Laut adalah wilayah yang pada awalnya sulit dipelajari karena medan yang sulit dijangkau dan terletak di perairan yang dalam. Namun, dari perkembangan ilmu geologi submarin, semakin banyak dikenal relief dasar laut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dari hasil pengukuran kedalaman laut, dihasilkan peta relief dasar laut. Dari peta tersebut, diklasifikasikan berbagai bentuk relief dasar laut. Berikut ini penjelasannya.

a. Teras Kontinen (Continental Terrace)

Teras kontinen adalah bagian dasar laut yang ada di tepi benua yang memiliki relief lemah dan lebarnya bervariasi. Teras kontinen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu dangkalan benua (continental shelf) dan lereng benua (continental slope). Dangkalan benua mempunyai kedalaman antara 0 -  200 meter yang terhitung dari garis pantai. Dangkalan yang luas terdapat di bagian barat Indonesia (Dangkalan Sunda), bagian timur Indonesia (Dangkalan Sahul), dangkalan laut utara (antara Inggris dengan dataran Eropa). Dangkalan Korea (Laut Kuning), dan dangkalan Laut Barents (Pantai Arktik Eropa).

Teras kontinen terbentuk melalui gabungan proses erosi laut dan sedimentasi yang disebabkan oleh gelombang laut. Erosi gelomang terhadap dasar laut masih dirasakan efektif sampai pada kedalaman 200 meter. Oleh karena itu, terbentuklah permukaan dasar laut yang relatif datar.

b. Lereng Kontinen

Lereng Kontinen adalah bidang miring yang membatasi dangkalan kontinen. Kemiringannya antara 1 – 35 derajat, mulai dari tepi dangkalan benua ke arah laut lepas dengan kedalaman mulai dari 200-800 meter. Melihat bukti yang mendukung, proses terjadinya lereng kontinen tersebut sebagai hasil sedimentasi. Bentukan yang terdapat pada dangkalan kontinen dan lereng kontinen di antaranya saluran dangkalan yang terdiri atas lembang  tenggelam, saluran akibat pengikisan air pasang, dan glasial yang tenggelam, serta jurang submarin.

c. Lembang Tenggelam

Lembang Tenggelam adalah lembah sungai yang tergenang air laut sebagai akibat penenggelaman relief daratan, seperti lembah-lembah sungai purba di Laut Jawa. Saluran akibat pasang surut air laut tersebut merupakan pendalaman dari lembah-lembah yang tenggelam pada setiap terjadinya perubahan ketinggian air.

Palung glasial yang tenggelam terbentuk oleh adanya palung gletser yang mengalami penurunan sampai di bawah permukaan air laut, sedangkan jurang submarine adalah lembah yang dalam dan lebar. Namun, ada pula yang bercabang-cabang sebagai hasil dari proses patahan atau tanah yang amblas.

Relief Laut Dalam

Relief laut dalam terbagi menjadi dua, yaitu bentukan negatif yang terdiri dari lubuk dan palung, serta bentukan positif yang terdiri dari cembungan, punggungan, plato, dan gunung laut.

1. Bentukan negatif

Bentukan negatif terdiri dari lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut adalah dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit  dan terjal. Lubuk laut seolah-olah, seperti lembah yang ada di dasar laut. Contoh lubuk laut adalah lubuk yang ada di Eropa Barat, lubuk laut yang ada di Sulawesi, dan lubuk laut yang ada di Laut Banda.

Palung laut adalah dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit, dan terjal. Sebelah kanan dan kiri palung laut memanjang dengan sebelah kanan dan kirinya dibatasi lereng yang curam. Dilihat dari ukuran palung laut, palung laut dibagi menjadi dua bagian, yaitu palung Laut Trench jika palung tersebut memanjang, sempit, dengan lereng yang tidak begitu curam, dan palung laut trought jika palung tersebut memanjang, lebih lebar dari palung laut trench dan berlereng lebih curam. Contoh palung laut adalah Palung Mindanau dengan ukuran kurang dari 10.474 meter, Palung Jawa dengan ukuran sekitar 7415 meter.

2. Bentukan positif

Bentukan positif terdiri dari cembungan atau rise, plato submarine, dan punggungan submarine atau ridge. Cembungan adalah bentuk menonjol dengan ukuran panjang, lebar, dan luas. Cembungan dapat dibedakan dengan bentuk yang lebih tinggi dari dasar laut yang ada di sekitarnya. Contoh cembungan laut adalah Swell Hawaii yang cembung dan halus mempunyai panjang sekitar 3500 km dan lebar 1000 km.

Plato submarin adalah bentuk positif yang mempunyai puncak yang relatif datar. Contoh plato submarin adalah yang terdapat di Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik. Gunung laut sebenarnya bagian dari pulau submarine, yakni tonjolan-tonjolan uang tumbuh di dasar laut.

Punggungan submarin adalah bentuk menonjol atau positif uang memanjang, sempit, berlereng curam, dan mempunyai topografi yang kasar. Contoh punggungan laut yang terkenal adalah punggung laut yang terdapat di tengah Samudra Atlantik yang memanjang dari Pulau Iceland sampai ke Tanjung Harapan yang ada di Afrika.

Klasifikasi Wilayah Laut

Perairan laut meliputi seluruh permukaan bumi yang tidak berupa daratan dan pada umumnya mempunyai kadar garam lebih tinggi dari perairan darat. Ada bermacam-macam klasifikasi laut berdasar terjadinya, letaknya, dan menurut wilayah kedalamannya.

a. Laut menurut terjadinya

Menurut proses terjadinya, laut dapat dibedakan menjadi laut transgresi, laut regresi, dan laut ingresi. Laut transgresi adalah laut yang terjadi karena genangan air terhadap daratan akibat naiknya permukaan air laut. Contohnya, laut-laut yang terdapat di sekitar Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Laut Utara. Laut regresi adalah laut yang semakin menyempit karena turunnya permukaan air laut. Contohnya Laut jawa. Laut ingresi adalah laut dalam yang terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Contohnya, Laut Banda, Laut Jepang, dan Laut Tengah.

b. Laut menurut letaknya

Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi laut tepi, laut pertengahan, dan laut pedalaman. Laut tepi, yakni laut yang terletak di tepi benua dan terhalang dari lautan oleh gugusan pulau. Contohnya, Laut Cina Selatan yang terhalang oleh Kepulauan Indonesia dan Filipina, Laut Utara yang terhalang oleh kepulauan Inggris, dan Laut Koral yang ada di sebelah timur Australia. Laut yang terletak di tengah, yakni laut yang terletak di antara dua atau lebih benua. Contohnya, Laut Indonesia dan Laut Merah. Laut pedalaman, yakni laut yang terletak di pedalaman suatu benua atau yang seluruhnya dikelilingi. Contohnya, Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Mati.

c. Laut menurut wilayah kedalamannya

Menurut wilayah kedalamannya, laut dibedakan menjadi empat, yakni zona litoral, zona neuritis, zona bathyal, dan zona abysal. Zona litoral, yakni daerah antara garis air surut dan air pasang. Zona ini juga disebut dengan zona pesisir. Wilayah ini merupakan tempat hidup hewan-hewan laut seperti kura-kura dan kepiting.

  • Zona neuritis, yakni bagian laut yang dimulai dari batas air surut sampai dengan kedalaman 150 meter.
  • Zona neritis adalah wilayah yang paling kaya ikan dan tumbuh-tumbuhan.
  • Zona bathyal, yakni bagian laut yang kedalamannya 150 – 1. 800 meter.
  • Zona abysal, yakni bagian laut yang sangat dalam lebih dari 1.800 meter.

Sifat Air Laut

Sifat air laut dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni sifat kimiawi dan sifat fisika. Sifat kimiawi air laut meliputi kadar garam yang terkandung di dalamnya. Kadar air laut rata-rata adalah setiap satu liter air laut mengandung 35 gram garam. Tinggi rendahnya kadar garam di setiap tempat dipengaruhi oleh penguapan, curah hujan, dan banyaknya sungai yang bermuara, letak lintang, dan juga letak laut yang tertutup.

Kadar garam tertinggi pada laut terbuka terdapat di daerah kering subtropis karena penguapan yang besar. Di daerah yang panas, kering, dan laut tertutup, kadar garam mencapai 38 – 40 gram per liter, seperti yang terdapat di Laut Merah dan Teluk Persia. Di daerah dekat muara sungai yang luas, seperti Laut Hitam dan Laut Baltik, kadar garam menurun menjadi sekitar 16 gram per liter karena ada penambahan air tawar yang mengurangi kadar garam.

Sifat fisika air laut meliputi suhu, gerakan air laut (gelombang laut), arus laut, dan pasang surut air laut.

a. Suhu

Seperti panas bumi, panas air laut juga berasal dari matahari. Oleh karena itu, semakin ke bawah, suhu air laut juga semakin rendah. Begitu pula, semakin ke kutub, suhunya semakin berkurang. Selain itu, di laut terbuka, amplitudo suhu airnya sangat kecil, sedangkan di laut-laut terkurung atau laut tepi, amplitudonya lebih besar karena pengaruh dari daratan.
Amplitudo suhu air laut atau perbedaan suhu air laut pada siang dan malam atau pada musim hujan dan musim kemarau di Indonesia pada umumnya kecil. Hal ini disebabkan sifat air yang lambat panas dan lambat dingin.

b. Gerakan air laut

Gerakan air laut meliputi gelombang laut, arus laut, dan pasang surut dan pasang naik. Gelombang laut atau ombak, yakni gerakan naik turunnya air laut yang tidak disertai dengan perpindahan massa airnya. Gelombang laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni kecepatan angin, lamanya angin bertiup, luas daerah yang terkena pengaruh angin, kedalaman air laut, dan adanya getaran kulit bumi di dasar laut.

Saat angin melewati permukaan air, angin mendorong partikel air sehingga menyebabkan gerakan berputar pada permukaan air. Air itu sendiri hanya mengikuti arah putaran, namun gerakan tersebut melalui satu partikel air ke seluruh samudra. Gerakan air ini dapat mengganggu air yang ada di dekat pantai sehingga menyebabkan air bergulung ke atas dan kemudian pecah menjadi ombak.

Gelombang laut ada yang disebabkan oleh getaran kulit bumi di dasar laut. Hal tersebut disebabkan adanya tanah longsor dan letusan gunung berapi yang ada di dasar laut. Gempa tersebut menimbulkan gelombang besar yang dinamakan dengan tsunami. Tsunami dapat menimbulkan kerusakan pantai juga kerusakan lingkungan di sekitar pantai yang dapat mencapai puluhan kilometer, bergantung besarnya gelombang tsunami.

Terjadinya gelombang di laut yang dikenal dengan gelombang tsunami disebabkan adaya goncangan dasyat di bawah air, seperti gempa bumi, tubrukan antara dua lempeng dan karena gunung meletus. Gelombang ini akan tampak di permukaan samudra dan berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Saat gelombang tersebut mencapai tempat yang dangkal, akan mengurangi kecepatan dan membentuk gelombang raksasa yang mampu menyapu kota dan daerah yang ada di sekitar pantai.

Ada beberapa istilah berkaitan dengan gelombang laut, yaitu:

1. Puncak gelombang

Puncak gelombang adalah titik tertinggi dari sebuah gelombang laut.

2. Lembah gelombang

Lembang gelombang adalah titik terendah dari sebuah gelombang laut.

3. Tinggi gelombang

Tinggi gelombang adalah jarak vertikal antara puncak gelombang dengan lembah gelombang.

4. Panjang gelombang

Panjang gelombang adalah jarak horizontal antara dua buah puncak gelombang atau dua buah lembang helombang yang berdampingan.

c. Arus Laut

Arus laut didefinisikan sebagai gerakan air laut secara horizontal dan vertikal. Gerakan tersebut disertai dengan perpindahan massa air. Arus laut dapat dibedakan menurut suhu, letak, dan terjadinya arus.

1. Arus menurut letak

Arus menurut letak dibedakan menjadi arus bawah dan arus atas. Arus bawah, yaitu arus yang bergerak ke permukaan laut. Arus bawah juga disebut dengan arus dalam. Pergerakan arus dalam tergolong lambat, dengan kecepatan 100 meter tiap hari. Arus bawah berasal dari Laut Artik dan Laut Antartika. Air yang dingin serta mengandung banyak garam akan tenggelam di dasar laut.

Arus dingin mengalir di sepanjang dasar laut dari daerah kutub menuju khatulistiwa. Ketika arus dingin berubah menjadi hangat, air akan naik karena menjadi lebih ringan dan kepadatannya pun berkurang. Air kemudian mengalir kembali ke kutub sebagai arus atas yang hangat.

Arus atas didefinisikan sebagai arus laut yang bergerak di permukaan. Arus permukaan ini berada sejauh 500 meter di bagian atas laut. Arus ini bergerak sejauh 10 km tiap hari dan digerakkan oleh tenaga angin. Adanya pengaruh perputaran bumi akan mengakibatkan angin dan arus permukaan membelok ke samping. Peristiwa arus permukaan membelok ke samping disebut dengan efek korialis.

Angin di sepanjang sisi benua menyebabkan air di permukaan mengalir di dalam lima lingkaran besar dan disebut dengan gyre. Di bagian utara khatulistiwa terdapat dua gyre, sedangkan di bagian selatan khatulistiwa terdapat tiga gyre. Daerah khatulistiwa menerima panas dari sinar matahari lebih banyak dibandingkan dengan daerah kutub sehingga penyebaran panas ke seluruh bumi dibantu oleh adanya arus air dan angin.

Air permukaan yang hangat membawa matahari dari daerah khatulistiwa menuju ke kutub. Persebaran panas in membawa banyak manfaat, karena dapat mencegah daerah khatulistiwa tidak terlalu panas dan daerah kutup tidak terlalu dingin.

2. Arus laut menurut suhu

Arus laut menurut suhu dibedakan menjadi arus panas dan arus dingin. Disebut arus panas, jika suhunya lebih panas daripada air laut di sekitarnya. Umumnya, arus panas berasal dari khatulistiwa. Disebut arus dingin jika suhunya lebih dingin daripada suhu air di sekitarnya. Arus dingin umumnya berasal dari daerah kutub.

3. Arus laut menurut terjadinya

Menurut terjadinya, arus laut dibedakan menjadi arus karena angin yang bersifat tetap karena perbedaan kadar garam, arus karena pasang naik dan pasang surut, arus karena pengaruh daratan dan benua, arus karena perbedaan tinggi permukaan air samudra, dan arus laut karena perbedaan jenis air.

d. Pasang naik dan pasang surut

Peristiwa pasang didefinisikan naik dan turunnya permukaan air laut setiap hari. Saat pasang naik, permukaan air laut akan naik. Pada saat pasang surut, permukaan air laut pun turun. Dalam sehari, umumnya terjadi dua kali pasang naik dan pasang surut. Pasang naik dan pasang surut air laut terjadi akibat gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Bulan memberikan daya tarik yang kita kenal dengan gaya gravitasi.

Gaya gravitasi tersebut yang mendorong air laut keluar dari sisi bumi dan berdekatan dengan bulan. Pada saat yang bersamaan karena adanya perputaran bumi pada porosnya menyebabkan permukaan laut di sisi lain terdorong keluar. Saat bumi berputar, tonjolan air ini bergerak menjadi gelombang besar.

Pasang naik dan pasang surut dibedakan menjadi dua macam. Pasang purnama, yaitu pasang naik dan pasang surut karena bulan berkedudukan bulan baru dan bulan berkedudukan bulan purnama. Pasang purnama merupakan pasang naik paling tinggi dan pasang surut paling rendah. Pasang naik dan pasang surut yang kedua karena pasang naik dan pasang surut yang terkecil karena matahari – bumi.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pasang surut air laut adalah jarak bulan dan bumi, jarak bumi dari matahari, dan deklinasi bulan. Saat bulan berada paling dekat dengan bumi, kekuatan penyebab air pasang dapat 40% lebih besar. Kekuatan penyebab air pasang dari matahari bertambah ketika bumi berada paling dekat dengan matahari, yaitu kedududukan sebelah utara atau sebelah selatan ekuator.

Nah, itulah penjelasan mengenai morfologi dan gerak air laut. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Anda.