Ilmu dalam Agama

Kata ilmu berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘alima- ya’lamu yang berarti mengetahui. Pengertian ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa “ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut.”

Jadi, ilmu tak bisa dipisahkkan dari pengetahuan. Disebut berilmu apabila seseorang berpengetahuan dan disebut berpengetahuan apabila seseorang tersebut berilmu. Biasanya dalam banyak pandangan atau agama ilmu dibedakan dari agama atau keyakinan. Sementara itu, di dalam Islam sendiri ilmu tetap berada dalam koridor agama. Ilmu dan agama memang harus terus menyatu agar menjadikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Ilmu tanpa adanya agama justru akan merusak dunia dan peradaban. Jadi, bagaimana pun juga ilmu harus tetap mendasarkan pada diri dan kembali lagi kepada ketentuan dan hukum-hukum Allah Swt..

Orang Berilmu

Di dalam Islam orang yang berilmu disebut dengan ulama. Secara sempit arti ulama adalah orang yang memahami tentang ilmu agama. Akan tetapi, sesungguhnya pengertian ulama itu lebih jauh dari sekadar pemahaman terhadap ilmu agama saja. Ulama dalam arti luas tersebut bisa diartikan sebagai orang yang merenungi segala ciptaan Allah Swt., mempelajarinya, dan menyandarkan kembali bahwa semua keadaan, kejadian, dan alam semesta yang dipelajarinya adalah ciptaan Allah Swt.. Segala ilmu pengetahuan yang ada di dunia adalah berasal dari ilmu hakiki yang dimiliki oleh Allah Swt..

Seseorang yang berilmu sangat senang berbagi dan mengajarkannya kepada orang lain. Membagi  ilmu yang dimiliki walau hanya sekedar mengajarkan untuk membaca huruf saja akan mendapatkan pahala dari Allah Swt.. Itulah yang disebut orang yang berilmu. Orang berilmu yang lain adalah orang yang mendapatkan ilmu dan ilmunya itu bisa bermanfaaat bagi dirinya sendiri. Selain itu, orang yang berilmu juga membawa manfaat bagi orang lain.

Ilmu didapatkan dari beberapa hal, yaitu dari kebiasaan yang diajarkan oleh orangtua semenjak kecil, mengaji di surau, dari bangku sekolah formal, .membaca buku, sampai dengan berguru kepada orang yang lebih berilmu. Ilmu tidak hanya didapatkan saat seseorang ketika masih muda. Bahkan saat dewasa dan tua juga seseorang bisa mencari ilmu tanpa memandang usia hingga akhir hayatnya. Pencarian ilmu pengetahuan yang terus menerus dengan tetap menyandarkan semua kepada Allah Swt. akan  bermanfaat bagi dirinya tersebut dan juga bagi orang lain yang telah diajarinya

Orang yang berilmu di dalam Islam dikatakan sebagai ulul albab yang berarti orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.
Allah Swt. berfirman yang artinya:

”Dan mereka senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi, lalu berkata,’Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka hindarkanlah kami dari siksa api neraka.” (QS. Al-Imran ayat 191).

Oleh karenanya, Allah Swt. berjanji akan meningkatkan derajat orang yang berilmu dan beramal saleh sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Mujaadilah ayat 11)

Inilah mengapa menuntut ilmu hukumnya wajib bagi seluruh umat Islam. Dengan berilmu seseorang akan lebih memahami hakikat dari ibadah dan lebih mudah melakukan amal saleh dalam perbuatannya sehari-hari. Dengan berilmu pula maka generasi Islam menjadi generasi yang kuat dan mampu menghadapi persaingan hidup dalam masa kini dan masa yang akan datang. Dengan ilmu pulalah terbukti Islam pernah berkembang dengan begitu pesat dan menguasai hampir seluruh dunia dalam kebaikan.

Klasifikasi Ilmu

A. Ilmu Wajib Diketahui

Ilmu yang harus diketahui ialah ilmu yang akan membawa manusia menjadi lebih memahami tentang agamanya. Ilmu yang membuat seseorang semakin bertaqwa kepada Allah Swt. dan mampu menjalankan segala perintah serta menjauhi segala larangan-Nya dengan benar sesuai dengan Alquran dan Hadis Rasulullah Muhammad Saw.. Imam Al Ghazali menyatakan ilmu yang wajib diketahui dan dituntut sampai bisa ini adalah ilmu Fardhu ‘Ain. Beliau menyatakannya dalam kitab Ihya Ulumudin bahwa ilmu fardhu ‘ain adalah ilmu tentang segala amal perbuatan yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Ilmu ini menurut ulama lain juga disebut sebagai ilmu al manqulat.

Ilmu tersebut antara lain:

1. Tata Cara Shalat

Setiap umat Islam wajib mempelajari sehingga bersungguh-sungguh untuk mengetahui tata cara shalat yang benar. Dengan mengetahui tata cara shalat yang benar maka seseorang bisa beribadah dengan khusyu. Menjalankan rukun Islam kedua dengan sepenuh jiwa hanya mengharap ridha Allah semata.

2. Tata Cara Berpuasa

Setiap muslim perlu mengetahui tata cara puasa yang benar. Bagaimana meniatkan diri untuk berpuasa, kapan harus menghentikan makan sahur dan kapan harus berbuka. Perlu juga untuk mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa dan menambah pahala ketika berpuasa. Selain itu, perlu diketahui juga puasa wajib dan sunat, serta bagaimana seorang perempuan mengganti puasa wajibnya yang tertinggal karena berhalangan.

3. Tata Cara Zakat

Ilmu tentang zakat merupakan ilmu yang perlu dipelajari sehingga setiap umat muslim tahu kewajiban untuk mengeluarkannya. Meskipun saat ini telah banyak badan zakat, tetapi tak menyurutkan kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajarinya agar benar-benar memahami. Ketika mempelejarai dengan benar maka akan mengetahui bagaimana kewajiban zakat, cara mengeluarkannya, serta hitungan yang tepat.

4. Tata Cara Berhaji

Sudah mampu atau belum, setiap muslim wajib mempelajari tata cara berhaji. Setidaknya mengetahui bagaimana cara menjalankan kewajiban bagi yang mampu tersebut. Dikatakan mampu tersebut dilihat dari kesanggupannya dalam hal materi, lahiriah, maupun jasmaniah. Memahami bagaimana cara melaksanakannya dan memahami pula rukun-rukunnya.

5. Cara Memperoleh Pahala dari Allah Swt

Setiap muslim perlu mengetahui segala hal yang menjadikan jalan menuju pahala dari Allah Swt.. Semua yang bernilai pahala, semua yang termasuk ke dalam ibadah, dan cara meniatkannya.

6. Larangan dari Allah Swt

Setiap umat Islam wajib mengetahui segala larangan Allah Swt. agar tidak terjerumus ke dalam lubang hitam. Dengan menjaga diri untuk menjauhi segala larangan Allah maka harapan bahwa ibadah yang dilakukan akan diridhai oleh-Nya semakin besar.

7. Akhlakul Arimah

Sangat perlu bagi setiap muslim untuk mengetahui akhlakul karimah dan tata cara kehidupan yang Islami. Dengan demikian, dalam setiap pemikiran, perkataan, dan perbuatan kita senantiasa diliputi oleh keinginan untuk beribadah kepada Allah Swt..

B. Ilmu Boleh Diketahui

Disebut juga dengan ilmu pengetahuan atau ilmu duniawi. Ilmu duniawai ialah ilmu yang mempelajari tentang segala alam semesta dan seisinya sebagai ciptaan Allah Swt.. Imam Al Ghazali menyebut ilmu yang boleh dipelajari atau ilmu duniawi ini sebagai ilmu fardhu kifayah. Hukumnya tetap wajib meskipun tidak sebesar kewajiban untuk mempelajari ilmu agama yang berkenaan dengan peribadatan kepada Allah Swt. Berbagai ilmu duniawi yang perlu dipelajari di antaranya:

1. Ilmu Pengetahuan Bersifat Pemahaman

  • Ilmu alam
  • Ilmu astronomi
  • Ilmu antropologi
  • Ilmu psikologi
  • Ilmu matematika/berhitung
  • Ilmu biologi
  • Ilmu bahasa
  • Ilmu politik
  • Ilmu ekonomi
  • Ilmu kimia
  • Ilmu fisika
  • Ilmu sosial
  • Ilmu komunikasi
  • Ilmu kedokteran
  • Ilmu farmasi, dan berbagai ilmu lainnya.

2. Ilmu Pengetahuan Bersifat Keterampilan

  • Ilmu menjahit
  • Ilmu montir
  • Ilmu merajut
  • Ilmu menyongket
  • Ilmu memasak
  • Ilmu mengemudi
  • Ilmu merakit mesin
  • Ilmu desain
  • Ilmu komputer dan teknologi, dan berbagai ilmu ketrampilan lainnya.

Manfaat Memiliki Ilmu

  • Mampu menjalankan ibadah dengan lebih khusyu karena mengetahui tata cara yang benar dan mengetahui pula hakikat dari ibadah yang dilakukan tersebut.
  • Mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat dan kemunkaran. Memiliki ilmu tentang hal yang diwajibkan, diperbolehkan, dan dilarang oleh Allah Swt. akan membuat diri seseorang terjaga dari perbuatan maksiat dan munkar. Perbuatan tersebut bisa saja dilakukannya saat dia belum mengetahui hukum dari Allah Swt.
  • Mampu meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Ilmu yang barokah, yang mendapatkan ridha dari Allah Swt. bukan hanya bermanfaat saat kita berada di dunia. Misalnya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dalam beribadah mencari nafkah untuk keluarga. Akan tetapi, terlebih lagi ilmu yang barokah akan membawa kebaikan bagi diri kita, keluarga kita, dan masyarakat sekitar sehingga membawa pahala yang akan dibawa sampai nanti ketika di akhirat.