Setelah kita mengenal apa itu bakteri, ciri-ciri, sifat-sifat, beserta cara perkembangbiakannya, kini saatnya kita mengenal bahaya dan manfaat bakteri bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Bahaya bakteri bagi lingkungan

Bakteri yang biasa kita sebut sebagai kuman merupakan mikroorganisme yang paling banyak ada di antara kita. Karena banyaknya ini, bakteri bisa hidup bahkan di tubuh kita. Banyak spesies bakteri yang hidup sebagai parasit dan merugikan inangnya, termasuk kita. Penyakit ini dapat muncul akibat bakteri menyintesis substansi racun yang berbahaya bagi organ tubuh inangnya.

Berikut ini jenis-jenis bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia.

• Clostridium botulinum, bakteri ini menyebabkan botulisme atau keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian. Bakteri anaerob ini dapat bertahan hidup dalam bentuk spora sampai bertemu dengan lingkungan yang menguntungkan. Ketika melakukan reproduksi, Clostridium botulinum melepaskan racun yang memasuki aliran darah. Racun tersebut kemudian menyerang saraf. Makanan yang mengandung Clostridium botulinum sangat berbahaya. Setiap satu gramnya saja dapat membunuh 15 juta orang. Botulisme 90% disebabkan oleh buruknya pengolahan makanan kaleng yang diawetkan

• Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus. Bakteri ini menyukai tempat yang kotor dan terlindung dari oksigen sebagai tempat perkembangbiakannya. Bakteri tetanus memproduksi racun yang menyerang sistem saraf dan dapat bertahan hidup pada luka tusukan yang dalam. Di daerah tersebut bakteri tetanus terlindungi dari oksigen.

• Tuberculosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru manusia. Pada manusia, penyakit TBC menular melalui udara yang dikeluarkan oleh penderita saat batuk, bersin, bercakap-cakap, atau ketika membuang dahak.

• Neisseria gonorhoae dan Treponema pallidum adalah dua jenis bakteri yang menyebabkan penyakit kelamin. Neisseria gonorhoae menyebabkan penyakit gonorhoea, sedangkan Treponema pallidum menyebabkan penyakit sifilis. Kedua jenis penyakit ini disebarkan melalui kontak seksual. Neisseria gonorhoae juga dapat menimbulkan peradangan di organ lain, seperti mata, persendian, selaput otak, dan saluran telur.

• Corynebacterium diphteriae adalah bakteri yang menyebabkan difteri, yaitu penyakit yang menyerang saluran respirasi (terutama tenggorokan). Bakteri C. diphteriae menyebabkan tenggorokan tersumbat karena membentuk selaput yang menutupi tenggorokan. Gejala yang ditimbulkannya, yaitu susah bernapas dan demam.

• Salmonella thypi menyebabkan penyakit tifus. Bakteri ini menyerang sistem pencernaan, khususnya usus, kemudian menyebar ke limfa, darah, paru-paru, sumsum tulang, dan limpa. Gejalanya demam tinggi, halusinasi, dan jika sudah parah dapat menimbulkan pendarahan usus.

• Vibrio coma menyebabkan penyakit kolera. Bakteri ini menyerang usus dengan gejala diare berupa cairan berwarna putih (seperti air cucian beras) yang keluar terus-menerus tanpa disertai mulas. Terkadang, gejala penyakit ini disertai mual. Orang yang terkena penyakit ini harus segera dibawa ke rumah sakit.

• Neisseria meningitis menyebabkan penyakit radang selaput otak. Gejalanya demam tinggi, kuduk terasa kaku, disertai kejang-kejang dan penurunan kesadaran.

• Mycobacterium leprae menyebabkan penyakit lepra (kusta) yang menyerang jari-jari tangan dan kaki. Mula-mula tangan dan kaki tidak dapat merasakan sesuatu, lama kelamaan jari-jari tangan dan kaki tersebut putus.

• Bakteri Streptococcus memiliki banyak bentuk dan menimbulkan banyak penyakit. Salah satu jenisnya, yaitu Streptococcus pneumoniae yang menimbulkan pneumonia, penyakit ini menyebabkan paru-paru dipenuhi oleh cairan.
Berikut ini contoh bakteri yang menyebabkan penyakit pada hewan.

• Bacillus anthracis ialah penyebab penyakit antraks pada hewan ternak, seperti kambing, sapi, dan domba. Bakteri ini sangat mudah berkembang biak dan membentuk spora. Bakteri antraks mudah berkembang biak di lingkungan yang lembap. Spora antraks dapat menular juga pada manusia melalui makanan, udara, dan luka.

• Mycobacterium bovis menyebabkan penyakit pada lembu.
• Mycobacterium avium menyebabkan penyakit pada unggas.

Berikut ini contoh bakteri yang mengakibatkan penyakit pada tumbuhan.

• Pseudomonas cattleya menyebabkan penyakit pada tanaman anggrek.
• Bacterium papayae menyebabkan penyakit pada pepaya.
• Clostridium desulfuricans menghasilkan amonia yang merupakan racun bagi tanaman.

Bakteri-bakteri di atas terdapat di mana-mana. Lalu, bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan terhadap terjadinya infeksi bakteri? Bakteri dapat menginfeksi tubuh melalui luka terbuka. Oleh karena itu, sangat penting untuk membasuh luka dengan air dan sabun serta memberikan alkohol untuk membunuh bakteri. Dalam kegiatan sehari-hari pun, mencuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah masuknya bakteri dan menyebarnya bakteri penyebab penyakit.

Manfaat bakteri bagi lingkungan

Selain menimbulkan bahaya, bakteri juga memiliki banyak fungsi yang tak kalah pentingnya bagi kehidupan kita. Beberapa bakteri heterotrof menggunakan energi dengan memecah molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon), seperti detergen dan larutan beracun benzen. Bahan-bahan berbahaya ini dapat terurai (terdegradasi) dengan bantuan bakteri. Jadi, istilah biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup)  menunjuk pada hasil kinerja dari bakteri.

Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus biogeokimia pada ekosistem. Selain memberi makan dirinya sendiri, bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali.

Berikut ini beberapa bakteri yang berguna bagi manusia.

• Bakteri yang bersimbiosis, hidup di dalam pencernaan manusia (E. coli). Bakteri ini memakan makanan yang tidak dapat dicerna dan menyintesis vitamin seperti vitamin K dan B12.

• Bakteri yang hidup pada organ kelamin wanita menciptakan lingkungan yang tidak memungkinkan bagi parasit seperti jamur untuk tumbuh.

• Streptococcus lactis adalah jenis bakteri yang menghasilkan keju.

• Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan jenis bakteri yang digunakan untuk pembuatan yoghurt.

• Lactobacillus casei digunakan untuk membuat produk nata de coco.

• Streptomyces, Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik.

• Acetobacter menghasilkan asam cuka.

Berikut ini beberapa kegunaan bakteri bagi hewan dan tumbuhan.

• Beberapa bakteri memiliki kemampuan untuk memecah selulosa (komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan). Bakteri pemecah selulosa hidup di saluran pencernaan hewan memamah biak, seperti sapi, kambing, dan domba. Fungsinya untuk membantu memecah rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan-hewan tersebut.

• Beberapa bakteri pengikat nitrogen melakukan simbiosis dengan tumbuhan Leguminoseae (polong-polongan). Bakteri ini hidup pada nodul akar dan membantu menyediakan nitrogen bagi tumbuhan. Tumbuhan terbantu dalam memperoleh nutrisi karena tumbuhan tidak dapat menggunakan nitrogen secara langsung dari udara. Contoh bakteri pengikat nitrogen adalah Azotobacter, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum.

• Bakteri nitrifikasi membantu proses pembentukan senyawa nitrat dan membantu menyuburkan tumbuhan. Bakteri nitrifi kasi terbagi menjadi bakteri nitrit (mengubah amoniak (NH3) menjadi asam nitrit (HNO2)) dan bakteri nitrat (mengubah asam nitrit (HNO2) menjadi asam nitrat (HNO3)). Contoh bakteri nitrit adalah Nitrosomonas dan Nitrococcus, sedangkan contoh bakteri nitrat adalah Nitrobacter.