Banyak arang berfikir kenikmatan yang di dunia adalah kenikmatan yang hakiki, sehingga tidak sedikit yang berlomba-lomba mengejarnya dengan segala cara. Mereka menumpuk kekayaan harta benda dengan harapan bisa memberikan kebahagian dalam kehidupan mereka didunia, manusia tidak pernaha menyadari kalau hidup didunia hanya sementara. Tidakkah mereka menyadari bahwa kehidupan akhiratlah penujuan yang terakhir menuju kehidupan hakiki.

Seandainya manusia menyadari bahwa kehidupan yang ada di dunia hanyalah sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik, mereka akan lebih bijaksana dalam mencari kehidupan di dunia. Harta benda yang di dapatkan akan di gunakan untuk sarana menuju kehidupan akhirat, bukan untuk bermewah-mewah dan berfoya-foya. Seandainya mereka mengetahui bahwa harta benda itu tidak akan di bawa mati, tentu mereka akan mengamalkan atau mensedekahkan harta itu untuk tabungan mendapatkan tiket menuju alam akhirat yang abadi.

Sedang kita sebagai umat Islam dan beriman yang mengerti bahwa kebahagian dunia harus diselaraskan dengan kebahagian di akhirat, tidak timpang salah satunya sehingga kita bahagia di dunia dan akhirat kelak pada waktunya. Manusia tanpa bimbingan agama hanya berfikir harta benda, jabatan, kehormatan di dunia adalah yang terpenting, padahal tidak sedikit orang kaya juga pejabat hidupnya tidak bahagia. Karena mereka tidak dapat mengetahui bahwa sinergi antara dunia dan akhirat haruslah seimbang dan selaras.

Kunci untuk mencapai kebahagian antar dunia dan akhirat semuanya berhubungan, dalam mencari harta dan kebahagiannya kita haruslah sesuai dengan ajaran agama. Jadi, kita merasa tenang dan tenteram dengan apa yang kita peroleh, mencari dengan cara yang halal juga mengamalkan apa yang kita dapat guna mendapatkan kebahagian akhirat.

Perbandingan Kehidupan di DUnia dan Akhirat yang Abadi

Sebelum kita melihat mana yang terbaik, apakah kehidupan dunia atau kehidupan akhirat sebgei tujuan terakhir. Ada baiknya kita mengetahui beberapa point sebagai pembanding mana yang lebih baik, dengan mengetahuinya kita bisa menitikberatkan mana yang lebih utama dan harus kita raih nantinya.

1. Dunia ini fana dan akhirat kekal abadi

Realitas yang harus kita ketahui tentang dunia dan akhirat adalah dunia ini hanya sementara sebagai tempat kita hidup dan bernaung, sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal dan abadi sebagai tujuan terakhir nantinya. Seperrti yang kita ketahui sebagai manusia kita mengalami fase kelahiran, tumbuh lalu mengalami kematian tidak perduli mau berapa lama kita di beri umur untuk hidup di dunia ini.

Begitu juga dengan dunia tempat kita tinggal ini semakin tua umurnya, seperti yang kita ketahui bumi selalu mengalami perubahan sedikit demi sedikit menuju kematian dengan berbagai perubahan iklim dan cuaca. Hanya kita sebagai manusia tidak sedikit yang tidak menyadari kalau dunia itu ada akhirnya dan alam akhirat itu kekal abadi.

Dunia dan alam semesta mempunyai batas umur, seperti juga manusia yang mengalami kelahiran dan kematian. Pada saatnya dunia ini kan mengalami kehancuran total, seperti banyak di sebutkan dalam ayat-ayat di Al Quran yang di sebut hari akhir atau kiamat. Dan di dalam Al Quran disebutkan lebih dari 70 ayat yang meyebutkan akhirat itu lebih kekal dan abadi dan itulah tujuan akhir dari kehidupan manusia nantinya.

2. Perbedaan antara kenikmatan dunia dan akhirat

Kenikmatan di dunia sangatlah sedikit bila dibandingakan dengan kenikmatan yang ada di akhirat. Selama hidup di dunia manusia mengalami berbagai kesenangan dan kebahagian yang juga di berengi dengan rasa lelah juga kepayahan seperti kesedihan, sengsara, ketakutan dan sebagainya. Sedangkan kebahagian di akhirat lebih abadi dan kekal disana tidak ada ketakutan juga kesengsaraan, yang ada hanyalah kenikmatan ukhrawi dan kenikmatan berdekatan dengan Allah Swt.

3. Akhirat sebagai tujuan hakiki

Sebagai umat yang beragama dan di beri keistimewaan dengan Islam sebagai agama yang sempurna kita patutlah mengerti bahwa dunia ini hanyalah sebagai saran untuk mencapai kehidupan akhirat. Bukan malah menjadikan dunia hanya sebagai tempat untuk bersenang-senang dan tengelam di dalamnya.

Al Quran mengambarkan dunia begitu hina karena dunia hanya penuh dengan tipu daya kesenangan juga tujuan hidupnya, tetapi untuk orang beriman dunia adalah tempat ujian hidup dan sarana menuju kahidupan akhirat yang lebih utama. Mereka tidak terlena dengan segala kenikmatan yang akan hilang sesuai dengan waktunya, mereka memahami bahwa itu hanya sementara dan akhiratlah yang lebih abadi.

Orang beriman akan berlomba-lomba untuk menumpuk amal perbuatan baik selama hidup di dunia, bukan menumpuk kesenangan untuk hidup di dunia itu, mereka menumpuk bekal untuk kehidupan akhirat pada saatnya nanti, dan inilah sebaik-baiknya manusia yang hidup di dunia. Mereka mampu menyeimbangkan dunia untuk kahiratnya kelak karena mereka memahami arti dari kehidupan yang hakiki, yaitu akhirat.

4. Kesalahan mengutamakan kehidupan dunia

Manusia yang hanya mengutamakan kehidupan dunia di atas kehidupan akhirat adalah kebodohan yang tidak terkira dan begitu banyak manusia yang mengamininya tanpa tahu itu merupakan kesalahan yang terbesar. Mereka tidak menyadari kehidupan dunia itu hanyalah numpang lewat bukan sebagai tujuan hidup dan akhirat itu tuan yang utama dan hakiki. Mereka tidak menyadari bahwa tujuan hidupnya itu akan membuat mereka mengalami kesengsaraan yang abadi.

Manusia yang hanya mengutamakan kehidupan dunia hanya akan membawa dampak buruk bagi dirinya kelak, mereka hanya berusaha untuk dunia tetapi tidak untuk akhirat. Ketidaktahuan mereka akan membawa dampaknya di akhirat kelak, yaitu kerugian yang nyata dan mendapatkan siksa yang abadi pula, yaitu neraka. Sungguh seburuk-buruknya tempat kembali dan kerugian yang akan di dapatnya, menukar dunia dengan akhirat sungguh perniagaan yang merugi.

Memperoleh Kebahagian Akhirat

Setiap orang selalu mengidamkan kehidupan yang hakiki, baik itu kebahagian dunia maupun kebahagian akhirat. Tinggal bagaimana kita bisa menempatkan diri dan berusaha meraihnya dengan menyeimbangkan di antara keduanya, tetapi yang perlu di tekankan adalah mendapatkan kebahagian akhiratlah yang lebih penting. Untuk mendapatkan kebahagian kita harus bisa mengetahui kunci untuk menemukan kebahagian itu.

Banyak orang berpikir kalau harta yang banyak dan berlimpah serta mempunyai jabatan penting itu akan membuat mereka bahagia, padahal semua itu akan habis pada waktunya. Kalaupun tidak, apa yang mereka dapatkan itu tidak jarang membawa kesengsaraan karena hanya itulah yang jadi tujuan hidup. Harta yang berlimpah, jabatan tidak jarang malah membuat mereka hidup dalam kesedihan, kebahagian adalh satu-satunya yang tidak bisa mereka beli. Ada beberapa poin yang perlu di perhatian untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat:

1. Beribadah sesuai dengan perintah agama

Menjalankan perintah agama akan menghasilkan pahala yang berlimpah, dengan menjalankan perintah agama pula kita bsia memperoleh ketenangan, kedamaian dan kebahagian dalam hidup di dunia. Ibadah yang kita lakukan akan memberikan ketenangan dalam jiwa seperti air yang menyejukkan dikala hari panas dan itu tidak ternilai harganya.

Dengan menjauhi apa yang di larang oleh Allah Swt pula kita bsia menjalankan perintah agama dengan benar, dengan berusaha menjauhinya hati kita tidak akan terkunci dengan kenikmatan dunia yang melenakan. Kita akan waspada sebelum bertindak dan bertingkah laku, sehingga pahala yang tak ternilai untuk akhiratlah yang kita dapatkan nantinya.

2. Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan

Bersyukur kepada Allah Swt adalah salah satu kunci menuju kebahagian. Dengan rasa syukur, kita akan merasa cukup dan bahagia dalam menjalani hidup di dunia ini. Dengan rasa syukur pula kita akan di jauhkan dari sifat-sifat tercela seperti iri dan dengki, dengannya pula kita bisa mendapatkan nikmat yang lebih atas rasa syukur dengan apa yang kita punyai.

Dengan rasa syukur Allah Swt akan menambahkan nikmat yang berlimpah, sesuai dengan janji Allah Swt akan menambahkan nikmat bagi siapa saja yang bersyukur dari hatinya yang terdalam atas segal nikmat yang diperolehnya selama ini dan inilah yang utama dalam menjalani hidup selama di dunia.