Alat pemuas kebutuhan dapat berupa barang dan jasa. Barang dan jasa yang digunakan untuk pemuas kebutuhan bisa bermacam-macam bentuknya. Dalam kehidupan, manusia tidak akan terlepas dari barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Barang

Barang adalah suatu objek yang memiliki nilai. Nilai suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan. Barang didefinisikan sebagai suatu produk fisik (berwujud, tangible) yang dapat diberikan pada seorang pembeli dan melibatkan perpindahan kepemilikan dari penjual ke pelanggan.

Ciri-ciri Barang

Barang yang sering kita gunakanuntuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita di antaranya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

• Berwujud.
• Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan saat digunakan.
• Bila digunakan, nilai, manfaat, dan bendanya sendiri dapat berkurang, bahkan habis.

Jenis-jenis  Barang

Barang dapat dibedakan menurut beberapa faktor, yaitu bagaimana cara memperolehnya, menurut kegunaannya, cara pembuatannya, dan menurut hubungannya dengan barang lain.

A. Barang menurut cara memperolehnya

Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.

• Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu, biasanya bentuk pengorbanan tersebut adalah uang. Contohnya, manusia mendapatkan makanan harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut merupakan sebuah pengorbanan.

• Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak memerlukan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja dari alam. Contohnya, udara untuk bernapas dan cahaya matahari. Semua manusia dapat mendapatkan dan memanfaatkan cahaya matahari dan udara dengan bebas, tanpa harus membayar atau mengambilnya dengan tenaga. Hal ini dikarenakan cahaya matahari dan udara sudah tersedia di alam bebas.

• Barang illith adalah barang yang dibutuhkan, tapi jika barang tersebut melebihi yang dibutuhkan justru akan merugikan dan akan membahayakan. Contohnya, air dan api. Dalam kehidupan, selalu membutuhkan air, manusia tidak dapat hidup jika tanpa air.

Namun, jika jumlah air melebihi jumlah yang kita butuhkan, maka akan sangat membahaya kehidupan, seperti jika terjadi banjir atau tsunami, jumlah air yang ada sangat melebihi kebutuhan manusia sehingga akan membahayakan. Begitupula dengan api. Jika jumlahnya sesuai yang dibutuhkan akan sangat bermanfaat untuk banyak hal, namun jika jumlahnya melebihi kebutuhan akan membahayakan, seperti kebakaran.

B. Barang menurut kegunaannya

• Barang konsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya dapat lanngsung diambil dan dirasakan. Contohnya, makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain.

• Barang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Contohnya, mesin jahit, yang dapat menghasilkan pakaian. Dengan kata lain, barang produksi merupakan barang modal guna menghasilkan barang baru.

c. Barang menurut proses pembuatannya

• Barang mentah, yaitu bahan dasar untuk proses pembuatan suatu produksi. Artinya, barang tersebut belum mengalami proses produksi. Contoh dari barang mentah adalah kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan meja, kursi, lemari, dan alat rumah tangga lainnya. Contoh lainnya, tembakau yang dijadikan bahan dasar pada pembuatan rokok. Atau kapas yang merupakan bahan dasar pembuatan kain.

• Barang setengah jadi. Artinya, barang tersebut sudah melewati tahap pengolahan, tetapi belum siap untuk digunakan produksi. Contohnya, seperti benang yang dihasilkan dari kapas. Benang merupakan barang setengah jadi karena belum dapat menghasilkan sebuah produk dalam hal ini adalah produk kain atau pakaian.

• Barang jadi adalah barang yang sudah melewati tahap produksi dan bersifat siap pakai serta dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya. Contohnya, pakaian, sepatu, makanan, dan lain-lain.

d. Barang menurut hubungan dengan barang lain

• Barang Substitusi, yaitu barang yang dapat mengganti fungsi barang yang lain. Contohnya, karpet yang menggantikan fungsi tikar, yaitu berfungsi sebagai alas lantai.

• Barang komplementer, yaitu barang yang dapat melengkapi fungsi dari barang lainnya. Contohnya, gas dan tabungnya yang dapat melengkapi kompor gas karena kompor gas tanpa tabung dan isinya berupa gas, tidak akan dapat difungsikan.

Jasa

Menurut Kotler (2000:428), jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan menyebabkan perpindahan kepemilikan apa pun. Produksinya bisa terikat dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk. Sementara itu, menurut Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2005:28), Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi, dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.

Karakteristik Jasa

A. Intangibility (tidak berwujud).

Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda, maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.

B. Inseparability (tidak dapat dipisahkan).

Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Berbeda dengan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.

C. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah)

Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output. Artinya, banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis bergantung kepada siapa, kapan dan di mana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.

D. Perishability (tidak tahan lama)

Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.

E. Lack of Ownership

Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan). Artinya, jika seseorang membeli atau menyewa fasilitas jasa, tidak bias dimiliki seutuhnya untuk selamanya. Misalnya, saat menonton di bioskop, kita bayar, duduk, menonton, dan menikmati fasilitas bioskop yang ada selama pemutaran film. Jika film selesai, jasa yang kita bayar tadi pun selesai dan fasilitas yang ada tidak bisa kita bawa pulang dan dinikmati selamanya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jasa memiliki ciri-ciri tidak berwujud, tidak dapat diraba, tapi bisa dirasakan, dan jasa bersifat tidak akan habis.

Jenis-jenis Jasa

A. Personalized services

Personalized services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain okasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing, personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive, yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya, patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundry karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya. Dengan kata lain, services atau pelayanan lebih diutamakan sehingga mendapatkan banyak pelanggan.

B. Financial services

Yang digolongkan dalam financial services, antara lain:

• Banking services (Bank).
• Insurance services (Asuransi).
• Investment securities (Lembaga penanaman modal).
• Public utility and Transportation services.

Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para pemakainya terdiri dari Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda).
Sementara itu, dalam transportation services, meliputi angkutan kereta api, kendaraan umum, pesawat udara, dan sebagainya. Pelayanan di sini ditujukan untuk angkutan penumpang dan angkutan barang.

C. Entertainment

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung di mana karcis dijual di loket-loket.

D. Hotel services

Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini, hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa alat pemuas kebutuhan adalah barang dan jasa. Manusia berusaha dan berlomba-lomba mendapatkan barang dan jasa. Mengapa demikian? Jawabannya, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena jika kebutuhan dalam hidupnya tidak terpenuhi, maka akan mengganggu kelangsungan hidupnya. Namun, kadang ada sebagian orang yang berusaha mendapatkan barang dan jasa yang sebenarnya tidak terlalu penting dalam hidupnya, mereka berusaha mendapatkannya hanya untuk gaya hidup saja.

Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tergantung dari budaya dan keadaannya. Seperti yang telah dijelaskan bahwa kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sampai kapan pun manusia tidak akan merasa puas, selalu ingin meraih kebutuhan selanjutnya. Sementara itu, alat pemuas kebutuhan sifatnya terbatas.