Al-Quran adalah kitab suci umat islam yang merupakan mukjizat nabi Muhammad Saw yang bisa kita lihat sampai saat ini. Kitab akhir zaman yang merangkum semua kisah kehidupan manusia sejak sebelum terciptanya dunia ini sampai dunia ini ada hingga nanti hari kiamat tiba. Di era modern ini Al-Quran pun memiliki peran yang sangat besar, karena sebelum adanya penemuan-penemuan ilmiah dari para ilmuwan sudah tahu bahwa kandungan isi Al-Quran menceritakan semuanya. 
 
Salah satunya yang membahas mengenai Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan. Seperti dalam surat Al-‘Alaq dikatakan:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya…sungguh manusia itu adalah manusia yang melampaui batas. ” (Qs. al-‘Alaq: 1-5)
Surat Al-‘Alaq di atas merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah Saw karena ayat pertama ini allah memerintahkan nabi Muhammad Saw untuk membaca. Maka berbunyi: “iqra=bacalah”. Ayat ini menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan, yaitu dengan memerintahkannya membaca sebagai kunci ilmu pengetahuan. 
 
Makna membaca dalam ayat ini memiliki arti luas, sebab bukan hanya membaca buku atau Al-Quran (kitab) saja yang diperintahkan dibaca dalam ayat ini melainkan semuanya yang ada di dunia ini sebaiknya kita bisa peka dan membacanya.
Karena pada saat menerima wahyu ini Rasulullah Saw adalah seseorang yang memiliki sifat ummi, artinya tidak bisa membaca dan menulis. Namun mengapa Allah memerintahkan nabi Muhammad Saw untuk membaca? Karena Allah SWT mengetahui bahwa nabi Muhammad adalah seseorang yang cerdas dan mampu membaca segala sesuatu yang ada di dunia ini atas kehendak-Nya.
 
Dijelaskan pula dalam ayat tersebut kalau manusia diciptakan dari segumpal darah dan manusia dalam proses ilmu reproduksi pun berasal dari setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah, segumpal daging lalu jadilah caon bayi yang dikandung ibunya.
 
Selain itu, betapa pentingnya sebuah ilmu pengetahuan bagi manusia dan kewajiban mencari ilmu pun telah dijelaskan dalam berbagai hadist yang mengatakan “carilah ilmu sejak kecil hingga masuk ke liang lahat”. Dan Allah akan mengkhendaki siapa saja yang ia kehendaki memiliki ilmu pengetahuan karena ini akan sangat bermanfaat bagi bekal hidupnya di dunia maupun di akhirat nanti. Seperti dikatakan dalam penggalan ayat Al-Quran surat mujadilah ayat 11.
 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Mujadalah: 11)
Dengan demikian, Allah menyuruh umatnya untuk selalu meyakini Al-Quran. Dan Allah pun mengatakan kalasu penciptaan langit dan bumi itu terbagi dalam enam masa. Hal ini senada dengan surat Qaaf ayat 38, Allah telah berfirman:
”Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak sedikitpun ditimpa keletihan” (QS. Qaaf: 38)
Karena ilmu pengetahuan itu bersumber pada Allah SWT dan pada ayat diatas telah disebutkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi berikut segala isinya dalam enam masa. Hal ini bersesuaian dengan firman allah sebagai berikut.
“Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiyaa: 30)
Itulah sedikit ulasan mengenai Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan. Semoga bisa bermanfaat.
Loading...