Satu lagi anggota kelompok dari Monera. Dialah Cyanobacteria. Ciri apa sebenarnya yang dimilikinya sehingga dia dikelompokkan ke dalam kingdom Monera? Padahal dulu, Cyanobacteria digolongkan ke dalam anggota kingdom Protista bersama jenis ganggang lainnya.

Ciri-ciri Cyanobacteria

Pada awalnya, Cyanobacteria dianggap sebagai anggota ganggang. Oleh karena itu, Cyanobacteria diberi nama ganggang hijau biru. Warna hijau birunya itu sendiri berasal dari pigmen fikosianin yang dimilikinya. Akan tetapi,seiring dengan penelitian yang dilakukan, ternyata Cyanobacteria tidak memiliki selubung inti atau prokariot layaknya protista. Dia malah lebih menyerupai bakteri dalam hal tidak memiliki membran inti tersebut. Oleh karena itulah, Cyanobacteria akhirnya digolongkan ke dalam kingdom Monera. Hal lainnya yang membuat Cyanobacteria tidak digolongkan sebagai Protista adalah dari ukuran tubuhnya yang berkisar antara 1 - 50 μm.

Perbedaan utama Cyanobacteria sehingga dipisahkan dari grup bakteri adalah dalam kemampuannya melakukan fotosintesis. Di sini, Cyanobacteria dapat melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil dengan jenis klorofil a. Selain klorofil a, Cyanobacteria juga memiliki pigmen lain, yaitu fikosianin (hijau biru), fikoeritrin (merah), atau karotenoid (oranye). Anggota Cyanobacteria tersebar di berbagai tempat, umumnya terdapat di lokasi air tawar dengan pH netral atau sedikit basa. Cyanobacteria sangat jarang ditemukan di lokasi yang ber-pH asam. Selain itu, Cyanobacteria juga ditemukan di bebatuan atau di tanah.

Cyanobacteria merupakan organisme perintis. Hal ini karena Cyanobacteria mampu melapukkan batuan atau membentuk lapisan di permukaan tanah gundul dan menyediakan penambahan materi organik untuk organisme lain. Tentu saja semua karena Cyanobacteria mampu berfotosintesis menggunakan klorofil yang dimilikinya. Karena kemampuannya ini, Cyanobacteria dipercaya sebagai makhluk hidup pertama yang memasukkan oksigen (donor oksigen) ke atmosfer.

Cyanobacteria hidup dalam bentuk uniseluler, koloni, dan filamen. Bentuk koloninya berupa susunan ratusan sel Cyanobacteria yang bergandengan dan diselubungi bahan gelatin. Bentuk filamennya berupa susunan ratusan rantai sel-sel Cyanobacteria yang berlekatan membentuk suatu helaian. Contoh Cyanobacteria yang hidup secara uniseluler adalah Chroococcus dan Anacystis. Cyanobacteria yang hidup dalam bentuk koloni adalah Nostoc dan Mycrocystis. Adapun Cyanobacteria yang berbentuk filamen adalah Oscillatoria, Microcoleus, dan Anabaena.

Cyanobacteria berfilamen biasanya memiliki sel khusus yang disebut heterosista dan spora istirahat. Heterosista adalah sel tebal tak berinti yang memiliki enzim nitrogenase. Enzim ini berguna untuk mereduksi N2 bebas menjadi NH3 (amonia) yang prosesnya disebut fiksasi nitrogen. Adapun spora istirahat adalah spora berdinding tebal yang berisi sel. Dinding sel ini sendiri terletak di antara plasmalema dan selubung lendir.

Banyak Cyanobacteria yang memiliki hubungan simbiosis. Ada yang bersimbiosis dengan jamur (membentuk liken), paku air (simbiosis Anabaena dengan Azolla pinnata membentuk Anabaena azollae), lumut hati, cycad, tumbuhan berbunga, bahkan dengan invertebrata seperti Amoeba, Protozoa, dan Mollusca. Simbiosis ini menguntungkan Cyanobacteria dan juga inangnya.
Pada simbiosis dengan jamur, Cyanobacteria mendapat keuntungan karena disediakannya tempat yang memungkinkan bagi Cyanobacteria mendapat cahaya matahari. Adapun jamur mendapatkan nutrisi dari hasil fotosintesis Cyanobacteria. Simbiosis bersama jamur ini menyebabkan Cyanobacteria maupun jamur dapat hidup sebagai organisme pionir.

Pada simbiosis dengan paku air, Cyanobacteria mempunyai peran memfiksasi nitrogen bebas dari udara agar dapat digunakan oleh paku air. Adapun paku air memberikan bahan berenergi tinggi untuk Cyanobacteria berupa nitrogen.

Reproduksi Cyanobacteria

Cyanobacteria berkembang biak dengan cara vegetatif. Ada yang dengan cara membelah diri, fragmentasi, atau pembentukan spora. Berikut ini contoh-contohnya.

- Cyanobacteria yang berkembang biak dengan cara membelah diri contohnya adalah Gleocapsa dan Chroococcus

- Cyanobacteria yang berkembang biak dengan cara fragmentasi, terjadi pada Cyanobacteria berbentuk filamen, contohnya Oscillatoria dan Plectonema boryanum. Proses fragmentasi terjadi karena adanya kematian pada sel-sel tertentu yang menyebabkan filamen putus. Filamen yang putus itu disebut hormogonium. Hormogonium kemudian akan tumbuh menjadi individu baru.

- Cyanobacteria yang berkembang biak dengan cara pembentukan spora. Cara ini terjadi disaat kondisi lingkungan tidak menguntungkan.

Klasifikasi Cyanobacteria

Klasifikasi Cyanobacteria sampai sekarang masih diperdebatkan. Belum ada klasifikasi yang jelas yang dipakai secara pasti. Jadi, sampai sekarang, jenis klasifikasi yang banyak dikenal orang adalah jenis klasifikasi tradisional berdasarkan bentuknya. Berikut jenis klasifikasi tersebut.

Ordo Chroococcales

Anggota-anggotanya di antaranya adalah Aphanocapsa, Aphanothece, Chamaesiphon, Chondrocystis, Chroococcus, Chroogloeocystis, Coelosphaerium, Crocosphaera, Cyanobacterium, Cyanobium, Cyanodictyon, Cyanosarcina, Cyanothece, Dactylococcopsis, Geminocystis, Gloeocapsa, Gloeothece, Halothece (dengan klaster Euhalothece, Halothece, Johannesbaptistia, Merismopedia, Microcystis, Radiocystis, Rhabdoderma, Rubidibacter, Snowella, Sphaerocavum, Synechococcus, Synechocystis, Thermosynechococcus, dan Woronichinia).

Ordo Gloeobacterales

Anggotanya hanya satu yaitu Gloeobacter.

Ordo Nostocales

• Anggotanya antara lain dari famili Microchaetaceae yaitu Coleodesmium, Fremyella, Hassallia, Microchaete, Petalonema, Rexia Spirirestis, dan Tolypothrix.

• Dari famili Nostocaceae yaitu Anabaena, Anabaenopsis, Aphanizomenon, Aulosira, Cyanospira, Cylindrospermopsis, Cylindrospermum, Mojavia, Nodularia, Nostoc, Raphidiopsis, Richelia, dan Trichormus.

• Dari famili Rivulariaceae anggotanya yaitu Calothrix, Gloeotrichia, dan Rivularia.

• Dari famili Scytonemataceae yaitu Brasilonema, Scytonema, dan Scytonematopsis.

Ordo Oscillatoriales

Anggotanya antara lain adalah Arthronema, Arthrospira, Blennothrix, Crinalium, Geitlerinema, Halomicronema, Halospirulina, Hydrocoleum, Jaaginema, Katagnymene, Komvophoron, Leptolyngbya, Limnothrix, Lyngbya, Microcoleus, Oscillatoria, Phormidium, Planktolyngbya, Planktothricoides, Planktothrix, Plectonema, Pseudanabaena, Pseudophormidium, Schizothrix, Spirulina, Starria, Symploca ,Trichocoleus, Trichodesmium, dan Tychonema.

Ordo Pleurocapsales

Anggotanya antara lain adalah Chroococcidiopsis, Dermocarpa, Dermocarpella, Myxosarcina, Pleurocapsa, Solentia, Stanieria, dan Xenococcus.

Ordo Prochlorophytes

• Anggotanya antara lain dari famili Prochloraceae yaitu Prochloron.
• Anggotanya dari famili Prochlorococcaceae yaitu Prochlorococcus.
• Anggotanya dari famili Prochlorotrichaceae yaitu Prochlorothrix

Ordo Stigonematales

Anggotanya antara lain Capsosira, Chlorogloeopsis, Fischerella, Hapalosiphon, Mastigocladopsis, Mastigocladus, Nostochopsis, Stigonema, Symphyonema, Symphyonemopsis, Umezakia, dan Westiellopsis.

Peranan Cyanobacteria

Cyanobacteria memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia maupun lingkungan. Cyanobacteria jenis Spirulina sp. merupakan sumber protein alternatif yang dapat digunakan oleh manusia. Bentuk dari Spirulina yang dipakai manusia sebagai protein alternatif ini misalnya saja adalah kapsul, tablet, kaplet, sirup, dan juga serbuk suplemen.

Di alam, Cyanobakteria juga banyak terdapat di pesawahan yang tergenang. Cyanobacteria ini mempunyai peran ganda, yaitu bersifat fotosintetik dan melakukan fiksasi nitrogen. Jenis-jenis Cyanobacteria yang ada di air sawah itu antara lain Anabaena, Scytonema, Tolypothrix, Fischerella, Haplosiphon, Mastigocladus, Stigonema, Westiellopsis, Campylonema dan Microchaete.

Selain memfiksasi nitrogen, Cyanobacteria tersebut juga menyekresikan (mengeluarkan) vitamin B12, auxin, dan asam askorbat yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Nitrogen atmosfer yang difiksasi oleh Cyanobacteria ini akan dilepaskan ke lingkungan sekitarnya dalam bentuk asam-asam amino, protein, dan senyawa pengatur pertumbuhan tanaman. Simbiosis antara Cyanobacteria dan tumbuhan seperti pada Anabaena, juga akan membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Cyanobacteria juga berperan dalam menambahkan materi organik agar organisme lain dapat tumbuh. Hal ini yang menyebabkan Cyanobacteria dapat berperan sebagai organisme perintis. Dalam ekosistem perairan, Cyanobacteria berperan sebagai produsen bagi organisme lain seperti zooplankton, ikan kecil, atau udang kecil karena kemampuannya melakukan fotosintesis. Akan tetapi, pertumbuhan populasi Cyanobacteria yang terlalu tinggi juga tidak baik karena menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dan sinar matahari tidak dapat masuk ke dalam air.