Dampak yang biasanya aling dirasakan adalah tekanan psikologis atau kejiwaan. Seringan apapun penyimpangan yang dilakukan seseorang akan memiliki dampak bagi jiwa orang itu, apalagi jika penyimpangan itu berkaitan langsung dengan unsur psikologis atau mental, seperti pecandu narkoba atau pelaku penyimpangan seksual.

c. Perasaan Bersalah

Sudah menjadi fitrah manusia untuk memiliki rasa bersalah, perasaan ini akan muncul ketika seseorang menyadari bahwa dirinya telah melakukan penyimpangan, sekecil apapun kesalahan yang dia lakukan, maka perasaan itu pasti muncul, walaupun tidak sampai terucapkan. Tidak mungkin seseorang tak memiliki perasaan malu, bersalah atau penyesalan jika telah melakukan suatu hal yang negatif yang berdampak pada kerugian orang lain, menghilangkan harta benda bahkan merenggut kehidupan orang lain.

2. Bagi Masyarakat

Secara umum seorang pelaku penyimpangan sosial akan berusaha mencari teman yang memiliki “hobi” yang sama, tujuannya tak lain adalah untuk mendapatkan “partner in crime”. Jika usahanya ini berhasil, maka akan terkumpullah orang-orang yang memiliki perilaku menyimpang dengan tujuan yang kurang lebih sama, dan penyimpangan individu pun berkembang menjadi penyimpangan kelompok. Di dalam kelompok tentu saja para pelaku penyimpangan ini merasa lebih kuat, akibatnya mereka akan lebih berani dalam melakukan penentangan terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sekitarnya. Dampak dari perbuatan mereka pun meluas bukan hanya dampak pada individu tetapi juga dampak pada masyarakat.

Beberapa dampak itu antara lain:

a. Tindakan Kriminal

Perilaku tindakan kejahatan atau kriminalitas yang dilakukan seseorang seringkali merupakan hasil “penularan” dari pelaku yang lain. Misalnya, ketika seorang pelaku kejahatan tertangkap dan dijebloskan kedalam penjara akan menemukan “teman senasib” yang jika mereka tidak memiliki keinginan untuk bertobat, maka mereka akan menggalang kekuatan dan saling melengkapi “keahliannya”. Hingga saat mereka keluar dari penjara akan terbentu suatu kelompok criminal baru yang lebih buruk dari sebelumnya.

b. Keseimbangan Sosial yang Terganggu

Menurut sebuah teori yang dikemukakan oleh Robert K. Merton, perilaku penyimpangan sosial adalah suatu penyimpangan yang melalui struktur sosial. Suatu tatanan masyarakat merupakan salah satu struktur sosial, maka secara otomatis suatu perilaku penyimpangan akan berpengaruh langsung pada masyarakat itu serta keseimbangan sosial di masyarakat itupun terganggu.

c. Memudarnya Nilai dan Norma yang Berlaku di Masyarakat

Sanksi yang tidak tegas dari masyarakat terhadap pelaku penyimpangan sosial akan menyebabkan sikap apatis terhadap kepatuhan pada norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, akibatnya kewibawaan norma dan nilai itu perlahan menjadi pudar dan tak dapat lagi menjadi pedoman dalam mengatur ketertiban di dalam masyarakat. Pengaruh globalisasi pun bisa menjadi jalan bagi masuknya unsur-unsur budaya asing dari luar yang jika tidak disaring bisa berakibat munculnya berbagai perilaku penyimpangan pada masyarakat.

3. Terhadap Moral

a. Dosa

Perbuatan dosa tidak hanya akan mencelakakan diri pelakunya, tetapi juga akan mencelakan orang lain, baik itu orang yang dicelakakan karena menjadi korbannya ataupun orang yang dicelakakan karena sama-sama menjadi pendosa.

b. Rusaknya Akal Sehat

Keruskaan akal sehat tentu saja akan mengganggu kegiatan ritual ibadah, karena salah satu syarat sahnya ibadah adalah akal yang sehat.

c. Hilangnya Tuhan

Pada tingkat yang lebih lanjut, seorang atau sekelompok orang yang melakuakn penyimpangan akan mengalami kerusakan keimanan, kerusakan aqidah dan ketaqwaan kepada Tuhan. Sehingga mereka tidak lagi menganggap bahwa Tuhan itu ada.

4. Terhadap Budaya

a. Munculnya Sempalan Budaya Narkoba (drug subculture)

Para pelaku penyimpangan khususnya para pecandu Narkoba yang telah merasa terikat satu sama lainnya dengan berbagai alasan dan latar belakang, biasanya akan membentuk suatu komunitas yang sifatnya seringkali eksklusif, dimana merka memiliki istilah-istilah sendiri bagi komunikasi untuk kalangan mereka. Komunitas  npara pecandu ini dikenal dengan Drug Subculture atau sempalan buya Narkoba yang cara hidupnya sama sekali menyimpang dari masyarakat sekitrnya.

b. Munculnya Budaya Hedonis

Pelaku penyimpangan sosial biasanya terdorong oleh keinginannya dalam memenuhi kebutuhan yang pada umumnya juga menyimpang, seperti ingin menikmati hidup sepuas-puasnya (hedonisme) sehingga menghalalkan segala cara tanpa mempedulikan akibat-akibat dari perilakunya.

c. Rusaknya Tatanan Budaya Kemasyarakatan

Perilaku penyimpangan sosial yang dilakukan oleh kelompok akan lebih mudah menggerogoti berbagai tatanan nilai, norma, aturan, dan moral masyarakat dalam suatu bangsa. Apabila tidak terkendali akan mengakibatkan hancurnya suatu bangsa.

d. Rusaknya Aturan dalam Bermasyarakat

Penyimpangan sosial juga bisa merusak unsur-unsur pengatur perilaku seseorang dalam suatu masyarakat seperti lembaga budaya bangsa dan berbagai pranata sosial yang ada di masyarakat itu.

Dampak Positif

Pada umumnya dampak dari perilaku penyimpangan sosial bagi masyarakat ataupun bagi diri pelakunya adalah negatif, seperti merusak, mengganggu, merugikan, menghilangkan dan lain-lain.

Tetapi, seperti berbagai hal lain yang berlaku di dunia ini, semua hal pasti ada pasangannya, jika ada yang negatif tentu ada yang positif. Seperti yang diungkapkan oleh Emile Durkheim, dia menyatakan bahwa perilaku penyimpangan sosial juga memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
Berikut beberapa kontribusi positif dari perilaku penyimpangan sosial bagi basyarakat sekitrnya.

  • Norma dan nilai yang adalam masyarakat menjadi lebih kokoh

Jika ada salah seorang atau beberapa orang anggota dalam suatu lingkungan masyarakat melakukan suatu tindakan penyimpangan, maka secara umum masyarakat akan memberlakukan berbagai sanksi bagi si pelaku dengan berpedoman pada nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di lingkungan itu. Sehingga secara tidak langsung masyarakat telah memperkokoh dan memperkuat fungsi dari norma dan nilai tersebut.

  • Batasan moral menjadi lebih jelas

Suatu perilaku dikatakan menyimpang ketika perilaku itu diketahui tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku.Pada saat masyarakat menyaksikan suatu perilaku penyimpangan sosial, maka pada saat itulah mereka bisa menilai mana perbuatan yang benar dan mana yang salah dengan lebih jelas.

  • Tumbuhnya rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat

Ketiak terjadi suatu perilaku penyimpangan sosial pada suatu tatanan masyarakat, maka secara spontan masyarakat akan bersatu untuk memberikan tindakan sanksi bagi pelakunya. Hal ini menjadi bukti bahwa ikatan moral bisa memperkokoh persatuan.

  • Menjadi pendorong bagi berlangsungnya perubahan sosial

Perilaku penyimpangan sosial selalu memberikan tekanan pada batas-batas moral dalma masyarakat, sehingga membuat masyarakat terpicu untuk melakukan perubahan guna memberikan alternatif lain bagi penanganan pelaku penyimpangan itu. Jadi perilaku penyimpangan ini bisa menjadi salah satu faktor pendorong bagi berlangsungnya suatu perubahan positif dalam sebuah tatanan hidup bermasyarakat.

Demikian beberapa dampak dari perilaku penyimpangan sosial, baik negatif ataupun positif.dampak negatif dari suatu perilaku yang menyimpang tentu tidak kita inginkan, tetapi perilaku itu juga bisa mendorong kita untuk melakukan hal yang positif. tetapi alangkah baiknya jika hal positif itu tidak perlu dipicu oleh perilaku penyimpangan.