Sebelum membahas mengenai kawasan Asia Tenggara modern, ada baiknya mengenal lebih jauh sejarah kawasan ini pada zaman kuno. Kebudayaan apa sajakah yang mempengaruhi perkembangan masyarakat Asia Tenggara kuno? Bagaimana perkembangan Asia tenggara pada zaman kerajaan-kerajaan kuno? Apa dampak dari penjajahan bangsa Eropa di Asia Tenggara? Bagaimana  kemajuan negara-negara Asia Tenggara kini?

Asia Tenggara pada Zaman Prasejarah

Penemuan fosil manusia purba banyak terdapat di Asia Tenggara, misalnya Homo Sapiens, dan lainnya. Menurut para ahli sejarah, Asia Tenggara adalah kawasan dengan perkembangan kebudayaan yang bersifat dinamis. Menjadi daerah migrasi bangsa yang menempati wilayah daratan Benua Asia.  Para imigran ini menyebar ke wilayah kepulauan Nusantara, Filipina dan pulau-pulau yang terdapat di Samudera Pasifik.

Asia Tenggara pada zaman prasejarah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berburu. Selain itu, mereka telah melakukan sistem pengadopsian atau penjinakan hewan liar dan tanaman dari habitat asalnya yang disebut dengan domestikasi. Kemudian, berkembanglah sistem bercocok tanam. Keterampilan dasar dalam mengolah logam ditemukan sekitar abad 5 SM di daerah Dongson, Vietnam. Sedangkan bangsa Melayu mulai memperkenalkan kemampuan primitif pengolahan logam di wilayah Semenanjung pada abad 2.500 SM.

Sistem kepercayaan bangsa Asia Tenggara prasejarah adalah pemujaan terhadap roh nenek moyang. Mereka melakukan upacara pemujaan terhadap roh pemimpin klan dan mempercayai kekuatan supranatural yang dimiliki roh tersebut. Tempat pemujaan terhadap roh ini biasanya menggunakan monumen megalitik, seperti punden berundak, dolmen, kubur batu, menhir, dan lainnya.

Zaman Kerajaan-kerajaan Asia Tenggara Kuno

Wilayah di Asia Tenggara pada masa modern terbagi dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan dan Asia Tenggara Maritim.  Pada masa kerajaan kuno, wilayah ini pun terbagi menjadi dua, yaitu kerajaan kuno agraris yang menerapkan aktivitas pertanian dan kerajan kuno maritim yang menerapkan aktivitas perdagangan via laut. Kerajaan Ayutthaya di Thailand adalah salah satu contoh kerajaan kuno bersistem agraris. Sedangkan kerajaan kuno bersistem maritim di asia Tenggara adalah kerajaan Sriwijaya.

Budaya Islam mulai berkembang di Asia Tenggara diawali dengan singgahnya para pedagang muslim pada abad ke 12 M. Sebelum kedatangan para pedagang muslim ini, agama Hindu dan Buddha telah lebih dulu berkembang di Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya di Sumatera merupakan kerajaan yang mendominasi wilayah Asia Tenggara kuno. Selain menjadi pusat pengaruh agama Buddha, Sriwijaya juga menjadi tempat persinggahan pedagang India dan Tiongkok.

Saat Sriwijaya mengalami kemunduran, Kerajaan Malaka mengambil alih kekuasaan dan mendominasi Asia Tenggara. Kerajaan Malaka dibangun oleh keturunan keluarga kerajaan Sriwijaya. Pada akhirnya, para penguasa kerajaan Malaka memeluk agama Islam dan menjadi pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Penjajahan Bangsa Eropa di Asia Tenggara

Bangsa Eropa mulai singgah di Asia Tenggara pada abad ke 16, diawali dengan kedatangan bangsa Portugis yang menguasai Malaka. Kemudian disusul kedatangan Belanda dan Spanyol. Belanda mengambil-alih kekuasaan di Malaka dari tangan Portugis. Sedangkan Spanyol menguasai Filipina. Inggris mulai menguasai wilayah kekuasaan Belanda saat perang Napoleon berlangsung. Pada tahun 1819, Inggris mendirikan Singapura sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara untuk menyaingi pusat perdagangan Belanda (VOC) di Batavia.

Hampir seluruh wilayah di Asia Tenggara, kecuali Thailand, mengalami masa imperialisme yang dilakukan bangsa-bangsa Barat. Tahun 1913 ditandai dengan pendudukan Burma, Malaya, dan wilayah Borneo oleh Inggris. Belanda menancapkan kekuasaan kolonialnya di Hindia Belanda. Perancis tak mau ketinggalan dengan menguasai wilayah Indochina. Sementara itu, kekuasaan Spanyol di Filipina diambil-alih oleh Amerika dan Portugis berkuasa penuh di daerah Timor-Timur.

Sumber daya alam yang berlimpah ditenggarai sebagai hal yang memicu datangnya bangsa Barat di Asia Tenggara. Industri yang banyak berkembang adalah sektor perdagangan hasil pertanian, pertambangan dan ekspor komoditi. Karena meningkatnya aktifitas di sektor pertanian dan pertambangan, maka permintaan pasokan tenaga kerja pun meningkat. Terjadilah imigrasi besar dari daerah India, Cina dan daerah lainnya.

Inilah awal datangnya komunitas orang-orang keturunan Cina dan India di Indonesia dalam jumlah besar. Kehadiran bangsa-bangsa Barat juga turut menyebarkan agama Kristen di Asia Tenggara, mengembangkan sistem birokrasi pemerintahan, sistem peradilan, pendidikan modern yang pada akhirnya membangkitkan paham nasionalisme, jurnalisme, dan lain-lain.
Pada pertengahan abad ke 17, kemiskinan mulai melanda Asia Tenggara. Faktor pemicu munculnya kemiskinan adalah sebagai berikut.

1. Faktor yang berasal dari dalam (internal)

• Terjadi kemiskinan akibat tindakan penguasa yang menjalankan sistem diktatorisme dan sebagian besar melakukan hal yang sewenang-wenang terhadap rakyat.
• Adanya persekutuan antara pedagang dan pemegang kekuasaan.

2. Faktor yang berasal dari luar (eksternal)

• Masuknya pengaruh Barat.
• Perdagangan global  mengalami masa depresi.
• Munculnya negara yang bersistem agraris. Awalnya negara-negara maritim adalah penguasa di Asia Tenggara.
• Perubahan iklim yang ekstrem.

Negara-Negara Asia Tenggara di Era Modern

Pascaperang Dunia kedua, kawasan Asia Tenggara merupakan zona politik dan ekonomi strategis yang banyak diincar oleh negara-negara besar. Hubungan antar negara-negara di Asia Tenggara perlu ditingkatkan kembali untuk menghindari konflik. Biasanya konflik yang terjadi terkait dengan masalah pelanggaran batas wilayah, pencurian sumber daya alam, dan lainnya.
Untuk meminimalisir konflik dan memperkuat pertahanan-keamanan, dibentuklah kerjasama di kalangan negara-negara Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tahun 1967. Sebelum berdirinya ASEAN, beberapa jenis kerjasama regional telah digalang seperti misalnya ASA (Association of Southeast Asia), SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization), ASPAC (Asia and Pacific Council) dan MAPHILINDO (Malaya, Philippina, Indonesia).

Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN adalah Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja. Beberapa bentuk kerjasama yang dilakukan negara-negara ASEAN, antara lain sebagai berikut :

a. Bidang Politik
Kerjasama di bidang politik bertujuan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Asia Tenggara. Beberapa bentuk kerjasama di bidang politik, misalnya ZOPFAN (Zone Of Peace, Freedom And Neutrality) atau Kawasan Damai, Bebas, dan Netral, SEANWFZ (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone) atau Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan TAC (Treaty of Amity and Cooperation) atau Traktat Persahabatan dan Kerjasama.

b. Bidang Ekonomi
Kerjasama di bidang ekonomi bertujuan untuk memajukan perkembangan ekonomi di semua negara ASEAN mencakup kerjasama di bidang perindustrian, perdagangan, dan pembentukan AFTA (Kawasan Perdagangan Bebas).

c. Bidang Sosial
Kerjasama di bidang sosial, misalnya dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, ketenagakerjaan, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan pemuda dan wanita, pembangunan sosial, penanganan bencana alam dan lainnya

d. Bidang Budaya
Kerjasama di bidang budaya dan pendidikan direalisasikan melalui workshop dan simposium seni budaya, ASEAN Youth Camp, pertukaran pelajar, ASEAN Culture Week, studi banding, festival seni kebudayaan ASEAN, pertukaran program televisi ASEAN dan lainnya.

e. Bidang Militer
Para negara anggota ASEAN berusaha mencegah dan menghindari terjadinya persekutuan militer. Untuk meningkatkan sistem keamanan dan pertahanan wilayah negara, beberapa negara ASEAN mengadakan latihan militer bersama. Misalnya, latihan militer yang diikuti Indonesia dan Malaysia dengan nama sandi Elang Malindo.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Asia Tenggara dan ASEAN. Semoga bermanfaat.