Semua umat muslim di dunia sudah mengetahui kalau Al-Quran merupakan sebuah mukjizat yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Al-Quran memiliki banyak rahasia dan keajaiban yang tidak bisa dipikiran melalui pikirna manusia yang terbatas. Isi dan kandungan Al-Quran menceritakan kejadian sebelum alam semesta ini terbentuk hingga alam semesta ini ada, bahkan sampai alam semesta ini hancur kembali dan itulah yang namanya kiamat. Dalam Al-Quran semuanya tercatat jelas tanpa ada satupun yang terlewat. Artikel ini akan membahas mengenai kaitan antara Al-Quran dan astronomi.
 
Al-Quran dan astronomi sangat berkaitan erat, mengapa demikian? Karena semua yang berjalan di dunia saat ini seperti adanya siang dan malam, perubahan musim, perputaran matahari, bulan, bumi. Planet-planet dan segala isinya sudah ada yang mengatur hingga semuanya berputar pada porosnya secara teratur tanpa ada yang bertabrakan, dan semua itu sudah dijelaskan dalam Al-Quran.
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101) 
Itulah kutipan firman Allah dalam surat Al-Anam ayat 101 yang menjelaskan bahwa kebenaran penciptaan langit dan bumi. Menurut ilmu astronomi dikatakan bahwa terbentuknya alam semesta berasal dari suatu ledakan besar yang telah terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
 
Kemudian lendakan tersebut membentuk bulatan-bulatan kecil seperti atom yang kemudian menggumpal menjadi keras dan akhirnya membentuk menjadi planet-planet bahkan menjadi pulau-pulau kecil. Inilah yang dikenal dengan istilah teori big bang atau dentuman besar yang terjadi sekitar 15 tahun yang lalu. Banyak ilmuwan modern yang setujut akan teori Big Bang menjadi teori andalan yang masuk akal tentang kelahiran terbentuknya alam semesta. 
 
Sebelum adanya teori ini tak pernah ada pembicaraan mengenai materi energi, waktu, gas, atom, dan sebagainya hingga ditemukannya energi oleh seorang ilmuwan fisika dan hal ini telah diberitakan di dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun yang lalu.
Bahkan pesawat NASA pun berhasil menemukan sisa-sisa ledakan dari teori big bang pada tahun 1992. Hal inilah yang semakin membutikan kebenaran akan adanya teori big bang tersebut.
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu dahulu merupakan sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S. Al-Anbiyaa:30).
Jelaslah bahwa penciptaan langit dan bumi ini sudah diberitakan di dalam Al-Quran jauh sebelum para ilmuwan menemukannya dan ini semua adalah bukti adanya kekuasaan Tuhan. Bahkan pada awalnya ini adalah satu kesatuan yang akhirnya dipisahkan menjadi dua bagian besar, yakni langit dan bumi yang berdiri tanpa penyangga. 
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Q.S. Adz-Dzaariyaat:47)
Karena hanya Allahlah yang mampu mengendalikan semua yang ada di bumi dan di  langit, dan jika ia berkehendak maka terjadilah. Jika Allah berkehendak maka alam semesta ini akan terus berkembang hingga di antara langit dan bumi ini terdapat planet-planet lain yang besar, terdapat matahari dan bulan yang sama-sama berputar secara seimbang.
 
Ada ilmuwan pada abad ke-20 yang memiliki pandangan bahwa alam semesta ini bersifat tetap dan tidak akan berkembang. Namun teori tersebut dipangkas oleh Seorang ahli fisikawan Rusia, Alexander Friendmann dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre yang telah melakukan pengamatan, penelitian dan perhitungan mengenai alam semesta dengan menggunakan teknologi modern hingga akhirnya terbukti bahwa sesungguhnya alam semesta itu memiliki permulaan dan akan terus-menerus berkembang.
 
Sekian ulasan mengenai Al-Quran dan astronomi yang menyimpan banyak rahasia. Semoga bermanfaat.
Loading...