Susunan tetap antara kata maupun kalimat yang memiliki maksud tertentu bisa disebut dengan peribahasa. Dalam ciri lain pribahasa memiliki beberapa aturan lainnya. Seperti menggunakan pengandaian, atau fenomena masyarakat. Namun secara ringkasnya kita bisa merujuk langsung ke KBBI. Pribahasa sering digunakan masyarakat Indonesia sebagai pemanis ketika berbicara. Agar ketika berbicara tidak sepi dan cepat bosan. Karena pribahasa memiliki bahasa yang bagus dan memaksa otak untuk sedikit berpikir.
“Ringan sama dijinjing, berat sama diangkat.”
Kalimat itu merupakan salah satu pribahasa yang sering didengar secara umum. Mempunyai arti bergotong royong bagaimanapun kondisinya. Untuk membaca maupun membuat pribahasa-pribahasa seperti ini sebenarnya mudah. Asalkan tahu cara belajar pribahasa yang benar. 
 
Berikut ini akan dijelaskan beberapa poin yang perlu dikenali agar mudah membuat pribahasa.

Paham Bahasa Indonesia

Dikarenakan pribahasa merupakan materi dari bahasa Indonesia. Tentu untuk mempelajarinya pertama kali kita harus tahu bahasanya. Seperti yang diajarkan di sekolah mulai dari cara menulis, berbicara, hingga berkomunikasi di masyarakat.
 
Hal ini tentu mudah untuk orang Indonesia sendiri, tetapi perlu diperhatikan secara khusus untuk mereka yang belum bisa berbahasa Indonesia, seperti orang luar negeri maupun mereka yang tinggal di daerah pedalaman. Kenapa sebegitu pentingnya? Karena pribahasa akan berubah makna jika dialihbahasakan ke dalam bahasa lain. Meskipun di bahasa tersebut juga memiliki pribahasa.

Mengerti Puisi

Setelah berhasil mempelajari bahasa Indonesia, tahapan selanjutnya adalah memahami pengucapan maupun penulisan puisi. Bagaimana rima di dalam puisi, aspek-aspek yang membangun puisi, hingga makna yang terkandung di dalam puisi.
Dikarenakan pribahasa memiliki banyak jenis, dan salah satu jenisnya itu berhubungan dengan puisi. Akan lebih memudahkan jika memahami sebuah puisi. Dengan begitu, akan paham maksud-maksud yang diungkapkan pribahasa dalam bentuk puisi.

Paham Nilai-nilai Umum

Aspek yang perlu diperhatikan lainnya adalah aspek nilai-nilai umum yang ada di masyarakat. Pribahasa tumbuh bersama dengan tumbuh kembangnya budaya di daerah tersebut. Pribahasa di satu daerah bisa jadi akan berbeda arti di daerah lainnya karena masalah ini, yaitu nilai-nilai yang muncul.
 
Seperti masalah agama serta adat di daerah masing-masing. Di dalam pribahasa akan muncul hal-hal seperti ini. Maka dari itu, cara belajar pribahasa salah satunya adalah memahami nilai-nilai yang diterapkan di masyarakat.

Memahami Sense di Masyarakat

Cara belajar pribahasa selanjutnya adalah memahami sense ataupun kebiasaan yang muncul di daerah. Tak jarang pribahasa akan membawa hawa-hawa daerah. Dikarenakan memang munculnya dari daerah, akan ada candaan-candaan maupun hal-hal yang hanya bisa dilakukan di daerah tersebut. Jika dilakukan di daerah lain akan berbeda reaksinya.
 
Seperti halnya kran air. Jika di desa jika kran air tersebut dimatikan, bisa jadi seluruh kampung akan marah-marah. Tetapi di kota, orang tua akan marah malahan jika kran air tersebut tak segera dimatikan setelah selesai dipakai. Selain itu, juga ada masalah bahasa yang berbeda, dan watak yang berbeda. Akan sedikit butuh waktu untuk memahami sebuah pribahasa, apalagi yang berhubungan tentang suatu daerah jika orang tersebut belum mengenal daerah itu.
 
Dengan begitu, setidaknya adalah mengetahui kebiasaan yang ada di daerah tersebut. Jika ingin membuat sebuah pribahasa yang berhubungan dengan nilai-nilai daerah.

Banyak Membaca

Hal terakhir yang bisa saja merangkum semua tahapan di atas yaitu ketekunan. Semuanya akan bergantung dengan seberapa rajinnya seseorang membaca. Dalam hal ini jika ingin belajar pribahasa tentu akan dihitung dari seberapa rajin seseorang membaca pribahasa. Dengan sendirinya otak akan merangkum dan meringkas semua pelajaran yang ada di pribahasa jika seseorang menghabiskan banyak waktu untuk membaca.
Loading...